
Cleo mengecup lembut bibir sang suami, ini adalah kali pertama Cleo berani melakukan hal seperti itu terhadap Rey.
"terimakasih kakak sudah mau terbuka dan jujur pada ku dan saat aku pergi aku tidak dalam keadaan marah, aku hanya ingin melihat kakak bahagia dengan orang yang kakak cintai. Kalau kecewa aku memang kecewa karna kakak tidak jujur kepada ku saat itu. tapi aku sadar siapa aku dan sangat tidak pantas seekor kucing mencintai seekor kuda yang gagah, maka saat aku melihat kakak dikantor aku berfikir kakak sudah bertemu dengan cinta kakak maka aku akan menyingkir dan menjauh" jelas Cleo, melihat dengan jelas air mata itu menetes dari pelupuk matanya
"aku tidak marah apa lagi benci pada kakak, hanya saja aku mencintai kakak dan aku takut akan semakin dalam dan sakit" terang Cleo lalu memeluk Rey dengan erat dan berbisik di telinganya
"I LOVE YOU My Husband" di akhiri dengan kecupan di bibir sang suami yang langsung ditahan oleh Rey. Rey menciumnya semakin dalam mencurahkan semua cinta yang ada, semakin lama semakin menuntut mereka untuk menghabiskan malam dengan penuh keringat. Rey melakukannya perlahan takut melukai istrinya yang baru saja siuman, Rey dengan sabar dan pasti memompa tubuh sang istri hingga lemas dan dirinya mencapai apa yang ingin digapainya.
"terimakasih sayang, maaf aku tidak bisa mengontrol tubuh ku bila berdekatan dengan mu. istirahat lah, aku akan memeluk mu. I LOVE YOU My Wife" ucap Rey seraya tersenyum lalu memeluk Cleo dengan erat. namun Rey tetap lah Rey ia kembali mencumbu sang istri dan menggagahi sang istri berkali-kali hingga menjelang pagi dan membuat Cleo kesal. Cleo membuka matanya saat dirasa pagi sudah merambah menggantikan sang malam, dilihatnya sekeliling, namun tak ditemukannya sang suami yang semalaman menempel pada dirinya. Cleo beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri, ia ingin sejenak berendam dengan air hangat agar pegal-pegal tubuhnya akibat kenakalan sang suami sedikit mereda. Setelah beberapa waktu Cleo pun selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, lalu berjalan menuju ruang ganti dan mulai berpakaian lalu sedikit merias wajahnya. Saat Cleo sedang menyisir rambutnya setelah dikeringkan tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar indah di perutnya.
"kenapa sudah bangun sayang, aku baru saja buatkan sarapan untuk mu" ucap Rey
"kakak kok tidak kerja, kakak buat sarapan apa, maaf ya aku kesiangan" jawan Cleo
"hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama mu, tadi aku buat roti panggang mozza dan ada juga buah dan susu, tetap lah disamping ku sebelum aku terbangun sayang" kata Rey dibalas dengan senyuman oleh Cleo yang sudah selesai merias dirinya.
