
hari ini aretha and the gank yaitu dimas,dias,dicky dan rosy sedang berada di dalam mall
ini sudah 3hari setelah kejadian waktu itu
mereka sedanh ber akhir pekan bersama
walaupun belom sembuh benar
dimas masih di gips
aretha sudah lepas perban sementara dias sudah tak ada bekas lebam lagi
saat keluar dari rumah sakit rosy langsung minta maaf karna ia merasa semua itu karna nya ,jadi dia berjanji untuk mentraktir mereka sebagai permintaan maaf
"rencana nya mau ngapain"tanya dias
"eh permisi tolong jangan memblokir jalan "kata salah satu pengunjung yang bersama seorang perempuan, seperti nya pacar nya
"hehehe maaf mas ,silah kan"kata dias dan mundur
memang mereka berjalan sejajar jadi seperti memblokir jalan
"gini aja jalannya "kata rosy menarik dias dan aretha ke samping nya
dicky dan dimas saling tatap dan mengangguk
posisi mereka para cewe didepan dan cowo dibelakang hanya mengekor sampai mereka menuju bioskop
"hah ngapain ke sini "kata dimas
"mau beli sepatu "tukas rosy dan menatap dimas
"owh ,bukannya ini bioskop ya "tanya dimas ,rosy dan dimas memulai perdebatan dengan saling menukik kepala
yang lain hanya tertawa pelan melihat perdebatan itu
"kalian sepertinya cocok ,kenapa ngga pacaran "kata dias
"hah sama dia"dimas dan rosy seling tunjuk
"ogah "mereka berbicara bersamaan
yang lain hanya tertawa
"sepertinya yang lain belum tau kalau aku udah putus sama aldo"kata rosy dalam hati
"baik lah kita mau nonton apa"kata rosy ia melihat sahabatnya satu persatu
"mmm aku ngga tau bingung kita cari yang lain aja"kata aretha
yang di sertai anggukan oleh dicky dimas dan dias
"haaah padahal kan aku yang bayar "kata rosy kecewa ,tapi wajah nya berubah seketika
"gimana kalu kita makan ,yuk cari resto nya"kat rosy yang langsung menggandeng aretha dan dias
lagi lagi dimas dan dicky mengekor
tp tak lama mereka berhenti
"mau makan apa"kata rosy
"terserah kamu"kata mereka berbarengan,rosy melihat sekeliling dan melihat sekeliling
"disana aja gimana"kata rosy menunjuk sebuah resto tak jauh dari mereka berdiri
"terserah aja"kata mereka berbarengan lagi
rosy manyun karna sahabatnya tak meminta langsung
"baik lah kita kesana tapi setelah ini tidak ada lagi kata terserah paham"kata rosy dia berjalan maju dan diikuti yang lain
setelah mendapat meja mereka memesan makanan masing masing
sambil menunggu
__ADS_1
"habis ini kemana"kata rosy semangat
"udah lah ros ,segini aja udah cukup"kata aretha yang disertai anggaran yang lain
"kenapa sih kamu bersikeras mentraktir kami "kata dias
"gini ya para sahabat sahabat ku yang baik dan tidak sombong serta rajin menabung, termasuk dias,aku merasa bersalah karna kalian terluka karna aku terutama di dimas karna aku tangan mu jadi di gips gitu"kata rosy melihat dimas yang memalingkan wajah karna di tatap sahabat sahabatnya
"tapi kenapa ,bukannya aldo dendam sama aku karna aku labrak dia di depan semua orang karna ngga jadi menunjuk kan aksinya di sebab kan ada orang yang berbisik padanya"kata aretha melirik dicky dicky ikut ikutan memalingkan wajah
"bukan ,sebenarnya waktu kemarin itu aku ngga ikut kalian ke toko buku karna aku habis putus sama aldo ,dia terus berbuat semaunya dan sebelum putus itu sore nya aku melihatnya berduaan sama cewe lain jadi malam nya aku membuat keputusan dan paginya aku langsung mengatakannya ke aldo tapi dia malah marah besar dan mengancam ku aku ,aku tak akan dibiarkan selamat ,jadi aku memutuskan tidak keluar rumah hari itu tapi malah kalian yang kena ,jadi sebagai permintaan maaf aku akan mentraktir kalian"kata rosy
