
ini hari minggu
kemarin mereka sudah menghabiskan waktu bersama sekarang mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing masing
rosy katanya lagi konser
paling nyanyi nyanyi ngga jelas dikamarnya
dimas katanya lagi nyari tokek ,katanya sih buat di jual biar dapat uang ,ada ada aja tangan masih di gips juga masih aja kebanyakan tingkah
sementara dias sedang bermusik ria dengan aerophone ditelinganya sambil tiduran di kasur aretha, dia memutuskan untuk menginap lebih lama lagi dirumah aretha
lagian orang tuanya sedang di malaysia karna papanya ada tugas mamanya harus ikut dan menemani papanya
sementara aretha sedang membaca komik di samping jendela karna disitu angin berhembus sejuk
aretha dan dias hanya berdua di rumah karna papanya aretha sedang di kantor dan mamanya sedang ada arisan
dicky ,mmmm dicky dikamarnya tebak dia lagi ngapain
salah
dia lagi makan mi rebus di dekat jendela karna waktu ia masuk kamar ia melihat aretha di dekat jendela
"serius amat nih mi rebus mau"kata dicky menyodorkan mangkuk mi
"mau tapi yang baru jangan yang udah kamu makan "kata aretha menutup komik nya
"ya udah sini ,nanti aku bikinin ,tapi di rumah ngga ada orang mama lagi arisan "kata dicky
"iya tau mamaku dan mamamu kan satu komunitas "kata aretha
"yaudah sini cepet aku siap in dulu bahannya"kata dicky dan langsung balik kanan
aretha meletakkan komiknya di rak buku nya dan berjalan keluar
"mau kemana"kata dias melepas salah satu aerophone nya
"makan mi rebus ,dah"kata aretha dan berlari turun
"ikut ,aku juga mau "kata dias dan langsung mematikan ponselnya juga mencopot headset nya dan berlari mengikuti aretha
"kok kerumah dicky"kata dias
aretha tak menjawab ia langsung masuk dan mengucapkan permisi dias hanya mengekor ,aretha langsung menuju dapur
"kayanya kamu udah sering kesini deh"kata dias
"iya sering karna aku sering di ajak makan disini "kata aretha tertawa ,
tawanya terhenti melihat dicky yang berdiri di wastafel sepertinya mencuci sesuatu ,dias ikut memperhatikan dicky ,ketika dicky berbalik
keduanya tertawa ngakak sampai sampai aretha memegangi perutnya karna menahan tawa sementara dias sudah terduduk karna tertawa terlalu ngakak
"kenapa ,ada yang salah ya"kata dicky memandangi aretha dan dias yang masih tertawa
"ngga cyin,eh ini udah siap semua bahan nya yuk masak ,jeng dicky yang mimpin ya"kata dias dengan nada dibuat manja dan menahan tawanya
"kamu kayak ibu ibu didapur ,pake celemek pink gambar kembang kembang begitu "kata aretha dia menahan sakit perutnya karna tertawa
"ya mau gimana lagi ngga ada celemek lagi "kata dicky dia menyiapkan 3bungkus mie instant
"ya kan cuma masak mie doang kok pake celemek segala"kata aretha dia berjalan menghampiri dicky di meja dapur ,dias pun mengikutinya
" eh kok tiga ,kan kamu udah tadi"tanya dias
"ya gapapa kali ,aku juga mau"kata dicky
"laper apa doyan "ucap aretha yang menuju wastafel dan mencuci tangan dan mengambil pisau untuk mengiris bawang
"rakus"sambar dias yang berlari menuju wastafel karna di pelototi dicky
"ya udah nih bikin bahannya udah siap ,kalau mau pake telor di kulkas"kata dicky
__ADS_1
"tolong ambil in di aduh ...aaahh..."pekik aretha ,dicky langsung mendekat
"makanya kalo lagi ngiris jangan noleh kemana mana"ucap dicky sambil mengisap darah di jari telunjuk aretha ,aretha hanya diam ,dias pura pura tak melihat
"ya maap ,lagian cuma kegores"kata aretha ,ia memperhatikan dicky mengacak laci disampingnya
"kegores apanya ,luka nya dalem gitu "ujar dicky sambil memplester luka aretha ,dicky mengangkat wajahnya dan menatap aretha,mereka saling tatap,dias menyibukkan diri men juggling tomat
"mulai sekarang jangan lukai dirimu lagi ,paham "ucap dicky mendekatkan wajah ,aretha menutup matanya ,dias tetap berpura pura dan kali ini menjuggling telur
wajah dicky semakin dekat dan ....
PLAK....!!!
