One & Only

One & Only
88 - Menjadi Prajurit Ratu.


__ADS_3

Mengabaikan dua orang yang bekerja dengan Raja yang masih berada di luar ruangan dan dua orang yang mengikutinya sampai ke sana, Yura langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja Istana Kerajaan untuk menemui Raja.


Yura masuk dengan tergesa-gesa dan berjalan dengan cepat sampai di depan meja kerja Raja.


"Selamat pagi, Baginda Raja." Yura memberi salam singkat sambil membungkukkan badannya.


"Selamat pagi, Yura. Kau sudah kembali, rupanya ... " balas Raja


"Benar, saya sudah kembali. Tadi saya bahkan sudah melihat kamar asrama yang akan ditempati oleh Arsha dan berkeliling Akademi Kerajaan bersama," ujar Yura


"Ini memang sudah saatnya untuk Arsha memperluas ilmunya dan Arsha pun menginginkannya sendiri, jadi aku tidak perlu merasa khawatir. Kau pun tidak perlu memberi laporan padaku seperti ini," ucap Raja


"Itu memang benar. Namun, sebenarnya saya datang ke sini bukan untuk memberi laporan soal Arsha pada Anda," kata Yura


"Lalu, apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Raja


"Benar, ada. Ini soal prajurit baru yang datang hari ini," jawab Yura


"Kau sudah mendengar tentang itu, rupanya ... " kata Raja


"Benar. Sebenarnya apa tujuan Anda sampai harus memilih dan menerima prajurit baru? Apa kita memang kekurangan prajurit di Istana Kerajaan ini? Atau, apa ini ada kaitannya dengan keadaan di daerah perbatasan negara sana?" tanya Yura


"Karena kondisi di daerah perbatasan masih belum bisa dinyatakan aman, aku memang punya rencana mengirim beberapa prajurit tambahan ke sana. Meski begitu, ini baru rencana dan bukan berarti kondisi di sana sangat gawat hingga kau harus merasa khawatir seperti ini," jelas Raja


"Apa benar hanya seperti itu? Anda tidak berniat menyembunyikan sesuatu dari saya, kan, Baginda?" tanya Yura


"Tentu saja. Jika ada kabar lebih lanjut dari perbatasan pasti aku akan memberi tahu padamu, terlebih lagi jika itu tentang kakakmu di sana. Aku tidak akan menyembunyikan apa pun darimu supaya kau tidak perlu merasa khawatir, jadi untuk saat ini kau bisa tenang ... " jawab Raja


"Saya tidak akan pernah bisa merasa tenang sampai ketegangan di daerah perbatasan sana berakhir. Namun, setidaknya saya bisa merasa sedikit lega jika Anda memang berjanji tidak akan menyembunyikan apa pun dari saya," ujar Yura


"Yura memiliki firasat yang sangat bagus. Dia bahkan bisa tahu dan menebak kalau penerimaan prajurit baru kali ini memang ada kaitannya dengan kondisi di daerah perbatasan negara dan memang telah terjadi sesuatu di sana. Aku telah menerima laporan bahwa pada akhirnya negara sebelah mulai menggerakkan pasukan untuk mendeklarasikan perang hingga di sana membutuhkan prajurit tambahan, itulah sebabnya aku menerima prajurit baru," batin Raja


"Namun, dari daerah perbatasan, pemimpin pasukan prajurit alias Yasha, kakak dari Yuna dan Yura meminta agar hal ini disembunyikan dari kedua adiknya untuk sementara waktu hingga mau tidak mau aku mengikuti permintaannya. Yang satu minta agar kabarnya disembunyikan dan yang satu lagi minta agar tidak ada yang disembunyikan darinya. Kakak beradik ini benar-benar membuatku pusing. Memang hanya Yuna yang selalu patuh. Tidak juga, kalau Yuna sedang marah juga sangat menakutkan. Ketiga bersaudara ini sungguh membuatku tidak berdaya," sambung Raja yang terus bergumam di dalam hati.

__ADS_1


"Benar juga. Harusnya akan ada prajurit baru yang datang untuk menemuiku setelah ini," gumam pelan Raja


"Itu benar, 2 orang sebagai prajurit terbaik. Keduanya sebelum ini adalah pelayan yang bekerja di Vila Kerajaan. Saya sudah bertemu dengan keduanya, bahkan keduanya mengikuti saya sampai ke sini. Namanya adalah Rio dan Pevita, yang salah satunya adalah perempuan. Apa harus saya panggil keduanya agar masuk untuk menghadap Anda, Baginda Raja?" tanya Yura


"Begitu, rupanya. Kalau begitu, tidak perlu menyuruh keduanya untuk masuk. Sebagai gantinya, bisakah aku minta tolong padamu? Aku ingin menempatkan mereka berdua sebagai prajurit yang melindungi Ratu bersamamu, jadi tolong kau langsung ajak keduanya untuk mulai bekerja hari ini juga," ungkap Raja


"Saya mengerti, Baginda. Kalau begitu, setelah dari sini saya akan langsung mengajak keduanya menuju ke kediaman Ratu bersama saya untuk mulai bekerja hari ini juga," ucap Yura


"Ya, benar seperti itu ... " kata Raja


"Baiklah. Kalau begitu, saya permisi. Maaf kalau saya mengganggu Anda dengan kedatangan yang tiba-tiba ini," ujar Yura


"Tidak masalah," sahut Raja


Setelah itu, Yura pun beranjak ke luar dari ruang kerja Istana Kerajaan. Di luar ruangan, masih dengan formasi lengkap empat orang yang menunggunya ke luar.