yang lain hanya ber oh
"nah ayo silahkan dimakan "kata rosy melihat makanan sudah diatas meja
mereka makan sambil bercerita dan menyusun rencana untuk pergi ke mana lagi selanjutnya
tapi ditengah perbincangan mereka dihampiri 3gadis
"hai lama ngga ketemu ya"kata salah satunya semuanya menoleh terlihat maureen ,sisil dan prily
"mmm ya hai"kata semuanya kecuali dias yang tak tau siapa itu karna beda sekolah
"lagi ada acara apa kok kumpul kumpul"kata maureen
"cuma kumpul bareng aja emang kenapa" kata rosy
dias menyikut aretha
"siapa"katanya pelan
"iblis tanpa tanduk"kata aretha juga pelan keduanya terkikik
maureen melihat dias
"oh hai kamu siapa kayanya bukan dari sekolah yang sama "kata maureen
"dias dari sma 3"kata dias
"owh dimas udah baikan belum ,satu sekolah udah tau kalian berantem kan sama pacarnya rosy"kata sisil melirik rosy yang terdiam
"owh maaf ya kalian kesini ada perlu apa ya "tanya dicky yang dari tadi diam
"eh dicky ,maaf aku ngga bermaksud ganggu aku hanya bersimpati pada kalian "kata maureen dengan nada meremehkan
"ya sudah pergi aja dari sini udah tau ganggu ngapain masih disini "kata aretha buka mulut
"owh ada mmmmm namanya siapa ly"kata maureen menyikut prily
"entah lah dia sempat populer loh karna menantang aldo didepan kelas "balas prily dan menatap aretha
"namanya siapa sih sil, kan sempat populer tapi kok kita ngga tau namanya ya,owh aku tau ratha kalau ngga salah "kata sisil dia melihat aretha yang emosi nya memuncak
"maaf untuk kalian bisa pergi dari sini sebelum saya membuat kalian malu dihadapan para pengunjung"kata aretha rosy dan dias mendekat ke aretha yang berusaha menenangkan aretha
"owh coba aja ,paling kamu yang malu karna membuat keributan dan dibawa satpam keluar dari sini "kata maureen tersenyum meremehkan
aretha mengepalkan tangannya melihat itu dicky langsung ambil tindakan dia berdiri dan medekati maureen ,dia terus maju membuat maureen mundur dua langkah
"cepat pergi dari sini sebelum aku marah,kamu tau kan masalah aku dan aldo waktu itu juga gara gara kamu paham "kata dicky sedikit berbisik
"nah iya iya ,aku akan pergi "katan maureen dan memanggil prily dan sisil setelah agak jauh dicky kembali duduk dan bersikap seolah tak terjadi apa apa
"kamu ngomong apa "kata dimas
"cuma nyuruh pergi dan ngancam aja kok"kata dicky santai
"ngancam apa "kata rosy dan dias bersamaan ,dicky melihat aretha mulai tenang
"cuma bilang kalau dia ngga pergi aku akan memberinya sedikit pendingin perisa coklat "kata dicky
sementara itu maureen yang sudah agak jauh tersenyum melihat dicky
"kau lihat dia menatapku ,matanya sangat bagus ,aku harus mendapatkannya "kata maureen bersemangat
__ADS_1
"setelah kau mendapat kan nya jangan lupa dekat kan dimas dengan ku"kata sisil ,
"owh iya kaitkan dekat dekat dengan aldo aku juga bisa kan didekatkan dengan nya"kata prily
"untuk kalian berdua mah gampang ngurus nya sekrang kita susun rencana bagaimana caranya menyingkir kan ratha itu"kata maureen
"mmm sebenarnya namanya aretha"kata sisil
"ah siapa pun namanya kita harus menyingkirkan nya agar jalan mendapatkan dicky lebih mudah "kata maureen ,mereka pun segera pergi setelah menatap meja aretha dan sahabat sahabat nya
* * *
