Pasutri Gak Jelas

Pasutri Gak Jelas
59 Berani Melawannya


__ADS_3

Rasanya Reva gugup sekali saat masuk ke rumah mewah bertingkat dua itu. Ia sudah menduga jika Lucas adalah anak orang kaya, ya tidak jauh beda lah dengannya yang Papanya seorang pengusaha juga. Mereka sudah sampai di rumah Lucas dan pria itu langsung membawanya masuk semakin dalam.


"Jangan gugup, aku yakin mereka akan menyukaimu," ucap Lucas memberikan ketenangan.


"Tentu saja aku gugup." Apalagi Reva sudah pernah bertemu Papanya Lucas, mungkin masih ingat juga kepadanya.


Lucas lalu membuka sebuah pintu besar, ruangannya sangat luas dan sepertinya tempat bersantai. Perhatian Reva langsung tertuju pada pasangan suami istri paruh baya yang duduk di sofa, mereka pun langsung melihat ke arahnya.


"Mah Pah, maaf menunggu lama," ucap Lucas sambil menghampiri, lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan kedua orang tuanya tanpa melepaskan genggaman tangannya dengan Reva.


"Tidak papa, jadi Lucas siapa yang kamu ajak ini?" tanya Mamanya sambil berbinar menatap perempuan muda yang cantik dibawa putranya.


"Loh bukannya itu Reva?" tanya Papanya yang masih ingat.


Reva mengangguk pelan, "I-iya Om, saya Reva." Selanjutnya apa yang akan terjadi?


"Papa kenal Reva? Apa sempat bertemu?" tanya istrinya yang bernama Ivana, bahasa Indonesianya lumayan lancar padahal asli orang Amerika.


"Kenal, waktu itu Reva datang bersama Rafael ke acara ulang tahun Papa," jawab Dion sambil tersenyum.


"Rafael siapa?"


"Anak dari klien kerja Papa, dia seumuran dengan Lucas juga."


"Oh begitu, pantesan. Tapi Mama baru pertama kali bertemu Reva." Dari tadi Ivana terus tersenyum, murah senyum sekali memang.


"Apa kamu ajak Rafael juga kesini?" tanya Dion sempat melirik ambang pintu, tapi tidak ada yang masuk lagi.


"Tidak," jawab Lucas.


"Loh lalu kenapa hanya Reva saja?"


"Memangnya kenapa?"


Dion menaikkan sebelah alisnya, "Dia kan istrinya Rafael, kenapa juga malah berduaan dengan kamu." Dion bahkan masih ingat saat mereka masik saling bergenggaman tangan, membuat perasaannya mengganjal saja.


"Apa? Rafael suami Reva, maksudnya bagaimana?" tanya Ivana terkejut.

__ADS_1


"Iya, Rafael waktu itu mengenalkan Reva sebagai istrinya saat di pesta itu."


"Tapi Papa bilang mereka masih seumuran Lucas, masa sudah menikah?"


"Tidak tahu, tapi zaman sekarang kan tidak masalah, apalagi usia mereka juga sudah sah-sah saja."


Mendengar perdebatan kecil dari dua orang itu, membuat Reva semakin dilanda rasa gundah. Dari tadi Ia hanya diam karena tidak tahu harus bagaimana. Kira-kira apa yang akan Lucas lakukan? Apakah akan sesuai rencananya waktu itu?


"Tidak Pah, mereka tidak menikah kok," ucap Lucas mulai berakting.


Kedua orang tuanya langsung menatapnya, "Maksudnya?" tanya mereka bersamaan.


"Iya Rafael dan Reva tidak menikah kok, waktu itu Rafael hanya mengarang," lanjut Lucas.


"Mengarang bagaimana? Mana mungkin," bantah Dion. Waktu itu Ia memang kurang percaya, tapi kalau dipikir mana mungkin juga anak sebaik Rafael berbohong padanya.


"Papa pikir saja, mereka kan masih muda."


"Iya sih, masih sekolah juga, tapi masa sih Rafael bohong ke Papa?"


Lucas mengedikkan bahunya, "Tidak tahu, memang suka mengada-ngada dia."


"Reva, apa benar yang dikatakan Lucas kalau kamu dan Rafael bukan suami istri?" tanya Dion serius.


"Itu--"


"Lalu kenapa waktu itu kalian datang berdua? Kalian tidak bohongkan pada kami?" lanjut Dion yang dari tadi di penuhi banyak pertanyaan.


