One & Only

One & Only
126 - Bertukar Posisi.


__ADS_3

Akhirnya Pasukan Prajurit Negara Kerajaan Chuya bisa kembali menuju ke kamp prajurit setelah pasukan musuh bergerak mundur karena pemimpin pasukan musuh telah terluka parah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan karena terus terpojok tanpa menemukan jalan ke luar selain mundur.


"Kerja bagus, semuanya. Untuk saat ini setidaknya kita akan beristirahat. Meski begitu, kita semua tetap harus berjaga-jaga dan selalu waspada," ujar Yura


"Dimengerti dan siap laksanakan, Ketua."


"Kalian semua, sudah boleh bubar. Bubar, jalan ... " kata Yura yang lalu memanggil salah seorang anggota prajurit yang merupakan seorang wakil ketua pasukan setelah yang lain saling membubarkan diri.


"Anda memanggil saya, Ketua? Apa ada perintah yang harus saya lakukan?"


"Bukan perintah, tapi tolong berikan waktu sebentar karena saya ingin bicara dengan Anda sekarang juga," jawab Yura


"Silakan Anda berbicara."


"Maaf jika saya tidak terlalu mengenal Anda sebelumnya, namun saya tahu posisi Anda dalam pasukan. Bagaimana kalau kita bertukar lencana untuk sementara waktu? Saya akan menjadi Wakil Anda dan Anda yang jadi Ketua, setidaknya ini akan dilakukan sampai Ketua Yasha pulih dari lukanya," ujar Yura memberi saran dan penawaran.


"Apa Ketua Yasha sudah tahu dan setuju dengan saran yang Anda tawarkan pada saya saat ini?"


"Ketua Yasha masih belum mengetahuinya. Namun, karena Ketua Yasha telah memberi kepercayaan pada saya untuk menggantikan posisinya untuk sementara waktu, saya yakin Ketua Yasha pun akan setuju dan memberi kepercayaan pada saya dalam membuat keputusan apa pun itu," jelas Yura


"Saya menghargai saran yang Anda tawarkan pada saya barusan. Namun, saya rasa Ketua Yasha tetap harus tahu tentang hal ini."


"Anda benar, mungkin saya terlalu buru-buru dalam membuat keputusan kali ini. Saya pun akan menghargainya," kata Yura


"Setelah ini saya akan menengok keadaan Ketua Yasha di posko pengobatan bersama anggota prajurit lainnya. Mungkin Anda bisa membicarakan tentang hal ini saat itu agar bisa didengar dan disaksikan langsung oleh Ketua Yasha dan anggota prajurit lainnya. Baru bisa mengambil keputusannya saat itu juga."


"Baiklah, sepertinya memang lebih baik seperti itu. Kalau begitu, kita akan bertemu lagi nanti. Maaf karena telah mengganggu waktu Anda," ujar Yura


"Tidak masalah. Ketua Yura, saya ingin mengatakan sesuatu. Anda sangat hebat saat berada di medan perang tadi."


"Terima kasih atas pujian Anda. Namun, seorang pemimpin tidak akan menjadi hebat tanpa kerja sama dari anggota pasukannya. Kita semua hebat," ucap Yura

__ADS_1


Setelah kepergian Wakil Ketua Pasukan, Yura langsung beranjak untuk menemui kakak sulungnya di posko pengobatan. Gadis itu berpikir untuk memeriksa kondisi Yasha tanpa istirahat lebih dulu.


Saat masuk ke dalam posko pengobatan, Yura melihat seseorang dari wilayah Suku Barat sedang merawat kakak sulungnya. Sepertinya kondisi Yasha tampak memburuk.


"Bagaimana keadaan Kak Yasha saat ini?" tanya Yura


"Anda sudah kembali, Nona Ketua. Ketua Yasha sedang demam tinggi dan saya sedang mengompresnya dengan air hangat."


"Apa Kak Yasha sudah meminum obat pereda demam?" tanya Yura


"Belum. Saya sudah mencoba membangunkan Ketua Yasha, tapi sepertinya dia sulit membuka matanya karena demamnya yang sangat tinggi."


"Baiklah, biar saya saja yang membangunkannya. Lalu, tolong ambilkan air minum hangat untuk Ketua Yasha meminum obat," kata Yura


"Baik, akan segera saya ambilkan air minum hangatnya."


Setelah orang Suku Barat itu beranjak pergi, Yura menggantikannya untuk mengompres Yasha.


"Yura, apa itu kau? Kau sudah kembali?" tanya Yasha yang perlahan terbangun dari tidurnya karena mendengar suara adik bungsunya.


