
Waktu terus berganti, tak terasa 3 bulan telah berlalu, Cleo masih saja betah dengan tidur panjangnya. hari itu Rey akan ke kampus untuk mengurus persyaratan dirinya sidang minggu depan, sedih rasa hatinya. orang tuanya tak bisa hadir karna kesehatan mereka, sang istri juga belum siuman. bibi yang melihat kesedihan Rey hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Rey menyiapkan semua keperluan yang akan dibawanya, setelah semua siap Rey pun masuk ke kamarnya mendekat ke arah Cleo dan duduk disampingnya.
"Cleo Sayang, doakan semuanya lancar ya. sebenarnya aku berharap saat sidang dan wisuda nanti kamu bisa mendampingi ku" ucap Rey lirih.
"aku pergi dulu ya sayang, setelah selesai aku janji pasti kembali" pamit Rey seraya mengecup lembut dahi dan tangan Cleo. setelah itu Rey masuk ke ruangan baby di mana ada bibi yang sedang merapikan pakaian baby.
"bibi" sapa Rey yang mendekat lalu memeluknya, mencurahkan rasa sedih dihatinya.
"yang sabar ya nak, bibi ada disini selalu buat mu nak" jawab bibi yang seakan bisa merasakan kesedihan yang dirasakan anak asuhnya.
"doakan semuanya berjalan lancar ya bi" ucap Rey
"pasti nak" jawab bibi singkat lalu mendekat pada si kembar yang sedang terlelap.
__ADS_1
"kesayangan-kesayangan papa, doain papa ya nak, kalian jangan nakal ya sayang, papa pergi dulu sebentar" pamit Rey lalu mengecup pipi kedua anaknya dan berlalu meninggalkan baby twins.
Sesampainya si kampus Rey mulai disibukkan dengan berbagai hal, sedangkan di rumah bibi membawa kedua baby tidur di samping kanan dan kiri Cleo dan diletakkan sangat dekat dengan Cleo hingga tangan mereka saling bersentuhan, setelahnya bibi mulai berbicara dengan Cleo dari hati-kehati.
"nak Cleo apa kabar, nak kapan kamu akan bangun, anak-anak sangat merindukan mu nak. Suami mu Rey pun sangat merindukan mu, setiap hari dia yang mengelap dan menggantikan baju untuk mu, tak seorang pun di ijinkan untuk mengurus kebutuhan mu kecuali masalah medis dan obat yang harus di tangani dokter dan hari ini ia sedang mengurus sesuatu di kampusnya, dia sangat berharap kamu bisa mendampingi nya saat sidang dan wisuda. setiap malam bibi selalu melihat nak Rey tidur dengan airmata mengalir, ia sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi diantara kalian. Ada satu hal lagi nak, esok hari adalah hari ulang tahunnya, nak Rey sangat berharap bisa merayakannya bersama mu nak, bibi sedih melihat kesedihan yang terpancar dimatanya" ucap panjang lebar. Saat bibi asik bercerita dengan Cleo, baby twins asik bergerak-gerak di sebelah mamanya seperti ingin dipeluk.
"lihat lah nak, baby mu sangat merindukan mu. tangan yang bersentuhan dengan mu bergerak lebih aktif seperti ingin disentuh oleh mu nak, kembali lah nak" kata bibi tersedu
❤️
"kakak Rey" ucap Cleo dalam hatinya. air matanya mengalir, namun tak ditemukannya lagi suara yang menceritakan tentang suami dan anak-anaknya. Cleo berlari di hamparan taman yang indah berusaha mencari celah untuk mendengar suara yang berbisik padanya, atau ia menemukan tempat untuknya kembali berkumpul bersama suami dan anak-anaknya.
"kakak Rey, bantu Cleo kak" teriaknya. Sunyi, hanya kesunyian yang saat ini ia rasakan. Cleo terus berjalan menelusuri hamparan taman tak berujung. hingga Cleo mendengar suara yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
"Cleo sayang, aku sudah pulang. Maaf ya tadi lama, setelah dari kampus aku tadi kekantor sebentar untuk mengurus sedikit pekerjaan yang tertunda. Sayang aku tinggal mandi sebentar ya, nanti kita ngobrol lagi" ucap Rey seraya mengecup dahi Cleo.
Air mata Cleo kembali menitik, namun belum ada yang menyadarinya. tak membutuhkan waktu lama Rey sudah rapi dan wangi setelah mandi, ia meminta bibi membawakan makanannya kekamar karna ia ngin makan di temani oleh sang istri.
"sayang aku lagi makan pakai ayam, sayur sop dan ada buah-buahan juga, sayang mau tidak. Sayang aku kangen di suapi kamu, biasanya kalau aku sedang sibuk kamu selalu menyuapi ku agar aku tidak telat makan dan kamu tahu tidak sayang, setiap makanan yang kamu suapi rasanya bertambah enak" ucap Rey sambil sedikit demi sedikit memakan-makanannya. Sedangkan di alam bawah sadarnya Cleo tersenyum mendengar ucapan sang suami. selesai makan Rey berbaring di samping Cleo, bercerita banyak hal tentang kegiatannya di luar rumah tadi, terkadang Rey bercerita dengan nada sedih dan bahagia.
"sayang, nanti kalau kamu sudah siuman kita bulan madu ya. waktu kita menikah belum sempat pergi kemana-mana" jelasnya.
"sayang, aku merindukan mu. sudah ya ngambeknya, maaf kan suami mu yang bodoh ini, hari-hari ku tidak berwarna tanpa mu sayang. baby twins dan aku membutuhkan mu sayang, kami sangat merindukan mu" ucapnya.
"sudah malam sayang, istirahat yuk. Selamat malam istri ku, selamat beristirahat cantik, I LOVE YOU Cleo" kata rey seraya mendekat kearah Cleo. Hari sudah beranjak malam, lelah tubuhnya membuatnya cepat terlelap dengan memeluk sang istri.
Cleo yang mendengar ucapan sang suami, lagi-lagi menitikkan air matanya, jari-jari tangannya mulai bereaksi, perlahan namun pasti mata indah Cleo mulai terbuka. Cleo mencoba mencoba menyeimbangkan cahaya yang ada, sesaat dilihatnya sekeliling tempat yang asing baginya.
__ADS_1
"aku dimana, ini bukan kamar apartemen kami" ucap Cleo perlahan. Di lihatnya laki-laki yang sedang terlelap disampingnya memeluk erat tubuhnya, Cleo mencoba menggerakkan tangannya menyentuh wajah sang suami yang si rindunya. Cleo mengelus rambut Rey yang mulai panjang, dipandangnya dengan seksama wajah sang suami, wajah yang selalu menghiasi mimpinya. Cleo melihat jam diding di kamarnya telah menunjukan pikul 00.35 menit, itu artinya hari ini suaminya berulang tahun. Cleo ingin memberikan kejutan untuk sang suami dan mendapatkan idea untuk berpura-pura tetap terlelap dan saat Rey pergi kerja ia akan meminta tolong siapa pun yang ada menyiapkan sedikit kejutan untuknya saat pulang dari kantor.
"selamat ulang tahun suami ku, panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu, murah rezeki mu sayang. I LOVU YOU My Husband" ucap Cleo seraya mengelus rambut dan pipi sang suami yang semakin terlelap karna kenyamanan usapan yang diberikan oleh Cleo. setelah puas menatap sang suami dan memberi kenyamanan padanya serta mengucapkan kata itu Cleo mencoba memejamkan matanya kembali, untuk menjalankan rencananya, karna sebentar lagi pasti Rey akan bangun.