
Tak lama ambulance datang ,dicky di bawa oleh 2 petugas kedalam mobil ambulance ,hujan sudah sedikit reda
"Tha ,kamu ga papa kan "ucap dias
Aretha tak menjawab ia masih sesegukan
Dan berjalan menyusul dicky ke dalam mobil ambulance
Dias juga menyusul menggunakan motornya ,ia melihat dimas dihalte dan meng-kode untuk ikut
Dimas meng kode juga dengan mengacungkan tangannya yang di gips
Dias menghampiri
"Nih pake ,buru ih "ucap dias memeberikan jas hujan yang tadinya akan dipakai aretha
"Pake in dong susah nih "sahut dimas
"Pake sendiri ,buruan ini hujan nya nanti tambah deras "ucap dias menatap dimas tajam
"Eh iya iya sabar"ucap dimas
Dengan susah payah ia memakainya dan segera melompat keboncengan dias
Dias langsung tancap gas
\*
Setiba di rumah sakit ,dicky langsung dibawa ke UGD ,aretha berada disamping ranjang nya ,sampai pintu
"Maaf mbak ,mba nya tunggu disini dulu ,kami akan menyelamatkan temannya mba ,berdoalah agar ia selamat ,dan ini pakai lah pasti mbak nya kedinginan "ucap seorang suster dan memberikan jaket kepada aretha
Dias dan dimas tiba di rumah sakit dan akan masuk menemui aretha tapi di cegah oleh seorang satpam
"Maaf ada apa ya pak "tanya dimas
"Anda tidak lihat ,kalian ini masih menggunakan jas hujan ,nanti lantai nya basah dan licin itu dapat menyebabkan pasien lain terpeleset "ujar satpam itu
"Lah si bapak ,ini lagi gawat darurat ini buru buru "ucap dias celingukan mencari sosok aretha didalam
"Tapi sebelumnya mohon lepas dulu jas hujan nya "ucap satpam itu mulai gemas
"Lah ribet amat sih ,ngga tau orang lagi panik apa "gumam dias melepas jas hujannya ,dimas hanya terkekeh mendengarnya sambil berusaha membuka jas hujan nya untung saja dibantu satpam
"Saya mengerti mbak ,tapi ini demi keselamatan pasien lain "ucap satpam itu yang mulai terpancing emosinya karna dias selalu menjawabnya
"Iya..... ,nih udah jagain ya pak,sekarang boleh masuk kan "ucap dias menyerahkan jas hujannya pada satpam dan ia mengangguk
Dias segera berlari masuk
" nih saya juga pak , jangan dijual loh "ucap dimas menyusul dias
"Lah nih bocah dikira saya tukang loak"ujar satpam itu dan menggantung jas hujan dias dan dimas
\*
"Gimana dicky tha "tanya dias setiba ditempat aretha yang mondar mandir didepan pintu ruangan
Aretha yang melihat dias langsung memeluknya dan mulai menangis lagi
"Huuuaaaaaa........Dias ,ini semua salah aku ......huuuuaaaaaa..."tangis aretha semakin kencang ,dias memeluk aretha agar tak terdengar oleh yang lain
"Udah....udah ...cup..cup..cup..jangan nangis ya cantik ...kamu Udah hubungi orang tuanya dicky "tanya dias ,aretha menggeleng dan kembali menangis dipelukan dias
"Dim ,telpon orang tua dicky ,rosy juga suruh kesini bawa baju gantinya aretha "ujar dias menatap dimas yang sedang mengintip ke dalam ruangan
"Yang ditelpon mama apa papanya dicky "tanya dimas menoleh ke arah dias
"Terserah yang penting dikabarin "ujar dias melotot ke arah dimas
"Eh iya iya ,jangan melotot gitu dong "ujar dimas mengeluarkan ponsel dan menjauh untuk menelpon
"Tha udah ya jangan nangis lagi "ujar dias mengusap kepala aretha
"Hiks....hiks......semua ini salah aku sroooott......."