"yuk kemana lagi"kata rosy setelah keluar dari mall
"sudah lah ,sudah cukup untuk hari ini"kata aretha
"iya sudah cukup kamu terlalu banyak mengeluarkan uang untuk kami "kata dicky
"tak apa lagipula ini uang ku sendiri bukan uang orang tua ,aku kan ikutan jadi member jualan online jadi penghasilannya cukup ,juga uang bisa dicari tapi sahabat yang gila seperti kalian akan sulit dicari "kata rosy dia mengeluarkan ponselnya dan menuju taman kecil
"selfi dulu yuk"kata rosy dan semuanya merapat mereka ber foto dengan macam macam pose
"nah yang ini ,kalian harus berjanji jika sudah dewasa nanti dan kita akan terpisah ,kita akan kembali kesini dan berpose persis seperti di foto ini ,sekarang kan sedang banyak yang melakukan itu membuat pose lama ditempat yang sama tapi sudah berbeda waktu "kata rosy yang lain hanya saling tatap
"ayo berjanji ,nanti aku akan cetak dan akan membagikan nya pada kalian agar kalian ingat "kata rosy
"baik lah aku pasti akan kesini dan menuruti kemauan rosy"kata aretha dan tersenyum
"aku juga "kata dicky dimas dan dias bersamaan
mereka pun menunggu angkutan di pinggir jalan untuk pulang
"eh dias kamu kapan balik "kata dicky
"rencananya sih besok pagi ,tapi ngga jadi"kata dias ,ia menatap lurus ke depan
"kenapa "kata yang lain bersamaan
"karna selama seminggu aku disini aku menemukan sahabat yang benar benar menganggapku sahabat "kata dias dia masih menatap lurus sementara yang lain menatapnya
"memangnya selama ini kamu ngga punya sahabat"kata dimas
"punya tapi ,setelah dia mempunyai teman baru aku dilupakan, ya begitu terus tapi disini aku melihat walau dicky dan dimas bersahabat dengan ku yang 'baru' ini ,tapi mereka tak melupakan rosy makanya aku akan tinggal lebih lama lagi di rumah aretha ,kemungkinan aku akan pindah sekolah juga "kata dias dan menoleh kearah sahabat barunya termasuk aretha yang sepupunya
"jangan pindah oke ,karna kalau kamu pindah kamu akan membuatku repot paham "kata aretha
"memang kenapa"kata dias dan lainnya
"pertama kalau kamu kehabisan uang jajan pasti minta aku sama waktu smp dulu kita kab satu sekolah juga satu kelas ,kedua kamu itu kalo ngomong senaknya ,kalau liat aku deket sama orang lain aja langsung ngomong yang ngga ngga ,ketiga kamu susah bangun pagi ,aku udah teriak bangunin ngga bangun bangun tapi giliran ada notifikasi chat yang masuk langsung bangun, heran"kata aretha yang melihat dias hanya nyengir nyengir kuda
"iya teriakan nya sampe kamar ku "kata dicky terkekeh yang lain juga ikut terkekeh melihat dias di omeli aretha tapi dicky tawanya terhenti karna melihat sesuatu dan langsung menyadarinya
"mmm ngomong ngomong kita ngapain ya di pinggir jalan gini "kata dicky dan membuat yang lain berhenti tertawa
"ya nunggu angkutan lah kan mau pulang "kata dimas
"trus itu buat apa "kata dicky menunjuk mobil hitam yang terparkir di dekat gerbang parkiran mall
"apa itu mobil kan "kata dias
tak lama mereka tertawa ngakak karna menyadari kalau mereka tadinya kesini menggunakan mobil rosy tapi mereka malah nunggu angkutan
"kamu juga bawa mobil kok ngga ingat"kata dimas
"namanya juga manusia"kata rosy dan mereka menuju mobil masih sambil tertawa
/// mohon maaf jika ada salah pengetikan ,
jangan lupa like bab nya ,vote nya dan tambah kan dalam list favorit ya ^-^
komentar positifnya juga di tinggalkan biar makin semangat nulisnya ,apa lagi kalau dapat koin ...
^_^
terimakasih ////
__ADS_1