Pasutri Gak Jelas

Pasutri Gak Jelas
72 Rahasia Terbongkar Juga


__ADS_3

Lusanya Rafael dan Reva yang sudah pulang dari Surabaya memutuskan kembali masuk sekolah. Walaupun sudah bebas dan tidak masalah jika tidak datang ke sekolah, tapi mereka harus menyelesaikan tugas terakhir sekaligus perbaikan nilai.


"Kok makannya kaya yang gak nafsu gitu?" tanya Rafael memperhatikan cara makan istrinya yang kebetulan duduk di depannya.


"Gue gugup," jawab Reva jujur.


"Gugup takut berita kita pasangan suami istri kesebar di sekolah? Kamu juga takut pandangan semua orang ke kita, kan?" Rafael tahu ke khawatiran Reva. Ia pun merasakannya, tapi tidak terlalu dibawa serius dan menjadi beban pikiran. Tetapi sepertinya istrinya ini berbanding terbalik dengannya.


"Iya, Kira-kira berita itu udah kesebar belum ya?" tanya Reva. Sepertinya sudah, toh Lucas itu kan orangnya serius. Waktu mereka pacaran saja, besoknya sudah heboh, apalagi yang satu ini.


"Gak tahu, kita lihat aja nanti di sekolah. Kalau misal ada yang aneh dan kita jadi pusat perhatian, kayanya sudah," ucap Rafael sedikit acuh, Ia kan tidak terlalu masalah jika pun semisal benar sudah tersebar.


"Kok lo kelihatan santai gitu?" tanya Reva yang membaca raut wajah pria itu.


"Kan aku sudah bilang gak masalah kalau semisal berita tentang rahasia kita kesebar. Aku cuman khawatir sama kamu, gak papa, kan?"


Reva menghela nafasnya, "Kenapa selalu mikirin gue sih? Gue kan udah bilang gak pernah masalah atau terbebani punya suami kaya lo," sahutnya.


Rafael yang mendengar itu tidak bisa menyembunyikan senyumannya, Ia pun makan lebih lahap. Ternyata berburuk sangka itu memang tidak baik, apalagi terus dipendam di dalam hati. Sekarang Rafael jadi tidak terlalu insecure setelah mendengar tanggapan Reva mengenai dirinya yang seorang suami.


"Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, jalani hari seperti biasa saja di sekolah," ucap Rafael memberikan masukan, hanya tidak mau Reva tidak nyaman nanti di sekolah, apalagi mereka kan tidak satu kelas.


"Terus apa kira-kira si Lucas bakal gangguin gue?" Itu juga yang sedikit Ia khawatir, tapi bukan berarti Reva takut pada Lucas.


"Tenang aja, nanti kalau misal dia gangguin kamu bilang aja sama aku." Tetapi Rafael sedikit bingung melihat Reva yang malah tertawa setelah Ia mengatakan itu.


"Lo mau lindungin gue dari si Lucas dengan cara apa?" tanya Reva seolah meragukan kemampuan pria itu.


"Apa aja, tapi aku yakin bisa. Kalau soal fisik sih udah pasti kalah, tapi aku bakal selalu jagain kamu dan utamain kamu."

__ADS_1


Jawaban yang simple itu mampu membuat Reva terharu dan senang sendiri. Terlihat sekali ketulusan dari Rafael, membuatnya tersenyum-senyum sendiri. Tentu saja Reva senang karena Rafael sangat gentle, terlihat sudah tidak terlalu gengsian juga menunjukan perhatian kepadanya. Seharusnya Reva pun bisa mencontoh Rafael, tapi Reva terlalu malu.


"Mau berangkat bareng?" tanya Rafael saat mereka berjalan menuju lantai bawah untuk berangkat sekolah.


"Jangan lah, nanti mereka curiga lagi."


"Tapi gimana kalau semisal berita tentang kita emang udah kesebar? Gak masalah dong."


"Benar juga sih," batin Reva.


"Enggak deh, kita lihat dulu nanti gimana keadaan di sekolah." Reva harus melihat situasi dulu, untuk berjaga-jaga saja.


"Ya sudah deh," desah Rafael mengalah, tidak bisa memaksa juga.


