Pelangi Senja

Pelangi Senja
Bab 21


__ADS_3

kicau burung bersahutan, mentari pun telah mengintip dibalik jendela meminta penghuni bumi untuk segera beranjak dari tempat tidur dan melakukan aktifitas hariannya. Cleo sudah berpura-pura untuk menutup matanya, menantikan cerita panjang pagi hari dari sang suami, Rey yang terganggu dengan sorot sinar matahari pagi yang masuk melalui celah-celah korden membuatnya harus membuka mata, dilihatnya sang istri yang ada disampingnya lalu mengecup bibirnya sekilas. lalu beranjak kekamar mandi untuk mengambil air hangat di baskom untuk mengelap tubuh sang istri dan tidak hanya itu ia juga menyiapkan pakaian untuk Cleo ganti.


"pagi sayang, kita ber lap dulu ya biar tambah cantik istri ku" sapa Rey, sambil membuka satu persatu pakaian Cleo. sedangkan Cleo rasanya ingin teriak karna malu, namun takut rencana yang telah dirancangnya ketahuan. akhirnya Cleo pun pasrah, lagian dia pikir suaminya pasti sudah melakukan ini semenjak ia tak sadarkan diri.


"sayang habis ini aku ijin pergi kekantor ya, ada sedikit masalah yang harus segera diselesaikan. bila sudah selesai aku pasti langsung pulang, nah sekarang istriku sudah semakin cantik dan wangi sebentar lagi Nabila akan memeriksa mu. Aku mandi dulu ya cantik" ucap Rey lalu beranjak pergi kekamar mandi dan bersiap. setelah semuanya siap Rey membuka pintu kamarnya dan jendela-jendela agar sinar matahari masuk menyinari kamarnya.


"Rey" panggil nathan


"hhmm, sebentar aku pakai sepatu dulu" jawab Rey tanpa menatap Nathan


"selamat ulang tahun brother, semua doa terbaik untuk mu" ucap Nathan lalu memeluk Rey yang telah siap bersepatu


"Terimakasih banyak bro" jawab Rey


"selamat ulang tahun Rey" ucap Nabila yang baru saja masuk bersamaan dengan Rani


"selamat ulang tahun bang" kata Rani


"hei Brother, selamat ulang tahun, doa ku selalu yang terbaik untuk mu" Boy yang baru saja datang lalu menyerobot memeluknya


"terimakasih semua, terimakasih kalian selalu ada disaat-saat terpuruk ku" jawab Rey sendu


"ayo lah Rey, ini hari jadi mu, jangan sedih ya. kami akan selalu ada di samping mu apa pun kondisi mu, sama seperti yang kamu lakukan untuk kami. kehidupan kami" jawab Nathan


"kehidupan kami bisa seperti ini karna mu dan kami hanya bisa membalasnya dengan ini" kata Boy


"berkat abang, bapak kami mendapat pengobatan yang bagus" ucap Rani


"berkat kamu juga kami tidak harus berjauhan ,Rey" sambung Nabila merangkul adiknya Rani. Rey tidak menjawab apa pun hanya tersenyum tulus.


"nak, selamat ulang tahun. semoga kebahagian selalu mengiringi kehidupan mu. jangan pernah merasa sendiri ya nak, karna kami selalu ada untuk mu" ucap bibi memeluk erat tubuh anak yang dulu selalu digendongnya. hari terus berlalu semua pekerja dirumah itu mengucapkan. selamat ulang tahun untuknya, kebaikan Rey membuat mereka semua menyayangi Rey dan rela membela serta berkorban demi nya. Rey, Nathan dan Boy sudah meninggalkan rumah. sedangkan bibi dan Rani menggendong baby twins dan berdiri di dekat Cleo yang sedang diperiksa oleh Nabila. Perlahan mata Cleo terbuka dan Rani yang melihatnya pun sontak berteriak.


"kak, kakak Cleo sudah siuman" ucap Rani yang sontak membuat kaget bibi dan Nabila

__ADS_1


"nak, apa ada yang sakit" tanya bibi disambut gelengan kepala dari Cleo


"aku akan mengabari Nathan" ucap Nabila namun di cegah oleh Cleo


"tidak usah, aku sebenarnya sudah siuman dari tadi malam saat kak Rey tertidur dan aku pura-pura belum siuman karna ingin memberinya kejutan setelah ia pulang kerja nanti. Apa ada yang bisa membantu ku" tanya Cleo


"ya ampun Cleo, kamu tahu ga suami mu itu kangen banget sama kamu" ucap Nabila dan Cleo hanya membalas dengan senyuman


