
Arsha telah menghabiskan akhir pekannya di Istana Kerajaan bahkan telah menginap semalam. Namun, pada hari ini Arsha sudah harus kembali ke Akademi Kerajaan karena besok adalah hari Senin yang artinya sudah harus kembali pada aktivitas belajarnya di sekolah.
"Arsha, kalau kau hanya menghabiskan waktu libur akhir pekanmu di Istana Kerajaan, maka kapan kau akan kembali ke Akademi Kerajaan?" tanya Yura
"Mungkin siang hari ini aku akan kembali ke Akademi Kerajaan karena besok sekolah sudah dimulai kembali seperti biasa," jawab Arsha
"Kenapa harus pergi begitu cepat? Tinggallah lagi selama semalam hari ini dan kembalilah ke Akademi Kerajaan besok pagi. Akan ada yang mengantarmu dengan menggunakan kereta kuda dan kau tidak akan terlambat menghadiri kelas," ujar Ratu
"Baiklah, Ibu. Aku ikut dengan perkataanmu saja," kata Arsha
Akhirnya telah diputuskan bahwa Arsha akan menetap lebih lama selama semalam di Istana Kerajaan.
Malam harinya, Raja datang mengunjungi kediaman Ratu saat Arsha baru saja tertidur.
"Selamat malam, Baginda Raja ... " sapa Yura yang masih berada di dalam kediaman Ratu.
"Di mana Arsha?" tanya Raja
"Apa Anda ingin menemuinya? Sayangnya, Arsha baru saja tidur. Dia tidak ingin terlambat bangun untuk kembali pergi ke Akademi Kerajaan besok," jawab Ratu
"Karena Anda sudah ada di sini, maka saya akan pergi. Saya akan datang lagi besok pagi-" Seketika saja perkataan Yura terpotong.
"Tidak, Yura. Ada yang yang ingin kubicarakan denganmu. Kita harus berdiskusi dan aku butuh bantuan darimu," kata Raja yang berhasil memotong perkataan Yura begitu saja.
"Saya akan melakukan apa pun yang Anda minta. Silakan katakan, apa yang harus saya lakukan?" tanya Yura
"Kau harus bantu aku mengawasi Yuna dan Arsha yang harus pindah untuk sementara waktu," jelas Raja
"Apa yang Anda maksud, Kak Evan? Kenapa aku dan Arsha harus pindah? Memangnya apa yang sedang terjadi?" tanya Ratu
"Prajurit rahasiaku memberi laporan bahwa hari ini mereka melihat sekelompok orang misterius yang menyusup dan mengawasi kediaman Mansion Utama. Itu adalah sekelompok orang yang tidak dikenali dan tampak berbahaya karena membawa senjata. Prajurit rahasiaku sudah sempat berusaha menangkap dan mengejar para penyusup itu, tapi mereka berhasil melarikan diri," ungkap Raja
"Karena yang para penyusup itu mengawasi kediaman Mansion Utama di Istana Kerajaan ini, mungkin target mereka adalah aku atau dirimu, Yuna. Intinya mereka mengincar keluarga kerajaan. Karena itu kau dan Arsha harus bergerak untuk pindah sementara waktu. Yura akan menemani untuk mengawasi kalian berdua dan akan ada orang yang mengantar kalian pergi dari Istana Kerajaan. Aku akan mengurus semuanya dari sini, jadi tidak perlu khawatir ... " sambung Raja
__ADS_1
Raja memang mengatakan agar tidak perlu khawatir. Namun, pasti dirinya sendirilah yang merasa panik dan khawatir. Yura sudah menduga ada keadaan darurat yang mungkin terjadi sejak saat Raja berkata butuh bantuan dirinya. Namun, ternyata keadaannya lebjh gawat dari pada dugaannya.
"Ya ampun ... sebenarnya siapa mereka? Kenapa mereka mengincar kita? Bagaimana mereka bisa menyusup ke dalam Istana Kerajaan dengan mudah?" tanya Ratu yang mulai bergumam panik.
