
Dirasa cukup berlatih, Yura pun memberikan waktu istirahat sejenak untuk Arsha, sang keponakan.
"Arsha, dengarkan baik-baik. Ilmu berpedang itu termasuk ilmu bela diri. Sedangkan bela diri itu adalah ilmu agar kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan atau dari orang jahat dan juga menolong orang, namun tidak boleh untuk menghakimi orang lain apa lagi jika orang tersebut tidak bersalah. Singkatnya, ilmu ini bukan untuk disombongkan atau dipamerkan bahwa kita punya kemampuan, tapi kita harus tetap rendah hati dan suka menolong sesama. Apa kau bisa mengerti, Arsha?" tanya Yura setelah memberi penjelasan.
"Aku mengerti, Bibi," kata Arsha
"Kau anak yang sangat pintar. Walau ini hanya sebuah rencana, Bibi akan mengajarkan lebih dulu dengan pedang kayu ini. Setelah kau mengerti teknik berpedang, lalu pelajaran dari Bibi akan diselingi dengan bela diri tanpa senjata terlebih dulu. Setelah kau mendalami kedua hal ini, baru Bibi akan mulai mengajarimu bermain atau pelajaran dengan pedang asli yang sesungguhnya. Karena setidaknya kau harus tumbuh lebih besar agar dapat berlatih dengan pedang sungguhan," ucap Yura
"Benarkah? Namun, kenapa Bibi bilang ini hanya rencana?" tanya Arsha
"Walau Bibi berada di dalam istana yang sama dengan tempatmu tinggal ini, Bibi bisa saja ke luar dari istana kapan pun itu. Jadi, kau jangan terlalu berharap. Bibi Yura pun tidak tahu akan sampai kapan bisa tinggal di sini," jawab Yura
"Kalau begitu, aku berharap Bibi akan terus tinggal di istana agar bisa terus mengajariku ilmu bela dari. Aku sangat menantikan hal itu," kata Arsha
"Karena Bibi harus terus berada di samping Ibu Ratu, setidaknya Bibi hanya bisa mengajarimu saat kau ada atau berkunjung di kediaman ini. Dan karena semua orang di istana ini belum sepenuhnya tahu tentang keberadaan Bibi di sini, bisakah kau tidak bilang pada siapa pun dulu tentang Bibi Yura dan merahasiakan kalau kau belajar cara berpedang denganku?" tanya Yura
"Baik, Bibi. Aku tidak akan bilang pada siapa pun tentang dirimu dan merahasiakan jika aku sedang belajar cara berpedang denganmu," jawab Arsha
"Bagus. Jadi, mohon kerja samamu ya, Arsha," kata Yura
"Dan mohon bantuanmu untuk mengajariku ya, Bibi," sahut Arsha
"Baik. Kalau begitu, apa kau sudah bisa mulai kembali latihannya? Atau ingin istirahat sebentar lagi?" tanya Yura
"Ayo, berlatih lagi! Aku masih belum lelah!" seru Arsha yang kembali bersemangat.
__ADS_1
Arsha pun kembali bangkit dan meminta Yura mengajarinya lagi.
Ratu memperhatikan anak dan adiknya dengan seksama sambil tersenyum. Melihat putranya berlatih dengan baik dan begitu akrab dengan sang adik.
"Rupanya kau sedang senang ya, Ratu-ku?"
"Kau datang, Baginda. Maaf, aku tidak melihat saat kau masuk," sambut Ratu
"Pantas saja kau tidak melihatku masuk, ternyata kau sedang asik memperhatikan Putra Mahkota. Anak kita sedang berlatih menggunakan pedang dengan Yura?" tanya Raja
"Benar. Lihatlah, Arsha, begitu senang belajar dengan Yura. Mereka terlihat akrab padahal baru pertama bertemu. Awalnya Arsha seperti kurang suka saat melihat Bibinya yang sangat mirip denganku, tapi begitu Yura bercerita tentang banyak tempat-tempat yang indah dan menakjubkan, Arsha mulai tertarik dan terus bicara dengannya. Ditambah lagi saat Yura berkata akan memberinya hadiah tadi dan saat anak kita tahu hadiah untuknya adalah sebuah pedang kayu, dia sangat senang. Sampai Yura berkata akan melatihnya, Arsha sangat gembira dan mereka pun langsung kenjadi akrab," ungkap Ratu
"Baguslah kalau hubungan Bibi dan keponakan di antara mereka baik-baik saja. Arsha, anak itu terlihat antusias sekali sampai tidak menyadari Ayahanda-nya datang sama sepertimu tadi," ucap Raja
Sudah agak lama Raja datang dan memperhatikannya, Arsha baru menyadari kedatangan Ayahanda Raja-nya. Arsha pun melambaikan tangannya dengan riang.
"Baik. Bibi Yura, aku ingin menunjukkan pedang milikku pada Ayahanda. Bolehkah?" tanya Arsha
"Tentu saja. Pedang itu sekarang milikmu," kata Yura
Arsha pun merasa girang dan berlarian mendekati Raja dan Ratu.
"Salam kepada Ayah Baginda Raja! Ayah, lihatlah! Benda ini milikku! Bibi Yura memberiku hadiah sebuah pedang dan mengajarkan padaku cara menggunakannya. Ini asik sekali! Bibi Yura sangat baik dan keren!" seru Arsha
"Apa kau senang bertemu dan berlatih dengan Bibi Yura-mu?" tanya Raja
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Arsha
"Bagus. Simpan hadiahmu baik-baik dan berhati-hatilah saat menggunakannya. Itu hanya untuk berlatih dan tidak boleh untuk melukai orang. Mengerti?" tanya Raja seraya berpesan.
"Baik, Ayah. Aku mengerti," sahut Arsha sambil mengangguk.
"Ke marilah. Kau pasti lelah setelah berlatih," ujar Raja
Arsha pun lebih mendekat pada Raja dan duduk di antara Raja dan Ratu.
"Ayah, izinkanlah Bibi Yura terus tinggal di sini, di istana ini. Agar aku bisa terus berlatih dengannya. Ya, Ayah? Kumohon, Ayahanda Raja," pinta Arsha
"Bibi Yura memang akan terus berada di sini, jadi kau bisa tenang dan terus berlatih dengannya," Ucap Raja
"Bagus sekali! Terima kasih, Ayah Kaisar!" seru Arsha dengan girang.
Dengan itu, Yura dapat memastikan bahwa dirinya akan terus berada dan tinggal di istana kerajaan.
"Kau dengar kan, Bibi? Kau bisa terus tinggal di sini, jadi jangan bosan melatihku ya ... " ujar Arsha
"Baik, Putra Mahkota," ucap Yura
"Ibu, aku bisa terus tinggal di kediaman ini, kan? Agar lebih mudah aku bertemu dan berlatih dengan Bibi Yura? Aku juga punya kamar di kediaman Ibu, kan?" tanya Arsha
"Baiklah. Kau boleh tinggal bersama Ibu lagi," jawab Ratu
__ADS_1
"Terima kasih, Ibu. Ibu, Ayah, Bibi, kalian baik sekali," ucap Arsha
Saat bayi, Arsha tinggal bersama pengasuhnya di kediaman para putra putri Raja. Setelah agak besar, Arsha pun pernah lama tinggal dan dirawat dengan Ratu. Setelah masuk usia belajar, Arsha kembali tinggal dengan pengasuhnya dan sekarang akan tinggal di kediaman Ratu lagi.