
Polisi sudah berhasil mengetahui siapa pemilik kendaraan yang menculik Cleo, hanya saja hingga detik ini polisi belum mengetahui keberadaan merek. Sedangkan di rumah sakit Rani tidak mengalami hal yang berat, namun harus tetap di rawat karna untuk pemulihan pasca insiden tadi dan Nabila harus melahirkan dini karna pendarahan dan akan membahayakan sang anak juga ibunya bila dipaksa untuk meneruskan kehamilannya, Nathan menemani Nabila yang sedang berjuang, digenggamnya terus tangan sang istri dan tak lupa berdoa. 2jam sudah terlewati Baby NN sudah lahir dalam keadaan sehat dan Nabila pun sudah stabil, namun sang Bapak harus dilarikan kerumah sakit karna syok mendengar anak-anaknya mengalami kecelakaan.
Rey sedang dalam perjalanan mencari keberadaan Cleo bersama beberapa orang kepercayaan Nathan dan Boy, Rey tidak menyangka bila kekhawatirannya menjadi nyata.
"sayang, tunggu aku. ku pasti akan menemukan mu" ucap Rey dalam hati
Nabila dan Rani diletakan di satu kamar dan mereka di tunggu oleh beberapa mbak karna Nathan dan Boy harus menyusul Rey
"sayang, kalau aku tinggal gimana, aku mau bantu Rey mencari Cleo" tanya Boy
"tidak bang, aku tidak apa-apa, pergilah. Tolong Cleo bang, kasihan dia" ucap Rani
"sayang, kenapa nangis, apa ada yang sakit" tanya Nathan panik
"sayang tolong bantu Rey untuk menemukan Cleo, cepat sayang" ucap Nabila
"iya sayang, aku pasti bantu. Rey sedang mencarinya bersama polisi dan ank buah kita" jawab Nathan
"pergi lah sayang, kami tidak apa-apa jangan khawatir" ucap Nabila
"baik lah, aku pergi dulu ya sayang. Doa kan kami cepat menemukan Cleo" kata Nathan
__ADS_1
"mbak, tolong titip mereka. kl ada apa-apa cepat hubungi kami" kata Boy. Setelah mendapatkan jawaban dari mbak yang menjaga istri & anaknya mereka pun bergegas pergi mengejar Rey dan yang lainnya. Boy mengotak atik komputernya sedangkan Nathan menyetir, dan tak butuh waktu lama Boy sudah menemukan titik dimana mobil itu berada. seperti dugaannya dalang dari penculikan itu adalah Qinan yang merasa cemburu pada posisi Cleo yang menurutnya tidak pantas mendampingi pria hebat seperti Rey.
"aku menemukan posisi mereka, ayo kita kesana. Semoga belum terlambat" ucap boy yang memberikan maps pada Nathan lalu bergegas menelpon anak buahnya yang sedang bersama Rey untuk menyusul mereka kesana, tak lupa Boy juga menghubungi beberapa polisi yang sedang beriringan dengan Rey.
waktu terus berjalan, hari sudah menjelang sore di pelabuhan sebuah kapal kecil sedang menunggu seseorang.
"akhirnya kamu datang juga, apa kita berhasil sayang" ucap laki-laki bertubuh kekar yang sering disebut Deny itu
"tentu saja sayang, Rey dan para pengikutnya itu terkecoh oleh kami
"wanita yang pintar, sebentar lagi perusahaan kita lah yang akan naik dan berjaya. Rey kelemahan mu saat ini ada di kami" ucap Dany
"jangan sentuh Rey" ucap Qinan
"bawa wanita itu ke atas dan tunggu disini aku ada urusan sebentar" kata Dani setelah melepaskan bibirnya dari Qinan lalu segera menggendong Qinan dan memasuki ruang pribadi miliknya yang berada di kapal itu lalu dengan cepat pertarungan panas antara. Qinan dan Dany pun terjadi, ******* demi ******* membuat mereka lupa dimana mereka berada.
