Pelangi Senja

Pelangi Senja
kedatangan dias


__ADS_3

saat ini dicky sedang merenung kesalahannya dikamar dia terus saja melihat ke arah jendela nya ,dia berharap kalau saja aretha memperlihatkan wajahnya dan memanggil nya


tapi kenyataannya ,jendela nya tertutup


"haaaaah, aku kira dengan aku menghentikan aldo aku bisa lebih dekat dengan aretha dan mendapat perhatiannya tapi nyata nya ,haaaah"dicky menghela nafasnya berulang kali


dicky berjalan menuju jendela dan menatap jendela aretha


terlihat jendelanya terbuka sedikit


tiba tiba terdengar suara tawa aretha


"hah kenapa dia ketawa ,apa mungkin aku telah berbuat sesuatu ,atau dia sedang mengintip juga dari jendela yang terbuka sedikit itu"humam dicky


"wah kapan ,owh okh aku tunggu ,bener loh"kata aretha yang terdengar dari kamar dicky


"bagus dia berada di dekat jendela"kata dicky dia mengambil sapu dan mulai mengetuk jendela aretha


"eh bentar ada yang ganggu "kata aretha dan membuka jendela,ternyata aretha lagi video call sama temennya,dias


"apa sih ganggu orang aja "kata aretha ketus


"maaf tha ada  waktu ngga "kata dicky dia gugup karna melihat wajah aretha sangat dingin kepadanya


"ngga ,aku sibuk "kata aretha dan memalingkan wajahnya ke layar ponsel ,dicky tak melihat wajah yang sedang vidcall dengan aretha karna samar


"maaf ya ,ada pengganggu "kata aretha yang jandanya dibuat menyindir


dicky merasa makin bersalah


"emang siapa sih yang ganggu ,mungkin dia ada perlu lain sama kamu"kata dias dari seberang sana


"owh ngga kok ,dia cuma mau sok pamer kalo dia jago "kata aretha dengan nada menyindir lagi


(author:tha maaf in dicky sih napa ,dia begitu kan buat lindungin elu


aretha:eh thor suka suka sih napa ,ngambek nih aku sama author nya,dan ngga lanjut in nih cerita


author:eh iya iya kita lanjutin ya ^pake ngambek segala nih anak^)


"siapa sih liat dong mukanya,kalo mukanya nyeselin biar aku yang tanganin"kata dias


aretha mengarahkan ponsel ke dicky dengan kamera belakang jadi dicky tak melihat wajah dias,seketika dias berteriak


"eh kenape lu ,kesurupan ya " kata aretha


"tutup dulu jendela nya atau menjauh dulu dari tuh anak"kata dias dan aretha langsung menjadi menutup jendelanya


dicky bingung dengan apa yang terjadi ,lalu dia memutuskan untuk tidak ambil pusing yang harus dipikirkannya adalah bagai mana caranya agar bisa berbaikan dengan aretha


sementara aretha


"kanapa sih lu ,teriak teriak ngga jelas"tanya aretha


"eh lu punya tetangga ganteng kok ngga bilang bilang"kata dias wajahnya terlihat menggoda


"loh gue kira lu udah tau kalo itu dicky yang selama ini gue cetitain"kata aretha


"owh jadi itu dicky,sahabat baru lo yang sejak awal dia pindah dia jadi sahabat lo ,trus sekarang ada masalah kan "kata dias


aretha mengangguk


"trus masalah nya apa neng"kata dias ,aretha pun menceritakan semuanya kepada dias


"owh ,lu dari dulu ngga berubah ya ,selalu aja gitu"kata dias


"ya iya lah masa cewe selalu dianggap lemah sama cowo ya ngga bisa gitu,cewe juga punya hak"kata aretha berapi api


"ya iyalah pasti punya ,yang paling sangar itu hak nya 20 cm baru tinggi"kata dias


