
"Kalau kamu sendiri kenapa di sini Reva?" tanya Lucas balik.
"A-aku gantiin Ayah, perwakilan soalnya dia ada kerjaan di luar kota."
"Oh gitu, jadi orang tua kita saling kenal dong."
"Hah? I-iya." Sebenarnya Ayah mertuanya, tapi mana mungkin Reva berterung terang.
Reva melirik sekitar mencari Rafael, kenapa pria itu lama sekali? Bisakah menyelamatkannya dari suasana yang tidak nyaman ini? Baru kali ini Reva pun merasakan tidak nyaman berduaan dengan Lucas, biasanya selalu santai.
"Kamu datang gak sendiri, kan?" tanya Lucas.
"Sendiri kok," elaknya.
Lucas malah tersenyum, "Ternyata kamu pinter bohong juga ya Reva, padahal aku udah sering ciduk kamu."
"Maksudnya?"
"Aku tahu kamu sering bohong, tapi aku pura-pura percaya aja. Ternyata dugaan aku dari awal emang bener, kalau kamu dan Rafael ada sesuatu."
Saat Lucas menyebut nama Rafael, membuat detak jantung Reva semakin cepat. Terlihat keringat dingin di sekitar keningnya, perempuan itu sedang cemas dan bingung harus bagaimana. Anehnya Ia pun malah diam.
"Tapi aku pengen denger langsung dari kamu, jadi apa hubungan kalian itu?"
"Gak ada apa-apa."
"Lihat, kamu masih bohong. Ayolah Reva, aku penasaran banget."
Reva mendengus, "Mau aku dan Rafael ada hubungan apapun, itu bukan urusan lo," ketusnya.
"Sikap kamu yang galak gitu malah buat aku semakin tertarik Reva, aku jadi makin semangat deketin kamu."
Dasar Lucas itu, padahalkan Reva waktu itu sudah menolaknya. Pria itu memang pantang menyerah sekali, padahal Reva cukup tidak nyaman dengan sikap beraninya itu. Rasanya percuma bersikap ketus pun, malah membuat pria itu semakin tertarik. Aneh memang.
"Wah Reva, kalau semua orang tahu kamu dan Rafael ada hubungan kayanya sekolah bakalan heboh."
Reva menatap Lucas nyalang, "Apaan sih lo? Jangan ikut campur deh."
"Sayangnya kali ini aku pengen ikut campur, kayanya bakalan seru aja gitu ceritanya."
"Emangnya lo tahu apa di antara gue sama Rafael?"
__ADS_1
"Kalau kalian sudah menikah, alias suami istri," jawab Lucas sambil menyeringai.
Lucas mengetahui ini dari Papanya yang tidak sengaja membocorkan, mungkin yang Papanya kira Ia yang satu sekolah pun tahu, nyatanya tidak. Rahasia itu tentu sangat membuatnya terkejut, juga mematahkan hatinya karena merasa tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan Reva.
Tetapi Lucas yang memang cukup cerdik malah ingin memanfaatkan ini, sekalian bermain-main dengan pasangan itu. Lucas tahu rencana ini mungkin akan membuat Reva membencinya, tapi Lucas yakin perempuan itu pun tidak berdaya menjauhinya lagi.
"Lucu banget, mana mungkin," dengus Reva, "Gue sama si Rafael cuma pacaran doang."
"Oh ya? Tapi tadi kamu kenalin ke Papa aku kalau kalian suami istri."
"Em Rafael bohong, dia lagi main-main aja."
"Bohong? Wah gimana ya kalau Papa tahu anak dari klien kerjanya itu bohong."
Reva berdecak merasa Lucas itu menyebalkan, jadi akan mengadukan? Ia dari tadi menggigit bibir bawahnya karena sedang cemas. Reva tidak tahu harus memberikan alasan apalagi agar Lucas ini tidak percaya.
"Sudahlah Reva, kalian gak bisa ngelak lagi," ucap Lucas.
"Terus emang kenapa?!" tanya Reva yang sudah lelah membela diri.
"Jadi sekarang Reva udah ngaku?"
