
Di pukul sepuluh malamnya, Reva dan Rafael memutuskan pulang karena semakin larut dan tubuh pun sudah merasa lelah minta istirahat. Pesta tadi benar-benar sangat meriah dan seru, mungkin tidak akan bisa berkumpul komplit seperti itu lagi nanti. Akan menjadi sebuah kenangan indah yang tidak pernah terlupakan.
"Oh iya gue hampir lupa sesuatu," ucap Reva sambil menegakan duduknya.
Rafael yang sedang menyetir menoleh sekilas, "Apaan?"
"Tadi gue tanya ke si Lucas, gimana perasaan dia setelah nyebarin rahasia hubungan kita di sekolah? Tapi anehnya si Lucas bilang dia bahkan gak tahu sama sekali, alias bukan dia yang nyebarin." Dada Reva sampai naik turun saat menceritakan itu.
"Jadi menurut kamu itu ulah dia?" Entah kenapa Rafael malah menanyakan itu.
"Iya lah, kan ancaman dia waktu itu juga bakal nyebarin rahasia itu. Gue yang gak mau makanya sampai harus jadi pacar dia. Setelah kita putus, pasti Lucas langsung nyebarin itu." Reva terlihat tidak ragu sekali saat mengatakannya, masih enggan percaya saja jika bukan Lucas penyebabnya.
"Gimana kalau misal memang bukan dia?"
"Terus siapa? Yang tahu rahasia kita kan cuman dia."
"Bukan ah."
Reva semakin dibuat bingung mendengar perkataan Rafael, Ia sampai menghadapkan tubuhnya pada pria itu, "Emangnya siapa lagi yang tahu rahasia kita itu?"
"Kamu dan aku," jawab Rafael cepat.
"Maksudnya apaan sih? Dari tadi gak jelas," dengus Reva, Ia merasa gemas sendiri melihat Rafael yang tidak nyambung mengobrol dengannya.
"Kayanya memang bukan Lucas yang nyebarin, tapi orang lain," gumam Rafael.
"Terus siapa? Lo tahu orangnya?" Reva membatin berpikir keras memikirkannya.
"Aku."
"Hah?"
__ADS_1
"Sebenarnya aku yang nyebarin rumor itu kalau kita suami istri, bukan Lucas." Setelah mengatakannya, Rafael terlihat tersenyum lebar dengan ekspresi polosnya.
Untuk beberapa saat pun Reva terdiam sanking tidak menyangka nya mendengar pengakuan itu. Kedua matanya sampai berkedip pelan menatap Rafael yang terlihat santai sekali tanpa beban setelah berterus terang. Tetapi tidak lama dada Reva terasa panas, Ia merasa kesal pada Rafael.
"Jadi lo yang nyebarin berita itu?!" pekik Reva lumayan keras.
"Iya, maaf ya gak bilang-bilang."
"Ih dasar nyebelin, gue kira si Lucas yang nyebarin. Terus kenapa juga lo nyebarin rahasia itu sih? Dasar bodoh!" Reva sampai memaki suaminya sendiri karena merasa kesal saja, tidak menduga hal ini. Kedua tangannya sampai terkepal, ingin rasanya Ia layangkan saja ke wajah tanpa berdosa Rafael.
"Reva sabar dulu, biar aku jelasin," ucap Rafael berusaha menenangkan.
"Jelasin apa hah? Lo tahu gak sih sekarang gue kesel banget sama lo!"
"Iya tahu, tapi Reva tahan ya sampai nanti di apartemen. Kalau ngobrolnya di jalan kan takut kenapa-napa, bahaya." Rafael berusaha tersenyum, walau terkesan kikuk karena merasa sedikit takut.
Untung saja tidak lama keduanya sampai di apartemen, Reva turun lebih dahulu dan meninggalkan Rafael. Pria itu yang melihatnya segera menyusul, walau tidak mengatakan apapun karena yakin jika sekarang istrinya itu sedang marah. Sepertinya Rafael harus menjelaskan dengan baik, memberikan Reva pengertian juga.
"Ck lepasin, gue lagi sebel sama lo!" ketus Reva. Perempuan itu berusaha melepaskan tangannya, tapi Rafael menahannya dengan erat membuatnya kesakitan sendiri.
"Izinin aku jelasin dulu, jangan sampai malam ini Reva gak bisa tidur nyenyak karena mendam ini ya?" bujuk Rafael.
