One & Only

One & Only
132 - Diistirahatkan Untuk Sementara Waktu.


__ADS_3

Hingga malam hari, Yura terus berada di dalam tenda dan tidak diperbolehkan untuk melangkah ke luar. Bahkan saat waktunya makan siang tadi, Yasha dan Arvan akan masuk ke dalam tenda untuk memberikan seporsi makanan pada Yura sekalian dua lelaki itu menemani Yura makan bersama di dalam tenda.


Sama seperti saat ini, Yasha dan Arvan masuk ke dalam tenda Yura untuk makan bertiga di sana.


"Yura, sekarang waktunya makan malam dan kita akan makan bersama," ucap Arvan


"Kenapa kalian berdua masuk ke sini lagi? Biar aku yang akan ke luar. Ayo, kita makan bersama dengan yang lainnya di luar," ujar Yura


"Tidak boleh. Untuk sementara waktu kau terus di dalam tenda saja. Di luar itu banyak angin yang menerbangkan debu dan pasir, itu tidak baik untuk kondisi matamu saat ini. Aku tidak mau matamu jadi iritasi dan semakin parah," ucap Yasha


"Itu benar, lebih baik kau tetap di dalam tenda untuk sementara waktu. Lalu, aku sudah menyuruh orang untuk pergi ke pasar terdekat untuk mencari kacamata untuk kau pakai setelah ini. Karena kondisi matamu yang seperti ini kacamata bisa mencegah masuknya benda asing atau kotoran ke dalam kedua matamu. Jadi, setelah ini kau mungkin harus membiasakan diri untuk memakai kacamata," ujar Arvan


"Aku belum pernah memakai kacamata atau memiliki masalah mata sebelumnya. Membayangkan diriku memakai kacamata saja sudah membuatku merasa kurang nyaman, sepertinya aku tidak akan terbiasa dengan mudah ... " sahut Yura


"Ini demi kebaikanmu. Tahanlah untuk sementara waktu meski pun kau tidak terbiasa atau merasa tidak nyaman saat memakai kacamata ke depannya nanti," kata Yasha


Yura hanya mengangguk tanda mengerti. Lalu, Yura pun makan malam bersama ditemani oleh Yasha dan Arvan di dalam tenda.


"Aku teringat akan suatu hal dan ingin mengatakannya. Entah ada yang menyadarinya atau tidak. Namun, dengan pertarungan yang berhasil kumenangkan hari ini dengan melepas satu orang untuk pergi dan menahan sembilan orang lainnya sebagai tawanan perang, mungkin ini akan menyebabkan perpecahan kembali terjadi sekali pun untuk saat ini kedua belah pihak sedang dalam masa gencatan senjata. Dengan apa yang terjadi hari ini, pihak musuh pasti akan menarik kondisi gencatan senjata ini dan kembali bergerak untuk menyerang kita lagi," ucap Yura


"Satu orang yang pergi pasti melaporkan kejadian hari ini bahwa 9 orang rekannya terluka parah dan dikalahkan dalam sebuah pertarungan olehku. Pihak mereka pasti tidak akan terima dengan hal ini dan nemutuskan untuk berperang melawan kita lagi. Sebelumnya aku minta maaf karena mungkin hal ini akan mempersulit keadaan pasukan kita yang harus kembali berperang. Namun, sebenarnya aku sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah kulakukan hari ini," sambung Yura


"Karena aku pikir padahal pihak musuh yang lebih dulu menyatakan situasi untuk gencatan senjata untuk sementara waktu, tapi dalam situasi tenang ini pihak mereka justru datang untuk mengganggu kita dan membuat keributan di sini. Hal itu saja sudah menyalahi aturan dan melanggar situasi gencatan senjata yang mereka ajukan dan kita sepakati bersama. Jadi, aku merasa tindakanku tidak salah meski telah membuat mereka kalah pada pertarungan hari ini atau meski harus berperang lagi. Aku tidak melakukan kesalahan apa pun," lanjut Yura lagi.

__ADS_1


"Aku mengerti, Yura. Kau memang tidak melakukan kesalahan apa pun. Pihak mereka yang lebih dulu mencari keributan saat mereka sendiri yang lebih dulu mengajukan situasi gencatan senjata, merekalah yang salah. Jika mereka merasa tidak terima karena telah dikalahkan dalam pertarungan yang mereka mulai lebih dulu hari ini, maka kita perlu mempertanyakan hal itu," ujar Yasha


"Tidak peduli mereka merasa tidak terima atau kembali memulai perang, kita tidak perlu merasa takut. Kau juga tidak perlu takut karena tidak akan ada yang menyalahkanmu. Kau bahkan melindungi tempat ini dan kami semua hingga hampir kehilangan indera penglihatanmu. Kau sama sekali tidak bersalah atas apa yang terjadi dan yang kau lakukan hari ini," sambung Yasha


"Semua tindakan dan apa yang kau lakukan hari ini sudah sangat benar. Kau membela dan melindungi kami, bahkan bertarung dengan orang-orang yang meremehkan kami. Kau telah menunjukkan keberanian dan melawan orang-orang yang sebenarnya bersalah demi kami, tidak ada yang salah dengan itu semua. Sebelumnya kami memang merasa khawatir dengan kondisimu, tapi bukan berarti kami takut pada pihak lawan jika mereka mulai menyerang lagi. Biar bagaimana pun kita tidak bersalah, jadi tidak perlu ada yang ditakuti ... " ucap Arvan


"Syukurlah, aku merasa senang kalian berdua bisa mengerti. Kuharap yang lain pun akan mengerti sama seperti kalian berdua," kata Yura


