Pelangi Senja

Pelangi Senja
kapelan


__ADS_3

Satu sekolah sudah tau keadaan dicky


Aretha ,dimas dan rosy hanya menjawab seperlunya jika ditanyai tentang dicky


Aretha sedikit tertekan karna banyak gadis gadis menyalahkannya, banyak dari mereka bilang ini semua ulah aretha,aretha menerimanya tapi kalau dirinya di cap pembawa sial ,bagi dicky ia merasa sangat marah


Siang ini di kantin


Aretha ,rosy dan dimas sedang berbincang rencana setelah pulang sekolah nanti


Sudah 3 hari dicky di rumah sakit dan belum juga sadar ,tapi berita dicky terus saja berlangsung seperti ada yang menyebarnya dan memojokkan aretha ,


Ditengah perbincangan tiba tiba aretha tersiram tumpahan jus pada seragamnya


Terlihat maureen terkikik melihat itu


"Ups.....sorry ,tadi kesandung meja jadi tumpah deh"ucap mureen meremehkan juga dayang dayangnya ,sisil berhenti tertawa ketika dimas menatapnya kesal


Sisil menyikut prily agar berhenti tertawa


"Nih tissu nya tha bersiin ,nanti bekasnya ngga bisa ilang "ucap dimas memberi kotak tissu kepada aretha, sisil menatap kesal dan meremas tangan prily


"Eh ...guys kita dicuekin "ucap mureen pada dayang nya


"Eh......kalau orang lagi ngomong tuh dengerin,punya kuping kan "ucap maureen menggebrak meja membuat seisi kantin memperhatikan mereka


"Maaf ..... kami ada urusan lain ,ngga ada waktu untuk anda"ucap aretha dan berdiri


"Eh .....jangan main pergi aja dong ,jelasin dulu gimana kejadiannya ,kenapa dicky bisa kecelakaan gitu pasti semua gara gara kamu kan "ucap mureen berteriak dan menggebrak meja


"Maaf aku ngga ada waktu buat urusin kamu "ucap aretha ,dan berlalu pergi disusul rosy yang sebelumnya menatap sekelilingnya dengan sebal


"Heh ....jangan main pergi aja jel......"


"Diam ....jika kau tak mau ber urusan dengan ku " dimas menatap mureen tajam


"Kenapa kau yang marah "tanya maureen


Dimas masih menatapnya tajam


Dan berbalik ,tapi kembali menatap maureen


"Jika kau ingin tau keadaan dicky ,maka jenguk dia ,jangan memojokkan aretha begitu"ucap dimas ketus dan segera menyusul aretha dan rosy


Se isi kantin langsung ribut membicarakan ini itu


* * *


Kelas sudah sepi semua nya sudah pulang ke rumah masing masing


"Ayo tha ,katanya mau jenguk dicky "ajak rosy


Aretha hanya menggeleng


"Kenapa sih ,ngga mau ketemu dicky ,mana tau dia udah sadar trus nyariin kamu gimana"ucap rosy


Dering ponsel terdengar nyaring di kelas sepi itu


Ternyata ponsel dimas ,ia menjauh untuk menerima panggilan


"Ayo tha "ajak rosy sekali lagi


"Nggak ,aku ngga akan deket deket dicky lagi,dia selalu bermasalah kalau bersama ku


Ingat kan .....waktu dihadang aldo ,memang dia ngga terluka tapi dia dalam masalah ,sekarang dia koma juga gara gara aku "ucap aretha lirih


"Dia kaya gitu cuma ngelindungi kamu ,juga kami sahabat sahabatnya "sahut rosy menepuk pundak aretha


"Tapi semuanya berhubungan dengan ku "aretha menghela nafas berat


"Yuk,dias udah nunggu tuh di depan ,katanya bawa mobil mama kamu "ucap dimas menatap aretha


"Iya yok tha ,kasian dias nunggu "ucap rosy dan menarik tangan aretha


Mereka menuju gerbang sekolah


"Dim ,sini bentar "ucap aretha ,dimas mendekat


"Makasih udah jadi sahabt aku ,udah ngelindungin aku ,makasih ,kamu ngga akan ngerasa aku jadi beban kamu kan "tanya aretha ,dimas terperanjat karna tiba tiba dipeluk aretha ,rosy hanya menatap mereka


"Ya ngga lah ,kita kan udah bersahabat lama " ucap dimas


"Dimas aja nih yang dipeluk ,aku nggak"sahut rosy


"Eh lupa sini sini "ucap aretha dan menarik rosy ke pelukannya


Dimas tersenyum


"Eh udah ,nanti dias marah marah loh "ucap rosy dan mereka langsung menuju mobil yang sudah terparkir didepan gerbang


