Pasutri Gak Jelas

Pasutri Gak Jelas
56 Perubahan Sikap Rafael


__ADS_3

Reva merasakan akhir-akhir ini Rafael seperti menghindarinya, saat Ia mendekati lebih dulu pria itu memilih menjauh. Reva tidak mengerti dengan perubahan dari suaminya itu, tidak bisa membaca isi hatinya juga. Tetapi Rafael seperti sedang ngambek, apa karena Reva memiliki pacar?


"Kok makan duluan?" tanya Reva sambil duduk di depan Rafael, memperhatikan pria itu yang dengan lahapnya makan spaghetti bolognese.


"Hm." Rafael hanya berdehem pelan sambil tetap melanjutkan makannya.


"Tumben gak ada makanan, mana buat gue?" Biasanya makanan sudah banyak di atas meja, tapi kali ini kosong.


"Aku gak masak," jawab Rafael singkat.


"Loh kenapa?" Reva sampai terkejut mendengar itu, tumben sekali.


"Lagi males, kayanya gak bakal masak lagi." Setelahnya Rafael kembali melanjutkan makannya.


"Hah kok gitu sih?" Rasanya Reva tidak terima saja mendengar keputusan itu, ya karena yang bertugas masak selama ini Rafael.


"Aku capek, lagian itu kan sebenarnya bukan tugas aku," Jawab Rafael enteng.


"Tapi kan waktu itu lo yang bilang sendiri bakal masak, gue juga gak maksa loh." Reva mencoba mengingatkan lagi Rafael.


"Ya emang sih, tapi sekarang aku pikir-pikir lagi kayanya aku terlalu baik deh."


"Maksudnya?"


"Seharusnya kan yang bertugas masak itu kamu Reva, bukan aku."


Kernyitan terlihat di kening Reva merasa hari ini Rafael bersikap berbeda. Seperti orang yang egois, tapi pria itu tidak seperti itu karena yang dikatakannya memang ada benar juga. Tetapi entah kenapa, Reva merasa keputusan sepihak nya itu cukup menyebalkan.


"Lo kenapa mutusin ini tiba-tiba?" tanya Reva menginterogasi.


"Gak kenapa-napa kok," jawab Rafael dengan santai sambil mengedikan bahu.


"Terus kita makan gimana dong?"


"Beli aja, tapi aku bakal masak sendiri."

__ADS_1


"Hah?"


"Ya masak sendiri-sendiri, jadi kalau aku masak gak bakal ngasih buat Reva."


Brak!


Reva berdiri dari duduknya sambil menggebrak meja, tatapannya semakin tajam pada pria itu. Reva yakin ada sesuatu yang terjadi pada Rafael, sehingga membuatnya bersikap menyebalkan begini. Selama ini kan Rafael selalu rendah hati dan tidak bersikap aneh-aneh.


"Lo kok jadi gini sih?!" tanya Reva.


"Gini gimana?" sahut Rafael ber pura-pura tidak mengerti, ekspresi wajah polosnya itu malah terlihat menyebalkan.


"Ya nyebelin gini, lo ada masalah sama gue?"


"Menurut Reva?"


"Ya kalau misal gue ada salah bilang dong, jangan balas dendam begini." Reva sampai bersungut-sungut saat mengatakan nya, hanya ingin mendengar penjelasan yang sebenarnya saja.


Reva mencoba mengatur nafasnya yang memburu, "Apa gara-gara Lucas?" tanyanya memastikan.


"Maksudnya?"


Rafael malah tertawa kecil, "Jadi maksud Reva, aku cemburu?" tanyanya sambil menunjuk diri sendiri.


"Mungkin?" Sebenarnya Reva malu jika dianggap terlalu kepedean, tapi Ia hanya bertanya saja dan memastikan.


"Aku cuman merasa aneh aja sama hubungan kita ini, ngerasa makin rumit," ungkap Rafael sambil tersenyum tipis, seperti menyembunyikan banyak hal.


Reva terdiam mendengarkan dengan perasaan campur aduk. Rafael tidak mengiyakan pertanyaan tadi, tapi sepertinya perubahan sikapnya itu juga masih berkaitan dengan ini. Reva kembali duduk dan mencoba mendengarkan lagi isi hati dari suaminya itu.