Keduanya pun berangkat ke sekolah dengan menaiki mobil masing-masing, sengaja Reva agak lama di perjalanan agar tidak terlalu datang bersamaan dengan Rafael. Saat Reva turun dari mobilnya, ada beberapa murid yang berbisik-bisik sambil menatapnya, membuatnya sedikit tidak nyaman. Tetapi Reva tidak mau terlalu memikirkan, Ia pun menuju kelasnya.


"Nah itu dia datang juga!" teriak salah seorang murid laki-laki sambil menunjuk Reva yang baru masuk ke kelas.


"Ada apa sih?!" tanyanya ketus.


"Reva, lo harus ceritain semuanya," desak salah seorang.


"Cerita apa?" Reva menelan ludahnya kasar, berpura-pura tidak tahu dan tidak mengerti. Padahal Ia sudah menduga sesuatu, ketakutannya ternyata terjadi.


"Ada berita yang bilang kalau lo udah nikah, jadi apa itu bener?" Setelahnya dari mereka ikut mendesaknya, suara di sana pun mulai ramai dengan rasa penasaran.


Dikerumuni oleh banyak orang membuat Reva tidak nyaman karena seperti sedang di interogasi saja, tapi Reva yang mau pergi pun tidak bisa karena di tahan. Terlihat sekali raut penasaran dari semua teman kelasnya, haruskah Reva ceritakan?


"Kalian dengar gosip gitu dari mana?" tanya Reva tidak langsung ke inti.

__ADS_1


"Gak tahu sih siapa yang nyebarin pertama, tapi tiba-tiba pagi ini denger itu aja. Jadi apa bener lo udah nikah?"


"Terus apa kalian tahu suami gue sama siapa?" tanya Reva lagi.


"Katanya Rafael dari kelas dua belas A. Wah itu sih yang bikin kita makin heboh, gak nyangka aja." Yang lain pun mengangguk setuju, karena secara kalau diperhatikan dua orang itu terlihat tidak terlalu cocok untuk masalah kepribadian.


"Ya udah lah kalau kalian gak percaya, jangan percaya aja," ucap Reva masih belum mau rahasia tentangnya itu bocor.


"Jangan gitu dong Reva, buruan jawab, kita dari tadi nungguin lo buat nanyain ini," desak seseorang dan disetujui yang lain.


Helaan nafas berat keluar lewat celah bibir Reva, Ia pun memijat pelipisnya yang berdenyut pusing. Masih pagi sudau di interogasi begini, apalagi rahasia yang selama ini Ia jaga baik itu akhirnya tersebar juga. Reva sih sudah yakin jika yang menyebarkan adalah Lucas, toh hanya pria itu yang tahu.


"I-iya, gue sama Rafael-" Belum sempat Reva melanjutkan, perkataannya terhenti karena terkejut mendengar gebrakan keras di meja depannya.


Brak!


"Wah jadi bener?!" pekik mereka terkejut, setelahnya keributan pun terdengar di kelas itu karena tidak menyangka saja berita yang seperti tidak mungkin itu benar.


"Kok bisa sih Reva?"


"Sejak kapan lo nikah sama si Rafael?"


"Tapi kok selama ini kaya orang asing gitu pas di sekolah?"


Rasanya kepala Reva mau pecah mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari teman-teman kelasnya itu, mereka heboh sekali. Tetapi reaksinya itu sebenarnya wajar, ya siapa juga yang tidak terkejut baru mengetahui teman dekat memiliki hubungan yang sudah sejauh itu.


"Ehh terus gimana dong sama si Lucas? Kalian kan pacaran sudah lumayan lama. Apa dia juga tahu kalau lo sudah nikah?" tanya seorang siswi yang baru sadar, bisik-bisik pun semakin terdengar.


"Lo selingkuh ya Reva dari Rafael?"

__ADS_1


"Ih apaan sih? Enggak lah!" bantah Reva.


"Lo kan udah nikah sama Rafael, tapi kenapa malah pacaran sama Lucas?" Mereka semua pun kembali menatapnya bertanya, membuat Reva semakin terbebani.


__ADS_2