Pelangi Senja

Pelangi Senja
Bab 23


__ADS_3

"halo sayang, aku baru mau keluar kantor, kemungkinan 45 menit sampai 1jam lagi aku baru sampai rumah, nanti sebelum masuk perumahan aku telephon lagi" ucap Nathan


"ok sayang, hati-hati dijalan" jawab Nabila


"mereka sudah akan pulang, kita bisa siapkan kuenya sekarang" ajak Nabila


"ayo kak" jawab Rani. bibi dan Nabila membawa kue beserta mejanya ke taman belakang, karna mereka akan menyusunnya di sana.


"Boy" panggil Nathan


"hhmm" jawabnya


"di rumah bibi, Nabila, Rani dan yang lain membuat acara kejutan untuk Rey" ucap Nathan


"wah seru nih" ucap Boy


"ayo kita pulang dan lihat reaksi Rey" ajak Nathan


"senang pastinya, tapi lebih senang lagi kalau Cleo siuman" ucap Boy

__ADS_1


"kamu benar Boy, sayang sekali Cleo belum siuman" jawab Nathan. Nabila memang tidak memberi tahu Nathan tentang Cleo yang sudah siuman. Rey, Nathan dan Boy sudah dalam perjalanan pulang. Boy terkadang melirik Rey yang duduk dibelakang, melihat keluar jendela dengan tatapan sendu. waktu sudah menunjukan jam 6 sore semua sudah bersiap ditempatnya masing-masing. bibi dan Rani menggendong baby twins, mereka menantikan kehadiran Rey untuk memberinya kejutan ulang tahun. Di tempat yang berbeda di balik dinding Cleo sudah bersiap dengan kue yang akan didorongnya sebagai kejutan. Nabila nanti akan membantunya mendorong meja kue tersebut.


saat terdengar suara mobil yang datang, mereka sudah bersiap. 1...2...3... SELAMAT ULANG TAHUN...


ucapan mereka serempak menggema di dalam ruangan saat sosok Rey muncul di ambang pintu. senyum manisnya mengembang, mengucapkan rasa terimakasihnya pada semua yang menyayanginya. tiba-tiba lampu mati dan hanya ada sedikit pencahayaan, Cleo di bantu Nabila mendorong kue menuju tempat tang telah di tentukan, setelah siap lampu kembali menyala, bersamaan dengan ucapan dari Cleo yang sudah berdiri di belakang Rey.


"selamat ulang tahun suami ku" ucapnya yang membuat Rey terkaku dan menoleh kebelakang, mendapati sang istri berdiri tegak dengan senyum manisnya


"Cleo, sayang, ini bener kamu" ucapnya meraba pipi mulus sang istri, lalu memeluknya erat mencurahkan semua cinta dan kerinduannya


"tiup lilinnya dulu yuk kak" ajak Cleo yang dituruti oleh Rey.


"Terimakasih semua atas doa dan kejutannya, terutama untuk istri ku tercinta, terimakasih telah berjuang dan kembali untuk ku dan anak-anak, ini adalah kado terindah yang pernah ku dapatkan seumur hidup ku" ucap Rey lalu memeluk erat Cleo dan mengecup lembut dahi sang istri


Akhirnya acara malam ini telah selesai, semua telah kembali ketempat masing-masing, baby twins telah tidur di kamarnya di temani oleh Cleo yang dengan telaten menimang mereka. Rey selesai membersihkan diri datang mendekat kearah Cleo lalu memeluknya dari belakang.


"apa mereka sudah tidur sayang" tanya Rey yang membuat Cleo sedikit kaget


"ya Allah kak, bikin kaget" ucap Cleo pelan

__ADS_1


"maaf sayang, maaf" kata Rey dengan mengelus bahu sang istri


"sini aku bantu menaruh mereka di box" ucap Rey


"terimakasih kak" jawab Cleo disambalas senyum manis dan kecupan mesra dari sang suami


"selamat bobo anak-anak mama, istirahat ya nyenyak ya sayang" Cleo mengecup dahi putra putrinya di ikuti oleh Rey. lalu tanpa basa basi Rey menggendong Cleo menuju kamar mereka.


"kak" teriak Cleo yang ia tahan karna takut si kembar terganggu.


"aku kangen kamu sayang" ucap Rey mencium bibir sang istri lembut


"Cleo sayang, maaf bila harus membuat mu menderita menanggung kehamilan tanpa aku. Ini semua benar-benar kebodohan ku, kamu boleh marah bahkan memukul ku tapi jangan tinggalkan aku lagi sayang. Aku tahu kamu mendengat percakapan ku dengan Nathan, saat itu aku belum sadar bila kamu adalah hal terpenting dalam hidup ku. Untuk masalah yang dikantor, aku tidak menciumnya sayang, dia yang mencium ku dan aku sudah berusaha menghindar" jelas Rey namun Cleo hanya terdiam


"sayang, aku akan jujur pada mu tentang masa lalu yang ku simpan dan yang mengetahuinya hanya lah Nathan. jauh sebelum aku bertemu dengan mu di resto saat itu, aku mempunyai penyakit langka yang susah di sembuhkan. alat vital ku tidak bisa bereaksi sekali pun perempuan yang tidak berpakaian ada di depan ku. begitu pula dengan wanita yang kemarin sayang lihat, dia adalah bella mantan pacar sekaligus cinta pertama ku. namun aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya, karna memang milik ku tak mau bangun hingga akhirnya aku memergoki bella sedang bercinta dengan seorang laki-laki dan aku pun mengakhirnya" cerita Rey panjang lebar tanpa respon apa pun dari Cleo. saat ini Cleo hanya ingin mendengarkan apa yang akan di ungkapkan oleh sang suami


"sebelum bertemu dengan mu, aku sedang menunggu seorang Dokter yang akan membantu ku melakukan terapi, namun siapa sangka pertemuan mendadak itu tiba-tiba membangkitkan hal yang selama ini membelengguku, Cleo Sayang, kamu adalah yang pertama membuat ku milik ku bangkit. saat itu aku merasa mungkin aku sudah sembuh, memang saat itu aku menikahi mu karna bentuk tanggung jawab dari hal besar yang telah ku renggut, namun semakin lama hati dan pikiran ku tak bisa berbohong bahwa aku sangat mencinta mu. setiap di kantor aku selalu rindu ingin pulang, sekali pun hanya bersandar di pelukan mu semua lelah ku terasa hilang. Sayang, saat kamu pergi dunia ku hancur, semua terasa gelap karna cahaya itu telah kamu bawa pergi. Ditambah lagi kamu pergi bersama anak-anak kita tanpa membawa kartu yang ku berikan" cerita Rey


"aku tau kamu pasti kecewa dengan suami mu ini, aku terima bila kamu memaki atau pun memukul ku, karna aku memang salah, tapi ku mohon jangan pergi dari ku lagi" kata Rey tertunduk lemas ia merasa Cleo pasti belum memaafkannya, karna dari tadi ia cerita tidak sama sekali dirasponnya.

__ADS_1


Cleo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, ia memegang wajah sang suami dengan kedua tangannya agar tidak tertunduk. Cleo menatap dalam mata sang suami yang dipenuhi air mata yang bersiap tumpah dari tempatnya, ia ingin mencari keyakinan yang dicarinya. Cleo melihat penyesalan dan ketulusan di dalam mata sang suami.


__ADS_2