Pelangi Senja

Pelangi Senja
Mencari bukti


__ADS_3

Pyaaarrr


Gelas yang ada di tangan David jatuh seketika saat mendapat telepon dari kakaknya. Tangannya yang masih memegang ponsel itu gemetar hingga ia tak bisa lagi menyahut ucapan orang yang ada di balik telepon.


Seharian penuh, David sibuk ke sana ke mari menyiapkan kue dan berbagai kado untuk sang pujaan hati. Namun, kabar yang ia terima membuat hatinya berdenyut nyeri dan mematahkan semangatnya.


"Apa kakak sudah mencari di setiap ruangan dan taman?" tanya David dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia tak menyangka, di hari yang mendekati pernikahan, Naimah malah pergi meninggalkannya. 


"Sudah, Vid, tapi nggak ada, bibi juga nggak lihat kapan Naimah meninggalkan rumah. Di kamarnya juga ada surat," jelas Raisya.


David menahan dadanya yang terasa sesak lalu memutus sambungannya.


Ia mendaratkan tubuhnya di sofa untuk berpikir jernih.


Naimah pergi, tapi apa salahku, bukankah dia sudah menerimaku, bukankah semua keluarga baik padanya, lalu apa yang membuatnya pergi.


"Sayang, katanya Naimah pergi?" Mama Aya berlari menghampiri David yang mulai nampak kacau.


"Iya, Ma," jawab David lirih.


"Kenapa dia harus pergi?"


Ayah Randu yang sudah mendengar kabar itu pun sibuk dengan layar ponselnya, ia tak kuasa menatap wajah David yang tampak suram.


Apa mungkin Naimah tidak mau menikah denganku? Apa selama ini dia pura-pura menerimaku karena merasa tidak enak pada yang lain? Tapi nggak mungkin, saat aku melamarnya dia terlihat bahagia, apa mungkin ada alasan lain, karena akhir-akhir ini dia lebih pendiam.


David membolak-balikkan terkaannya dan mencoba berpikir positif.


"Ma, aku mau ke rumah Kak Raisya."


"Biar Mama yang nyetir."


David mengangguk setuju, ia pun belum siap jika harus membelah jalanan disaat dirinya sangat kacau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayah Randu terus menepuk dadanya saat tiba di depan rumah putrinya.


Aku masih hidup. Itulah yang diucapkan dalam hati setelah merasakan ganasnya mama Aya saat menerobos jalanan.


"Ayo turun!" Mama Aya membuka pintu, sedangkan ayah yang sedikit tenang melepas seat beltnya.


"Nyetir kok kayak balapan," gerutu ayah Randu pelan.


David menghampiri kakaknya yang sedang menangis dipelukan Devan.

__ADS_1


"Mana surat dari Naimah?" tanya David antusias.


Devan menyodorkan selembar kertas putih, ponsel dan juga cincin berlian di depan David.


Dada David semakin bergemuruh saat membaca sapaan salam di barisan yang paling atas.


Mas, aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan hubungan ini, aku tidak bisa menjadi istri kamu. Kita jauh berbeda, aku tidak pantas berada di tengah-tengah keluargamu dan kak Devan. Aku hanya akan merepotkan kalian dan menjadi beban. Aku seorang janda dan kampungan, tidak mungkin pantas bersanding dengan David, pria yang sangat tampan dan mempunyai pekerjaan yang mapan. 


Mas, jangan mengkhawatirkan aku dan Susan, karena dimanapun kami berada, Allah akan selalu dekat dan pasti menolong hambanya.


Untuk kak Raisya, aku berterima kasih, karena kakak sudah mau membantuku bisa melihat lagi, karena perjuangan kakak aku menjadi wanita yang lebih baik, terima kasih karena selama ini kakak sudah menampungku. Untuk biaya operasi aku akan menggantinya jika sudah mendapatkan uang.


Meskipun kita semua jauh, kalian tetap di hatiku, kalian pahlawanku, dan kalian adalah permata yang tidak mungkin aku kotori dengan kakiku.


David meremas kertas itu hingga membentuk bulatan bola, ia melemparnya ke arah depan. 


"Apa kakak tadi sudah membaca surat dari Naimah?" tanya David pada Devan yang masih merengkuh tubuh Raisya.


Devan mengangguk tanpa suara.


"Artinya kakak paham apa maksud dari tulisan itu?" tanya David lagi.


"Paham, sepertinya ada yang merendahkan Naimah dengan statusnya, tapi aku tidak tahu siapa. Dari suratnya sudah jelas jika dirinya itu malu berada di antara kita, karena ia menganggap kalau sebuah kekayaan adalah salah satu yang mengangkat derajat kita. Padahal dari keseluruhan keluarga kita sudah di ajarkan sama bunda, bahwa kita tidak bisa melihat seseorang dari harta ataupun jabatan, tapi dari akhlak."


