
Ballroom yang disulap menjadi istana megah itu kini sudah dipenuhi tamu undangan. Lampu yang gemebyar membuat suasana ruangan semakin memukau. Acara demi acara yang disusun rapi sudah diumumkan seorang MC.
Lantunan lagu islami yang dibawakan musisi pria dengan merdu memanjakan telinga. Syakila dan Afif pun sudah dipertemukan di atas pelaminan setelah menjalani prosesi adat. Pancaran kebahagiaan menghiasi wajah kedua mempelai yang nampak anggun dan gagah dengan busananya.
Syakila mengenakan gaun pink mewah bertabur swarovski. Memiliki potongan ball gown lebar bak putri kerajaan. Begitu juga dengan Afif yang juga memakai jas dengan warna yang senada. Mereka bak ratu dan raja yang membuat semua mata terpana.
Jangan lupakan pengantin kedua. Pasangan yang menikah beberapa bulan yang lalu tak kalah menjadi pusat perhatian semua tamu. Pasangan yang sangat romantis itu mampu menghipnotis semua orang dengan penampilannya yang juga menyilaukan mata. Siapa lagi kalau bukan Devan dan Raisya yang saat ini berada di tengah tamu undangan.
Usai akad nikah Afif dan Syakila tidak saling bertemu. Keduanya sibuk dengan keluarga masing-masing, dan ini adalah pertemuan kedua setelah mereka sah menjadi suami istri.
"Apa kamu bahagia?" tanya Afif yang saat ini duduk di samping Syakila.
"Kenapa mas bertanya seperti itu?" Syakila balik tanya dengan berbisik, matanya terus menatap tamu yang sibuk mengambil gambarnya dari depan.
"Aku hanya ingin memastikan saja."
"Aku bahagia," jawab Syakila malu-malu.
Kursi panjang yang dihiasi berbagai bunga itu menjadi saksi bisu perbincangan sang mempelai sebelum mereka disibukkan dengan orang yang memberi ucapan selamat.
"Kakak, aku ingin ke kamar." Di sisi lain, Raisya nampak manja dan sesekali meringis, tubuhnya yang semakin gendut membuat dirinya tak nyaman jika harus duduk lama-lama. Bukan hanya itu, nyatanya gaun yang dipakainya itu pun membuat Raisya merasa terbebani dengan kemewahannya.
Devan meraih tangan Raisya dan menggandengnya ke arah sisi panggung.
"Kamu tunggu di sini!" Devan meninggalkan Raisya sejenak.
Tak berselang lama MC wanita bertepuk tangan dan memberi pengumuman kepada tamu untuk diam sejenak.
Sedangkan Devan sibuk dengan pemandu musik, saling beradu argumen yang sedikit menegangkan.
"Oke, terima kasih atas perhatiannya." MC itu tersenyum, matanya mengelilingi seluruh tamu yang lebih tenang.
"Saya ikut deg-degan dengan penampilan selanjutnya yang pastinya spesial. Seseorang yang akan menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul Bidadari Surgaku, dan lagu ini dikhususkan untuk semua wanita yang dicintainya, dari bunda, istri dan adik-adiknya."
Semua orang saling tanya, orang-orang penasaran dengan sosok yang akan tampil.
"Memangnya siapa yang mau tampil, kenapa menyebut bunda?" Syakila ikut bertanya-tanya.
Afif mengangkat kedua bahunya dan menatap sisi panggung yang sedikit jauh dari pelaminan.
"Pasti kalian tidak sabar. Sama, saya juga tidak sabar. Dari pada penasaran, lebih baik langsung saja kita lihat penampilan Devan Rahardjo bersama sang istri."
Suara tepuk tangan riuh itu terdengar dari balik panggung yang membuat Raisya merinding. Jantungnya berirama lebih cepat antara gerogi dan malu.
"Kak ___"
Devan mendaratkan jarinya di bibir Raisya dan menarik pinggangnya hingga tak ada jarak diantara keduanya.
"Malam ini tak hanya pesta untuk Syakila, tapi untuk kamu, wanita yang sudah sabar menemaniku selama ini, menerima kekuranganku dan sudah mau menjadi pelangiku."
Terpaksa Raisya mengangguk dan mengikuti langkah Devan.
