Pelangi Senja

Pelangi Senja
bertanya?


__ADS_3

dias melihat aretha masuk dengan murung


"kenapa tha "tanya dias dia mematikan ponselnya dan duduk di samping sepupunya yang tengah tengkurap membenamkan kepalanya


"di apa aku salah kalau aku ingin tahu sebuah alasan "kata aretha mengangkat kepalanya


"memangnya kamu kenapa "kata dias nada bicaranya tenang


aretha kembali membenamkan kepalanya di bantal dan menggeleng ,


dias tau, pasti tadi ada sesuatu yang terjadi antara aretha dan dicky


dias berjalan menuju jendela dan memanggil penghuni kamar diseberang nya ,tak lama dicky muncul


"tha kamu bisa turun sebentar aku mau ngomong sama dicky "kata dias ,aretha bangun dan berjalan gontai


"aku di kamar mama ,ngantuk disana kan ada ac "kata aretha dan berjalan keluar kamar dias menutup pintu kamar dan menguncinya ,ia kembali ke jendela


"ada apa manggil "kata dicky dia terlihat lemas


"kalian habis ngapain aja selama aku tinggal "kata dias tegas membuat dicky terperanjat


"ngga ngapa ngapain sumpah dah "kata dicky mengacungkan 2jari


"trus kenapa aretha jadi murung gitu jawab" ujar dias ,dia mengambil sapu dan mengacungkan pada dicky,


dicky pun menceritakan nya apa yang terjadi


"sekarang aku mau tanya ,tapi harus jujur jika kamu jujur jawabannya tak akan aku sebar jadi hanya kau aku dan tuhan yang tau "ucap dias dengan nada mengancam


"memang apa pertanyaannya"ucap dicky


dias menarik nafas


"kau suka kan pada sepupuku ,kan jujur saja "kata dias mengacung kan sapu ,dicky terperanjat dia tak segera menjawab


"aku tau kau menyukainya ,aku sadar saat kau melawan aldo mati matian hanya untuk melindungi aretha kan "kata dias


"itu ku lakukan demi persahabatan "bantah dicky wajahnya memerah dan dia berharap dias tak melihatnya


"benarkah "ucap dias dengan nada meragukan


dicky hanya mengangguk


"lantas kenapa sewaktu aku ,dimas dan rosy berkata 'hentikan', padahal kami begitu dekat, kau tak mendengarnya tapi ketika aretha berkata demikian kau langsung berhenti"ucap dias bak seorang detektif


"karna dia memeluk ku dan itu membuatku kaget makanya ku hentikan "kata dicky dia memalingkan wajahnya


" hmmm juga sewaktu aku baru tiba disini bukan kah kau berusaha ingin meminta maaf dari aretha ,dan tadi juga kamu berusaha ....."


"ya kau benar "kata dicky pelan


dias berhenti nyerocos dan tersenyum


'sudah ku duga 'ucap dias dalam hati


"jadi benar kau menyukainya "


"siapa?"


"Aduh ini anak ,ya aretha siapa lagi masa dimas"kata dias dia gemas dengan wajah polos dicky


dicky hanya mengagungkan kepala dan menunduk karna wajahnya pasti seperti kepiting rebus


"jika kau menyukainya kenapa tidak katakan saja"ucap dias ,ia meletakkan sapu dan melipat tangan nya didada juga memasang tampang serius


"aku belum tau banyak tentang nya ,juga belakangan ini ia sering sekali marah padaku"ucap dicky dia mengangkat wajahnya


dias ingin tertawa melihat wajah dicky seperti kepiting rebus


"kenapa wajah mu merah ,apa kau malu sudah curhat dengan ku?tenang saja begini begini aku ahli cinta"kata dias ,ia terkekeh sendiri

__ADS_1


dicky hanya menatap dias polos membuat dias semakin gemas


"jangan menatap ku begitu ,bisa habis pipimu nanti ku cubit"kata dias dia mulai menjulurkan badan nya keluar


"jadi apa kau tau penyebab aretha marah pada ku "tanya dicky


"begini ..aku tau benar sepupuku ini


saat ini ia hanya belum bisa meng- ekspresi- kan dirinya didepan mu makanya dia begitu kau tenang saja biar aku yang mengurusnya"ucap dias dan menepuk dadanya


"tapi apakah kamu bisa menjaga ini sampai aku siap untuk mengatakannya "kata dicky menatap dias


"tenang saja semuanya pasti akan ku jaga "kata dias


tok ...tok...tok...


