
3 tahun kemudian.
Istana Kerajaan mendapat kabar berupa surat yang dikirim oleh Pemimpin Pasukan Negara Kerajaan Chuya bahwa hari ini seluruh pasukan yang pergi untuk berperang akan segera kembali dengan membawa kemenangan besar. Setelah mendapat kabar tersebut, Baginda Raja sibuk mengatur penyambutan di Istana Kerajaan.
Memang benar. Setelah 3 tahun lamanya berperang melawan Pasukan Negara Kerajaan Brande, akhirnya Yasha bersama seluruh pasukan yang dipimpin olehnya berhasil meraih dan mengemukakan kemenangan.
Selama masa peperangan itu, Pasukan Negara Kerajaan Chuya juga berhasil merebut sebanyak 5 wilayah Negara Kerajaan Brande dan menyatakan kelima wilayah beserta seluruh isi yang berhasil direbut tersebut sebagai milik Negara Kerajaan Chuya.
Setelah 5 wilayahnya direbut oleh Negara Kerajaan Chuya, pihak dari Negara Kerajaan Brande akhirnya mengakui kekalahan dalam perang dan menyatakan perdamaian untuk menghentikan perang. Hal itu tentu dilakukan agar pihaknya tidak lagi menderita kerugian dengan wilayah yang lebih banyak direbut karena peperangan. Apa lagi wilayah kelima yang telah berhasil direbut merupakan wilayah terkaya di Negara Kerajaan Brande. Jadi, mau tak mau pihak mereka menyerah kalah dan mengibarkan bendera berwarna putih.
Yasha sebagai Pemimpin Pasukan Negara Kerajaan Chuya mendapat banyak pujian karena telah mempimpin seluruh pasukan dengan baik hingga berhasil meraih kemenangan besar. Tak hanya itu, Yura pun mendapat pujian yang sebanding dengan kakak sulungnya.
Karena selain hanya seorang perempuan yang ikut berkontribusi dalam perang, gadis itu juga berperan aktif untuk mengamankan warga setempat selama masa peperangan agar kedua pasukan tidak menyerang orang yang tak bersalah. Bahkan juga membantu mengobati orang-orang yang terluka.
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya Pasukan Negara Kerajaan Chuya tiba di Ibukota Kerajaan. Banyak warga setempat yang menyambut para pahlawan yang kembali setelah memenangkan peperangan melawan Negara Kerajaan tetangga.
Sebelum melewati pintu gerbang masuk Istana Kerajaan, Arvan lebih dulu membangunkan Yura yang tidur sambil bersandar di depan dadanya. Benar, posisi keduanya saat ini adalah Yura dan Arvan menunggangi kuda yang sama, dengan Yura yang berada di depan dan Arvan di belakangnya. Bahkan Arvan juga melingkarkan salah satu tangannya pada pinggang Yura agar gadis yang sedang tertidur itu tidak terjatuh dari atas punggung kuda.
"Yura, bangunlah. Kita sudah sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan," bisik Arvan tepat di telinga Yura sambil mengguncang pelan tunuh gadis itu.
"Kita sudah sampai, bahkan di depan pintu gerbang masuk Istana Kerajaan? Kenapa kau tidak membangunkan aku sejak kita tiba di Ibukota Kerajaan?" tanya Yura yang langsung terbangun sambil sesekali mengerjapkan kedua matanya.
"Kau yang katanya punya gerak refleks dan kepekaan yang besar bahkan tidak terusik dengan sorak-sorai warga yang memberi dan meneriakkan ucapan selamat serta menyambut kedatangan kita, aku jadi semakin tidak tega membangunkanmu yang tertidur dengan sangat nyenyak," jawab Arvan
"Tidak biasanya aku seperti ini, jadi jangan meledekku ... " kata Yura
"Aku sungguh tidak bermaksud untuk meledekmu. Maaf," sahut Arvan
__ADS_1
"Yura, kau memang seperti itu. Kau memang punya gerak refleks dan kepekaan yang sangat tinggi, tapi kau sama sekali tidak bisa diganggu saat sedang merasa lelah. Seperti itulah adik bungsuku," ucap Yasha
"Kau pasti merasa sangat lelah, tapi di mana kacamata milikmu? Kau harus memakainya," ujar Arvan
"Masih kusimpan. Kita sudah sampai di Istana Kerajaan, aku tidak perlu memakai kacamata lagi. Lagi pula, kedua mataku sungguh sudah baik-baik saja. Tenang saja karena aku akan langsung meneteskan obat pada kedua mataku setelah kita turun dari atas kuda," kata Yura
"Baiklah, terserah kau saja ... " sahut Arvan
Setelah pintu gerbang masuk Istana Kerajaan dibuka oleh prajurit penjaga, seluruh Pasukan Negara Kerajaan Chuya pun berjalan masuk sambil menunggang kuda.