Setelah Devan dan Raisya berada di atas panggung, tepuk tangan semakin meriah mengalahkan hadirnya artis papan atas.
Devan mengambil mikrofon dari MC dan menarik pergelangan tangan Raisya hingga ke depan. Bunda membulatkan matanya, terkejut dengan Devan dan Raisya yang sudah berdiri di atas panggung.
"Lagu ini saya persembahkan untuk bunda tercinta." Devan menatap bunda yang ada di samping Syakila.
"Istri yang saya cintai, dan adik-adik yang saya sayangi," imbuhnya.
Asyifa, Daffa dan Daffi ikut maju dan berada tepat di depan Devan dan Raisya.
__ADS_1
"Dan lagu ini perwakilan dari Ayah, saya dan juga si kembar."
Lagu dimulai
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Devan mengeratkan genggamannya, menyalurkan rasa cinta lewat sentuhan tangan, tatapan dan juga syair lagu yang dilantunkannya.
Kuinginkan dia
Yang punya setia
Yang mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada
Ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya.
Devan dan Raisya yang dari tadi bersejajar menatap ke arah depan, kini saling menghadap dan bertukar pandangan.
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Engkaulah
Bidadari Surgaku
Tanpa disadari, Raisya menitihkan air mata saat Devan menyentuh pipinya, ia tak menyangka akan mendapat kado yang spesial dari suaminya di malam resepsi sang mantan.
Tiada yang memahami
Segala kekuranganku
Kecuali kamu bidadariku
Maafkanlah aku
Dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Devan menangkupkan tangannya di depan Raisya memohon untuk menemaninya, dan akhirnya Raisya mengarahkan mikrofon ke arah bibirnya.
Raisya
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
__ADS_1
Dijadikan engkau suamiku
Akulah
Bidadari surgamu.
Devan merengkuh tubuh Raisya, tak peduli dengan suara jeritan yang semakin menggema memenuhi telinganya. Yang pastinya pelukan itu tanda segala-galanya yang tak pernah ia curahkan untuk Raisya.
Dan akhirnya keduanya melanjutkan lagu dengan serempak hingga finish.
Berdua
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau pasanganku
Engkaulah (akulah)
Bidadari surgaku (bidadari surgamu)
Bidadari surgaku (bidadari surgamu)
Bidadari surgaku (bidadari surgamu)
"Lagi lagi lagi lagi…." seru semua tamu yang berada di bawah panggung, tepatnya di depan Devan dan Raisya.
"Maaf, disini gratis jadi satu kali saja, kalau ada yang manggil untuk manggung saya siap, yang penting bayarannya."
Semua tertawa mendengar ocehan Devan yang absurd.
Meskipun suaranya datar, tapi semua tamu merasa terhibur dengan tampilan Devan yang pasti tidak akan terjadi untuk yang kedua kali.
"Itulah anak kamu, yah. Ada-ada saja, sudah fals, sok-sokan lagi" ujar bunda sambil geleng-geleng.
"Dia yang paling ayah kagumi, dulu ayah pernah menyia-nyiakan dia, tapi sekarang dia sudah menjadi dewasa dan bertanggung jawab. Ayah bangga padanya, dia sangat luar biasa."
Penderitaanmu dari dalam kandungan kini sudah berakhir dan berbuah manis. Di setiap waktu bunda selalu berdoa semoga kamu diberi kebahagiaan yang setara dengan apa yang pernah dilakukan ayah dulu.
Syakila beranjak dari duduknya di dampingi Afif, wanita yang sangat anggun dengan balutan gaun pengantinnya itu ikut naik ke atas panggung menghampiri Devan dan Raisya.
"Apa kamu suka dengan lagunya?" tanya Devan pada Syakila yang sudah berada di sisinya.
"Suka, terima kasih kak, karena di antara hadiah yang lain, lagu kakak yang paling spesial. Aku sayang, Kakak."
Syakila memeluk Devan dan Raisya bergantian, mengucapkan terima kasih berulang-ulang pada keduanya.
Bersambung
Untuk para readers yang mau datang ke acara resepsi Syakila dan Afif silakan datang, pesta masih berlangsung sampai nanti ya!
Yang mau follow akun Author juga silakan.
👉IG: Nadziroh2
👉fb: mualim alim
di akhir cerita akan ada give away bagi komentar dan peringkat teratas, ikuti terus
__ADS_1