"Semuanya pasti juga mengerti dan tidak akan ada yang berani menyalahkanmu. Aku sudah melaporkan hal yang terjadi hari ini kepada Baginda Raja melalui surat, aku yakin Baginda Raja pun akan mengerti dengan situasinya. Meski begitu, jika memang ada perang lanjutan, kau masih belum dan tidak boleh ikut bertarung untuk sementara waktu. Kau masih harus istirahat dengan baik untuk memulihkan kedua matamu. Aku yang akan kembali pada posisi Ketua dan memimpin pasukan karena aku sudah pulih," ujar Yasha


"Mana bisa jadi seperti itu? Kenapa melarangku untuk ikut?" tanya Yura


"Ini untuk kebaikanmu dan hanya untuk sementara waktu. Dengar dan patuhi saja apa yang dibilang Yasha," jawab Arvan


"Tidak bisa, Yura. Bahkan Arvan saja mengerti kalau keputusan ini demi kebaikanmu. Kau harus menahan dirimu dan lebih banyak istirahat lagi," kata Yasha


"Bukankah nanti aku akan memakai kacamata? Aku janji akan terus memakainya dan tak akan kulepas meski pun sesang bertarung. Bahkan hari ini aku bisa bertarung dengan mata tertutup. Namun, kalau aku tidak ikut berperang pasukan musuh akan kembali dan semakin meremehkan aku atau bahkan pasukan kita. Aku tidak terluka sama sekali bahkan kedua mataku masih bisa berfungsi, maka tidak ada alasan untuk aku tidak ikut pergi berperang. Jadi, kumohon jangan ke luarkan aku dari pasukan," ucap Yura


"Kau tidak dileluarkan, tapi hanya diistirahatkan untuk sementara waktu karena sedang dalam masa pemulihan pada kedua matamu. Pertarungan hari ini akan berbeda dengan di medan perang nantinya. Meski pun kau tidak ingin diremehkan oleh lawan, tapi jangan meremehkan mereka juga. Kalau ingin ikut berperang kau harus dalam kondisi yang fit dan prima. Jadi, kau harus memulihkan kondisi kedua matamu dulu," ujar Arvan


"Aku sama sekali tidak meremehkan lawan. Lalu, apa bedanya dikeluarkan dengan diistirahatkan? Itu sama saja untukku. Bahkan itu hanya terdengar sebagai alasan. Aku tidak sakit atau terluka, jadi aku tidak perlu melakukan pemulihan apa pun. Bahkan kedua mataku masih baik-baik saja," kata Yura


"Adalah dua hal yang berbeda antara diistirahatkan dengan dikeluarkan. Kau tenang saja dan jangan protes lagi. Hal ini sudah diputuskan dan tidak bisa kau tawar atau tolak lagi," ucap Yasha

__ADS_1


Yura pun hanya bisa terdiam. Gadis itu juga tidak bisa terus menerus berdebat dan memprotes kakaknya sebagai Ketua Pasukan. Apa lagi jika keputusan sudah ditetapkan. Yura tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa melanjutkan makan malamnya sampai habis dengan raut wajah yang cemberut.


Yasha dan Arvan pun merasa lega dan tenang karena Yura tidak protes lebih banyak lagi.


"Omong-omong, Kak Yasha. Aku masih belum sempat memeriksa keadaan lukamu. Apa kau sudah baik-baik saja karena sudah ingin kembali pada posisi Ketua?" tanya Yura


"Tenang saja, Arvan sudah memeriksa kondisi lukaku tadi. Apa kau tidak percaya dengan kemampuan Arvan?" tanya balik Yasha


"Aku tidak sama sepertimu yang tidak percaya pada adikmu sendiri. Aku tahu Arvan adalah dokter profesional yang kemampuannya lebih handal dan hebat dari pada kemampuan yang kumiliki, jadi aku percaya kau memang sudah cukup pulih dan baik-baik saja jika memang sudah diperiksa oleh Arvan," jawab Yura


"Ya, ini juga berkat dirimu yang sudah merawat lukaku dengan sangat baik hingga pulih lebih cepat. Sepertinya kau memang lebih baik dari pada kakakmu ini," ujar Yasha


"Dasar, jangan meremehkan diri sendiri seperti itu. Karena itu bukanlah sikap dan sifat dari Keluarga Haris. Setiap orang memang memiliki kemampuannya masing-masing yang berbeda-beda," ucap Yura


"Lalu, terima kasih, Arvan. Kau sudah mengobati kedua mataku dan memeriksa konsisi luka Kak Yasha," sambung Yura


"Tidak masalah karena itu adalah tugasku. Lalu, kau masih harus rutin meneteskan saline steril pada kedua matamu 2 sampai tiga kali sehari," kata Arvan


"Soal itu aku juga mengerti. Aku tidak akan lupa melakukannya," sahut Yura


Setelah makan malam di dalam tenda bersama Yasha dan Arvan, Yura istirahat lebih cepat. Sedangkan Yasha dan Arvan langsung hadir dalam rapat pembentukan strategi baru setelah ke luar dari tenda dan meninggalkan Yura yang harus kembali beristirahat.


Saat itu para anggota prajurut lainnya sedikit menyayangkan kondisi Yura karena gadis itu sebenarnya adalah pengatur strategi yang baik dan prajurit yang tangguh. Namun, semuanya tetap menginginkan kebaikan pada Yura agar bisa segera pulih, jadi mereka pun tidak keberatan meski pun gadis itu harus beristirahat demi pemulihan kedua matanya. Bahkan semua berharap Yura bisa pulih dengan cepat agar bisa kembali dalam aktivitas berpasukan bersama yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2