Pelangi Senja

Pelangi Senja
dendam aldo


__ADS_3

hari ini adalah hari kedua dia di rumah aretha,selama di rumah aretha dias selalu berusaha agar aretha mau berbaikan dengan dicky


"tha ,baikan aja sih napa sama dicky apa susah nya ,kan menurut cerita kamu,kayanya itu dicky bermaksud melindungi kamu ,bukan menganggap kamu lemah"kata dias dia duduk disebelah aretha yang sedang memainkan ponsel


"ya suka suka aku lah ,emang kenapa sih ribut banget suruh aku baikan "kata aretha ketus dia mematikan ponselnya


"ya biar aku bisa deket sama dia gitu,mana tau bisa dapet nomornya,hehehe"kata dias cengengesan


"minta aja sendiri "kata aretha


dias terlihat cemberut


"malu lah ,masa nanya langsung"kata dias menyikut aretha


"pake strategi kemarin kek "kata aretha


"owh okh,kalau aku berhasil traktir ya"kata dias


"traktir mulu, kamu mau bikin aku misqueen"kata aretha dia mengambil sepatu kets nya dan mengenakannya


"mau kemana"kata dias


"toko buku "


"sama siapa"


"dimas"


"berdua aja"


"iya ,soalnya rosy bilang ngga mau ikut lagi males katanya"


"aku ikut boleh"


"ya ayok cepet"


mereka berdua pun berangkat


"ketemuan dimana"


"perempatan depan gang"


tak lama mereka sampai dan melihat dimas sudah disana


"hai,lama ya"kata aretha ,dimas melihat dias


"owh ini dias sepupu ku"kata aretha memperkenalkan dias


"oh salken ,dimas"kata dimas menjulurkan tangan,dias menjabat tangannya dan menyebut namanya


"ya udah yuk"kata dias


mereka pun berangkat menggunakan angkutan,tadinya dimas mau bawa motor tapi dilarang oleh aretha dan ternyata ada alasannya


mereka pun sampai ,mereka masuk dan memilih buku yang akan dibeli,aretha memilih untuk disewa




mereka keluar dari toko itu


dimas membeli buku panduan gitar ,aretha menyewa beberapa komik


sedangkan dias menyewa novel romantis



"kafe dulu yuk aku yang traktir"kata dias


dimas dan aretha berkata "oke"dan mereka menuju kafe yang tak jauh dari toko



"kok kayaknya nih jalan sepi banget ya"kata aretha



"iya ya,mungkin lagi pada ngebo samua"kata dimas


dias hanya diam



tiba tiba mereka dihadang oleh 6 orang yang mungkin sepantaran dengan mereka



"ada apa ini"kata dias



"akhirnya kau kutemukan aretha"kata seseorang yang paling depan



"aldo "kata dimas dan aretha bersamaan ,dias bingung dengan apa yang terjadi



"setelah aku selidiki kamu itu bukan pacarnya dicky jadi aku akan membalas atas perbuatan mu karna kau telah melakukan kesalahan yang sangat besar"kata aldo menatap aretha tajam,dimas langsung berdiri didepan aretha ,dan dias dibelakang aretha,walaupun mereka bertiga bisa karate tapi mereka kalah jumlah



"owh ada pahlawan ,semoga kamu kuat untuk melindungi mereka"kata aldo dan memberi kode untuk menyerang



dimas bersiap tapi dia langsung diserang dengan pukulan besi di lengan kiri nya membuatnya sedikit terkejut aretha dan dias mulai bersiap dimas bertarung melawan 3 orang sekaligus sementara aldo dan 2temannya hanya tertawa melihat dimas di kunci dari belakang dan dipukuli beberapa kali hingga tepian bibirnya mengeluarkan cairan merah begitu juga dari hidungnya



dimas sudah lemas dia di lempar ketepi jalan dan menghantam tembok



sekarang 3orang itu berjalan mendekat ke arah aretha dan dias dias langsung emosi melihat dimas diperlakukan begitu dia langsung maju dan menyerang orang terdepan dengan sekali tendangan diwajahnya dan langsung mengeluarkan cairan merah dari mulutnya