"Ya, Kak. Ini aku, sudah kembali. Apa kau merasa butuh sesuatu?" tanya balik Yura


"Tidak. Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terluka, kan, Yura?" tanya balik Yasha lagi.


"Aku baik-baik saja dan tidak terluka karena sudah memakai baju besi dulu sebelum pergi berperang, tidak seperti seseorang yang tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri ... " jawab Yura yang disertai dengan sindiran secara halus.


Yasha hanya tersenyum kecil mendengar sindiran dari adik bungsunya. Kakak sulung Yura itu tampak masih sulit membuka kedua matanya dengan sempurna terlihat dari kedua matanya yang terus mengerjap secara perlahan.


Saat itu orang dari Suku Barat kembali dengan membawakan air minum dan makanan ringan, lalu memberikannya pada Yura.


"Padahal saya hanya meminta air minum, tapi Anda membawakan makanan juga. Terima kasih banyak," ucap Yura

__ADS_1


"Sama-sama."


"Kak, makanlah dulu roti yang sudah dibawakan. Setelah itu minum obat, lalu aku akan memeriksa dan membersihkan lukamu. Apa kau bisa duduk dulu? Atau kau ingin makan sambil berbaring saja?" tanya Yura


"Kalau hanya duduk, aku juga bisa kok ... " jawab Yasha yang langsung berusaha bangkit dari posisi berbaring di atas ranjang.


Yura tersenyum, ia tahu kakak sulungnya tidak selemah itu. Namun, gadis itu tetap membantu Yasha untuk beranjak duduk.


Setelah Yasha makan roti dan minum obat, Yura langsung bergerak untuk memeriksa sekaligus membersihkan luka kakak sulungnya itu. Sampai membalut luka dengan perban yang baru.


"Yura, kau sudah mengobati lukaku hari ini dan itu sudah cukup. Bukankah dalam sehari cukup memeriksa luka sekali saja?" tanya Yasha


"Mengobati dengan memeriksa dan membersihkan luka itu adalah hal yang berbeda. Setelah diobati, kita harus memeriksa dan membersihkan lukanya agar bisa mencegah lukanya dari terkena infeksi. Lalu, dalam sehari itu harusnya memeriksa dan membersihkan luka sebanyak dua kali," jelas Yura


"Yang seperti itu juga harus melihat tempat. Kalau di tempat yang serba sibuk ini mengobati luka sekali sehari saja sudah cukup untung," kata Yasha


"Benar juga. Mungkin mulai besok lukamu hanya akan diperiksa dan dibersihkan sekali dalam sehari. Karena itu harusnya Kakak yang meminta untuk diperiksa dan dibersihkan lukanya, maka pasti bisa dilakukan dua kali dalam sehari," ucap Yura


"Minta pada siapa? Semua orang di sini sibuk. Hanya kau yang begitu cerewet saat memperhatikan kondisiku. Itu pun karena kau adalah adikku," ujar Yasha


"Terserah sajalah kau mau bicara apa. Omong-omong, aku ingin bicara tentang aku yang menggantikanmu menjadi Ketua. Namun, karena dalam pasukan kau mempunyai Wakilmu sendiri, menurutku bagaimana kalau aku memberikan posisi Ketua ini pada Wakilmu dan biar aku yang menjadi Wakilnya selama pemulihan lukamu?" tanya Yura


"Itu pemikiran yang bagus. Kau menghargai orang yang sudah lebih dulu punya posisi dalam pasukan saat kau baru masuk ke dalam pasukan. Aku setuju, tapi kenapa kau harus bertanya padaku? Bukankah hak dalam membuat keputusan sudah ada di tanganmu sejak aku memintamu untuk menggantikan posisiku?" tanya balik Yasha


"Sebenarnya aku sudah lebih dulu bicara pada Sang Wakil, tapi dia berkata tetap ingin kau mengetahui tentang hal ini karena Ketua yang sesungguhnya adalah dirimu," ungkap Yura


"Begitu, rupanya ... " kata Yasha


Setelah selesai membalut luka sambil mengobrol, akhirnya beberapa anggota prajurit datang untuk melihat kondisi Yasha.


Saat itulah keputusan bertukar posisi antara Ketua dan Wakilnya ditetapkan untuk sementara waktu selama masa pemulihan luka Yasha. Pada akhirnya, Yura akan menjadi Wakil dan yang sebelumnya ada pada posisi Wakil akan menjadi Ketua.

__ADS_1


Ssat itu juga para anggota prajurit yang ada di sana memuji aksi Yura saat melawan pasukan musuh, terutama pemimpinnya. Yasha pun merasa bangga pada adik bungsunya, apa lagi saat Yura tetap rendah hati tanpa menyombongkan dan membanggakan diri sendiri.


__ADS_2