Sambil menunggu kehadiran Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu, seluruh pasukan pun beranjak turun dari atas punggung kuda dan bergerak untuk berbaris dengan rapi.
"Yura, kau seperti habis menangis ... " ucap Yasha
"Kau juga tahu kalau ini bukan air mata, tapi bekas tetesan obat dari kedua mataku. Aku akan segera menghapus bekas tetesannya kok," kata Yura yang baru saja meneteskan cairan saline steril pada kedua matanya.
"Cepat hapus bekas tetesannya atau kau akan diledek karena dikira menangis padahal baru saja kembali dari medan perang," ujar Yasha
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Yura saat menyadari Arvan menatap wajahnya dengan intens.
"Karena wajahmu sangat cantik jadi aku tidak bisa mengalihkan pandangan," ungkap Arvan sambil memberi pujian.
"Aku tidak tahu kalau kau pandai membual," kata Yura
"Kau hanya tidak tahu kalau aku beesungguh-sungguh," sahut Arvan
Pihak Istana Kerajaan mengumumkan kehadiran Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu sesaat lagi. Seluruh pasukan pun fokus merapikan formasi barisan.
__ADS_1
Begitu Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu muncul di sana, seluruh pasukan langsung berlutut untuk memberikan hormat pada Penguasa Kerajaan.
"Salam dan hormat kami pada Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu!"
"Ini adalah hari yang sangat membahagiakan karena kalian semua, Pasukan Negara Kerajaan Chuya telah kembali membawa kemenangan besar setelah berjuang keras dalam peperangan melawan Negara Kerajaan tetangga selama lebih dari 3 tahun lamanya. Jangan hiraukan formalitas untuk sementara waktu dan berdirilah kalian semua. Ini adalah perintah," ucap Raja
"Perintah Anda adalah yang paling utama demi kesejahteraan bersama!" Setelah itu seluruh pasukan pun kembali bangkit pada posisi tegak.
"Saya sekaligus mewakili Yang Mulia Ratu mengucapkan selamat pada seluruh Pasukan Negara Kerajaan Chuya yang telah kembali usai berjuang dalam peperangan yang lalu. Kalian semua sudah menghadapi penderitaan, perjuangan, ketegangan, kesulitan, dan kesakitan yang tak terhitung jumlahnya," ucap Raja
"Karena itu kami pihak Istana Kerajaan telah menyiapkan pesta kemenangan kalian malam ini. Kalian bisa istirahat setelah ini untuk menantikannya. Namun, sebelum itu ... harap untuk maju bagi nama yang telah disebutkan. Yasha Haris," sambung Raja menyebutkan sebuah nama.
Yasha pun berjalan maju sampai ke hadapan Raja dengan langkah yang gagah. Setelah berada tepat di hadapan Raja, Yasha langsung berlutut dengan penuh rasa hormat.
"Saya ucapkan selamat padamu, Yasha Haris. Ketua Prajurit sekaligus Pemimpin Pasukan Negara Kerajaan Chuya yang telah berhasil memimpin seluruh pasukan hingga meraih kemenangan besar pada perang kali ini. Saya akan menganugerahkan padamu Lencana Emas Kehormatan milikku, Raja Negara Kerajaan Chuya," ucap Raja
"Yang berarti kau bisa membawa dan mengambil pasukan Istana Kerajaan kapan pun kau mau. Saya yakin kau bisa menggunakan anugerah yang telah diberikan ini dengan sebaik mungkin dan dengan ini jabatanmu sebagai Ketua Prajurit dan Pemimpin Pasukan tidak akan dapat dicabut sampai waktu yang tidak ditentukan atau sampai masa pensiunmu nanti," sambung Raja
"Dengan penuh rasa hormat, saya ucapkan banyak terima kasih pada Baginda Raja," sahut Yasha
Yasha pun beranjak bangkit hingga Raja dapat memakaikan lencana tersebut pada baju besi yang dipakai olehnya.
"Lalu, majulah Arvan Reynard ... " panggil Raja
Arvan yang sudah biasa berjalan untuk mendampingi Raja pun melangkah maju sengan penuh rasa percaya diri sampai ke hadapan Raja dan langsung menjatuhkan dirinya untuk berlutut.
"Sebagai Dokter Utama dan Penasehat Besar Kerajaan, kau telah berkontribusi besar dalam perang kali ini bahkan merangkap menjadi prajurit perang. Karena itu kau juga akan dianugerahkan Lencana Emas Kehormatan milikku dan sampai kapan pun jabatanmu tidak akan dicabut kecuali pada masa pensiunmu. Kuucapkan selamat untukmu," ucap Raja
__ADS_1
"Dengan segala hormat, saya mengucapkan terima kasih banyak pada Baginda Raja," sahut Arvan yang beranjak berdiri untuk dipasangkan lencana pada baju besinya oleh Raja.
Setelah itu, Yasha dan Arvan pun berdiri bersampingan di sisi Raja.