"Lama banget sih ,emang dari mana aja "omel dias menurunkan kaca mobil


"Tuh kan bener ngomel ngomel "bisik rosy aretha dan dimas terkekeh

__ADS_1


"Buru ...."tegas dias


Ketiga nya langsung masuk mobil ,aretha didepan ,rosy dan dimas dibelakang


"Langsung ke RS nih ,masa pake seragam sih "tanya rosy


"Iya langsung ke RS,tapi ganti dulu nih "ucap dias memberikan paperbag ke masing masing


"Apaan nih"tanya dimas dan membuka paperbag nya


"Buat apaan ,loh kok sama .....loh ....."rosy memandangi jaket hoodie berwarna putih biru yang di pegang aretha dan dimas ,mereka baru sadar kalau dias sudah memakai nya


"Buat apa kapelan banyak gini "tanya dimas


"Aku udah pesen 5 buat kita kita ,sekarang dipake ya "ucap dias


"Masa disini sih "bisik rosy pada dias ,dias menepuk keningnya


"Ya ngga disini juga kali "ucap dias terkekeh ,dimas masih memperhatikan jaketnya


"Ada apa dim "tanya aretha


"Gini .. gini .. kalo aku pake ini dan jalan bareng kalian ,orang orang bakal ngira aku jalan sama pacar pertama ,kedua sama ketiga .....kan jadi gimana gitu "ucap dimas menunjuk para gadis gadis di hadapannya


"Dimas.....!!!"pekik mereka bersamaan


"Apa sih ,kan iya ,secara aku ini tampan ,ya ngga ros"tanya dimas menyikut rosy


"Bodo amat"rosy memalingkan wajahnya


"Terserah lo aja ,kan nanti ada dicky juga yang pake "sahut dias dan langsung menjalankan mobil menuju rumah sakit tempat dicky dirawat


 


\*


 


"Kalian turun dulu ganti itu bawahannya juga udah aku beliin liat aja ,aku mau parkir dulu ,tas nya tinggal sini aja "ucap dias


"Lah gimana mau ditinggal nanti taruh mana nih seragam "tanya rosy


"Ya masuk in lagi dalam itu "jawab dias menunjuk paperbag


Rosy dan dimas mengangguk dan segera turun


"Tha ,ngga ikut turun "tanya dias menatap aretha yang ragu ragu untuk keluar


Rossy mengetuk kaca disamping aretha ,aretha menurunkannya


"Ros ,duluan aja ,aku mau ngomong dulu sama aretha "jelas dias


"Yah ,masa aku sendiri nanti kalau ke ruangan nya dicky berduaan sama dimas gimana ,nanti dikira pacaran lagi "rengek rosy, dimas masih berdiri tak jauh dari mobil


"Gak papa kan ,kalian cocok kok ,masa kamu ngga suka sama dimas sih ,lumayan loh dia ,cakep "goda dias yang membuat wajah rosy merah padam dan langsung berbalik ,dias cekikikan melihat tingkah rosy yang menghindari dimas saat ia melewatinya


Aretha hanya tersenyum


"Yuk cari tempat parkir"dias langsung menuju tempat parkir roda 4


* * *


"Sekarang ceritakan apa masalah mu"tanya dias saat mematikan mesin


"Aku ngga mau ketemu dicky lagi"ucap aretha lirih


"Kenapa "


"Mungkin isu di sekolah benar ,dicky selalu bermasalah ketika bersama ku "


"Kenapa kamu percaya pada isu murahan itu"tanya dias memandang aretha


"Waktu aku melabrak aldo ,dia datang membela,agar aldo tak bersikap kasar ,tapi setelah itu aku marah padanya ,ia sudah berusaha meminta maaf tapi aku masih tak memaafkannya ,kedua saat aldo menghadang kita ,dia juga yang terkena masalah ,sekarang dia koma juga gara gara aku "jelas aretha ,ia mulai terisak


"Apa kamu tau ,kamu itu belum bisa mengenalnya lebih baik "sahut dias dan tersenyum


"Maksudmu "


"Yah .....gimana ya ,begini saja ,apa kamu sadar ,semua yang dicky lakukan itu untuk apa ?,lebih tepatnya siapa"tanya dias ,aretha terlihat bingung


"Aku rasa untuk membela sahabatnya ....atau ....ah Aku bingung "aretha menggaruk kepalanya