"Kok lo bisa-bisanya sih?!" Reva sampai tidak habis pikir dengan tingkah ceroboh Rafael, kenapa pria itu menyebarkan rahasia besar ini sendiri? Bukannya mereka sengaja merahasiannya waktu itu?
"Mending kita ngobrolnya sambil duduk ya?" Untung saja saat Rafael menarik tangan Reva, perempuan itu tidak menahan dan menurutinya duduk di sofa.
Tetapi Rafael malah terdiam beberapa saat karena bingung harus menjelaskan apa. Saat melirik Reva yang menatapnya semakin tajam seolah meminta untuk menjelaskan sekarang, membuat Rafael menelan ludah kasar dan memutuskan mulai menjelaskan.
"Aku tahu ke khawatiran kamu, yaitu rahasia kita yang bocor. Tapi aku juga sudah pikirin ini baik-baik, jadi aku memutuskan memberitahu mereka saja tentang hubungan kita," ucap Rafael dengan ekspresi merasa bersalahnya.
"Tapi kenapa? Bukannya kita udah sepakat buat rahasia in?" tanya Reva menuntut.
__ADS_1
"Aku takutnya kalau mereka tahu dari orang lain, malah membuat citra kita semakin buruk karena sudah menyembunyikan rahasia besar ini. Aku juga gak mau kamu semakin tertekan Reva, apalagi kalau sampai Lucas yang nyebarin nya."
Reva mendengus kasar, "Tapi sekarang lo buat gue tertekan," gumamnya. Membayangkan lagi hari-hari saat berita itu tersebar di sekolah, membuat Reva tertekan dan rasanya selalu ingin menangis.
Rafael lalu menggenggam tangannya, "Aku minta maaf Reva, tapi sepertinya memang sudah waktunya semua orang tahu tentang hubungan kita."
Reva hanya terdiam karena tidak tahu harus menanggapi bagaimana, perasaannya sekarang campur aduk sekali. Reva masih belum puas dengan penjelasan Rafael. Reva juga merasa bersalah pada Lucas karena sempat menuduh pria itu lah yang menyebarkan rumor ini, tapi ternyata bukan.
"Kalau aja tadi gak ketemu Lucas, mungkin sampai kapanpun gue bakalan nuduh dia yang nyebarin itu," gumam Reva sambil tersenyum miris.
"Maaf Reva aku juga baru ngasih tahu ini," sahut Rafael pelan.
Saat Rafael menyebarkan rahasianya itu, Ia tentu sangat khawatir pada keadaan Reva dan selalu memikirkan perasaannya. Tetapi Rafael akan selalu berada di sampingnya, menjaganya dengan baik dan melindunginya. Sepertinya Rafael sudah melakukannya dengan baik, walau Ia harus mendapatkan kekecewaan Reva.
"Kamu marah sama aku?" tanya Rafael.
"Ck ya iya lah, gak habis pikir aja ternyata lo yang nyebarin!" ketus Reva dengan bibir mengerucut.
"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi, lagi pula kan kita juga sudah lulus dan gak akan ke sekolah lagi."
"Tapi kayanya kalau lo gak nyebarin, mungkin rahasia kita pun bakalan terjaga dan gak ada yang tahu hubungan kita," ucap Reva.
"Bukannya mantan kamu itu bakal nyebarin juga? Sayangnya dia keduluan sama aku," sindir Rafael sambil mencebikkan bibirnya.
"Enggak, dia bilang gak akan sampai ngelakuin itu." Reva menggeleng pelan mengingat percakapannya tadi dengan Lucas.
"Serius? Masa sih?"
"Katanya dia cuman nakut-nakutin aku, dia beneran suka saat kita pacaran dan gak mau aku pergi."
Mendengar itu membuat Rafael menghela nafas merasa dadanya jadi nyeri sendiri, ternyata Lucas itu masih memiliki perasaan kepada istrinya, "Ya sudahlah mau bagaimana lagi, semua juga sudah terjadi," desahnya.
__ADS_1
Kalau ditanya apa Rafael menyesal karena sudah menyebarkannya? Sama sekali tidak. Malahan baguskan semua orang tahu kalau Reva miliknya? Tidak perlu larut dalam masalah, karena ada masa depan yang masih panjang harus mereka tata dengan baik.