"apa yang bisa bibi bantu nak" tanya bibi


"maaf saya belum mengenal kalian" tanya Cleo


"oia, saya bi Sulis, ini nak Nabila dokter juga istri dari Nathan, dan yang ini Rani perawat juga adik Nabila" jelas bibi


"terimakasih semua, maaf bila selama beberapa bulan ini saya merepotkan kalian" ucap Cleo


"kak, tidak usah bicara seperti itu, tidak ada orang yang ingin sakit bukan" ucap Rani


"apa ini anak-anak ku" kata Cleo sendu


"boleh aku menggendongnya" pinta Cleo yang mencoba duduk dan dibantu oleh Nabila


"apa kamu sudah kuat nak" tanya bibi


"insyaallah kuat bi" jawab Cleo dengan senyum manisnya lalu Nabila mengajari Cleo menggendong bayi kembar


"kamu punya rencana apa nak, biar bibi minta mbak dibelakang menyiapkannya" tanya bibi


"sebenarnya saya ingi membuat sedikit perayaan untuk kak Rey bi, tapi kira-kira waktunya cukup tidak ya bi" ucap Cleo


"kalau hanya makanan sederhana dengan bahan yang ada sih sepertinya bisa nak" jawab bibi


"abang kira-kira pulang jam berapa kak" tanya Rani pada Nabila

__ADS_1


"sepertinya agak sore, karna tadi dia bilang akan meninjau lokasi ada 2lokasi yang harus mereka lihat dan kekantor polisi untuk menyerahkan bukti-bukti mereka yang telah korupsi di kantor" jawabnya


"nah berarti waktunya bisa tambah panjang tu kak" kata Rani


"apa ada yang bisa membelikan kue ulang tahun dan sedikit hiasan ulang tahun" kata Cleo


"bi, apa bibi bisa jaga mereka sebentar, biar saya saja yang keluar beli kue dan pernak perniknya" ucap Rani


"ya, lebih baik memang kamu dek, kamu kan pinter menghias" ucap Nabila


"bi, apa ada yang melihat tas ku" tanya Cleo


"ada di dalam lemari nak" jawab bibi


"bi apa bisa tolong ambilkan dompet besar hitam didalam tas itu bi" pinta Cleo yang lalu diambilkan oleh bibi dan di serahkan kepadanya


"terimakasih bi, Rani bawalah uang ini untuk membeli kue dan perlengkapan lainnya, terimakasih banyak atas bantuannya" ucap Cleo


"ok kak, ya sudah aku jalan dulu ya" pamit Rani


"minta antar pak Joko saja Rani, ayo bibi antar biar bibi yang bilang ke pak Joko, sekalian bibi juga mau minta mbak-mbak di bawah untuk memasakkan beberapa menu kesukaan nak Rey" ucap bibi yang bergegas keluar bersama dengan Rani. saat ini hanya tinggal Nabila dan Cleo yang masih betah menggendong baby twins.


"Cleo, sebaiknya si kembar ditaruh di boxnya" ucap Nabila yang di iyakan oleh Cleo. Nabila pun perlahan mengambil baby twins dengan hati-hati lalu meletakkannya di dalam box, setelah itu Nabila mengecek kondisi Cleo.


"kondisi mu sudah stabil Cleo, kita habiskan infus ini, bila sudah habis baru aku lepas jarum infusnya, sekarang aku lepas kateternya terlebih dulu ya" kata Nabila


"iya kak" jawab cleo. Setelah kateter dilepas Nabila duduk disamping Cleo


"kak sejak kapan, kakak dan kak Nathan berhubungan, kok aku tidak pernah tahu ya" tanya Cleo


"sebenarnya kita pacaran dari sama-sama kuliah, kami satu kampus namun beda jurusan, tapi keluarga ku menentangnya karna orang tua ku mementingkan status sosial dan akhirnya kami pun memutuskan untuk jalan masing-masing, hingga akhirnya keluarga ku bangkrut saat aku baru saja mendapat gelar dokter spesialis, aku harus cari uang untuk melunasi hutang orang tua ku dan membiayai kuliah Rani. Dan kemarin saat aku membantu mu melahirkan tiba-tiba bertemu dengannya lagi, ternyata kami berdua sama-sama belum bisa saling melupakan dan saat memindahkan mu kesini dia meminta ku menikah dengan nya" cerita Nabila


"wah, kisah kaka kaya romeo dan juliet" jawab Cleo di barengi dengan senyum merekah dari Nabila.

__ADS_1


"aku lepas dulu infusnya, setelah itu kamu bisa mencoba berdiri dan berjalan pelan-pelan" ucap Nabila


"baik lah kak" jawab Cleo


__ADS_2