"Padahal kita itu suami istri, tapi gak ada satu pun yang tahu," ucap Rafael.


Reva membatin, "Lucas tahu." Tetapi tidak mungkin Reva ceritakan, karena pasti akan menjadi awal keributan.


"Tapi di luar, yang mereka itu tahunya kamu pacar Lucas. Setiap kali lihat kalian bersama, aku selalu nertawain diri sendiri yang gak berdaya ini. Ngerasa lucu aja kita bertingkah seperti orang asing, padahal hubungan kita bahkan lebih dari itu," lanjut Rafael sambil tertawa miris.

__ADS_1


"Jadi lo cemburu?" tanya Reva ingin langsung ke inti.


"Menurut Reva?" Rafael malah menanyakan balik, karena Ia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri yang campur aduk ini.


"Kalau misal lo gak suka lihat gue sama Lucas, itu berarti lo emang cemburu. Dan kalau emang bener gitu, berarti lo.. Suka sama gue?"


Keduanya saling bertatapan, tapi tidak lama memalingkan pandangan merasa malu sendiri. Suasana tegang di sana pun perlahan mulai mencair, tapi malah menjadi canggung satu-sama lain. Untuk beberapa saat pun, hening tidak ada obrolan.


"Tapi kita gak bakalan ikut campur masing-masing, kan? Jadi.. Aku juga gak ada hak buat atur ini itu, apalagi ke hubungan kamu sama Lucas." Saat mengatakan itu, Rafael terdengar menyedihkan sekali dan nyesek.


Sebenarnya Rafael juga ingin bersikap tegas, meminta Reva untuk putus karena perempuan itu adalah miliknya. Tetapi Rafael tidak bisa melakukan itu, Ia terlalu malu dan juga merasa dirinya tidak terlalu memiliki hak pada hidup Reva. Selama ini mereka selalu masing-masing, bahkan belum sedekat itu juga.


"Ekhem tapi keputusan aku ke yang awal udah bulat," dehem Rafael mencoba mengalihkan obrolan.


"Yang mana?"


"Mulai hari ini aku gak bakal masak lagi, jadi kalau Reva lapar pesan aja atau masak sendiri, itu pun kalau bisa," ucapnya memelan di akhir, karena tahu Reva tidak bisa masak.


Mendengar itu membuat Reva kembali cemberut, "Jadi lo bakal masak buat sendiri gitu?"


"Iya."


"Ck kok gitu sih?"


"Walaupun kita suami istri, tapi ngerasa gak sih selama ini kita selalu hidup masing-masing? Jadi kalau gitu, urus aja hidup masing-masing." Rafael langsung menelan ludahnya setelah mengatakan itu, apakah dirinya terlalu berlebihan?


Reva sendiri merasa berdenyut di dada melihat perubahan sikap Rafael. Walaupun mengatakannya dengan suara rendah, tapi Rafael seperti sedang menahan marah. Senyuman di bibir pria itu pun seperti palsu, Rafael seperti berusaha baik-baik saja padahal sedang kacau. Apa yang harus Reva lakukan?


"Aku sudah selesai makannya, kamu jangan lupa makan. Di kulkas masih ada setengah pastanya, pasti bisa kan buat pasta sendiri? Simple kok." Rafael bahkan masih mengingatkannya, ya walau terlihat menahan gengsi sekali. Setelah mengatakan itu, pria itu pun melenggang pergi meninggalkan Reva sendirian di sana.


Reva menghela nafasnya setelah kepergian Rafael, terdiam beberapa saat sambil melamun. Kenapa hubungannya dengan pria itu jadi begini ya? Padahal selama ini baik-baik saja, ya walaupun mereka punya pemikiran berbeda dan sering cekcok, tapi kan tidak pernah sampai sedingin ini.


Apa benar hubungannya dengan Rafael merenggang karena Reva yang berhubungan dengan Lucas?


"Aku harus bagaimana?" gumam Reva sendiri. Ia pusing sekali harus menyelesaikannya dengan bagaimana. Reva tidak suka melihat Rafael yang berubah begitu, tapi Reva pun yakin jika perubahan sikapnya itu karena dirinya juga.

__ADS_1


__ADS_2