
Yura bersama Arvan dan beberapa anggota prajurit lainnya terus melaju dengan menunggang kuda menuju ke medan perang sesungguhnya. Saat mendekati medan perang yang kacau itu, pertempuran tampak semakin sulit dikendalikan. Benar seperti rumor yang beredar, cara bertarung pasukan musuh memang tampak sangat kejam dan tak kenal ampun.
Namun, hal itu tak lantas membuat Yura merasa gentar atau pun takut. Yura justru merasa semangatnya telah terpacu dan semakin bergejolak. Hingga saat Arvan melirik ke arah Yura karena khawatir jika gadis itu merasa ketakutan saat melihat keganasan peperangan secara langsung. Namun, Arvan sudah salah sangka. Yang terlihat Yura justru tersenyum dengan penuh semangat yang membara.
"Apa yang sudah kupikirkan. Padahal aku sudah tahu kalau Yura itu unik dan berbeda dari gadis lain pada umumnya. Hal seperti pertarungan tidak akan membuat Yura merasa takut sekali pun itu adalah perang yang sangat mengerikan. Sepertinya aku sudah berpikir dengan berlebihan," batin Arvan yang ikut tersenyum dengan semangat saat melihat raut wajah Yura.
"Ayo, terus maju!" teriak Yura sambil memberi isyarat pada pasukan yang dibawa olehnya untuk terus bergerak maju.
Medan perang sudah di depan mata. Saat telah tiba di area lingkup peperangan, Yura langsung membuat isyarat dengan suara siulan yang kuat sambil menunjukkan lencana pempimpin pasukan Chuya setinggi mungkin.
"Ketua Pasukan Chuya telah digantikan untuk sementara dan saya telah menurunkan perintah pertama pada anggota prajurit 28. Harap dengar dan turuti perintah!" teriak Yura sambil mengumumkan bahwa dirinya tengah menggantikan posisi Pemimpin Pasukan Chuya untuk sementara waktu.
Seperti perintah pertama darinya, salah satu prajurit dengan panggilan khusus '28' langsung menarik mundur beberapa anggota prajurit dengan menyerukan angka panggilan khusus masing-masing. Dengan perintah dari Yura, anggota prajurit 28 meminta beberapa anggota prajurit yang ditarik mundur agar kembali ke kamp prajurit untuk memakai baju besi karena mereka yang ditarik mundur adalah mereka yang berperang tanpa memakai baju besi.
Mereka yang ditarik mundur tidak menolak perintah, namun mereka tetap mempertanyakan kondisi Ketua Yasha dan alasan kenapa posisi pemimpin digantikan dengan begitu mudahnya. Sementara itu, Yura bersama Arvan dan anggota prajurit lainnya bergerak maju untuk menyerang musuh dari Pasukan Negara Kerajaan Brande.
"Ketua Yasha saat ini terluka parah dan sedang istirahat. Aku melihat sendiri saat Ketua Yasha menyerahkan posisinya untuk digantikan sementara waktu. Tidak ada paksaan sedikit pun dalam penyerahan posisi tersebut dan Ketua Yasha sendiri yang secara sukarela menyerahkan lencana pemimpin miliknya pada Ketua yang baru."
"Sekarang perintah sudah dibuat dan tetap harus dilaksanakan. Kembalilah ke kamp prajurit dan saat itu kalian bisa bertanya pada Ketua Yasha secara langsung apa yang sedang kalian pertanyakan. Lalu, bagi siapa pun yang merasa tidak sanggup kembali berperang karena terluka, kalian bisa istirahat di kamp prajurit bersama Ketua Yasha."
Setelah mendengar perintah yang diturunkam oleh Ketua Pasukan yang baru pada anggota prajurit 28 untuk mereka yang ditarik mundur secara mendadak, mereka pun bergegas kembali ke kamp prajurit.
__ADS_1
Di posko pengobatan kamp prajurit, Yasha yang tak sengaja tertidur karena pengaruh obat penahan rasa sakit akhirnya terbangun karena teringat dengan sang adik bungsu.
"Permisi, saya mau bertanya. Apa Yura, Arvan, dan yang lain sudah pergi?" tanya Yasha
"Nona Yura dan Pangeran Suku Barat sudah pergi cukup lama bersama beberapa prajurit. Nona Yura berpesan pada kami untuk menjaga Anda dan yang lain dengan baik."
