Pasutri Gak Jelas

Pasutri Gak Jelas
73 Mengakui Hubungannya


__ADS_3

Reva lalu tidak sengaja melihat Ica dan Tata, ternyata dua sahabatnya juga mendengar dari tadi tapi berada di belakang jadi tidak terlalu terlihat. Setelah dipikirkan dengan baik, akhirnya Reva memutuskan untuk jujur saja. Lagi pula semua teman kelasnya Ia cukup dekat, jadi sepertinya tidak akan menjadi masalah.


"Gue terpaksa jadi pacar dia," ucap Reva mulai cerita, "Lucas tahu rahasia itu lebih dulu, gue ngerasa takut aja kalau sampai tersebar ganggu sekolah kita."


"Tunggu, jangan bilang si Lucas ngancam lo?" tanya Temannya yang mulai mengerti.


"Iya, apalagi pas waktu itu kan belum ujian," angguk Reva. Apakah keputusannya ini untuk jujur sudah tepat? Reva takut salah jalan.


"Tapi kan sekarang sudah kesebar," celetuk salah satu laki-laki.


"Iya sih, padahal rencananya nanti aja pas udah lulus," gumam Reva dengan helaan nafas berat. Tetapi Rafael juga kan katanya tidak masalah, entah apa yang sedang dilakukan pria itu sekarang. Apakah sama sepertinya?


"Wah kita bener-bener gak nyangka sih ternyata lo beneran udah nikah. Gimana rasanya Rev?"


"Gimana apanya?" tanya Reva balik.


"Lo kan masih muda, pas remaja gini pasti masih pengen bebas main gitu. Tapi kan katanya kalau udah nikah beda lagi, gak bisa bebas."


Reva menggeleng, "Enggak terlalu juga, biasa aja. Lagian gue sama Rafael gak suka atur-atur atau ngasih batasan, yang penting kita sama-sama seneng aja," sahutnya meluruskan. Mungkin memang di mata mereka, menikah muda itu adalah sesuatu yang menakutkan. Reva mengerti, karena awalnya Ia juga berpikir seperti itu.


Setelah mengungkapkan semuanya Reva merasa lebih lega, jadi sekarang Ia pun tidak usah ber pura-pura lagi. Reva tidak tahu bagaimana tanggapan mereka selanjutnya, tapi pasti ada yang pro dan kontra. Tetapi Reva berusaha tidak terlalu peduli, mendengar nasihat Rafael untuk bersikap acuh pada tanggapan orang lain.


"Sudah sana bubar, kalian bau ketek ih!" usir Reva ber pura-pura, membuat semua temannya tadi yang mengelilingi tertawa dan menjauh untuk melanjutkan kegiatannya. Kebanyakannya keluar kelas karena ingin perbaikan nilai.


Perhatian Reva teralih pada dua sahabatnya, mereka tidak ikut pergi dan malah menghampirinya. Reva merasa sedikit gugup, Kira-kira apa tanggapan dua teman dekatnya itu?

__ADS_1


"Rev," panggil Tata.


"Hm?"


"Kenapa lo nyembunyiin ini dari kita?"


"Yang mana?" Reva merasa Ia terlalu banyak menyembunyikan rahasia dari sahabatnya itu.


"Kalau untuk privasi hubungan lo sama Rafael kita sama sekali gak masalah, karena itu memang urusan lo dengan dia. Tapi kita merasa sedikit keberatan lo yang nyembunyiin masalah lo bareng Lucas," ucap Tata, ekspresi wajahnya terlihat murung dengan tatapan tidak enak pada Reva. Bukankah mereka sahabat, tapi kenapa Ia tidak tahu masalah yang sedang menimpa Reva?


"Sorry ya gue gak cerita, karena Lucas ngancam kalau gue cerita dia juga bakalan bocorin rahasia itu. Gue sama Rafael sengaja nyembunyiin karena kita gak mau, hubungan itu buat sekolah kita ke ganggu," sahut Reva dengan ekspresi tidak enak.


"Begitu ya, tapi lo gak perlu minta maaf Va. Cuman gue sama Ica ngerasa bersalah aja, seharusnya kita bisa bantuin lo keluar dari masalah itu." Tata dan Ica menganggap hubungan Reva dengan Lucas itu seperti serius, tidak menyangka sama sekali ternyata hanya pura-pura.