"ayo kak, aku mau lihat baby twins, oia kak siapa nama anak-anak kita" tanya Cleo
"maaf sayang, aku tidak tahu harus memberi nama mereka apa" jawab Rey
"ya sudah nanti kita pikirkan lagi kak" ucap Cleo seraya melangkah menuju kamar anak-anaknya
"pagi menjelang siang anak-anak mama" sapa Cleo pada keduanya yang sedang diasuh oleh bibi
"apa mereka sudah mandi bi" tanya Cleo
__ADS_1
"sudah nak" jawab bibi
"nak, bibi mau pergi kepasar dulu untuk membeli isi dapur, mau bibi panggilkan mbak tidak untuk membantu mu nak, soalnya Nabila dan Rani mereka tadi ijin untuk mengantar bapaknya terapi" ucap bibi
"tidak usah bi, biar mereka dengan ku bi" jawab Cleo
"baiklah, bibi pergi dulu ya" pamit bibi
"hati-hati bi" jawab Cleo dan Rey bersamaan. Rey dan Cleo asik dengan kedua anak-anak mereka, berceloteh saling mencurahkan rasa sayang satu sama lainnya. Hingga kedua baby itu lelah dan memilih memejamkan matanya
"Rev Leondra dan Clowy Leondra" ucap Cleo saat keduanya sedang duduk di sofa kamar sambil menonton tv. Rey tak mengerti maksud Cleo hanya termenung
"kak gimana bagus tidak" tanya Cleo manja
"nama untuk baby twins kak" jawab Cleo
"siapa tadi namanya sayang" tanya Rey
"Rev Leondra dan Clowy Leondra, gimana kak" jawabnya
"bagus banget sayang, ya sudah munggu ini kita bikin acara ya untuk nama mereka" kata Rey
"terserah kakak saja" jawab Cleo
"Sayang kita jalan-jalan yuk" ajak Rey
__ADS_1
"kemana kak" tanya Cleo
"kamu mau kemana, kita kan belum pernah bulan madu sayang" jawab Rey
"iya sih belum bukan madu, tapi jatah juga tidak pernah absen melebihi bulan madu mungkin" ucap Cleo polos yang sontak membuat Rey tertawa terpingkal pingkal lalu menggelitik pinggang Cleo yang juga ikut terpingkal pingkal.
"kakak, ampun, sudah, capek kak" teriak Cleo
"istri kecil ku sekarang sudah pinter mengejek ya" jawab Rey memeluk sang istri erat. Cleo duduk dipangkuan sang suami merangkul leher Rey dengan manjanya dan dengan posesif Rey memeluk pinggang Cleo. tiba-tiba rey teringat akan sesuatu yang beberapa waktu lalu ia beli untuk sang istri
"sayang ikut aku sebentar, ucap Rey yang langsung membawa sang istri ke dalam ruangan kerjanya
"ada apa sih kak" tanya Cleo. Rey pun segera mengambil kotak hitam yang ia simpan di laci meja kantornya
"sayang, ini aku belikan untuk mu saat aku mengantar Nathan mencari perhiasan untuk pernikahannya" ucap Rey yang membuka kotak tersebut di depan Cleo
"cantik sekali kak, terimakasih" ucap Cleo dengan mata berkaca-kaca
"sayang, terimakasih telah memberi ku kesempatan. Terimakasih karna bersedia menjadi pendamping hidup ku dan ibu dari anak-anak ku. aku sangat menyayangi dan mencintai mu Cleo ku sayang" ucap Rey penuh cinta sambil memakaikan perhiasan itu kebagian bagian tubuh dari sang istri. Cleo menarik Rey untuk duduk di sofa lalu Cleo duduk diatas pangkuannya kemudian merangkul sang suami dengan lembut. perlahan Cleo mendekatkan diri dan mencium mesra bibir sang suami.
"terimakasih juga telah menerima wanita biasa seperti aku, aku mencinta mu lebih dari apa pun yang ada pada diri ku. kakak dan anak-anak adalah pelengkap dan penyemangat untuk hidup ku" kata Cleo
"maaf aku belum bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk kalian, namun ku akan berusaha untuk selalu belajar untuk kalian" ucap Cleo. Tey memeluk erat tubuh sang istri mengecup bibirnya dengan mesra
"Cleo sayang, bagi ku kamu adalah yang terbaik dan terhebat, tak peduli kamu berasal dari mana yang terpenting bagi ku kamu selalu ada di samping ku, mendampingi setiap langkah ku, menjadi penyejuk dikala aku sedang suntuk dalam pekerjaan, menjadi rumah untuk alasan ku pulang" kata Rey semakin mengeratkan pelukannya, keduanya sama-sama merasa beruntung dapat memiliki satu sama lain. merek juga berdoa agar kehidupan rumah tangga mereka di jauhi dari segala hal yang tidak baik. Amin
__ADS_1