"Dasar, anak itu. Dia bahkan tidak berpamitan denganku dan langsung pergi. Harusnya dia bangunkan saja aku," gumam Yasha
"Mungkin Nona Yura tidak tega mengganggu saat melihat Anda sedang istirahat. Anda harus mengisi perut yang kosong saat terluka agar cepat pulih. Saya akan menyiapkan makanan, tolong tunggu sebentar."
Saat seseorang dari wilayah Suku Barat berkata akan menyiapkan makanan untuknya, Yasha kembali memejamkan kedua matanya karena tubuhnya yang terasa remuk redam dan tak bertenaga.
"Kenapa kalian mendatangiku ke sini? Apa yang terjadi di medan perang sana?" tanya Yasha
"Kami ditarik mundur begitu saja dari medan perang atas perintah baru dari Ketua pengganti. Kami datang untuk menanyakan alasan Anda menyerahkan posisi Anda dan menggantinya dengan seseorang begitu saja. Tentu saja, kami juga ingin bertanya tentang kondisi Anda saat ini."
"Aku sudah mendapat pengobatan dengan baik. Meski begitu, kalian bisa lihat sendiri kalau aku terluka parah. Karena itu aku membuat keputusan untuk menyerahkan posisiku dan meminta adikku untuk mengantikan aku untuk sementara waktu. Lalu, aku tahu alasan mengapa kalian ditarik mundur. Pasti dia ingin agar kalian tidak terluka sepertiku, jadi lebih baik kalian memakai baju besi jika masih ingin kembali ke medan perang sana," ujar Yasha
"Tebakan Ketua benar, kami memang diminta untuk kembali ke kamp prajurit agar bisa memakai baju besi sebelum kembali berperang."
"Jadi, kami memang tidak salah saat melihat orang yang menggantikan posisi Ketua adalah nona Yura. Meski begitu, apa seorang gadis bisa menjadi pemimpin prajurit yang baik? Kami akui, nona Yura memang perancang strategi yang baik, tapi hal ini berbeda dengan berperang secara langsung untuk menghadapi pasukan musuh."
__ADS_1
"Apa kalian meragukan atau bahkan meremehkan keputusan yang telah kubuat?" tanya Yasha
"Kami tidak berani, Ketua."
"Aku menyerahkan posisiku pada Yura bukan karena dia adalah adikku dan bukan pula karena aku ingin memberi keistimewaan padanya. Dia memang adalah adik kandungku, tapi selain itu juga karena dia adalah adik seperguruanku, jadi aku tahu seperti apa kemampuan yang dimiliki oleh Yura. Dia sering berlatih bersamaku dahulu bahkan saat tidak ada guru kami, aku sendiri yang melatihnya. Jika kalian meragukan atau meremehkan kemampuan milik Yura itu artinya kalian juga telah meragukan dan meremehkan kemampuan milikku," ucap Yasha
"Sekali lagi, kami tidak berani, Ketua."
"Kalau begitu, turuti saja perintah Yura. Karena perintah darinya berarti adalah perintah dariku. Lalu, untuk saat ini dan sementara waktu ke depan Yura adalah Ketua kalian nenggantikan diriku. Apa sampai sini bisa kalian mengerti?" tanya Yasha
"Siap, laksanakan! Kami mengerti, Ketua!"
"Kalau begitu, apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" tanya Yasha
"Tentu saja, kami akan kembali ke medan perang. Kami hanya perlu memakai baju besi seperti yang telah diperintahkan."
"Lebih baik kalian meminta pengobatan dulu bagi yang terluka. Bagi yang terluka parah kalian boleh istirahat dan tidak kembali ke medan perang. Jadikan apa yang terjadi padaku sebagai pelajaran. Apa kalian mengerti?" tanya Yasha
"Siap, kami mengerti, Ketua. Silakan Anda kembali istirahat dan maaf telah mengganggu. Kami permisi."
Jika Yasha sendiri yang memberi perintah, mereka langsung menurut karena menghormatinya sebagai Pemimpin Pasukan yang sebenarnya. Mereka hanya tidak tahu jika Yura sudah bertekad untuk mengalahkan musuh akan jadi seperti apa dan mereka hanya perlu melihat aksi Yura yang sesungguhnya secara langsung.
__ADS_1