Reva menghembuskan nafasnya berat, Ia mencoba menguatkan hatinya, "Benar kok Om, saya dan Rafael suami istri."


Mendengar itu membuat Lucas yang duduk di sebelahnya terkejut dan langsung menatap kekasihnya itu, "Reva, apa yang kamu bicarakan?" tanyanya panik.


Reva berbalik menatapnya, "Memang itu kenyataannya, kamu juga kan tahu," sahutnya.


"Bohong dia Pah, sebenarnya Reva ini pacar aku," ucap Lucas berusaha mengalihkan topik menegangkan tadi. Percayalah detak jantung Lucas tadi seperti berhenti beberapa saat sanking terkejutnya dengan pengakuan Reva.


Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Maksudnya bagaimana sih? Jadi yang benar bagaimana?"

__ADS_1


"Iya, jadi Reva ini istrinya Rafael atau pacarnya kamu?" timpal Mamanya ikut bingung.


Lucas tertawa canggung sambil merangkul bahu Reva, "Tentu saja dia pacar aku, dia juga belum menikah kok," bantah nya.


"Tidak, aku benar-benar istri Rafael," tegas Reva sambil menurunkan tangan Lucas di bahunya.


Reva sudah memutuskan untuk jujur dan mengungkap semuanya di hadapan kedua orang tua Lucas. Kenapa? Reva merasa muak saja harus terus bersandiwara menjadi kekasih Lucas, juga menuruti semua keinginannya itu. Mungkin dengan bicara bersama kedua orang tua Lucas, bisa membantu Reva keluar dari masalah ini.


"Reva!" bentak Lucas tanpa sadar. Kenapa kekasihnya tidak menurut begini?


"Lucas, turunkan suara kamu, dia perempuan," tegur Ivana terkejut sendiri dengan sikap emosional putranya, tidak biasanya seperti itu.


"Maaf Om Tante kalau kedatangan saya kesini membuat masalah, tapi saya hanya mengatakan sesuatu kepada kalian." Reva terdiam beberapa saat mencoba mengumpulkan keberanian, "Putra Om dan Tante ini, dia.. Dia mengancam saya."


"Apa? Maksudnya bagaimana Reva?" tanya Dion terkejut, semakin dibuat pusing saja dengan anak-anak itu.


"Begini Om, jadi Lucas itu tahu rahasia jika saya dan Rafael adalah suami istri. Di sekolah tidak ada yang tahu siapapun, kami menyembunyikan status ini karena tidak mau menjadi masalah. Tapi Lucas ini tidak sengaja tahu dari Om, dan dia-hmmp!" Belum juga melanjutkan perkataannya, Lucas dengan kurang ajar membekap bibir Reva dengan tangannya.


Kedua orang tuanya yang tadi sedang mendengar penjelasan Reva tentu langsung mengalihkan pandangan pada putranya itu, "Lucas apa yang kamu lakukan? Lepaskan Reva," perintah Dion dengan tegas.


"Pah Mah, jangan percaya dia. Reva.. Reva hanya mengarang, aku tidak seperti itu kok," bantah nya.


"Hmmpphh!"


Dion berdiri dari duduknya, "Lepaskan Lucas, kami ingin mendengar penjelasan dari Reva. Papa yakin dia tidak bohong."


"Tapi Pah-"


"Lucas," panggil Mamanya yang merasa gemas sendiri karena putranya tidak mau menurut.


Dengan terpaksa Lucas pun melepaskan bekapannya dari Reva dengan helaan nafas berat. Reva sempat menatapnya tajam, mungkin kesal Ia bertindak kurang ajar begitu. Mau bagaimana lagi, Lucas hanya panik dan tidak mau Reva mengatakan yang sebenarnya.


"Om dan Tante harus percaya sama saya, saya tidak bohong," ucap Reva sambil mengangkat tangannya seolah bersumpah.


"Iya Reva, ayo lanjutkan saja," desak Dion kembali duduk.


Dan Reva pun melanjutkan lagi ceritanya, dimana selanjutnya Lucas yang memintanya menjadi pacarnya dengan imbalan tidak akan membocorkan rahasia itu. Reva pun terpaksa menerimanya karena tidak mau rahasianya bocor lalu menghambat pendidikan mereka.

__ADS_1


"Saya baru berani mengatakannya sekarang karena kami sudah selesai Ujian, jadi mungkin akan baik-baik saja," ucap Reva dengan pandangan sendu. Percayalah berat sekali baginya untuk mengatakan ini semua.


__ADS_2