
aretha mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya ,ia berjalan ke arah meja perawat
"permisi sus ,kamar mandinya dimana ya "tanya aretha
"oh ...disebelah sana mbak "ucap salah satu perawat mengarahkan tangannya ke ujung ruangan
"dari sana belok kiri aja mba"ucap nya
aretha mengangguk
"terimakasih ya "ucap aretha dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya
"eh kayanya dia habis nangis "ucap perawat yang menjawab aretha tadi
"masa sih .....tp iya keliatan habis nangis tp kok kita ngga liat ya"ucap rekannya
"kan dia nunduk tadi aku kira ketiduran eh rupanya nangis dalam diam "ucap perawat itu
"Udah ngga usah dibahas ,tapi itu pacarnya bukan sih ,lumayan juga ,cute gimana gitu "ucap rekannya mereka mengobrolkan tentang dicky
* * *
"Udah yuk lah buru pegal nih bawa belanjaan kamu"ucap dias
"Ya elah baru segitu, sini bagi dua aja "ucap rosy mengambil satu tas yang berisi sayur
mereka berjalan keluar dari pasar menuju tempat parkiran
"Kamu mau masak apa aja sih "tanya dias melihat bahan masakan yang begitu banyak
"yang aku bisa aja ,kaya ayam kecap,capcay,sama gorengan gitu trus nanti aku minta mama bikin bolu juga "ucap rosy
"terserah yang penting buruan pulang berat nih "ucap dias berusaha menjadi ngangkat belanjaan lebih tinggi lagi
"butuh bantuan"ucap seseorang membuat rosy dan dias menoleh dan membuat dias langsung meletakkan begitu saja semua belanjaan dan memasang kuda kuda siap menyerang
"weh...selow dong ,cuma nawarin butuh bantuan "ucap orang yang berdiri dihadapan mereka sambil mengacungkan dua jarinya
"mau apa kamu do, ngga usah modusin aku ya ,lagian kamu ngapain disini "ucap rosy memandang aldo sinis
"eh ....ngarep aja lo ,siapa yang mau modusin lo jangan ge-er "ucap aldo tak kalah sinis
"apa mau mu hah. ..."tegas dias masih dalam posisi kuda kudanya
"eh mau nawarin bantuan kayaknya kerepotan gitu"ucap aldo lembut
"jijik gue dengar lo kaya gitu"ucap rosy bergidik
"bilang aja kangen ama gue ya kan ..."aldo menyipitkan matanya ,rosy berlagak muntah
"mana dayang dayang lo"ucap dias celingukan ,ia mulai bersikap biasa
"dayang..?oh temen gue yang berdua itu.....ya di rumahnya lah masa ngikut beli belanjaan rumah sih"ucap aldo
"Kamu belanja apa do"tanya rosy
"biasa bantu mama ,disuruh beli bahan ketringan"ucap aldo santai
rosy hanya ber owh
"kalian mau ngapain ,belanjaan banyak gitu sampe kesusahan bawanya sini biar aku bantu"ucap aldo meraih salah satu kantung belanjaan tapi di cegah dias
"ngga usah nanti ngerepotin ,km juga habis belanja kan"ucap dias meletakkan kan kantung belanja di atas motornya
"buat kamu mah aku ngga repot "ucap aldo tersenyum
rosy hanya menggelengkan kepalanya dias hanya bergidik
__ADS_1
"heh ngga usah modus,dia udah punya pacar "ucap rosy ,dias hanya menatap keduanya datar
" aku tunggu single mu baby"ucap aldo dan berlalu pergi,dias bergidik geli mendengar ucapan aldo
"heh....katanya mau bantu bawain .....gimana sih "ucap rosy setengah berteriak
"ngga jadi ...ada Kamu nya males"balas aldo berteriak dan menyalakan mesin motornya dan segera meninggalkan parkiran
"huh...dasar"ketus rosy
"Udah ....jangan sewot,bilang aja masih berharap sama aldo"goda dias menyalakan mesin motornya
rosy naik dengan wajah cemberut dan memangku kantong belanjaan
mereka meninggalkan prakiraan pasar
* * *
aretha kembali dari toilet dan kembali keranjang dicky
disana sudah ada dimas yang duduk disamping ranjang dicky seperti sedang mengobrol
"Udah lama dim"tanya aretha dan duduk disebarangnya
"iya udah jamuran aku "ucap dimas nyengir aretha mengacungkan tinjunya
"km habis nangis ya"ucap dimas bersandar
"eh...ngga kok"ucap aretha memeriksa wajahnya pada layar ponsel
