
Boy membawa Rani kembali kerumahnya. setibanya di dalam rumah, Boy lalu menggendong Rani menuju kamarnya.
"bang, aku bisa jalan sendiri" jawab nya
"tapi aku maunya gendong kamu" jawab Boy . setibanya si kamar, Boy menurunkan Rani dia atas tempat tidurnya lalu ia merangkak naik keatas tubuh Rani dan mencium bibir manis kekasihnya dengan lembut Rani pun merangkul kan tangannya ke leher Boy dan mulai mengikuti irama permainan Boy.
"Rani sayang" panggil Boy dengan suara parau dan mata sayu
"hhmm, bang" jawab Rani
"aku tidak kuat menahannya sayang, apa aku boleh melakukannya" tanya Boy yang sudah dipenuhi gairah begitu juga dengan Rani yang tak bisa menolak sentuhan Boy yang memabukkan dan akhirnya Boy memulai permainan dengan hati-hati dan lembut, ia tidak mau menyakiti kekasihnya. senjata tumpul miliknya sudah siap menembus dinding pertahanan Rani yang sedikit mengeluarkan air mata
"tahan sebentar ya sayang, sakitnya hanya sebentar kok" ucap Boy yang memberikan kecupan lembut di bibir Rani sambil terus mendorong masuk senjatanya dan akhirnya benteng itu pun runtuh. perlahan boy mulai menggerakkan tubuhnya semakin lama semakin cepat dan mereka berdua sudah terbawa oleh kenikmatan tiada tara. entah sudah berapa lama Boy memacu Rani hingga akhirnya ia pun sampai pada puncaknya lalu terjatuh diatas tubuh Rani dengan nafas tersengal. Boy mencabut perlahan miliknya lalu berguling kesamping untuk mengambilkan Rani minum setelah itu ia kembali berbaring dengan memeluk Rani.
"terimakasih sayang, aku mencintai mu" ucap Boy
"aku juga mencintai mu bang" jawab Rani
"istirahat lah, nanti aku minta lagi" goda Boy
"bang, ini aja masih pegel loh" jawab Rani
"sakit tidak" tanya Boy
"sakit lah, sadar tidak kalau punya abang itu besar banget" ucap Rani di balas dengan gelak tawa, Boy yang usil menggenggam tangan Rani lalu membawanya menuju benda pusaka miliknya dan menaruhnya ditangan Rani yang di pegang olehnya. mengarahkan Rani untuk memegangnya dan mengelusnya, meski Rani sempat menolak namun akhirnya luluh juga dan sekarang senjata itu pun siap lagi untuk bertempur. Boy melakukannya berulang kali dan Rani sangat lihai mengimbangi permainan Boy hingga membuatnya sangat tergila-gila. Rani sudah tertidur lelap dengan tubuh yang hanya di tutup dengan selimut, Boy bangun menuju meja kerjanya dengan hanya menggunakan boxer. malam ini ada tugas yang harus diselesaikan oleh Boy, hanya butuh waktu 2 jam Boy sudah mendapatkan apa yang ia cari dan tugasnya pun selesai, ia pun bergegas menyusul Rani ke dalam mimpi.
Pagi menjelang dan Boy bangun lebih dulu dari Rani, dipandangi wanita yang beberapa bulan ini hanya menjadi khayalannya saat ini tertidur pulas di dalam pelukannya bahkan menghabiskan malam yang panas bersamanya. Boy tidak sabar untuk menjadikannya seorang istri, memeluknya setiap malam dan menjadikannya rumah untuknya kembali.
Perlahan Boy turun dari kasur lalu menuju ke dapur dan mulai meracik makanan untuk mereka makan, karna kehidupannya dari kecil sendiri membuatnya mahir membuat makanan seperti yang dibuatnya saat ini. Boy menyiapkan sarapan mereka lalu membawanya ke kamar untuk disantap bersama calon istrinya.
"kamu sudah bangun sayang" tanya Boy saat melihat Rani sudah terduduk dipinggir tempat tidur. namun sedetik kemudian Boy terkaget karna mendengar suara isak tangis Rani
"sayang kamu kenapa, kenapa nangis, apa ada yang sakit" tanya Boy bertubi-tubi yang dibalas pelukan erat oleh Rani yang masih terisak
"kenapa sayang" tanya Boy kembali
__ADS_1
"aku pikir kamu pergi" jawab pelan
"kamu mikir apa sih sayang, mana mungkin aku meninggalkan orang yang aku sayang" ucap Boy
"aku takut kamu tidak bertanggung jawab" jawab Rani terisak
"Rani sayang, aku memang terkadang asal namun untuk utusan ini aku tidak main-main. kamu itu cinta pertama dan akan ku jaga hingga akhir" jawab Boy dengan membasuh air mata Rani dan tersenyum manis padanya
"apa kamu serius bang" tanya Rani
"sangat serius" jawab Boy mantab"sudah tidak usah mikir yang macam-macam, sekarang kita sarapan dulu habis itu aku berangkat kekantor dan mengurus surat-surat pernikahan kita" kata Boy lalu menarik tangan Rani untuk memakan sarapan buatannya
"sebentar bang, aku pakai baju dulu" ucap Rani lalu mengambil pakaiannya yang sudah di kumpulkan dan di taruh diatas tempat tidur oleh Boy. sedangkan Boy mengambil handphonenya untuk mengecek pekerjaannya tadi malam, lalu mengirim pesan pada Nathan
"aku sudah menemukannya, wanita itu bernama Qinan putri bungsu tuan Qian dan nyonya Nindi pemilik perusahaan NQ yang saat ini sedang ingin mengajukan proyek kerjasama dan beberapa kali ikut dalam pertemuan pengusaha" tulis Boy
"bang" panggil Rani
"ya sayang" jawab Boy lalu meminta Rani duduk disebelahnya
"iya, abang dari kecil sudah ditinggal orang tua jadi abang sudah mandiri dari kecil" jawab Boy yang kaget karna tiba-tiba ponselnya berdering
"halo" ucap Boy
"ok" jawab Boy singkat lalu mematikan ponselnya
"siapa bang" tanya Rani
"Rey, dia meminta ku untuk mengurus berkas-berkas pernikahan hari ini jadi aku di ijin kan tidak masuk kerja" jawab Boy sambil terus melanjutkan makannya bersama Rani. selesai sarapan Rani mencuci piring mereka dan pamitan untuk membersihkan diri lalu ikut bersama Boy untuk mengurus berkas-berkas pernikahan mereka.