"berani juga kau ya "kata aldo

__ADS_1



aldo memberi kode lagi yang menunjuk aretha kemudian menunjuk dirinya semua rekannya mengangguk



dias diserang oleh 2orang tak lama dias pun lemas karna di kunci dan dipukuli dibagian wajah nya banyak bekas pada wajahnya



sekarang tinggal aretha sendiri ,aldo mendekatinya



"sekarang siapa yang akan melindungimu hah"kata aldo sedikit berteriak


aretha bersiap untuk melayangkan tinju pada aldo tapi aldo lebih cepat meninju bawah dada aretha yang seketika membuatnya sulit bernafas


aldo menamparnya dengan kuat kemudian memukul pelipis kiri aretha dengan keras ,aretha masih sulit bernafas melihat itu aldo menyeringai ia memukuli aretha dengan batang besi yang membuat aretha terlempar dan menghantam sesuatu bukan tembok melainkan sebuah pelukan


dia menoleh kebelakang dan melihat dicky menatap dengan tajam



"k\-kena\-pa kau a\-da di\-sini "tanya aretha tersengal sengal ,dicky menoleh kearah dimas yang menatapnya dengan lemas ,melihat dias yang mengeluarkan banyak cairan dari mulutnya dan beberapa lebam di lengan dan wajahnya lalu dia melihat aretha ,pelipis aretha mengeluarkan cairan merah dengan deras dan dicky menghapusnya dengan tangannya



"kau diam saja disini "kata dicky dan mendudukan aretha di dekat tembok dan disandarkan


dicky menatap tajam kearah aldo ,dia sangat marah emosi nya sudah berada di puncak



"owh kau ,apakah kau akan menghajarku lagi seperti saat itu ,tapi sayang nya saat ini bukan masanya untukmu menang "kata aldo ,dicky terus mendekat dengan tatapan membunuh



terlihat dari belakang ada 2orang yang bersiap untuk mengunci dan mengayunkan besi tapi dias berteriak dan membuat dicky bisa menangkis dan berbalik meninju keduanya dengan sekali pukul tepat diwajahnya keduanya ambruk


dicky kembali menatap aldo ,ia mengambil besi yang berada ditangan rekan aldo dia mendekat tapi dihadang oleh 2orang lagi dicky mengangkat besi itu seketika 2orang itu kabur entah kemana ,sekarang tinggal aldo dan 1temannya


dicky terus saja maju ,aldo terus saja mundur dan mendorong temannya untuk maju tapi dicky telah menatapnya dengan tajam dan menampar wajah teman aldo tersebut dan berkata



"pergi sebelum kau kubunuh"kata dicky dan menatapnya tajam


kemudian temanya itu segera berlari



sekarang tinggal aldo sendiri



dicky terus mendekat dan mengangkat besi itu aldo tersudut dia tak bisa mundur lagi karna ada tembok dibelakangnya


dicky mencekik aldo dengan besi di leher aldo dan dicky menekan nya nya terlihat dari hidung aldo mengeluarkan cairan merah segar dia sulit bernafas



"dicky hentikan"teriak dimas



"dicky ,jangan kau bisa membunuhnya"kata dias


dicky tak peduli dia terus melakukan aksinya



"ini balasan bagi orang yang telah melukai sahabat ku terutama aretha"kata nya dan semakin menekan besi itu



tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang ,dicky terlihat terkejut



"hentikan kau bisa membunuhnya"kata aretha ,aretha memeluk dicky dari belakang dengan gaya mengunci \(memeluk dari belakng posisi tangan ke atas  atau bahu\)



dicky melihat aldo dan melepaskan besi itu aldo langsung terkulai lemas



disana sudah ada dimas dan dias



"kita harus kerumah sakit "kata dicky dan segera menelpon ambulans



                       \*       \*        \*



saat ini mereka di rumah sakit ,aretha kepalanya diperban ,kata dokter dia hampir mengalami geger otak  tapi untung saja saat dia dipukul menggunakan besi dia tidak menghantam tembok .


sementara dimas lengannya patah dan harus di gips ,dias hanya lebam yang bisa di kompres dan tak lama akan sembuh



dicky terus saja meminta maaf pada aretha,aretha hanya diam di atas ranjang pasien



"maaf in aku aku ngga ikut kalian karna aku ngga tau ,harusnya aku bertanya kau akan kemana "kata dicky