"jangan bohong ,kalo ngga kenapa ngaca gitu diponsel"selidik dimas
"Udah jangan cerewet.....malu diliatun perawat noh"ucap aretha
"heh...biarin aja mereka ,lagian ngga kedengaran juga"ucap dimas
"tadi rosy telepon katanya mau ngomong sama kamu "ucap dimas
"Ya udah aku keluar dulu ya bay"ucap aretha dan keluar dari ruangan
* * *
"turun cepet"ucap dias
rosy turun dari motor dan langsung masuk kedalam
dias turun dan menyusul kedalam
dia langsung menuju dapur
"iya ini lagi mau masak ,nanti kita makan bareng .....iya sama dias.......eh ngga, juga dibantuin mama kok .....yee pasti enak lah .....udah lah bawel pokoknya nanti kita makan makan "terdengar rosy berbicara dan mematikan telepon
"dari siapa"tanya dias mencuci tangan
"aretha tadi kan aku nelpon dimas ngasih tau trus aretha nya nanya"ucap rosy
"owh,kita mulai dari mana nih"ucap dias
"bentar aku panggil mama"ucap rosykeluar dapur
tak lama dia kembali bersama wanita yang tak jauh beda umurnya dengan mama dias
"eh ini temannya rosy ya"ucap mamanya
"iya tan saya sepupunya aretha"ucap dias menyalami mama rosy
"oalah. ....iya iya,kamu berteman baik ya Sama rosy walau dia cerewet kaya gini dia baik loh"ucap mama rosy yang dibalas ringisan rosy
__ADS_1
"oke ayo kita mulai masaknya "ucap rosy semangat
\* \* \*
"Udah nelpon nya"tanya dimas saat aretha kembali dan duduk dia seberangnya
"Udah kata nya nanti kita bakal nemenin mama dicky disini trus rosy juga udah masak banyak buat nanti malam"ucap aretha memandang wajah dicky
"ajak ngobrol lagi tha"ucap dimas
"eh kamu dong aku kan udah tadi "sahut aretha
"Ya udah yuk kita ajak aja dia ngobrol"ucap dimas
keduanya terdiam
dimas berdehem untuk memecah keheningan
"dim .....aku mau nanya nih"ucap aretha menatap dimas
"iya tanya aja"ucap dimas ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi
"emm. .kamu tau ada apa di antara aldo sama dicky ,soalnya aku liat waktu nge labrak aldo itu dicky bisik bisik sama aldo trus bubar deh"ucap aretha
dimas terdiam ia tau apa yang terjadi karna ia terlibat juga,tapi dicky menyuruhnya untuk merahasiakan hal itu
"gak jawab juga ngga apa apa ,walau pun kamu tau"ucap aretha memperhatikan wajah dimas yang bimbang
"eh...kalau soal yang itu tanya langsung aja sama dicky nya ya"ucap dimas
aretha terlihat lesu
"aduh. .....gimana ya ,kalo ngomong sama aja ingkar janji ,kalo ngga ngomong malah ada rasa ngga enak juga "ucap dimas dalam hati
"kalo ada yang mau di omongin ,ngomong aja ,jangan ditahan gitu"ucap aretha
dimas terperanjat
"aku bakal ngomong kalo dicky udah sadar"ucap dimas
"ngga bisa sekarang?"tanya aretha
dimas hanya diam dan berdiri
"aku keluar bentar kalo aku masuk lagi nanti aku jawab oke"ucap dimas dan keluar dari ruangan
"kaya jawab jawaban lamaran aja iya apa ngga huuuh..."aretha memdengus sebal
\* \* \*
di dapur rumah rosy
terlihat tepung berserakan di lantai akibat ulah rosy yang membuka bungkusan tepung hanya memegang bagian atasnya sementara bagian bawah dibiarkan alhasil tepung satu bungkus berserakan di lantai dan si pelaku sedang menyapu nya dengan dipelototi oleh mamanya
"makanya kalau mau buka apa apa itu diperhatikan "ucap mamanya yang sedang mengambil mixer untuk membuat kue
"iya mama ,kan aku udah minta maaf dari tadi kok masih diomelin sih"gerutu rosy
"minta maaf ngga cukup tan ,suruh ganti aja "ucap dias
"nah iya bener itu dias ,kamu harus ganti,itu bisa bikin buat 3 kue loh ros "ucap mama nya
"kan ini aku yang beli kok aku suruh ganti sih "protes rosy
"salah nya ditumpahin"ucap mama rosy dan dias bersamaan
rosy tambah manyun
__ADS_1
///makasih buat yang udah baca ....jangan lupa like bab nya ....vote juga ya .......kasihbkoin juga boleh๐,komentar positif nya juga ditunggu ya.....see you.....๐////