
Kuda garang itu membuat respon yang seolah mengatakan ingin makan wortel pemberian Yura lagi
"Kalau ingin makan wortelnya lagi, kau harus setuju dan mengikuti perkataanku," kata Yura pada kuda garang di depannya.
Kuda garang itu meringkik sekali lagi tanda setuju dengan perkataan Yura.
"Kalau mau setuju denganku baru akan kuberikan lagi wortel ini untukmu," kata Yura memberi penawaran sekali lagi pada kuda garang itu.
Kuda garang itu pun menggerakkan kepalanya seolah mengangguk. Barulah Yura memberikan wortel untuk dimakan kuda garang itu lagi.
"Pilihan yang bagus, kuda pintar ... " gumam Yura memuji si kuda garang.
"Nona Yura, bagaimana caramu sampai bisa membujuk si garang hingga mau menurut padamu seperti ini? Kau bahkan bisa menahan makanan yang ingin direbut si garang padahal si garang merupakan kuda yang kuat?" tanya Rio
"Caranya adalah bersikap lembut sekaligus tegas di saat yang sama dan berikan pilihan yang baik agar si kuda tidak dapat menolak dengan cara yang baik-baik pula," jawab Yura
"Padahal sama-sama kuda, tapi kuda milik Bibi Yura sangat baik dan mau menurut denganku," ujar Arsha yang masih memberi makan wortel pada kuda milik Yura.
"Itu karena Bibi sudah lama mengenal karakter kuda milik Bibi, lalu kuda milik Bibi cukup untuk mengerti kalau kau mempunyai hubungan baik dan dekat dengan Bibi, jadi dia juga akan bersikap baik padamu, Arsha. Dulu kuda Bibi juga garang, bedanya kuda Bibi seekor betina, sedangkan yang ini adalah seekor jantan," ucap Yura
"Nona Yura sangat mengenal karakter kuda, rupanya. Kalau begitu, seperti apa karakter kuda milik Nona Yura setelah sikap garangnya hilang?" tanya Rio
"Tentu saja, dia adalah si cepat yang tangguh. Hanya saja kini lebih penurut dari pada dulu karena kami sudah sangat dekat dan sering bersama," jawab Yura
"Kalau begitu, sama dengan si garang ini. Saking garang karakternya, kuda ini sedang direkomendasi dan dilatih untuk menjadi kuda perang. Makanya, aku sempat ragu saat Nona Yura malah memilih si garang. Namun, kalau dari pengalaman kuda milik Nona Yura, sepertinya kuda garang ini bisa dijinakkan," ujar Rio
"Sudah kubilang, aku akan menaklukan kuda garang ini. Namun, dari tadi kau terus memanggilnya si garang atau kuda garang, sebenarnya siapa nama kuda ini? Apa kau tahu siapa namanya, Rio?" tanya Yura
"Aku tahu. Namanya adalah Nick," jawab Rio
__ADS_1
"Kalau begitu, panggillah kuda ini sesuai dengan namanya. Pantas saja kau tidak akrab dengan Nick dan pantas saja karakter Nick jadi sangat garang dan sulit diatur, mungkin sebenarnya Nick tidak suka dengan cara orang yang memanggilnya seperti itu. Seolah itu adalah bentuk protesnya karena sebenarnya baik hewan sekali pun punya pemahaman yang baik terhadap bahasa dan sikap manusia terhadapnya," ujar Yura
"Benar juga. Aku tidak pernah berpikir sampai ke arah sana. Maaf, Nona Yura ... " kata Rio
"Kau seharusnya bilang maaf pada Nick, bukan padaku, Rio. Benar begitu, kan, Nick?" Yura yang bicara pada Rio dan Nick secara bergantian.
Kuda garang bernama Nick itu langsung meringkik pelan seolah setuju dan membenarkan perkataan Yura.
"Aku salah. Maaf, Nick ... " kata Rio
Kuda bernama Nick itu hanya diam dan asik terus makan wortel yang diberikan oleh Yura.
"Sepertinya kau masih harus lebih pandai dan sering berusaha mengakrabkan diri dengan Nick, itu pun jika kau ingin akrab dengannya ... " ujar Yura
"Kalau kuda milik Bibi ini siapa namanya?" tanya Arsha
"Nama kuda milik Bibi Yura adalah Grace," jawab Yura
Yura pun mulai membuka pagar bilik kuda Nick.