"Kenapa kami harus pergi dan pindah? Kenapa kita tidak hadapi saja para penyusup itu?" tanya Yura
"Yura, prajurit rahasiaku yang sudah sangat terlatih saja kesulitan saat mengejar dan hendak menangkap mereka. Artinya para penyusup itu mungkin berada di level yang sama dengan para prajurit rahasiaku atau bahkan lebih kuat. Mereka mungkin lebih berbahaya dari pada yang kita duga. Kita tidak tahu berapa jumlah mereka dan kapan mereka akan kembali untuk beraksi. Jadi, lebih baik kita mengambil langkah sebagai antisipasi lebih dulu. Pergi dan pindahlah seolah untuk mengacaukan perhatian, itulah strategi yang akan kita gunakan kali ini," jelas Raja
"Kalau begitu, kenapa Anda tidak ikut pergi menyelamatkan diri dengan kami? Lalu, ke mana kami akan pergi?" tanya Yura
"Ya, Kak Evan. Kenapa Anda tidak pergi dengan kami juga? Aku sebagai istri yang selalu mendampingi Anda selama ini. Bagaimana bisa hanya aku dan anak kita yang pergi menyelamatkan diri dan meninggalkan Anda di saat yang berbahaya seperti ini?" tanya Ratu
"Ini adalah caraku untuk melindungi keluargaku yang berharga, kita juga harus menimalisir resiko bahaya yang mungkin akan terjadi. Namun, sebagai Raja aku tidak bisa lari dari masalah yang terjadi. Aku akan tetap di sini untuk mengatasi masalah dan menangani para penyusup itu. Jangan khawatir karena aku punya rencana dan masih banyak orang yang membantu serta melindungiku di sini," jawab Raja
"Kalian akan pergi ke vila keluarga milik mertua. Aku sudah menyuruh orang untuk memberi kabar ke sana dengan cepat. Mungkin kabar dariku sudah sampai dan di sana sudah mulai bersiap untuk menyambut kedatangan kalian. Di sana juga akan ada orang-orang yang melindungi kalian, jadi aku bisa merasa tenang selagi mengurus masalah di sini," sambung Raja
"Baiklah, saya mengerti. Kalau begitu, perginya kami kaki ini akan saya anggap sebagai pergi untuk mengunjungi orangtua kami. Meski beitu, saya harap Anda selalu waspada dan senantiasa berhati-hati, Baginda Raja ... " ujar Yura
"Itu sudah pasti. Mohon kerja sama dan bantuan darimu, Yura," kata Raja
"Baiklah. Kuharap kalian bersiap dengan cepat. Aku tidak bisa mengantar kalian pergi nantinya karena masih harus terus memantau situasi dari prajurit rahasiaku. Setelah selesai bersiap nanti, kalian bisa langsung mendatangi dan pergi dengan kereta kuda yang sudah dipersiapkan. Pergilah lewat jalan rahasia yang diketahui oleh Yuna," ucap Raja
Yura dan Ratu hanya mengangguk tanda mengerti. Ratu hanya bisa pasrah mengikuti perkataan dan rencana yang telah dibuat oleh Raja. Ratu tidak ingin menjadi penghalang yang menyulitkan Raja..
Setelah Raja pergi, Ratu dan Yura pun mulai bersiap dengan melakukan sedikit penyamaran. Ini adalah rencana dari Yura.
Jika yang menjadi target adalah keluarga kerajaan, pasti Ratu memiliki resiko untuk menjadi sasaran. Maka, Yura mendandani Ratu menjadi seperti dirinya dan mendandani dirinya menjadi seperti Ratu. Ini adalah strategi untuk mengecoh jikalau saja lawan mengejar perginya Ratu.
Yura hanya perlu menambahkan satu titik dengan alat kosmetik pada kelopak mata sebelah kanan dekat alis Ratu dan menghilangkan tahi lalat pada daun telinga kiri Ratu dengan bedak kosmetik. Sedangkan untuk dirinya sendiri, Yura menghilangkan tahi lalat pada kelopak mata kanan dekat alisnya dengan bedak kosmetik dan menambahkan satu titik pada daun telinga kirinya dengan alat kosmetik.
Karena Ratu dan Yura selalu memakai gaun, jadi dalam hal pakaian tidak harus lagi berganti untuk melakukan penyamaran. Karena saat malam hari kedua saudari itu telah mengganti gaun yang berbeda dari yang digunakan saat pagi hari dan keduanya tetap berada di dalam kediaman begitu malam hari tiba, maka tidak akan ada yang menyadari identitas keduanya dari segi pakaian.