"eh lu kira high hels apa "kata aretha


mereka terus mengobrol sampai 2jam berlalu


"eh jadi besok beneran kesini kan ,nginep berapa hari"tanya aretha


"seminggu aja "kata dias


"lah sekolah mu kan jauh dari rumah ku"kata aretha

__ADS_1


"lah kan aku bawa motor ,jadi kita bisa berangkat bareng kan searah"kata dias


"owh okh sampai jumpa besok"kata aretha


"eh apa aku pindah sekolah aja ya ,kan asik bisa satu sekolah sama si ganteng"kata dias


"eh ngga usah nanti gua yang repot "kata aretha


"kenapa emang"tanya dias


"lu suka malu maluin "kata aretha dan tertawa


"eh awas ya lu gua..."kata dias terpotong karna aretha sudah mematikan vidcallnya


tapi ada chat masuk dari dia


"AWAS AJA LO BESOK KALO NGGA NGENALIN DIA KE GUE"itu terpampang jelas di layar ponsel aretha semua capslock


aretha hanya membalas dengan emot 😑


                    *        *       *


saat ini jam menunjukkan pukul 3 sore aretha sedang  menunggu dias datang


"katanya jam segini bakal datang ,mana buktinya,dasar tukang ngaret"katanya ia pun duduk di kursi halaman rumah nya terlihat dicky baru pulang dari lapangan dia tersenyum pada aretha tapi aretha hanya cuek


seharian ini aretha juga sudah men cuek an dicky di sekolah


"hai tha lagi ngapain"kata dicky dia melipat tangannya di tembok pemisah antara rumah mereka


"kepo aja urusan orang "jawab aretha ketus


"tha udah dong marah nya ,nanti tambah jelek loh"kata dicky dia sekarang duduk di atas tembok


"biarin ,kan ngga bikin kamu rugi juga"katanya masih ketus


"aku minta maaf deh"kata dicky dan melompat turun dia mendekat ke aretha dan mengulurkan tangan nya


"eh ngga sopan banget ya masuk rumah orang ngga lewat pintu"kata aretha


"eh ini kan halaman bukan rumah "kata dicky dia menahan geli melihat aretha yang memalingkan wajah karna salah tapi tetap dengan wajah ketus


dicky memperhatikan tangannya ,memang sedikit kotor karna baru saja main futsal dilapangan


"owh maaf aku mandi dulu ,nanti jendela kamu dibuka ya "kata dicky dan melompat tembok dan segera berlari kedalam rumah


"dasar ngga pernah berubah"kata aretha tersenyum,


dia melihat ke arah pagar disana ada ojek online yang baru saja berhenti dan ada seorang gadis yang membawa tas yang besar ditambah satu koper dia memberilan helm dan membayar kemudian ojek itupun pergi


aretha berjalan menuju pagar


"lama amat lumutan nih nunggunya"kata aretha dia membuka pagar


"eh karpet merah nya mana "tanya dias dia celingukan


"eh lu kira lu putri apa ,udah yok masuk,eh kamu mau nginep atau mau pindah "kata aretha dan membawa koper itu masuk ,mereka pun masuk


"mah dias udah datang nih"kata aretha sedikit berteriak ,mamanya keluar dari arah dapur


"eh udah datang ,selamat datang ,apa kabar "kata mama aretha ,dias menyalaminya


"baik tante"kata dias tersenyum


"yaudah mah kami naik dulu ya"kata aretha ,mereka pun naik ke kamar aretha


"haaah udah berapa lama ya kita ngga ketemu"kata dias dia langsung merebahkan badannya aretha meletakan koper disamping lemari


tiba tiba terdengar teriakan dari luar jendela


"tha aku udah mandi nih ,udah bersih ,tangan ku udah pake hansanitifer,eh apa namanya bentar aku google-ling dulu"katanya dan hening sejenak


"nah ini hand-sanitaizer"kata dicky terdengar ceria


"siapa tha kok teriak teriak,bilang udah mandi segala lagi"kata dias menahan tawa


