
"sayang, wanita tadi yang dibicarakan Boy itu siapa" tanya Cleo penasaran
"aku sendiri tidak tahu sayang, tapi menurut info orang kepercayaan Nathan wanita itu anak salah satu kolega ku dan juga satu kampus dengan ku" jawab Rey
"oooo" ucap Cleo singkat
"kenapa sayang, cemburu ya" kata Rey memeluk Cleo dari belakang
"lalu kenapa kamu ingin mencari tau tentangnya" tanya Cleo
"Boy bilang dia menatap sinis kearah kita, mungkin ada sesuatu yang sedang di rencanakannya dan aku tidak ingin kecolongan apa lagi sampai membahayakan kalian bertiga" jawab Rey
"apa sebegitu menakutkan kak" tanya Cleo
"sayang, Bella kemarin juga mendekati aku kembali punya tujuan tertentu yang akan merugikan kita semua, untungnya Nathan dan Boy selalu sigap akan hal-hal seperti itu. Dan saat ini aku tidak akan lengah lagi, aku tidak ingin kehilangan kalian lagi untuk kedua kalinya" jawab Rey
"apa kami sepenting itu untuk mu kak" tanya Cleo
"Cleo sayang, kamu adalah nafas dan jantung ku dan anak-anak kita adalah denyut nadi ku. Aku tidak tahu apa jadinya kalau kalian pergi lagi dari hidup ku, saat kemarin kalian pergi semua terasa hancur, aku merasa menjadi laki-laki pecundang yang tidak bisa melindungi mu. Sampai detik ini aku masih takut membayangkan bagaimana menderitanya kamu hamil anak kembar sendirian tanpa siapa pun disisi mu, ribuan maaf ku ucap kan pun rasanya tidak mampu menebus semuanya" jelas Rey
"sayang, aku mohon tetap lah disini. Bila ada sesuatu yang kamu tidak suka dari aku tolong tegur aku sayang, jangan pergi meninggalkan ku. Aku hancur tanpa mu sayang" kata Rey memohon
"aku tidak akan pergi bila kamu bahagia bersama kami, namun kalau kamu menemukan kebahagiaan lain maka aku akan mengalah dan pergi" ucap Cleo
"kalian adalah kebahagian ku" jawab Rey
"ya sudah ayo kita tidur kak, besok kakak harus kerja" ucap Cleo
"tapi pengen" kata Rey yang sudah tidak bisa mengkondisikan tangannya lagi. Rey mulai menciumi Cleo dengan lembut, mengangkatnya menuju tempat tidur mereka, dengan lembut dan hati-hati Rey mulai memasuki Cleo yang tampak sudah siap dengan segala serangan yang akan di terimanya dari sang suami. Rey mulai bergerak perlahan semakin lama semakin cepat, suara ******* keduanya saling bersahutan memecahkan keheningan dimalam hari. Entah sudah berapa kali Rey memacu sang istri dengan liarnya seolah tak ingin berhenti, Cleo bagai candu untuk Rey, candu tang tak mampu di dapatkan dari wanita mana pun kecuali Cleo
"terimakasih sayang kamu terbaik, aku sayang dan cinta kamu" ucap Rey mengecup bibir dan dahi Cleo yang sudah mulai memejamkan mata seraya menyelimuti tubuh polos sang istri
"hhmmm, aku ngantuk kak" jawab Cleo yang sudah tak mampu lagi membuka matanya
"ya sayang, istirahat lah" ucap Rey dengan senyum mengembang di bibirnya, memperhatikan wajah lelah yang sedang terpejam di depannya.
__ADS_1
"terimakasih telah hadir dan bersedia tinggal untuk ku, terimakasih telah melahirkan anak-anak yang lucu diantara kita, terimakasih atas semua hal yang telah kamu berikan. aku akan selalu berusaha untuk terus membuat mu bahagia, I LOVE YOU My wife" gumam Rey dengan air mata menetes. ia masih merasa sangat bersalah kepada sang istri
pagi menjelang menyambut sinar mentari, Rey dan Cleo masih terlelap berpelukan dibalik selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Cleo terbangun karna merasa berat di bagian perut serta pahanya, dan saat terbangun Cleo mendapati tubuhnya di peluk oleh sang suami seperti guling.