Ica berdehem pelan, membuat perhatian dua perempuan itu tertuju kepada nya, "Jadi lo gak bahagia Rev pacaran sama Lucas?" tanyanya memastikan.


"Jadi Rafael juga gak tahu?" tanya Tata terkejut.


"Dia gak tahu kalau gue terpaksa pacaran sama Lucas, yang dia tahunya gue cinta sama Lucas dan buat dia salah paham. Saat itu juga hubungan gue sama Rafael merenggang, sikap dia juga jadi lebih dingin." Mengingat saat itu, membuat Reva sedih lagi.


Tata mengerucutkan bibirnya seolah bisa merasakan kejadian sedih itu, Ia pun bersikut mendekati Reva dan memeluknya dari samping. Sambil berjanji di dalam hati tidak akan membiarkan Reva sendirian lagi, mereka harus tetap bertiga seperti dulu lagi.


"Terus gimana hubungan lo sama Rafael sekarang? Apa dia masih salah paham?" tanya Tata lagi, mungkin saja Ia bisa sedikit membantu menjelaskan. Hanya tidak mau saja hubungan dua orang itu merenggang karena ini.


"Enggak kok, kita udah baikan. Gue juga udah jelasin semuanya ke Rafael, dan plusnya lagi hubungan gue sama Lucas udah berakhir." Reva pun tersenyum merasa lega saja akan hal itu, banyak yang sudah Ia lalui.

__ADS_1


"Serius?" tanya Tata dan Ica bersamaan.


"Iya, bahkan gue bicara langsung sama orang tua Lucas."


"Apa jangan-jangan pas lo dibawa dia ke rumahnya?" tanya Ica. Masih ingat jelas saat itu dirinya pun ada di sana mendengar, waktu itu dadanya sesak sekali.


"Iya," angguk Reva, "Gue aduin aja kalau anaknya itu ngancam gue, untungnya mereka percaya dan belain gue."


"Wah kayanya menarik, terus gimana lagi?"


Reva pun melanjutkan jika orang tua Lucas sampai meminta maaf kepadanya dengan tingkah anaknya itu, apalagi Papanya Lucas cukup dekat dengan Rafael. Lalu Lucas pun yang diminta untuk jangan mengganggunya lagi, itu berarti hubungan mereka pun berakhir.


"Berarti kayanya yang nyebarin berita ini si Lucas," celetuk Tata dengan tatapan memicing nya.


Ica mengangguk, "Iya setuju, pasti dia kesel karena lo jujur ke orang tuanya, jadi nyebarin rahasia lo deh."


Reva menghela nafasnya, "Gak papa deh, lagian sebentar lagi juga mau lulus. Gak akan ganggu ujian atau pelajaran."


Kedua sahabatnya itu mengangguk setuju, hanya saja mereka sedikit khawatir dengan tanggapan siswa lain. Berita ini pasti sangat heboh dan sudah tersebar, bahkan mungkin para guru pun tahu. Reva mungkin akan baik-baik saja karena Kakeknya adalah kepala sekolah, tapi dengan itu juga bisa saja membuat namanya menjadi buruk.


"Rev gue minta maaf ya," ucap Ica pelan dengan kepala menunduk.


Reva lalu membawa sebelah tangan Ica ke genggamannya, "Lo gak salah, gue ngerti perasaan lo. Malahan waktu itu gue ngerasa bersalah dan gak enak sama lo, maafin gue ya Ca?"


"Enggak, lo juga gak salah karena terpaksa jadian sama Lucas," ucap Ica lebih dewasa, "Gue terlalu dibutakan oleh cinta. Sekarang perasaan gue ke si Lucas gak sebesar dulu semenjak tahu gimana sifat dia, apalagi dia udah ngancam sahabat gue ini."

__ADS_1


Keduanya pun saling berpelukan dengan senyuman lebar, Tata yang dari tadi memperhatikan ikut senang dan memeluk kedua sahabanya itu. Semoga setelah ini hubungan mereka membaik, tidak ada lagi masalah yang sampai membuat mereka saling menjauh.


__ADS_2