"Ih jorok banget sih ,sedih sih sedih masa seragam aku diingusin sih "ucap dias memandang aretha yang sedikit tersenyum
"Maaf Di ,kelepasan"ucap aretha ,dias membawa aretha duduk
Dan memberi botol minumannya kepada aretha
Aretha meneguknya habis
Dimas menghampiri dias dan aretha
"Gimana dim"tanya dias
"Aku udah hubungi mamanya dicky ,rosy juga ,katanya dia bakal kesini sekalian sama mamanya kamu"sahut dimas menunjuk aretha
Aretha masih sesegukan ia sudah mulai tenang
"Ceritain dong di ,gimana kejadiannya ,tadi pas aku nya nyampe ,udah rame rame jadi ngga tau"bisik dimas pada dias
"Nanti aja ,ini aretha belum tenang ,nanti nangis lagi "dias balas berbisik
__ADS_1
Terdengar suara seseorang berlari kearah mereka ,ketiganya langsung menoleh ke ke sumber suara
Terlihat perempuan yang tergesa gesa menuju ke tempat mereka
Aretha kembali menangis
"Gimana keadaan dicky "ucap perempuan itu
"Masih didalam tan,dari tadi dokternya belum ada yang keluar dari ruangan "sahut dias dan menghampiri perempuan itu yang ternyata mamanya dicky
Dias mengajak mama dicky menjauh dari aretha dan dimas untuk menceritakan kejadian yang dialami dicky
"Dim ,sini bentar"ucap aretha memanggil dimas
Dimas mendekat dan duduk disamping aretha
Tiba tiba aretha memeluknya
"Huuuaaaaaa........ini semua salah aku kan ,iya kan ,coba aja aku waspada pasti ngga jadi gini "ucap aretha membenamkan wajahnya didada bidang dimas ,dimas terperanjat karna dipeluk tiba tiba
Ini bukan pertama kalinya jadi ia mulai terbiasa
"Udah tenang tha ,jangan nangis lagi ,kalau aku yang disitu aku juga bakal ngelakuin yang sama kok "ujar dimas menenangkan dan mengusap kepala aretha
Aretha mengangkat wajahnya dan mendorong dada dimas sedikit
"Parfum mu apa sih ,ngga enak banget "ucap aretha dan mengelap hidungnya
"Eh jorok banget ,nih tissu, aku pake parfum yang biasa kok "sahut dimas memberikan tissu kepada aretha
" kok baunya beda ya sroooot....."aretha mengeluarkan semuanya dari hidungnya
"Bikin ilfil tha ,iiih ....,masa beda sih "ucap dimas menarik baju nya
Aretha hanya mengangguk
"Hehehe ....iya mungkin tadi kecampur bau ..."sahut dimas menunjuk ketiak nya
Aretha hanya meringis dan menepuk pundak dimas dengan gemas
Dias sudah mendekat kembali ,aretha melihat mama dicky yang bernama arum dan segera menghampirinya
"Tante ,maafin aretha ...aretha yang salah ....hiks....hiks..."ucap aretha kembali terisak ,bu arum memeluknya
"Sudah lah ,aretha ngga salah kok ,semua orang bakal ngelakuin hal yang sama kalau orang yang ia sayang dalam bahaya "ucap bu arum tersenyum
"Maksud tante?"tanya aretha menatap bu arum
Bu arum menggeleng dan mengusap kepala aretha
"Aretha....... maaf telat "teriak rosy dari jauh dan segera membekap mulutnya sendiri karna dilihat banyak orang
"Nih baju nya ,dias juga aku bawain disuruh mamamu,oh iya mama mu lagi di kantin rumah sakit beli apa gitu ngga tau "cerocos rosy sambil memberikan tas kecil pada aretha
"Ih... jorok banget sih "ucap dimas dan rosy ber barengan
Dias menarik aretha menuju toilet
"Pelan pelan di "aretha meringis karna lengannya dicengkeram oleh h dias
Mama aretha sampai dilobi ruang UGD
"Gimana keadaan dicky "ucap mama aretha dan memeluk mama dicky
"Pertemuan besan nih "bisik rosy pada dimas
"Hus. ....diem "bisik dimas menyikut rosy
Mama aretha dan mama dicky menghampiri rosy dan dimas
"Oh rosy ....tante tadi ke kantin dulu beli cemilan hehehe , eh ini siapa sepertinya pernah ketemu "ucap bu nining melihat dimas
"Ini dimas ,temen baik dicky"jelas bu arum
Bu nining hanya ber oh
"Apa kalian pacaran "ucap bu nining dan bu arum bersamaan
Dimas dan rosy terkejut
"Eh ...emm. ....ke-kenapa Tante beranggapan begitu "ucap dimas terbata
Ia melihat rosy yang memalingkan wajah dan memperhatikan sekitar nya
"Eh ini pada kenapa sih "tanya dias menghampiri dimas dan rosy ,aretha menyusul
"Di ,mereka pacaran kah ,soalnya cocok gitu "bisik mama aretha ,dias terkekeh melihat ekspresi dimas dan rosy yang merah
Dias belum sempat menjawab karna pintu ruangan terbuka
"Bagaimana keadaan teman saya dokter "tanya dias menghampiri dokter ,diikuti yang lain
"Pasien mengalami pendarahan yang banyak di kepalanya ,kepalanya terbentur sangat keras ,kemungkinan ia mengalami geger otak ringan "ucap dokter muda yang bernama kevin
"Apa geger otak "pekik bu arum dan terduduk lemas ,aretha mulai terisak