"Apa urusan Anda dengan Baginda Raja sudah selesai, Nona Yura?" tanya Rino


"Tidak masalah, Nona," sahut Rino


"Arvan, kalau kau tahu sesuatu tentang kabar dari daerah perbatasan, tolong segera beri tahu padaku juga. Karena itu bukan hanya tentang kampung halamanmu, tapi juga tentang nasib kakakku yang berjaga di sana ... " pinta Yura


"Baiklah, aku mengerti. Tenang saja, Yura. Begitu aku mendengar ada kabar sedikit saja, aku akan langsung mencarimu untuk memberi tahu kabarnya padamu," ujar Arvan yang merasa senang saat Yura meminta bantuan darinya.


"Terima kasih sebelumnya," ucap Yura


"Tidak masalah," sahut Arvan


"Maaf, jika aku menyela. Tapi, apa aku dan temanku sudah bisa masuk untuk menghadap kepada Baginda Raja?" tanya Rio


"Aku sudah mengatakan soal kalian berdua pada Baginda Raja dan Baginda berkata, kalian berdua tidak perlu lagi menghadap padanya. Kalian akan langsung ditugaskan untuk melindungi Yang Mulia Ratu dan bekerja mulai hari ini juga. Jadi, ikutlah denganku menuju kediaman Ratu," jelas Yura


"Yura, apa maksudmu adalah mereka berdua ditugaskan untuk menjadi prajurit Ratu?" tanya Arvan

__ADS_1


"Kau benar," jawab Yura


"Aku merasa sedikit lega karena aku merasa sangat gugup untuk bertemu dengan Baginda Raja," gumam Rio yang tidak perlu lagi menghadap kepada Raja.


"Kami tidak akan mengganggu kalian berdua lagi, silakan lanjut dan kembali bekerja. Kalau begitu, kami permisi ... " ujar Yura


Yura pun beranjak pergi bersama Rio dan Pevita menuju ke kediaman Ratu.


"Menjadi prajurit Ratu, itu artinya lelaki itu akan bekerja dekat dengan Yura juga. Kenapa bisa jadi seperti ini?" batin Arvan yang merasa jengkel.


Rio dan Pevita terus mengikuti arah jalan Yura dari belakang.


"Aku memang merasa agak lega karena tidak perlu menghadap Baginda Raja sebelum ini, tapi aku tetap merasa gugup karena harus menemui Yang Mulia Ratu. Karena meski pernah melihat saat Yang Mulia Ratu berlibur di Vila Kerajaan sebelumnya, aku terus melewatkan kesempatan untuk bertemu secara langsung. Jadi, Nona Yura ... apa kau bisa beri tahu seperti apa Yang Mulia Ratu itu?" tanya Rio


"Tidak perlu merasa gugup. Yang Mulia Ratu lebih baik dan lembut dariku dan asalkan tidak melakukan kesalahan fatal, Yang Mulia Ratu tidak akan peduli dengan apa pun yang kalian berdua lakukan. Meski begitu, bukan berarti Yang Mulia Ratu akan mengabaikan kalian berdua begitu saja ... " jelas Yura


Yura berinteraksi dengan Ratu dengan terus menganggapnya sebagai kakak, meski berkata bekerja sebagai pelayan. Karena meski pun begitu, keduanya tetaplah kakak beradik. Jadi, Yura tidak tahu apa pun pandangan para pekerja tentang saudari kembarnya.


"Saya dengar, Nona Yura punya kakak yang berjaga di daerah perbatasan. Apa kakak Nona Yura juga seorang prajurit sama seperti kami berdua?" tanya Pevita


"Ya, itu memang benar ... " jawab Yura


"Lalu, kalau Nona Yura bekerja sebagai apa? Maksudku, pelayan seperti apa? Apa sebagai kepala pelayan? Karena yang kudengar sepertinya cara bicara asisten Penasehat Besar sangat menghormati Nona Yura, bukan?" tanya Rio


"Aku hanya pelayan biasa. Rino, asisten Penasehat Besar itu memang selalu bersikap sopan seperti itu," jawab Yura


"Bagus kalau ada lelaki seperti itu. Tidak seperti seseorang yang bahkan pertanyaannya barusan saja sudah tidak sopan," ujar Pevita seraya menyindir Rio secara halus.


"Kan, aku sudah bertanya baik-baik. Nona Yura juga tidak masalah kok," kata Rio


"Ya, tidak masalah kok ... " sahut Yura


Yura memang tidak mempermasalahkannya. Namun, baik Rio atau pun Pevita tidak ada yang tahu meski Yura bukan kepala pelayan melainkan adalah adik kandung dan saudari kembar dari Sang Ratu. Lalu, juga kakak dari Yura bukanlah prajurit biasa melainkan adalah pemimpin pasukan prajurit saat ini yang telah menggantikan jabatan sang ayah dengan jerih usaha dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2