
pagi ini aretha dan dicky akan pergi ke luar seperti biasa ,mereka merayakan anyversery persahabatan mereka yang ke 3 bulan
"tha cepetan ,lamaa amat sih,lumutan nih nunggu kamu"teriak dicky dari kamarnya
"sabar ih,kamu turun duluan aja"kata aretha ,jendelanya tertutup jadi suaranya tidak terdengar jelas ,dicky pun turun dan mengeluarkan motornya
"mau ke luar ya ,hati hati ya nak,jangan ngebut"kata mama dicky,mamamya sudah tau kalau anaknya bersahabat sejak hari pertama mereka pindah mamanya dicky masih ingat kalau anaknya sangat antusias dalam menceritakan kisah persahabatan mereka
"dicky cepet "kata aretha dari luar pagar,ia melihat mama dicky dan menggangguk
"hari ini mau kemana"kata mama dicky dan menghampiri aretha
"kayanya sih ke kafe depan sana tan"kata aretha
"yuk buru ,udah siang nih"kata dicky dan menyalakan motornya
"sabar ih ,butuh proses"kata aretha
"pergi dulu tante"kata aretha sopan
mama dicky pun menggaguk
dicky langsung tancap gas
"woi belom naik "kata aretha ,mama dicky hanya senyum melihat mereka
*Lanjutan*:
"Pantes ringan"kata dicky dan mundur kembali,aretha pun naik,dan dicky pun langsung tancap gas
"Tha,nanti habis dari kafe ketaman yuk"kata dicky
Aretha yang dibelakang tidak terdengar jelas
"Hah ah iya iya"kata Aretha karana ngga tau apa yang di omongin dicky
"Habis dari taman ke mall pengen ngadem "kata dicky
"Hah iya iya tenang aja"kata aretha lagi lagi,ia tidak begitu jelas karna terpaan angin
Dicky bingung kenapa aretha menjawab begitu,tak lama ia pun tersadar
"Tha kamu jelek ,jidatmu lebar"kata dicky menahan tawa
Aretha lagi lagi tak mendengar
"Hah iya iya bener"kata aretha ,seketika dicky tertawa sampai motor tergoyang
"Bawa motor yang bener bang"kata aretha dan memukul helm dicky
Tak lama mereka sampai di kafe
Dicky masih tertawa ,
"Kenapa"tanya aretha
"ngga"kata dicky menahan tawa
mereka pun masuk
setelah memesan makanan mereka ngobrol
lalu ada yang menghampiri mereka
"hai ,dicky ya"kata salah satu dari 3 gadis
Dicky dan aretha menoleh,aretha tau itu maureen ,sisil dan prily
"iya,ada apa ya"tanya dicky datar
"Kenalin maureen"katanya dan mengulurkan tangan
__ADS_1
"Iya sudah kenal ,anak kelas sebelah kan,yang ini sisil,yang ini prily"kata dicky menunjuk mereka
"Owh udah tau ya,tp kan boleh kenalan lebih Jauh kan"kata maureen dan melihat aretha
Dengan tajam
"Iya boleh ,lain kali aja ya ,aku harus pergi,bye,sampai jumpa"kata dicky sambil menarik tangan aretha dan meninggalkan mereka bertiga
Maureen terlihat sangat kesal
"awas ya aretha,lo ngga akan lolos dari gue,yuk guys"katanya dan meninggalkan tempat itu
Sementara itu diparkiran
Aretha tak tau kenapa dicky bersikap sangat datar kepada maureen
"dik,kamu gak papa kan" melihat tangannya yang digenggam dicky
"Iya gak papa "dicky tak menyadari bahwa dia memegang tangan aretha
"Hmmm boleh lepasin tangannya sekarang"kata aretha ,ia memalingkan wajahnya karna malu,dicky membulatkan matanya,ia melihat tangannya dan langsung melepaskan nya
"Maaf ,aku ngga tau"dia pun ikut memalingkan wajah nya
Dicky menaiki motornya ,aretha menyusul
"mau kemana kita"tanya aretha
"biasanya kemana habis dari cafe"dicky langsung tancap gas
aretha hanya mengangguk
saat ini mereka telah sampai di mall,mereka langsung mencari tempat pertama,yaitu ice cream
Mereka melanjutkan aktivitas sampai hari beranjak sore
Saat ini mereka sedang dirumah masing masing ,biasanya sebelum jam 10 malam jendela mereka tetap terbuka, tapi kali ini hanya jendela dicky yang terbuka
Tiba-tiba rosy menelponnya
aretha terkejut saat mendengar suara rosy yang menangis, mereka terus mengobrol sampai terdengar suara tawa dari rosy
"Ya udah jangan nangis lagi,udah diem ,sekarang tidur gih,selamat malam"aretha menarik nafas panjang
Aretha pun langsung membuka jendela dan terlihat dicky berjoget ria sambil berkata yes
"Eh obatnya habis bang"kata aretha,dan menarik kursi kemudian duduk manis