"Eh ...eh Maaf maksud saya ,aduh gimana ya "dokter kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Tenang dokter ,jelas in pelan pelan "ucap dias menepuk pundak dokter kevin
"Oke...huhf .....begini bu ,geger otak ringan tidak begitu bahaya hanya saja ,kemungkinan setengah dari memorinya akan hilang "jelas dokter kevin
"Lalu bagaimana cara mengembalikan ingatannya"tanya bu nining sambil mengipas bu arum
__ADS_1
"Kan hanya kemungkinan bu ,belum tentu memorinya hilang ,berdoa saja semoga memori nya baik baik saja"jelas dokter kevin
"Apa pasien sudah bisa di jenguk"ucap dimas
"Belum tunggu sampai nanti kami akabri lagi "ucap dokter kevin dan kembali masuk ke ruangan
Aretha mulai tenang ,bu arum juga ,bu nining memberi botol air mineral ke pada keduanya ,bu nining memeluk anaknya supaya lebih tenang ,dias ke toilet
Dimas dan rosy masih berdiri di dekat pintu ruangan
"Ssttt.....dim ,emangnya kita punya memori ya"bisik rosy pada dimas
Dimas menoyor kepala rosy dan rosy hanya meringis
"Heh ....dikira ponsel apa ,memori yang dimaksud itu seperti ingatan gitu ****,sekolah dimana sih ,kek gitu aja ngga tau "ucap dimas menarik rambut rosy
Rosy menjambak rambut dimas dan ia mulai memeriksa sesuatu dalam rambutnya
"Ngapain sih ....sakit tau "ucap dimas melepaskan tangan rosy dari kepalanya dan merapikan rambutnya
"Nyari kabel ,mana tau ada yang konslet"ucap rosy yang bersiap lagi untuk menjambak rambut dimas tapi dengan cepat dimas mencengkeram tangan rosy dan menatapnya
"Kalau di acak acak lagi awas...!"ancam dimas menatap rosy
Rosy hanya diam ditatap begitu ,tubuhnya beku tak bisa bergerak
"Ekhm. .....ekhm......jangan pacaran disini ,banyak yang liat noh"bisik dias yang melihat kejadian tadi ,dimas langsung melepas cengkeraman nya
"Siapa yang pacaran "ucap dimas dan rosy bersamaan
Dias hanya terkekeh
\*
"Mama sama tante pulang aja ,biar aretha sama yang lain disini nanti kalau dicky udah sadar ,aretha kabar in "ucap aretha
"Yang harusnya pulang kamu ,mandi sana,tadi hujan hujanan kan ,dias juga belum mandi ,sebaiknya kalian semua pulang dulu ,biar tante sama tante arum yang disini nanti habis magrib baru kalian boleh kesini ,paham"jelas bu nining
Semuanya mengangguk
"Nanti kamu sama dias masak dulu ya trus dibawa kesini "bisik bu nining pada anaknya dan dibalas anggukan
Dias ,aretha,dimas,dan rosy berjalan meninggalkan bi nining dan bu arum
* * *
Diluar hujan sudah reda
"Eh ....ros ,anterin aku ya ,aku kan ngga bawa motor ,tadi nebeng dias "ucap dimas
"Yah ....masa mau nganterin sih ,keburu sore tau "sahut rosy
Dias berjalan menuju pos satpam disamping gedung
"Cari siapa neng "ucap satpam berbadan tegap
"Nyari bapak ,mau ngambek jas hujan saya pak yang tadi dititipkan"sahut dias
Satpam hanya ber oh dan memberikan jas hujan yang sudah dilipat rapi
"Wah makasih pak ,repot repot dilipatin segala"ucap dias
"Ga papa neng ,itung itung kerjaan "ucap satpam nya tersenyum
"Ya sudah pak ,terima kasih sampai jumpa"ucap dias meninggal kan pos satpam menuju sahabat sahabatnya yang sudah terlihat ribut antara dimas dan rosy
Aretha hanya mengangguk saja ketika salah satunya menoleh ke arahnya
"Heh .....ngeributin apa sih seru bener "dias menepuk pundak dimas
"Ini rosy ,masa nyuruh aku jalan kaki aja pulangnya ,apa kata dunia kalau aku yang tampan ini jalan kaki "ucap dimas mengusap wajahnya
"Iya tampan kalo diolesin cabe kilo"ucap rosy ketus
"Udah gini aja ,aretha pulang bareng rosy dulu ,aku nganterin dimas "saran dias
Dimas hanya mengangguk
"Tapi aku ke mall dulu ya "ucap rosy pada aretha ,aretha memandang dias
"Ngapain ke sana "tanya dimas
"Beli sesuatu ,kamu ngga usah kepo"ucap rosy
"Nah sekalian aja ros ,dimas katanya tadi juga lagi nyari sesuatu buat kado"ucap aretha
"Benarkah ,kalau cari kado kamu pergi bersama orang yang tepat yuk"ucap rosy bersemangat dan menarik gips dimas
"Aduh .....duh....sakit ros ,main tarik aja "ucap dimas menepuk lengan rosy
Rosy hanya meringis dan kembali menarik tangan dimas menuju parkiran
"Dimas kaya pasrah gitu "dias terkekeh melihat ekspresi dimas
Ia berhenti ketika melihat ekspresi aretha yang murung
"Udah dong say.....jangan ditekuk gitu mukanya jelek tau ,kaya kain belom di setrika"canda dias
"Aku kayak gini tuh laper bukan karna apa ,yuk buru pulang "ajak aretha dan lansung berlari menuju motor dias
__ADS_1
Mereka langsung menuju ke rumah