"Sudah cukup makan wortelnya. Ayo, kita bawa ke luar kudanya dari kandang ini. Rio, bantu Arsha mengeluarkan kuda Grace dan bawa juga wortelnya ke luar," ujar Yura
"Baiklah. Mari, Putra Mahkota, kita keluarkan Grace," kata Rio
"Ya, mohon bantuannya, Tuan Rio ... " sahut Arsha
Rio pun membuka pagar bilik kuda Grace dan menarik tali kendalinya untuk ke luar dari kandang tersebut sambil membawa sekantong wortel. Lalu, di belakangnya ada Yura yang juga menarik tali kendali Nick untuk ke luar dari kandang.
Kuda Grace dan Nick ditempatkan di padang rumput di arena berkuda sebelum ditunggangi selama berlatih nanti.
__ADS_1
"Saya akan menemani dan mengawasi di sini. Bolehkah?" tanya Rio
"Boleh. Karena kali ini saya akan melatih Arsha dengan memperlihatkan praktek menunggang kuda secara terpisah, kau bantulah awasi Arsha selama latihan ini. Namun, kau tidak boleh berisik agar tidak mengganggu fokus Arsha. Kau hanya perlu diam saat mengawasi," jelas Yura
"Baik. Aku mengerti, Nona Yura. Aku pasti akan diam seribu bahasa," kata Rio
"Mengawasi dan melihat dari hauh pun sudah cukup. Yang penting Nona Yura tidak memintaku untuk pergi dari sini. Kuanggap ini berhasil!" batin Rio
"Jadi, apa yang harus kulakukan kali ini, Bibi?" tanya Arsha
"Kemarin Bibi memang sudah mengajarimu dasar cara menunggang kuda. Namun, sebenarnya kau belum diajari cara yang paling dasar saat latihan berkuda, yaitu melakukan pendekatan. Kau harus mengikuti kata-kata dan gerakan Bibi," jelas Yura
Arsha hanya mengangguk sambil terus menatap ke arah Yura. Bersiap mengikuti pengajaran yang diperlihatkan oleh Yura.
"Saat menunggang kuda itu tidak kita lakukan seorang diri melainkan bersama seekor kuda, jadi kita harus punya kerja sama yang baik dengan kuda yang akan kita tunggangi dan setidaknya kita harus menunjukkan kedekatan dengan kuda. Pertama, coba sentuh kepala kudanya. Lakukan secara perlahan agar tidak menakuti kudanya. Jika gagal, coba lagi dengan lebih lembut dan perlahan. Saat tanganmu sudah menyentuh dan berada di kepala kuda, beri usapan lembut pada kepala kuda ... " ucap Yura
Arsha pun melakukan seperti yang Yura lakukan.
"Lalu, katakan ucapan pendekatan. Nick, kuharap kita bisa menjadi akrab selayaknya teman dekat. Lalu, peluk kudanya dengan melingkarkan tangnmu pada bagian lehernya," ujar Yura memberi contoh pada Arsha.
"Grace, kuharap kita bisa menjadi akrab selayaknya teman dekat ... " gumam Arsha mengajak kuda milik Yura bicara, lalu memeluknya.
"Jika usahamu berhasil, beri penghargaan pada kudanya dengan cara memberinya makan enak seperti wortel original," kata Yura
Rio yang membawakan kantong berisi wortel pun memberikan masing-masing sebuah wortel pada Yura dan Arsha.
Arsha pun memberi makan wortel pada kuda seperti yang dilakukan oleh Yura.
"Berikan makanan enaknya sambil mengusap lembut kepala kudanya dan berikan juga pujian saat kuda makan dengan lahap. Kuda baik, kuda pintar ... " Yura terus memberi Arsha contoh untuk melakukan pendekatan dengan kuda.
__ADS_1
"Kuda baik, kuda pintar ... " gumam Arsha saat memberi makan wortel sambil mengusap kepala kuda.
Arsha melakukan dan mengikuti apa yang diajarkan oleh Yura dengan baik. Arsha pun tampak senang saat mencoba melakukan pendekatan dengan kuda milik Yura yang bernama Grace.