
Saat Yura hendak pergi, Raja langsung menahannya untuk tetap berada di sana karena ada yang ingin dibicarakan pada adik ipar sekaligus saudari kembar Ratu.
"Jadi, maukah kau mempertimbangkan penawaranku untuk berada di sisi Ratu untuk terus melindunginya?" tanya Raja memberi penawaran.
"Apa ini? Saya tidak salah dengar, bukan?" tanya balik Yura yang terkejut dengan penawaran Raja.
"Manda, seorang pelayan di sisi Ratu juga bisa bela diri. Tapi, aku lebih tenang, jika lebih banyak yang melindunginya di sisinya," kata Raja
"Tentu saja, saya merasa senang dan terhormat. Terima kasih Baginda Raja, Yang Mulia Ratu. Saya bisa menerima kesempatan ini pasti karena Yang Mulia Ratu yang merekomendasikanku pada Baginda Raja," ucap Yura
Berulang kali, Yura mengucapkan terima kasih saking senangnya. Dulu kesenangannya adalah pergi mengembara, namun baginya yang paling penting adalah saudari kembarnya.
"Saya juga tidak keberatan, jika Baginda ingin menguji saya terlebih dulu. Dengan siapa pun itu saya siap menghadapinya! Dengan lawan terkuat pun saya yakin pada kemampuan saya," ujar Yura
"Aku tentu akan percaya dengan kemampuanmu. Namun, karena kau bicara lebih dulu, sepertinya memang butuh pengujian. Harus ada bukti dan tidak bisa percaya pada ucapan saja," ucap Raja
"Yang Mulia Ratu, tenang saja. Saya akan baik-baik saja dan akan membuktikan ucapan dan kemampuan saya benar adanya," kata Yura saat melihat ekspresi Ratu yang tidak tega akan melihat adiknya sendiri bertarung.
Namun, melihat kepercayaan diri Yura yang tinggi, Ratu merasa sedikit lega dan berusaha untuk lebih percaya pada adik kembarnya itu.
...
Manda adalah orang yang pertama kali menguji kemampuan Yura secara langsung. Dan dari hasil pertarungan mereka terbukti bahwa kemampuan bela diri Yura lebih unggul dari Manda karena telah berhasil mengalahkannya.
"Saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya pada pertarungan uji coba ini. Namun, ternyata kemampuan saya masih jauh berada di bawah Nona Yura. Saya mengaku kalah. Nona Yura, sangat kuat ... " ucap Manda
"Maaf, sudah melakukan hal ini padamu, Manda. Akulah yang meminta Baginda untuk menguji kemampuanku," ujar Yura
"Tidak apa, Nona. Saya pun merasa senang bisa berhadapan melawan sesama gadis yang bisa bela diri. Ini seperti menambah wawasan saya dan Nona Yura sangat hebat," kata Manda
__ADS_1
"Karena sudah membuktikannya di sini, kalian ikutlah aku ke kediaman Selir Azkia," ucap Raja
Raja, Ratu, ketiga pelayan pribadi Ratu, dan juga Yura pun beranjak menuju ke kediaman Selir Azkia.
"Tidak kusangka kau juga ada di sini, Arvan," kata Raja saat setelah sampai di kediaman Selir Azkia.
Melihat kedatangan Raja dan Ratu, Selir Azkia langsung memberi hormat.
"Aku di sini untuk menemui adikku sendiri. Apa Baginda merasa cemburu?" tanya Arvan
"Aku tahu kedekatan kalian sebagai saudara kandung sangatlah erat. Aku berkata seperti tadi karena selain berkeperluan dengan Selir Azkia, aku juga ada perlu denganmu. Ternyata aku tidak perlu repot lagi mencarimu," jelas Raja
"Ada keperluan apa, Baginda, mencari kami? Sampai harus repot datang sendiri ke sini, bahkan bersama rombongan Yang Mulia Ratu dan juga Nona Yura?" tanya Selir Azkia
"Katamu, barang milik Yura kaulah yang menyimpannya. Apa itu masih ada di sini?" tanya balik Raja
"Benar. Karena barang lain tidak bisa selalu dibawa ke kediaman Ratu, semua barang itu masih ada di sini," jawab Selir Azkia
"Apa maksudnya, tiba-tiba?" tanya Arvan yang merasa bingung.
