
Melihat waktu yang sudah menunjukan pukul empat sore, Reva memutuskan bersiap mengganti bajunya dengan baju renang yang tidak terlalu terbuka. Nanti akan ke apartemen Celine dahulu, semoga saja anak itu ada dan mereka jadi berenang. Tetapi sebelum pergi, Reva akan memberitahu suaminya dulu.
"Rafael, jadi ikut renang gak?" tanya Reva sambil membuka pintu kamarnya, Ia tidak masuk hanya melengokan kepalanya ke dalam saja.
Rafael menoleh, "Nanti aku nyusul deh, tugasnya tinggal sedikit lagi," sahutnya.
"Ya sudah aku mau jemput Celine juga, terus langsung turun ya ke bawah," ucap Reva memberitahu.
"Iya, eh tunggu." Rafael pun beranjak dari duduknya menghampiri Reva, memperhatikan pakaian yang dikenakannya.
"Ada apa?" tanya Reva.
"Kamu renang pakai baju itu?" tanya Rafael sambil menunjuk tubuhnya.
Reva menundukan kepala kembali melihat pakaian yang dipakainya untuk renang nanti. Celana pendek dengan kaos warna gelap lengan pendek, "Iya emang kenapa?"
"Celananya gak ada yang lebih panjang gitu?"
"Gak enak kalau renang pakai celana panjang." Jangan bilang suaminya itu akan mulai mengatur lagi?
"Tapi gimana kalau nanti pas renang banyak cowok-cowok yang lihat? Apalagi nanti celana kamu jadi ngetat," ucap Rafael dengan nada posesif nya.
"Sudah ah jangan lebay deh, lagian yang renang di sana bukan cuman aku. Baju ini itu udah lumayan tertutup, dari pada aku pakai atasan tangtop," celetuknya.
Membayangkan istrinya memakai atasan terbuka dan seksi itu membuat Rafael membelakan matanya, "Hei jangan dong," protesnya panik sendiri.
"Ya makanya, pakai ini aja udah mending."
"Huft ya sudah deh gak papa," desah Rafael pasrah.
Reva pun pamit lalu keluar dari apartemen, Ia naik ke lantai bawah menuju apartemen Celine lebih dahulu. Reva sudah diberitahu Evan dimana tempat tinggalnya itu, jadi tidak akan kebingungan mencarinya. Setelah menemukannya, Reva pun mengetuk pintunya beberapa kali sampai akhirnya pintu terbuka juga.
"Siapa ya?" tanya seorang perempuan yang berpakaian khas babysitter, rambutnya pun di gelung dengan rapih.
__ADS_1
"Saya Reva, apa Kak Evan sudah memberitahu kalau sore ini Celine akan berenang dengan saya?"
"Oh kamu yang namanya Reva, sudah kok." Perempuan itu malah memperhatikan penampilannya dengan tatapan sulit di artikan, membuat Reva mengernyit bingung.
"Jadi dimana Celine?" tanya Reva tidak sabaran.
"Kak Reva aku sudah siap." Terlihat anak perempuan itu berlari kecil dengan riangnya ke arahnya, setelah dekat Reva pun langsung mengusap kepalanya lembut.
"Kamu mau pakai pelampung bebek renangnya?" tanya Reva sambil mengambil alih, kasihan juga melihat anak itu membawa barang besar begitu.
"Hihi iya, kalau gak pakai nanti aku tenggelam dong," jawab Celine.
"Kan ada Kakak, nanti Kakak yang jagain kamu. Tapi gak papa sih, mending pakai pelampung aja." Perhatian Reva lalu teralih pada perempuan tadi yang sepertinya babysitter Celine, "Mbak mau ikut ke bawah juga, kan?"
"Em kayanya enggak," tolak nya sambil tersenyum kikuk.
"Loh kenapa?" tanya Reva bingung.
"Kan ada kamu yang jagain Celine, saya di sini mau beresin dulu mainan Celine, soalnya berantakan," jawabnya beralasan tapi terlihat tidak meyakinkan.
"Mungkin, nanti saja ya. Saya titip Celine dulu, gak papa?"