"Yah.........cepat atau lambat kamu akan tau sendiri "ucap dias dan keluar dari mobil ,aretha menyusul


Dias mengunci mobil


"Dias ...!!jangan Buat aku penasaran ,apa maksudmu tadi"tanya aretha mendekat ke arah dias


"Tidak ada maksud apa apa "dias cekikikan dan berlari meninggalkan aretha ,aretha manyusulnya dan mencengkeram lengan dias


"Jelaskan dulu ,apa yang tadi kau bicarakan "tanya aretha


"Ngga perlu dijelaskan ,nanti kamu juga tau ,sekarang ganti yok "dias mendorong aretha menuju toilet ,aretha masih mengoceh menanyakan apa maksud dias tadi

__ADS_1


 


\*


 


"Lama banget ,dari mana aja "omel rosy saat melihat dias dan aretha datang


"Dari toilet ,ngga dari mana mana "sahut dias ,dias menatap dimas dan rosy bergantian


"Wah....cocok ya "ucap dias


"Apanya yang cocok ,ngga usah ikut ikutan ibu ibu tadi ya "ketus rosy


"Emang tadi kenapa"tanya aretha pada dimas


"Tadi kita kan lewat depan ibu ibu ,rosy jalannya didepan ,aku di belakang ,eh ibunya ngomong ,'lagi berantem ya mas ,ngga baik berantem lama lama ,kalian itu serasi tau cocok ,jadi pertahanan aja hubungannya sampai jenjang pernikahan 'gitu"jawab dimas menirukan nada bicara ibu tadi


Aretha terkekeh ,dias juga terkekeh


"Kenapa ngga di deketin aja sih ,kalian itu cocok loh dalam semua hal "ucap aretha menyikut dimas


"Lagi usaha "gumam dimas lirih


"Hah. ....ngomong Apa "tanya aretha


"Eh ngga kok "jawab dimas cepat


"Nih siapa dulu yang masuk berdua aja dulu nanti ganti an "tanya dias


"Aku aja duluan di sama kamu ,aku nanti mau pulang duluan ,gak papa ya ,aku....aku .. mau belajar ngga lama lagi kan penilaian semester "ucap rosy


"Loh bukannya masih 2minggu lagi "sahut aretha


"Ya biar lebih mantap aja gitu ,udah ah ...aku masuk dulu .."rosy sudah masuk Ke ruangan menuju tempat dicky


"Bilang aja malu ,kapelan sama dimas ,dasar malu tapi mau juga"gumam das dan menyusul rosy


"Yah kita ditinggal berdua dim"ucap aretha dan duduk di kursi tunggu


Dimas ikut duduk disebelah aretha dan melihat sekelilingnya


"Dim ...ini gips kapan dibukanya "tanya aretha


"Sabtu besok dibuka ,katanya udah mendingan "ucap dimas melihat tangannya


"Maafin aku ya "ucap aretha


"Ngga papa ,ini juga karna aku lakukan buat bela sagan sahabat aku ,ini baru pengorbanan kecil"ucap dimas dengan nada tenang


Mereka berdua berbincang ini itu dan saling bercanda


 


\*


 


Dias dan rosy keluar dari ruangan


"Tha, kamu masuk dulu ,aku ngga jadi masuk,baru ingat ada perlu"bisik dimas


"Halah bilang aja mau deketin rosy "ucap aretha menggoda


"He eh kenapa gitu ,ngga percaya ,bentar aku telpon dulu"dimas mengeluarkan ponselnya


"Eh ngga kok ,ya udah kamu pulang sama siapa "tanya aretha


"Tha, aku nganterin rosy dulu ya kamu sama dimas masuk dulu"pinta dias


"Eh aku ngga masuk ,mau pulang baru ingat ada perlu"ucap dimas


"Ya udah ,yuk aku anterin"ajak dias dan menuju luar rumah sakit


"Huh......kamu ngapain sih ngikutin aku pulang "ketus rosy


"Ge er banget sih ,liat nanti aku turun dimana "ucap dimas dan berlalu pergi


Rosy menggeram dan menghentak kakan kakinya dan menyusul dias


Aretha berjalan menuju pintu masuk ruangan ,ia masuk dengan ragu


ia duduk disamping ranjang dicky


ditatapnya wajah dicky yang tenang


"dicky maafin aku,ini semua salah aku"ucap aretha lirih


///makasih buat yang udah baca semoga suka ya


jangan lupa like bab nya ...vote nya ....kalau bisa kasih koin hehehe....


komentar positifnya juga ditunggu ya ..

__ADS_1


😇///


__ADS_2