"kak, bangun yuk sudah pagi" ucap Cleo
"cium dulu" pinta Rey
"iihh, pagi-pagi sudah mesum" jawab Cleo kesal
"kan mesum mesum sama istri sendiri sayang" ucap Rey
"emang kakak mau mesum sama siapa lagi" jawab Cleo
"mau sama kamu aja, tidak mau yang lain" jawab Rey lalu mengangkat tubuh Cleo keatas tubuhnya dan mulai menciumi sang istri dan memasukan kembali miliknya dengan posisi Cleo diatas. Rey meminta Cleo menggerakkan pinggulnya serta bergerak seirama dengan nya, Cleo benar-benar belajar dengan cepat. Pagi ini Rey mendapatkan service yang sangat memuaskan, tak hanya di kamar Rey juga memintanya kembali di kamar mandi dan membuat Cleo kesal
"sayang, jangan merenggut aku gemes liahat bibir mu itu" ucap Rey
"pinggang ku rasanya mau copot kak" jawab Cleo
"tapi suka kan" goda Rey
"ada-ada saja sih kamu ini sayang, aku tidak memaksa kok dan siapa yang dibawah umur" ucap Rey
"ya aku dong om" jawab Cleo menambah Rey tertawa dengan sebutan om untuk dirinya ditambah lagi Cleo berbicara dengan cara yang genit
"sejak kapan aku jadi om-om" tanya Rey
"sejak tadi" jawab Cleo langsung diserang oleh Rey yang menggelitik nya. Pagi itu Rey dan Cleo benar-benar mencurahkan rasa cinta mereka.
"ampun kak" pinta Cleo yang kelelahan lalu dipeluk oleh Rey penuh sayang
"kamu sekarang nakal ya berani godain suami" kata Rey dibalas senyum manis Cleo
"sayang" panggil Rey
__ADS_1
"hhmm" jawab Cleo
"nanti malam, ulang seperti yang tadi ya. kamu hot banget" ucap Rey sontak membuat Cleo malu dan menutup mukanya
"sudah ah kak, aku malu" jawab Cleo diikuti gelak tawa oleh Rey
"ayo sayang, kita sarapan dan lihat sikembar kita" ajak Rey yang menggandeng tangan Cleo
Di meja makan susah ada mama, papa, baby twins mereka Rev dan Clowy serta bibi. Cleo mengambilkan sarapan untuk sang suami dan menyuapi Rev serta Clowy
"pagi ma, pa, bi" sapa Rey dan Cleo bersamaan
"pagi nak" jawab papa, mama dan bibi
"pagi anak-anak mama" sapa Cleo pada kedua buah hatinya
"bi, biar Cleo yang suapi anak-anak. bibi sarapan saja dulu" ucap Cleo
"baik lah nak, ini makanan si kecil" kata bibi
"sayang, kamu juga harus makan" ucap Rey yang memberikan suapan untuk Cleo, mama dan papa sangat bahagia melihat kemesraan keduanya. Mereka sarapan dengan sesekali mengobrol dan bercanda gurau sedangkan si kecil mulai mengoceh bahasa bayi.
"selamat pagi semuanya" sapa Nathan dan Nabila
"pagi nak, ayo sarapan" ajak mama
"Nathan sudah sarapan ma" jawab Nathan sedangkan Nabila sudah asik dengan si kecil
"Rey, hari ini berikan Boy ijin untuk mengurus serat-surat pernikahannya karna kalau tidak dia pasti akan tetap kerja" ucap Nathan
"hhmm, kamu benar. ya sudah ku telpon dia" jawab Rey seraya mengambil ponselnya lalu menghubungi Boy
"Boy, hari ini tidak perlu masuk kerja urus saja berkas-berkas pernikahan mu dan Rani" ucap Rey lalu mematikan ponselnya dan bersiap untuk berangkat ke kantor bersama Nathan, setelah berpamitan keduanya pun berangkat menuju kantor menggunakan satu kendaraan seperti biasanya.
"Rey, Boy sudah meretas cctv dan ponsel wanita itu. dia memang benar anak bungsu dari tuan Qian dan nyonya Nindi yang bernama Qinan" ucap Nathan
__ADS_1
"ok, terimakasih kalian selalu sigap" jawab Rey
"sama-sama Rey, kita adalah keluarga" ucap Nathan dibalas senyum tulus dari Rey