"Eh aku ternyata punya kekuatan loh hebat kan" kata dicky dan duduk
di bingkai jendela
"kekuatan apa emang "tanya aretha dan menyingkirkan kursi kemudian ikut duduk dibingkai jendela
"nih tadi kan aku tutup mata trus fokus biar bisa buka jendela kamu ,eh kubuka,hebatkan"katanya memasang wajah bangga
"eleh apanya yang hebat,emang berapa lama"kata aretha
"hmmmm kira kira sekitar 30menit"kata dicky
"busyet lama amat,kasian ,nungguin aku "kata aretha menggoda
"emang dari tadi ngapain ,ngerumpi ya , sama siapa"tanya dicky
"lah ngga usah diceritain, bikin emosi"kata aretha ,wajahnya terlihat sangat kesal
"ceritain aja gak papa"ujar dicky
"bener nih aku cerita"kata aretha,dicky mengangguk
"jadi gini rosy punya pacar namanya aldo ,nah selama pacaran aldo jarang online chat ,katanya ngga ada paket internet,jadi dibeliin deh sama rosy,nah tiap minggu dibeliin tuh kan"kata aretha,dicky hanya mengangguk saja
__ADS_1
"pas rosy nya ngga online dibiarin aja,ngga dibeliin paket internet kaya rosy ke dia,nah sejak saat itu rosy udah ngga pernah beliin lagi ,udah 2hari aldo ngga online kemarin luas aldo ngomong sama rosy ,dia marah marah kenapa rosy ngga beliin dia paket internet, dia jadi ngga bisa nge game ,gimana ngga kesel ,orang dia yang butuh kenapa mesti marahnya ke rosy"kata aretha mulai kesal dan berapi api
"trus gimana" kata dicky dia mulai menguap >o<
"ih kamu ini ya ,oranglagi cerita masalah rosy kok kaya di dongeng in"kata aretha
"eh sorry ,lanjut lanjut"kata dicky
"bener nih lanjut nanti kamu tidur lagi"
"ngga tidur ,udah lanjut aja"kata dicky
"trus kan dia marah marah ,katanya kalo rosy ngga mau beliin dia lagi dia minta putus...."kata aretha terputus karna dicky membuatnya kaget
"what putus,brengsek amat tuh cowo
ngga punya pikiran apa ya,dikira pacarnya tukang paket internet apa,kesel bat dah"kata dicky heboh
"heh kok kamu yang marah "kata aretha menahan geli melihat dicky marah marah
"ya gimana ngga marah ,cowo kok begitu ,seenaknya aja"kata dicky memalingkan wajahnya yang terlihat kesa
"cowo kaya gitu ngga usah di pertahanin percuma ,putus aja ga papa masih banyak cowo yang lebih baik buat rosy"sambung dicky
"besok aku mau labrak dia "kata aretha lirih
"hah ,jangan tha ,nanti di apa apain gimana"tanya dicky dan menatap aretha
"tenang ,aku kan ekskul karate"kata aretha ,ia mulai kesal
"ya walau pun kamu bisa karate tapi kamu kan ce..."kata dicky terpotong
"emang kenapa kalau cewe,jangan pernah anggap cewe itu lemah ya,kalau kamu berpikir cewe itu lemah ,besok aku bukti in kalau ngga semua cewe itu lemah, bay selamat malam"
"ngga gitu tha tapi..."kata dicky terpotong (lagi)karna aretha sudah menutup jendelanya
"ya malam juga,andai kamu tau kejadian 2minggu lalu tha,tapi jika aku memberitahumu pasti kau akan khawatir "ujar dicky dan menutup jendelanya
* * *
keesokan harinya
saat jam istirahat dicky sudah melihat aretha hendak keluar dari kelas ia mencoba memanggilnya
"tha mau kemana"tanya nya tapi tak ditanggapi oleh aretha
dibelakang aretha ada rosy yang berusaha menghentikan aretha
"jangan tha ,biarin aja lagian aku masih sayang sama dia,biar aku yang nanggung resikonya
"kamu yang dipermainkan sama aldo,aku diam aja gitu,ngga bisa ros,sahabat macam apa aku ini kalau membiarkan begitu saja sahabatnya dipermainkan "kata aretha berapi api
aretha berjalan keluar kelas dan menuju kelas aldo
dari perdebatan rosy dan aretha didepan pintu kelas ,dicky sudah tau kalau aretha nekat melabrak aldo
"dim yok ikut"kata dicky ,dimas pun mengikuti nya
"kita mau kemana"kata dimas
"ngikutin aretha ,ke kelas aldo"kata dicky
"yang waktu itu .."dimas bungkam karna dicky menatapnya
"jadi namanya aldo ya "kata dicky,dimas hanya mengangguk
aretha telah sampai di depan kelas aldo,rosy berdiri dibelakang aretha,dicky memperhatikan dari jauh
"aldo mana "tanya aretha ke salah satu siswa di kelas tersebut
bersambung ....
__ADS_1