"liat aja sendiri ,tapi jangan kaget"kata aretha dia duduk diatas kasurnya sambil membaca komik


dias berjalan menuju jendela dan membukanya

__ADS_1


terlihat disebeang sana dicky yang tersenyum tipis karna kecewa bukan aretha yang membukanya,dengan  cepat dias menutup jendela nya kembali dan menghampiri aretha


"eh kamu kok ngga bilang sih kalau kamarmu berhadapan sama kamarnya si ganteng,selama ini ngapain aja"kata dias menggoda


"ngga ngapa ngapain ,bukannya kemarin udah aku  liatin  kalo aku emang berseberangan sama kamar tuh anak"kata aretha wajahnya tetap fokus pada buku


"eh aku kira itu di pintu ,jadi ngga tau kalo gini"kata dias ,aretha hanya diam ,dias memutar bola matanya


"gini nih kalo punya sepupu nyebelin"kata dias,aretha tetap diam


"kamu kenal sama dia kan ,kenalin dong"


"kenalan aja sendiri"


"yaudah kasih tau namanya aja deh biar nanti bisa nyapa  dia duluan"


"tanya aja sendiri punya mulut kan"


"tha kamu kok cuek gitu sih ,owh apa jangan jangan lagi ada masalah"selidik dias


"hmmmm"


"kalian pacaran"tanya dias sok polos


"heh apa apaan ,k-kenapa ngomong gitu "aretha gugup


dias hanya tersenyum melihat wajah sepupunya itu memerah


"aku bisa tau namanya tanpa menanyakan'siapa namamu'dan tanpa aku memberi tau namaku terlebih dahulu,kalau aku bisa kamu harus traktir aku bakso ,dan aku dapetin dia"kata dias semangat


"trus itu siapa namanya,rendra ditaro mana neng"kata aretha ia menutup komiknya


"ini buat cadangan ,supaya kalau aku udah bosen sama rendra bisa langsung jadian sama si ganteng "kata dias membayangkan,aretha hanya geleng geleng kepala karna melihat tingkah sepupunya itu


dias berjalan menuju jendela dan membukanya ternyata dia sana masih ada dicky yang sedang memainkan ponselnya


"hai ,sibuk amat"kata dias, dicky pun menoleh ke arah nya


"oh hai ,ngga kok cuma cek grup chat aja"kata dicky


" grup apa ,rame banget keliatannya"kata dias


"grup futsal"kata dicky dia semakin sibuk dengan grupnya


"eh ganteng , boleh nanya"kata dias dia melihat aretha sebentar melalui sudut matanya ,aretha mulai mendekat ke arah jendela


"eh jangan panggil gitu ,panggil dicky aja"kata dicky


"owh okeh"kata dias melirik aretha dan menggerakkan alisnya


aretha mulai bersiap siap


"kamu siapa,owh namanya siapa"kata dicky dia meletakkan ponselnya


dan mulai melihat ke arah dias


"aku dias sepupu aretha paling cantik "kata dias dia menyeringai dan melihat aretha yang berlagak muntah


"hahahaha biasa aja,salam kenal,tapi emang cantik kok"kata dicky ,dias terlihat tersipu


"yas ,ayok buru"kata aretha sedikit berteriak dias menoleh ke arah aretha


"oh iya sebentar "kata dias balas berterima dan kembali menoleh ke dicky


"maaf ya dicky ,aku harus pergi "kata dias


"ya ga papa kok ,sampai jumpa,titip aretha "kata dicky dias terlihat sedikit bingung


"owh okh makasih ,bay"kata dias dan menutup jendelanya dicky terkejut karna dias menutup jendelanya terlalu kencang,dia hanya tersenyum


"kita mau kemana tha"kata dias pura pura tak tahu


"makan bakso lah ,pura pura ngga tau ini monyet satu"kata aretha


mereka pun berjalan keluar rumah


"monyet?,tapi aku dibilang cantik kok sama dicky,hadih senengnya"kata dias riang


"hedeh ,terserah kamu deh "kata aretha berjalan cepat

__ADS_1


dias mengejar nya sambil terus mengoceh tak jelas sesekali bernyanyi kecil membuat aretha geleng geleng kepala


__ADS_2