Lalu, Yura juga meminta Ratu untuk memakai cadar miliknya hingga penyamaran berakhir. Sedangkan, Arsha yang juga akan ikut pergi bersama tidak melakukan penyamaran apa pun karena tidak mungkin baginya yang sedang tertidur. Ratu atau pun Yura memang sengaja tidak membangunkan Arsha agar tidak perlu memberi banyak penjelasan padanya tentang situasi yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Yura, apa tidak masalah kita berdua melakukan hal seperti ini?" tanya Ratu
"Hal seperti apa yang Kakak maksud? Apa karena kita yang harus pergi? Jangan menganggap hal ini sebagai pelarian karena kita hanya beralih untuk semetara waktu. Atau karena penyamaran ini? Hanya ini yang bisa kuusahakan untuk melindungimu. Lagi pula, ini bukan suatu masalah, jadi jangan menolaknya ... " jelas Yura
"Tapi, kalau kita menyamar dengan bertukar identitas seperti ini hanya akan membuatmu menjadi sasaran bahaya," ujar Ratu
"Kak, sudah menjadi tugasku untuk melindungimu, tidak perlu khawatir dan semoga saja para penjahat yang menyusup itu tidak mengejar kepergian kita. Tidak perlu membahas hal ini lagi karena kita harus cepat," ucap Yura
Yura pun bergerak menggendong Arsha yang sedang tertidur. Setelah mencari posisi yang nyaman saat menggendong agar Arsha tidak terbangun dari tidurnya, Yura pun pergi bersama Ratu dengan menggendong Arsha.
"Kami akan ikut untuk melindungi Anda sekalian," kata Rio saat Yura dan Ratu ke luar dari kediaman Ratu.
"Tidak perlu, kalian berdua tetaplah di sini untuk berjaga dan jangan sampai ada yang mengacau di kediaman ini, lalu ikuti apa pun perintah dari Baginda Raja. Kami akan pergi mengunjungi kakek dan nenek Arsha," ujar Yura
"Baik, kami mengerti ... " sahut Pevita
Ratu dan Yura yang menggendong Arsha pun beranjak pergi dari sana.
"Pevita, apa ini hanya perasaanku saja atau aku merasa nona Yura dan Yang Mulia Ratu sedang bermain tukar peran seperti drama opera kerajaan?" tanya Rio
"Entahlah. Jangan terlalu dipikirkan, terus saja berjaga dengan baik ... " jawab Pevita
Ratu dan Yura yang terus menggendong Arsha sengaja tidak melewati jalan depan yamg biasa, melainkan melalui jalan rahasia yang tersembunyi dari samping kediaman terus berjalan ke belakang. Melewati jalan yang dipenuhi tanaman hias berukuran tinggi yang rupanya menyembunyikan jalan setapak hingga akhirnya menemukan kereta kuda biasa yang bukan merupakan kereta kuda kerajaan atau yang digunakan para bangsawan. Benar-benar hanya kereta kuda kayu biasa.
Yang menjadi kusir adalah salah saru prajurit Istana Kerajaan yang pernah dikalahkan saat melawan Yura sebelumnya. Meski dengan perasaan yang sedikit canggung, mu gkin karena telah menerima perintah dari Raja, maka prajurit itu berusaha bersikap biasa.
Prajurit yang menjadi kusir tersebut pun tidak memakai seragam prajurit Istana Kerajaan dan hanya memakai pakaian kusir desa biasa.
Ratu dan Yura yang menggendong Arsha pun masuk ke dalam kereta kuda.
"Baginda Raja pasti sudah memberi tahu padamu tujuan kali ini. Kita pergi sekarang juga," kata Yura
"Baik."
__ADS_1
Prajurit tersebut pun mulai melajukan kereta kuda dengan mengendarai kuda yang menjadi penariknya. Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Istana Kerajaan dan menuju ke Vila Keluarga Haris, yaitu milik kedua orangtua Ratu Yuna dan Yura, alias Kakek Nenek dari Arsha, sekaligus kedua mertua Raja.