"sudah lah lagipula ini sudah terjadi"kata dias



"aku mau mengajak mu tapi dilarang aretha,mungkin dia masih marah ,tapi tadi dia memeluk mu mungkin sudah tak marah"kata dimas berbisik


dicky melihat aretha ,aretha memalingkan wajah

__ADS_1



"tha ,sekarang kamu masih marah "kata dicky dimas menepuk jidat



"nih anak ngga bisa cari suasana yang pas"kata dimas dalam hati



"kalau iya kenapa"kata aretha pura pura cuek dia tak sanggup melihat wajah dicky yang kecewa



"ya sudah lah" ,kata dicky mengambil tali plastik dari tas nya dan menggantungnya di tiang infus



"mau ngapain "kata aretha ,dias sudah tertawa dimas menahan tawanya



"bunuh diri"kata dicky ,wajahnya masih kecewa



"owh ya dah silahkan ,oh iya sebagai sahabat yang baik, aku pesankan peti mati dulu bentar"kata aretha mengambil ponselnya dan berlagak menelpon seseorang 



"emm  halo ,ah pak saya pesan peti mati satu,pokoknya yang bagus ya,owh untuk pengantaran nanti saya kabari "kata aretha berlagak  dia meletakkan ponselnya,dia tak tahan melihat wajah dicky yang kaget karna ia baru saja dia pesankan peti mati



sekarang giliran dias yang mengerjainya



"halo,saya mau pesan bunga ,ya untuk melayat,cukup 4 keranjang"kata dias dia juga mati matian menahan tawa ,dimas tak mau diam dia pun berlagak menelpon



"oh halo pak ahmad ,tolong buat kan liang lahat di tempat paling istimewa ya juga siap kan beberapa kata untuk persiapan pemakaman "kata dimas ,


pak ahmad adalah tukang gali kubur di kompleks dicky dan aretha,dimas mengenalnya karna sering bertemu



"kalian tega ya ,ya udah aku mau mati dulu,tapi aku ada pertanyaan"kata dicky


aretha dan dias tak kuat menahan tawanya ,tapi melihat wajah dicky yang serius mereka tetap menahannya



"tanya apa"kata dias



"ngomong ngomong kalian dapat nomor orang yang barusan kalian telpon dari mana?"kata dicky,aretha kaget tapi dia tetap tenang dan mendapat ide



"kan kenalan ku banyak ,dari tukangbsayur kompleks sampai tukang parkir mini market dekat gerbang komoleks"kata aretha



dicky bertambah lesu



"oh sebelum kamu mati aku mau nyamperin sesuatu"kata aretha



"ya apa "kata dicky dia lemas karna sahabat nya menginginkan dia tiada



"bentar aku ketawa dulu"aretha tertawa sangat puas karna berhasil mengetuai dicky tapi akibat tawanya seorang perawat menegurnya


sekarang giliran dias dan dimas yang tertawa



"cepet apa ,ngomong"kata dicky



"aku memaafkan mu"kata aretha dan melihat wajah dicky langsung ceria dia mengambil tali nya lagi dan membuangnya ke tempat sampah



"eh kenapa ngga jadi bunuh diri"kata dias



"kan udah dimaafin"kata dicky



"yah trus gimana sama pesenan tadi ,tha jangan maaf in dong"kata dimas ,dicky menko tak kepalanya ia hanya mengaduh



"ya terserah kalian mau kalian apain tuh pesenan ,mau dipake juga silahkan ,aku tau kalian bersekongkol untuk mengerjaiku"kata dimas sok menyelidiki



dias dimas dan aretha berlari keluar ruangan karna takut dicky mengamuk tapi itu menyebab kan mereka ditegur sekali lagi



"sssssttttt ini rumah sakit jadi jangan berisik "kata seorang satpam yang sedang bertugas



"dia nih pak "kata dicky menunjuk dimas ,dimas juga berkata demikian dan menunjuk dias ,dias menunjuk aretha, aretha dicky mereka saling tunjuk



"kalian semua salah jadi silahkan kembali keruangan kalian ,owhvhanya luka ringan pasti tak dirawat kan jadi cepat lakukan administrasi dan keluar dari sini jangan membuat keributan lagi"kata satpam itu mereka pun kembali dan melaksanakan apa yang dikata kan okh satpam tadi

__ADS_1



ketika mereka keluar mereka tertawa karna baru kali ini mereka di marah habis habisan oleh satpam dan diperhatikan orang banyak


__ADS_2