"wah suara bos bikin adik kecil ku meronta, ucap salah satu penjaga
"benar banget, nanti sebelum kita eksekusi wanita itu kita cicipi dulu saja" pinta yang penjaga satunya yang dibenarkan oleh kawan-kawannya, Cleo yang saat ini terikat dan duduk di kursi bisa merasakan bahwa ia berada di pantai atau laut karna semilir angin dan suara gemuruh ombak.
"kak, tolong aku, aku takut kak" lirih Cleo dalam hati. Cleo sengaja tidak bergerak agar mereka kira dirinya masih pingsan.
__ADS_1
Sedangkan Boy dan Nathan sudah memasuki kawasan pelabuhan dan mematikan kendaraan mereka jauh dari kapal itu berada agar tidak terlalu terlihat. Dany dan Qinan berfikir bahwa dengan membawa 10 orang anak buah yang mereka rasa terhebat bisa menaklukan Rey dan kawan-kawannya, itu salah besar karna mereka lebih lincah dan teliti, belum ada 10 menit mereka tiba, anak buah Deny yang berada di bawah sudah pingsan tinggal 6 orang lagi yang berada di atas kapal. Satu persatu telah tumbang dan tersisa 2 orang yang berada dekat dengan Cleo dan mereka adalah yang terkuat. Boy dan Nathan mengumpulkan mereka yang sudah pingsan lalu mengikatnya menjadi satu, lalu mulai merencanakan untuk kedua orang yang tersisa. salah satu orang dari Dany melihat pergerakan dari Nathan dan Boy lalu memberitahu kawannya dan mengejarnya, mereka terlibat baku hantam, Nathan berusaha melepaskan ikatan Cleo dengan gerakan tangan dan kaki yang masih menangkis musuhnya. saat salah satu dari mereka telah tumbang di tangan Boy dan sudah diamankan, Boy bergegas membantu Nathan namun sayang gerakan pria itu sangat cepat dan keduanya tidak menyadari kalau dia sudah mengambil sebilah pisau lalu menusuk perut Cleo, karna target mereka adalah Cleo. Nathan dan Boy yang kaget pun lalu memukul laki-laki itu membabi buta, setelah tak sadarkan diri Boy pun mengikatnya dan di gabungkan bersama teman-temannya. Sedangkan Nathan melepaskan ikatan mata dan tangan Cleo.
"Cleo, bertahan lah" ucap nathan di barengi dengan kedatangan Rey yang berlari menghampiri mereka
"Cleo sayang" panggil Rey hanya dibalas senyum sekilas oleh Cleo lalu pingsan
"Rey, cepat bawa Cleo kerumah sakit biar kami yang mengurus disini" kata Nathan. Rey pun segera menggendong Cleo lalu memasukannya ke dalam mobil dengan hati-hati, sang supir yang telah paham kondisi pun segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Deny dan Qinan baru saja selesai dan mendengar kegaduhan yang ada di geladak belakang kapal tempat Cleo ditahan.
"berisik sekali mereka itu" ucap Qinan
"berikan saja wanita itu untuk mainan mereka baru kita habisi" jawab Deny dan di iyakan oleh Qinan, keduanya bergegas keluar dan ruangan itu dan alangkah kagetnya saat keluar yang dilihat pertama kali adalah Boy, Nathan dan anak buahnya serta polisi yang sudah mengepung kapalnya.
"siapa kalian" ucap Deny
"pasti kenal dong dengan kami, masa tidak kenal, bohong lah" jawab Boy
"mau apa kalian kesini" tanya Qinan
"jelas membebaskan saudara kami yang kalian culik" jawab Nathan. Deny dan Qinan sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi karna polisi langsung bertindak cepat mengamankan mereka.
__ADS_1
"lepaskan pak, ini salah paham" teriak Qinan
"silahkan jelaskan dikantor polisi nanti" jawab salah satu polisi. Mereka pun membawa Deny dan Qinan, sedangkan Boy dan Nathan kembali menyusul Rey kerumah sakit dan meminta anak buahnya untuk menjaga rumah mereka namun sebelum mobil jalan ada kabar bahwa bapak Ridwan ayah mertua mereka terkena serangan jantung saat mendengar kondisi anak-anaknya.