"Benar sekali, pasti ada orang yang iri padanya, pasti ada seseorang yang menghinanya, dan aku yakin dia bukan  dari keluarga kita sendiri."


"Naimah tidak pernah kemana-mana selain ke rumah sakit," ucap Raisya di sela-sela tangisnya.


"Sayang, biarkan David dan Devan yang  mengurus ini, kamu jangan ikut panik, kasihan dedek nya." Mama Aya  mengambil alih posisi Devan, kini ia yang mendekap tubuh mungil Raisya.


"Tapi ma, kasihan Susan jika Naimah kembali ke rumahnya, Susan pernah cerita kalau rumahnya itu sangat jelek, atapnya rusak, lantainya pecah dan ranjangnya yang terbuat dari kayu itu sangat sempit."


"Aku akan mencarinya, Kak. Jadi Kakak tenang saja."


"Kakak percayakan semua ke kamu, cepat temukan Naimah dan Susan," pinta Raisya mengiba.


Sebelum ke rumah sakit, Naimah sempat datang ke kantor mengantar makanan, apa ini ulah karyawan kantor, dan aku lihat sejak saat itu dia lebih pendiam. Jika benar, kenapa dia mengatakan kalau mereka sangat baik padanya.


"Ayah, aku aku ke kantor sebentar," pamit David. 


"Aku yang akan mengantarmu," tawar Devan. 


Dalam perjalanan itu sangat hening, Devan sibuk dengan setirnya, sedangkan David sibuk dengan pikirannya, kedua tangannya mengepal, antara percaya dan tidak dengan dugaannya.


Jika apa yang aku pikirkan itu benar, aku tidak akan tinggal diam, siapapun pelakunya, dia harus mendapatkan pelajaran yang berharga dari kejadian ini.

__ADS_1


Setibanya di depan kantor, David bergegas turun, ia berlari kecil dan menerobos pintu yang dibuka lebar oleh penjaga.


Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, seluruh karyawan masih berada di tempat karena memang belum waktunya pulang. 


Devan mengikuti langkah David menuju ke sebuah ruangan yang jarang David kunjungi.


"Selamat sore, Pak. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pria yang memakai seragam warna hitam.


"Saya mau lihat cctv, kira-kira dua hari yang lalu."


"Baik pak, silakan masuk!" 


Pria tadi duduk di depan sebuah layar dan mencari sesuatu di sana. Seperti keinginan David, pria itu memutar semua yang terekam di sana.


"Ini rekaman dua hari yang lalu, Pak. Sepertinya tidak ada apa-apa," ujar pria itu sembari melihat layar cctv. 


"Putar lagi saat calon istri saya datang." 


Pria itu mengikuti arahan dari David, sedangkan Devan ikut mengamatinya. 


"Nah, yang ini."


David menunjuk saat detik-detik Susan berlari masuk hingga Naimah ikut mematung di ambang pintu sembari menatap putrinya yang ada di depan orang-orang.


Tak hanya selesai di situ, David pun menyaksikan bagaimana perjuangan Naimah hingga bisa sampai ke ruangannya.


Kenapa dia membohongiku, seharusnya dia menceritakan apa yang terjadi waktu itu, ini tidak bisa dibiarkan, orang yang berani mengusik kehidupanku akan menerima akibatnya.


David keluar dari ruangan itu dan beralih masuk ke ruangannya. Ia menghubungi seseorang melalui telepon kantor. 


"Kunci gerbang, jangan sampai ada satu pun kaaryawan keluar. Suruh mereka berkumpul di Aula, katakan ada yang ingin aku bicarakan."


David langsung menutup teleponnya dan duduk.


***


Rekomendasi bacaan yang sangat bagus untukmu


Judul: Pesona Tuan De Luca


Author: Komalasari


Matteo de Luca adalah putra mahkota dari Klan de Luca, yang merupakan organisasi mafia terselubung dan sangat disegani. Sang ayah begitu menyayangi dan melindunginya. Ia seakan memiliki rasa kurang percaya terhadap Matteo, sehingga membuatnya merasa terkekang. Atas dasar itulah, Matteo mencoba melepaskan diri untuk membuktikan bahwasannya ia mampu.


Matteo melakukan transaksi ilegal dengan seorang sahabat lama yang ternyata mengkhianatinya. Dalam kondisi terluka, Matteo melarikan diri ke kota Venice. Di sana ia bertemu dengan sosok Mia yang kemudian merawat luka dan memberinya tumpangan untuk menginap di dalam kedai milik ayahnya.

__ADS_1


Benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Namun, Matteo memilih untuk pergi dan menolak Mia dengan kasar, sehingga membuat gadis itu pergi dan mencoba membuka hatinya untuk pria lain. Akan tetapi, ketika Mia memutuskan untuk menikah, Matteo menjadi kalut dan datang kembali serta meminta Mia membatalkan pernikahannya. Terjadilah penyerangan pada acara pesta pernikahan Mia, yang menewaskan ayah serta suami yang baru ia nikahi.


__ADS_2