Boy dan Rani sudah berada di dalam perjalanan menuju tempat mengurus dokumen pernikahan. Boy mengendarai sendiri mobil yang telah ia beli hasil keringatnya sendiri, sebenarna orang tua Rey memberikan Boy dan Nathan kendaraan yang sama seperti Rey namun mereka jarang gunakan karna mereka berangkat kerja dengan 1 kendaraan.
"bang , boleh Rani tanya sesuatu" tanya Rani
"tentu, tanya apa" jawab Boy
__ADS_1
"Rani terkadang bingung dengan hubungan antara abang, bang Rey dan bang Nathan" tanyanya
"ooo itu, Nathan itu adalah anak orang kepercayaannya papa, Nathan di rawat oleh papa dari kecil saat orang tuanya meninggal, usianya baru 10th hingga sekarang" jawab Boy
"lalu kalau abang" tanya Rani
"apa kalau kamu mendengar cerita ku masih mau menikah dengan ku sayang" tanya Boy serius
"apa pun kondisi dan keadaan abang aku disini bersama abang" ucap Rani yakin
"baik lah, aku akan ceritakan semuanya. Aku adalah anak yang dibuang oleh orang tua ku saat usia ku masih 7th. malam itu ibu dan ayah mengajak ku ketaman saat pulang dari sana hari sudah menjelang malam dan aku pun tertidur di saat perjalanan pulang, namun dipertengahan perjalanan mereka menghentikan motornya dan menggendong ku menaruh di teras rumah, aku sempet tersadar namun ibu bilang sebentar bensin habis kita istirahat dulu disini ayah lagi membelinya. aku pun berbaring di lantai dan saat itu ku lihat ibu duduk di atas kepala ku, namun ternyata saat pagi menjelang aku membuka mata ibu dan ayah tidak ada lagi dan aku di tinggal sendiri disana. pemilik rumah itu adalah kepala preman dan sejak saat itu aku dijadikan mereka sebagai budak untuk mencari uang dengan mengamen atau apa pun, bila pulang aku tidak membawa uang maka mereka akan mencambuk dan tidak memberi ku makan. hingga usia ku 12th Rey menemukan ku pingsan di pinggir trotoar karna sudah 2hr aku tidak makan, Rey membawaku berobat dan memberikan ku makan serta meminta orang tuanya untuk mengadopsi ku hingga saat ini" cerita Boy
"apa kamu tahu dimana orang tua mu sekarang" tanya Rani
"ya, aku tahu, 1 bulan setelah keluarga Rey membawa ku pulang kesini mereka mencari tahu aku dan menemukan identitas ku yang sebenarnya, mereka memberitahu ku dan memberikan pilihan kepada ku untuk memilih kembali bersama mereka atau tetap disini mengejar cita-cita dan masa depan. aku pun memilih mengejar masa depan setelah tau penyebab aku di buang" kata Boy
"kenapa memang bang" tanya Rani
"mereka tidak membuang ku namun mereka menjual ku kepada kepala preman itu dan uangnya mereka gunakan untuk foya-foya dan tidak hanya itu mereka juga menjual rumah peninggalan nenek yang diatas namakan kepada ku untuk memenuhi kehidupan mereka" jawab Boy. Rani mengelus lembut bahu Boy memberikan kekuatan dan ketenangan untuknya.
"aku disini, dan tidak akan meninggal kan mu bang" ucap Rani
"terimakasih sayang" jawab Boy menggenggam tangan Rani lalu mengecupnya
"lalu mereka sekarang tinggal dimana bang" tanya Rani lagi
"di kota aa, mereka melarikan diri kesana karna takut dengan kepala preman yang meminta uangnya kembali, sedangkan uangnya sudah habis. ayah ku menjadi penxxxar naxxxba, sedangkan ibu menjadi wanita malam" jawab Boy
"apa kamu tidak jijik dengan ku sayang" tanya Boy sesaat setelah memberhentikan mobilnya di tempat parkir
"apa abang pernah tidur dengan wanita lain selain aku" tanya Rani
"tidak, aku tidak pernah sekali pun dekat dengan wanita apa lagi sampai menyentuhnya. baru kamu wanita yang membuat ku tertarik" jawab Boy
"asal abang tidak mempermainkan rasa sayang dan cinta ku pada abang aku akan selalu ada disamping abang, menggenggam tangan abang, berjalan bersama membangun rumah tangga bersama" ucap Rani di susul dengan pelukan erat dari Boy
__ADS_1
"terimakasih sayang, aku tidak bisa menjanjikan apa pun pada mu, namun aku pastikan kamu adalah satu-satunya wanita yang ku cinta dan yang boleh menyentuh ku" ucapnya yakin