"Oke gak papa kok, tapi kalau sudah selesai tetep ke bawah ya." Reva bukan maksud menyuruh-nyuruh, tapi kan tugas perempuan itu memang begitu. Walaupun ada Ia yang menjaga Celine, tapi babysitter pun harus selalu di sampingnya.
Reva pun menggandeng tangan mungil Celine dan keduanya turun menuju lantai bawah dengan lift. Seperti biasa suasana sore lumayan ramai, tapi untungnya kolam renang hari itu tidak terlalu ramai walau masih ada beberapa orang. Reva memutuskan ke kolam yang kedalamannya rendah, khawatir Celine kenapa-napa.
"Mbak Nana bohong, aku kan gak main tadi," ucap Celine tiba-tiba.
Reva menoleh saat mendengar itu, "Kenapa?" tanyanya.
Celine lalu mengangkat kepalanya menatap Reva, "Aku gak main kok tadi di apartemen, cuman nonton TV. Aku kan gak dibolehin main karena mbak Nana akan marah kalau sampai aku berantakin," jawabnya.
Reva mengernyitkan keningnya mendengar itu, tapi tadi kenapa alasannya berbeda ya? "Beneran kamu tadi di apartemen gak main? Terus kenapa babysitter kamu itu bilang mau beresin mainan kamu?"
__ADS_1
"Gak tahu, padahal mainan aku di tempatnya. Tadi pas nungguin Kak Reva aku cuman nonton kartun." Celine terlihat jujur sekali saat menceritakannya.
"Loh kenapa dia bohong ya?" gumam Reva bingung sendiri. Dari ekspresi wajahnya saja sebenarnya tidak meyakinkan, ternyata dugaan Reva benar.
"Hei kalian kok belum basah?" Tiba-tiba Rafael datang menghampiri, terlihat pria itu sudah siap dengan pakaian biasanya untuk berenang juga.
"Cepet juga kamu ngerjain tugasnya," ucap Reva.
"Kan tadi aku bilang tinggal dikit lagi, jadi kenapa belum mulai?"
"Kita baru sampai, ini mau turun kok." Reva pun turun ke kolam lebih dahulu, dalamnya kira-kira hanya sampai perutnya saja. Rafael lalu membantunya dari atas menaikan Celine ke atas pelampung bebek itu.
"Kamu gak takut Celine?" tanya Reva memastikan.
Celine menggeleng, "Aku gak takut karena naik bebek, juga ada Kakak," jawabnya.
"Iya kamu tenang aja, gak akan kenapa-napa pokoknya. Gerakin kaki kamu yang di bawah air biar pelampung nya jalan."
"Iya Kak."
Rafael pun ikut turun lalu mendekati Reva, "Kamu kelihatan beda kalau lagi sama Celine, jadi kaya orang yang lembut gitu," celetuknya.
"Emang aku orangnya gimana? Kasar gitu?"
"Hehe bukan gitu juga, beda aja gitu. Kamu kan gak suka anak kecil, tapi lihat perlakuan kamu ke Celine itu penuh kasih sayang dan perhatian. Kayanya nanti kalau kita punya anak, kamu akan lebih dari itu ya?" Rafael menyeringai menggoda telah melontarkan pertanyaan seperti itu.
"Kalau sama anak sendiri ya udah pasti bakalan lebih sayang, tapi aku belum bayangin sejauh itu. Anggap aja sekarang lagi latihan dengan jagain Celine."
"Haha iya bener juga kamu, sekarang kita kaya pasangan muda yang lagi jagain anak ya." Rafael jadi senang sendiri membayangkan itu, acara berenang kali ini tentu akan sangat berbeda.
Walaupun dua orang dewasa itu tidak berenang sungguhan, alias hanya basah setengah badan. Tetapi mereka tetap senang karena menjaga Celine, melihat anak perempuan itu yang terlihat kesenangan bermain, bahkan saat di oper sana-sini oleh Reva dan Rafael, membuat mereka ikut senang sendiri.
"Celine, apa babysitter kamu itu gak akan kesini ya?" tanya Reva memperhatikan sekitar kolam mencari babysitter Celine yang bernama Nana itu.
__ADS_1
"Kayanya gak akan, mbak Nana kan suka bohong," celetuk Celine sambil mengedikkan bahunya. Reva semakin dibuat aneh saja mendengar itu.