"Izin untuk menjawab. Nona Yura, akan tinggal di istana menjadi orang yang melindungi Yang Mulia Ratu karena ia nemiliki kemampuan. Saya baru saja selesai menjadi orang yang menguji kemapuan bela dirinya secara langsung, sepertinya kini giliran Anda, Tuan Arvan," jelas Manda
"Jadi, aku harus melawan seorang gadis dengan bertarung pedang?" tanya Arvan
"Mohon Anda jangan meremehkan kemampuan Nona Yura, Tuan. Dia benar-benar memiliki kemampuan itu," jawab Manda
"Kau memintaku untuk jangan meremehkan kemampuannya, namun sepertinya kau sendirilah yang sudah meremehkan kemampuanku," protes Arvan
"Wah, kau memiliki kemampuan bicara yang jelek di saat-saat pertama kali kita ya, Arvan? Aku menahan diri untuk tidak mengatakan hal yang dikatakan oleh Manda, tapi kau benar-benar menyebalkan," ucap Yura
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud seperti itu," kata Arvan
"Lalu, apa? Kau benar-bebar meremehkan kemampuanku, begitu?" tanya Yura
"Bukan seperti itu juga," jawab Arvan
"Sebenarnya aku juga merasa bungung, kenapa Baginda Raja memilihmu sebagai lawanku," ucap Yura
"Jadi, sekarang kaulah yang sedang meremehkan kemampuanku, ya?" tanya Arvan
"Sekarang, kaulah yang lebih dulu salah paham. Sepertinya aku tidak bisa bertarung melawan dengan orang yang kukenal adalah orang baik. Mengingat hubungan baik yang sudah terjalin, aku tidak bisa seperti itu," jelas Yura
"Bukankah kau yang memintaku begini, Yura? Apa kau tidak ingat ucapanmu sebelumnya? Saat itu kau mengatakan apa?" tanya Raja
"Sepertinya lebih baik memilih lawan yang memiliki hubungan dekat saja untuk merahasiakan kemampuanku demi keselamatan Yang Mulia Ratu. Akan lebih baik hanya sedikit orang yang tahu aku, orang yang akan terus berada di sisi Yang Mulia Ratu memiliki kemampuan seperti ini. Tentu, aku ingat, Baginda. Tapi, aku mengira Baginda akan langsung menyuruhku melawan prajurit bayanganmu," jawab Yura
"Kalau kau bisa melawan Arvan dengan baik, aku akan menyuruh prajurit bayanganku untuk bertarung denganmu. Ini adalah tahapan pengujian untukmu," ucap Raja
"Benarkah, Baginda? Anda berjanji?" tanya Yura
"Tentu saja. Ini adalah perintahku! Jangan banyak bicara lagi! Kalian berdua bertarunglah di hadapanku! Selir Azkia, ambilkanlah pedang milik Yura ke sini!" titah Raja
"Baik, Baginda ... " patuh Selir Azkia
"Tidak perlu! Aku saja yang mengambilnya, kau hanya perlu menunjukkan di mana tempatnya," ucap Yura
"Tidak apa-apa, Nona Yura," kata Selir Azkia yang langsung berlalu dari tempatnya.
Tak butuh waktu lama pun Selir Azkia kembali untuk memberikan Yura sebuah pedang miliknya.
__ADS_1
"Kak, pakailah pedang ini. Aku menyimpan salah satu pedang milikmu di sini. Bertarunglah dengan Nona Yura. Ayah pernah bilang Nona Yura pernah menyelamatkan wilayah Suku Barat, aku rasa dia benar-benar memiliki kemampuan itu dan aku pun ingin melihatnya langsung," ucap Selir Azkia memberikan pedang lainnya pada Arvan.
Setelah diperintahkan langsung, akhirnya Yura dan Arvan pun melangsungkan pertarungan pedang uji coba.