Reva hanya diam dengan ekspresi wajah masamnya, lagi pula membela juga Lucas itu tidak akan percaya. Apalagi ekspresi mengejeknya itu membuat emosinya naik turun. Kalau saja bukan sedang di pesta, sudah Reva jambak.
"Ck nyebelin lo, puas ngejek gue?!"
"Enggak kok Reva, aku gak ngeledek kamu." Lucas berdehem pelan, "Bayangin kalau misal kabar kalian ini suami istri kira-kira gimana ya?"
"Lo mau nyebarin berita ini?"
"Tergantung Reva."
"Maksudnya?"
"Reva maunya aku sebarin jangan?"
"Ya jangan lah, capek-capek gue sama si Rafael nyembunyiin."
Sepertinya malam ini menjadi hari terburuk bagi Reva karena rahasianya dengan Rafael bocor, apalagi yang tahunya adalah Lucas. Reva merasa pria itu merencanakan sesuatu, terlihat jelas di ekspresi wajahnya yang culas. Apakah Reva terlalu berburuk sangka?
"Kalau gitu gampang, aku bisa sembunyiin rahasia ini juga tapi ada syaratnya."
__ADS_1
"Syarat apaan?"
"Reva harus jadi pacar aku, gimana?"
"Haha gila lo!"
"Emang sih aku gila, padahalkan kamu sudah jadi istri orang lain ya? Mau gimana lagi, namanya udah cinta." Rasanya Lucas sampai hilang akal dan merencanakan apapun agar bersama orang yang dicintainya ini.
"Gue gak mau," tolak Reva.
"Kenapa? Takut suami cemburu ya? Jangan bilang dia aja."
"Bukan gitu, tapi lo lagi manfaatin gue. Lo kan tahu gue gak suka sama lo, gue juga gak mau selingkuh."
Lucas terkekeh kecil, "Ternyata Reva ini istri yang setia, pantesan aja nolak aku," ucapnya percaya diri.
Reva menggeram pelan merasa lelah sendiri menghadapi Lucas, apakah sifat aslinya ini memang begini? Reva kira Lucas ini orang yang sangat asik dan tidak aneh-aneh, tapi ternyata bisa licik juga.
"Bukannya si Rafael juga punya pacar ya? Kalau gak salah namanya Dinda. Mereka juga kalau di sekolah suka bareng-bareng tuh," tanya Lucas.
"Itu karena dia cuman manfaatin si Dinda doang, dia gak mau hubungan kita terbongkar," ucap Reva beralasan.
"Masa? Tapi aku ngerasa Rafael itu kayanya beneran suka sama Dinda, kelihatan sih dari gerak-geriknya."
Reva merasa tertohok mendengar itu, membuatnya lagi-lagi terdiam. Melihat Lucas yang tertawa seperti mengejeknya, membuat Reva kesal dan rasanya ingin menyiram wajah tampannya itu dengan air. Tetapi Reva harus menahan diri, jangan sampai Ia membuat keributan.
"Padahal kamu juga bisa begitu nanti Reva, kenapa malah bersikap sok setia? Malahan kamu jadi kelihatan menyedihkan. Rafael aja bisa sama cewek lain, kok kamu enggak?"
Apakah Lucas sedang memanas-manasinya?
"Nanti kalau kita beneran jadian, aku yakin pandangan Reva bakal berubah. Mungkin Reva kira aku cowok kurang ajar dan aneh-aneh, padahal aku kalau udah suka cukup setia dan seru kok."
"Cih kata-katanya sering banget denger dari Playboy," ucap Reva.
Lucas terkekeh kecil, Ia lalu melihat Rafael yang sudah kembali dan semakin dekat, "Pikirin baik-baik ya Reva, aku kasih waktu tiga hari deh."
"Jangan kepedean deh!"
"Harus percaya diri dong, aku yakin Reva bakal terima."
"Terus gimana kalau gue gak mau?"
__ADS_1
"Kayanya berita kalau kalian suami istri pun akan tersebar, dan sudah pasti aku pelakunya. Sampai tiga hari ini aku gak akan ganggu Reva, aku akan kasih waktu kamu mikirin. Sampai jumpa." Setelah mengatakan itu, Lucas pergi dari sana dengan seringai kepuasan nya.