
Cleo sedang mencoba untuk melemaskan otot-otot kakinya uang sudah lama tidak ia gunakan. perlahan-lahan Cleo berjalan dari kamarnya ke kamar baby twins. dilihatnya sikembar yang menggemaskan terlelap dalam mimpinya karna baru saja diberi susu oleh Nabila.
"anak-anak mama, maaf kan mama tidak bisa memberi kalian asi. Tapi kalian harus tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat ya. Maaf selama ini mama mengabaikan kalian, namun setelah ini mama akan mencurahkan semua waktu mama untuk kalian" ucap Cleo seraya mengelus pipi anak-anaknya.
"nak Cleo" sapa bibi
"bibi, maaf Cleo belum bisa bantu apa-apa" ucap Cleo
"tidak apa-apa nak, kamu kembali saja bibi sudah sangat bersyukur, bibi sedih melihat Rey menangis nak" kata bibi
"bi, terimakasih sudah merawat si kembar dan terimakasih untuk semuanya" ucap Cleo tulus
"Sama-Sama nak, oia nak Cleo apa ingin mandi biar bibi siapkan airnya" tanya bibi
"tidak usah bi, saya bisa sendiri, tapi saya minta handuk dan gosok gigi saja bi" pinta Cleo
"mari bibi tunjukan tempatnya" ajak bibi
"ini lemari pakaian nak Cleo, yang di sebelahnya itu nilik nak Rey dan ini perlengkapan seperti handuk, sabun, sikat gigi, pasta gigi dan lain-lain" jelas bibi
"bi ini baju-baju ku yang ada diapartemen" tanyanya
"iya, semua barang di apartemen sudah dipindahkan kesini nak, ini adalah rumah orang tuanya nak Rey yang otomatis akan menjadi milik Rey karna dia satu-satunya pewaris tunggal" jawab bibi. Cleo kemudian membersihkan diri dan bersiap-siap memberi kejutan pada sang suami, Nabila dan Rani sudah selesai dengan dekorasi dan sekarang mereka juga sedang bersiap. Nabila mencoba menghubungi Nathan agar ia mendapat informasi kepulangan mereka.
"halo sayang" ucap Nathan
__ADS_1
"sayang, sedang apa" tanya Nabila
"masih merapikan berkas sayang, kemungkinan lebih sore dari biasanya, kenapa sayang" tanya Nathan
"bibi dan yang lain termasuk aku ingin membuat sedikit kejutan untuk Rey, nanti kalau sudah ingin pulang kabarin aku ya sayang " pinta Nabila
"baik lah sayang ku" jawab Nathan. Telpon pun terputus, Nathan kembali bergelut dengan berkas-berkas yang menumpuk.
Cleo sedang mencari pakaian apa yang cocok untuknya, dan Cleo melihat salah satu dress yang dibelikan oleh Rey namun belum pernah dipakainya, lalu mengambil tasnya, mengeluarkan peralatan make up alakadarnya yang ia punya. Selesai berias dan bersiap Cleo berjalan menghampiri box baby twins. salah satu dari mereka sedang dimandikan oleh bibi sedangkan yang satunya baru saja menggerak-gerakan badannya tanda ia baru saja terjaga.
"halo anak mama, baru bangun ya" sapa Cleo lalu mengambilnya untuk di gendong, menciuminya penuh sayang.
"sudah selesai nak" tanya bibi yang baru saja keluar bersama baby boy
"nak Cleo mau memakaikan bajunya" tanya bibi
"anak-anak mama sudah wangi dan kenyang ya, sudah siap menyambut papa pulang ya sayang. Hari ini kita kasih kejutan untuk papa ya sayang, nanti bantu mama ya nak" ucap Cleo lalu mengecup pipi keduanya.
sedangkan di ruang tengah beberapa mbak dan Rani sedang menyelesaikan dekornya dan di ruang makan para mbak sudah siap menata berbagai jenis hidangan yang akan mereka santap nantinya.
"bagaimana, apa semuanya sudah selesai" tanya Nabila
"hampir selesai kak" jawab Rani
"baiklah, aku inggin melihat bagian dapur dulu" ucap Nabila
__ADS_1
"ok" jawab Rani singkat. Nabila berjalan menuju dapur dan mulai ikut menata makanan di atas piring lalu disiapkan dia atas meja makan. Nabila juga menata beberapa peralatan makan yang akan mereka gunakan.
"selesai juga akhirnya" ucap Nabila pelan
"sudah siap nak, nanti kuenya ditaruh dimana" taya bibi yang baru saja selesai mandi
"untuk meja makan sudah bi, tapi untuk kue masih bingung mau ditaruh dimana bi" ucap Nabilla
"kalau ditaruh di meja sorong ini bisa tidak, sebelumnya kita taruh dulu di atas piring kue yang tinggi seperti ini" kata bibi dengan membawa tempat kue yang kue yang di maksud
"wah, bagus itu bi. Nanti kita tatanya bila mereka sidah dalam perjalanan pulang" jelas Nabila
"ya sudah, sekarang kita keatas dulu saja" ajak Rani yang baru bergabung. mereka pun melangkah menaiki lift untuk menuju kamar Cleo dan baby twins.
"Cleo" panggil Nabila
"ya kak, apa semua sudah siap kak" tanya Cleo
"sudah, tinggal menata kuenya saja. Nanti kita tata saat Nathan mengabari ku bila sudah dijalan" jawab Nabila
"bibi, kak Nabila, Rani terimakasih banyak ya kalian sudah banyak membantu ku" ucap Cleo tulus
"kita ini keluarga nak, wajar bila saling membantu" jawab bibi
"gimana kalau kita tunggu mereka di taman belakang" ajak Rani
__ADS_1
"ya, kita bawa baby twins dengan trolinya agar tidak mereka bisa nyaman melihat pemandangan" jawab Nabila. Rani bergegas mengambil troli, bibi menyiapkan barang yang kira-kira nanti dibutuhkan agar tidak bolak balik, sedangkan Nabila dan Cleo memindahkan baby twins. mereka pun bergegas menuju taman belakang, Cleo yang baru saja tahu bahwa rumah ini begitu besar pun terpesona dengan penataan dan barang-barang yang begitu mewah. selama ini ia hanya tau bila suaminya seorang mahasiswa yang kebetulan bekerja dengan jabatan lumayan bagus, dia tidak berfikir bahwa suami yang menikahinya memiliki kekayaan tiada tara bahkan seorang CEO perusahaan ternama. rasanya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat hari ini, dirinya seorang gadis yatim piatu tiba-tiba harus menikah dengan orang yang tidak dikenalnya namun memporak porandakan hatinya dan laki-laki itu seorang pewaris tunggal kekayaan yang menggunung. Cleo menitikkan air mata, ia mengucapkan banyak syukur atas semua hal yang telah Allah berikan kepadanya, meski pun sebelumnya ia harus menderita dengan kehamilan yang harus ia jalani seorang diri, namun rasa syukurnya menutup semua luka tersebut. Kehadiran baby twins adalah salah satu anugrah yang tak ternilai harganya, begitu pun kehadiran sang suami. Waktu telah berganti, dering suara ponsel Nabila pun berbunyi.