telur yang dijuggling dias pecah membuat aretha dan dicky menoleh
"maaf merusak momemnya ,silahkan lanjutkan "kata dias dan mencari lap untuk membersih kan pecahan itu
aretha dan dicky saling tatap dan segera memalingkan wajahnya karna wajah mereka sama sama merah padam karna malu ,dicky bangkit berdiri
"loh mau ke mana "tanya aretha melihat dicky melepas celemek dan berjalan keluar dapur
"ke warung bentar "kata dicky dan keluar rumah
"tha ,tadi kalian mau ngapain "tanya dias,
"rese ah udah beresin aja itu ,dan ngga usah tanya tanya lagi paham " kata aretha ketus ,aretha sudah menyalakan kompor untuk menyiapkan air rebusan dia mulai melanjutkan memotong lagi nya dias melanjutkan membereskan telur yang pecah tadi
"mangkok nya dimana tha"ujar dias membuka kulkas
"lemari atas neng ,ngapain buka kulkas kan telornya udah disini"kata aretha
"hehehe kali aja ada makanan lain "ujar dias dan membuka lemari tempat mangkok mangkok berada
"tha emang kamu sering ya main kesini ,kaya udah tau gitu seluk beluk rumah nya dicky"tanya dias ,ia melihat sekeliling
"ya gitu ngga sering sering amat ,paling kalo sama sama lagi sendirian dirumah kami keluar juga paling ke mall jalan jalan atau toko buku biasa "ucap aretha mengelap hidung nya ia sedang memotong bawang
"ih jorok pake tisu apa ,ini pake tangan ,ngga steril nanti "kata dias
"kalian pacaran "kata dias ,aretha berhenti memotong bawang
"eh engga ,kan kamu tau aku sahabatnya dicky "kata aretha wajahnya merona, dias hanya tersenyum jahil
"halah masa udah lama sahabatan ,ngga ada perasaan yang muncul sih ,juga tadi pasti mau ......." kata kata dias tak dilanjutkan karna terdengar suara orang mengetuk pintu
"siapa ya ,yuk liat" ucap dias dan berjalan menuju pintu depan aretha mengekor dengan pisau masih di tangannya
"eh kok kalian ada disini ,lagi ngapain ya"kata orang yang mengetuk yang ternyata rosy
"lagi ada acara makan mie rebus ,mau?"kata dias menawarkan ,aretha menyikut dias
"ini rumah orang jangan asal ngajak aja"kata aretha berlagak berbisik padahal suaranya di kencangkan
"yaelah ,aku ngga bakal minta kali ,kebetulan kalian disini nih foto yang kemarin "ujar rosy dan menyodorkan 3lembar foto
"oh berati ini buat kita sama yang satu punya dicky "kata aretha
rosy mengangguk
"yaudah aku kerumah dimas dulu bay"kata rosy melambaikan kan tangan sambil berlari
"mau PDKT ya "teriak dias
rosy hanya mencibir dan
BRUUK...!!!
"Aduh ,maaf saya ngga liat"kata rosy mengusap keningnya
"makanya jalan pake mata neng "kata dicky menoyor kepala rosy
dias dan aretha hanya tertawa
__ADS_1
"eh dimana mana kalo jalan pake kaki bukan pake mata"kata rosy menatap dicky tajam dicky balas menatap tapi rosy malah memalingkan wajah nya
"minggir minggir tuan putri mau lewat"kata rosy mengibaskan tangannya
dicky menepi dan membungkuk
"oh maaf kan saya tuan putri ,eh ngomong ngomong tuan putri kok pergi sendiri dayang dayang nya mana"kata dicky, rosy menunjuk dias dan aretha
dias melotot sementara aretha mengacungkan pisau yang ditangannya
rosy terkikik dan segera pergi menggunakan motornya
dicky berjalan menuju kedalam rumah di tangannya terdapat kantung plastik putih
"ngapain dia"kata dicky dan masuk diikuti aretha dan dias
"nganterin ini "ujar dias dan memberi selembar foto pada dicky
dicky hanya ber oh
lalu ia mengeluarkan 3 jus mangga
"ah si dicky tau aja "kata dias
aretha kembali memasak
* * *
"hah makasih mie nya ,enak "kata dias dia menyeruput habis jusnya
tiba tiba terdengar dering ponsel
aretha mengeluarkan ponselnya
"astaga ponselku kayanya lupa ku matikan aku pulang duluan ya tha ,kaya nya ngga balik kesini lagi"kata dias dan berlari keluar dicky membereskan alat makan yang kotor aretha sedang berbicara di telpon
"sini aku bantuin"kata aretha yang sudah berada dibelakang dicky yang akan mencuci piring
"ah tadi siapa"
"mamaku ,katanya grup arisan mama mau ke mall dulu kayanya pulang nanti sore "kata aretha
dicky hanya ber oh
"dicky aku boleh nanya"ucap aretha wajahnya serius
"ya boleh " kata dicky sambil meluap piring yang sudah di cuci aretha
"tapi jawab jujur ya"aretha menoleh ,dicky hanya tersenyum
"waktu aldo nge hadang kami waktu itu aldo pernah bilang 'aku tau kamu bukan pacarnya dicky',juga saat kamu datang dia juga bilang 'kau mau menghajarku seperti waktu itu'
aku mau tau apa maksud semua itu "kata aretha ia memberikan mangkok terakhir yang ia cuci
"begini ya "kata dicky menggantung karna dia harus meletakkan mangkok ke dalam lemari dan ia mendekat ke aretha dia menatap aretha
"yang kalimat pertama kayanya dia ngira aku pacar kamu karna kita dekat "kata dicky menatap aretha aretha juga menatapnya
"lalu yang kedua "tanya aretha
"jika aku mencerikannya juga tak ada untung nya bagimu "kata dicky dia terus saja menatap aretha ,aretha tertunduk dan mengeringkan tangannya dengan handuk kecil
"owh ,kalau begitu ,aku pulang dulu terimakasih atas makanan juga jus nya tadi "kata aretha dia berjalan keluar rumah ,
dicky menarik napas
"apa tindakan ku salah ,sepertinya dia akan marah lagi"kata dicky dia menutup pintu dan berjalan ke kamarnya ia berniat ingin tidur setelah sampai kamar
///terimakasih karna sudah membaca,semoga suka ya^-^,jika ada salah pengejaan kata maupun pengetikan saya mohon maaf
jangan lupa tinggalkan komentar positif ,like bab dan vote juga ya
kalau bisa kasih koin ya ,ngga maksa kok 😄
__ADS_1
sekali lagi terimakasih
dukungan kalian semangat saya😊😊