"di buka pintunya ..aku mau masuk "kata aretha dari balik pintu


dias berjalan menuju pintu dan membukanya ia melihat aretha masih merem melek


"mau apa ,ini udah sadar belom sih "kata dias


"setengah mateng"kata aretha berjalan gontai dan menjatuhkan dirinya di kasur


"dikira telor ceplok"ucap dias


"ogh iyahg khagta mahgma, mahgma phuglanghnya soghre "ucap aretha dengan kepala terbenam di bantal


"ngomong apa sih tha ,ngga jelas banget"ucap dias mendorong tubuh aretha dan ia berguling menjadikan posisinya telentang


"hah kata mama ,mama pulang nya sore karna masih ada acara lagi "kata aretha dengan mata terpejam


dias hanya ber oh


dicky menanyakan apa yang terjadi dan dias menjelaskan


dicky juga hanya ber oh


"gimana tha "tanya dias


"aku ngga ikut kalian aja "jawab aretha


"ya udah dik kapan kapan aja hehehe"ujar dias


"ya udah aku mau tidur"kata dicky dan pergi dari hadapan dias ,dias menutup jendela dan menghampiri aretha yang berbaring


"tha mau nanya nih"kata dias menyentuh aretha dengan telunjuk


"kalian tadi ngomongin apa?"tanya aretha dan duduk bersila


"ngga ngomong apa apa cuma nanya nanya aktivitas dicky aja "ujar dias


aretha hanya dias


"katanya mau nanya"


"owh iya ,tapi kalau aku nanya jangan marah ya "


"iya ,buru "


"kamu suka ya sama dicky ,belakangan ini aku liat kamu kaya perhatian sama dicky ,walau kalian sahabat tapi kalian deket banget loh "tanya dias dengan nada pelan agar tak terdengar dicky


"kenapa tiba tiba nanya ,pasti tadi ada ngomongin sesuatu nih"selidik aretha


"eh ....oh .....eng ... kalo ngga mau jawab juga ngga papa ,ya udah lanjut aja tidurnya "ucap dias gugup


mata aretha menyipit


"aku tau kenapa kamu ngomong gitu"ucap aretha dengan nada pelan


"eng...emang apa.."kata dias ,ia gugup karna takut tadi aretha menguping

__ADS_1


"kamu suka kan sama dicky makanya kamu nanya gitu ke aku mastiin kalo aku bukan saingan mu kan "kata aretha menunjuk wajah dias


dias menarik nafas lega


"eh ..kok kamu ngira gitu sih ....ya enggak lah,aku kan masih sama rendra ...gimana sih kamu"ucap dias memalingkan wajh karna risih ditatap aretha ,sekali lagi aretha menyipitkan mata dan tersenyum jahil


"apa apaan sih .....jangan mikir gitu tha "kata dias melihat ekspresi aretha


'haduh aku yang nanya kok malah ditanya balik ,kok malah gini 'ucap dias dalam hati


aretha terus menatap dias membuat dias risih dan menyumbat telinganya dengan headset dan menyetel lagu favorit nya


aretha terkekeh melihat tingkah dias ,ia berbaring kembali berniat untuk melanjutkan tidurnya,tiba tiba ia teringat sesuatu dan duduk kembali


"eh di ,aku mau nanya ,serius nih"kata aretha melihat dias menggoyangkan kepala dan menentukkan jari


"di ,denger ngga sih "ujar aretha dan mendekat lalu menarik salah satu headset dias


"DIAS.....!!!!! "teriak aretha di telinga dias membuat dias terperanjat dan melempar ponselnya


"ngga sopan banget sih ,untung telingaku ngga berdarah "ucap dias memegang telinganya dan melihat ponselnya yang telah terlempar akibat teriakan aretha


aretha hanya terkekeh melihat dias mengusap ponselnya


"kenapa teriak teriak ,ada apa ..."teriak dicky dari seberang


"ngga ada apa apa cuma ada kecoa lewat"balas dias teriak ,aretha menepuk pundak dias


"ngga usah teriak juga kali "kata aretha


suara dicky sudah tak terdengar lagi


"so..."


"to.."jawab aretha dia mengambil bantal dan meletakkan dipangkuannya


"makanan aja pikiran mu"ujar dias menoyor kepala aretha ,aretha hanya meringis


"so ....kenapa tadi teriak teriak "tanya dias


"emmmm aku mau nanya ,kamu penasaran ngga sih sama kata katanya aldo waktu dulu kita di hadang"ucap aretha mulai serius


"hmmm yang mana ,aku lupa ,solnya dia banyak bacot nya"ujar dias tekekeh


"yang itu loh waktu dia ngomong'aku tau kamu bukan pacarnya dicky 'terus juga yang 'oh kau akan menghajarku lagi seperti waktu itu ',ingat ngga"tanya aretha yang tadi menirukan gaya bicara aldo


"owh itu ,ingat ,emang kenapa ,penasaran alasannya"tanya dias melihat aretha yang hanya mengangguk


"mau ku tanyakan "tanya dias berdiri dan hendak menuju jendela


"eh ngga usah ,tadi udah kutanya ,tapi katanya....."kata kata aretha menggantung ,dias kembali duduk


"apa yang dia katakan "tanya dias


pura pura penasaran karna ia sudah tau


"ngga ah kalau aku bilang kamu pasti bakal langsung marahin dia kan "kata aretha murung


"ya udah kapan kapan aja ceritanya ya" kata dias dan kembali menyumbat telinganya dengan headset, aretha tak lagi berniat untuk tidur jadi ia mengambil komik untuk dibaca


sementara dicky dikamarnya sudah tertidur setelah mendengar teriakan dias tadi dari kamar aretha


///terimakasih karna sudah membaca ,semoga suka ya^-^,jika ada salah pengejaan kata maupun pengetikan saya mohon maaf


jangan lupa tinggalkan komentar positif ,like bab dan vote juga ya


kalau bisa kasih koin ya ,ngga maksa kok 😄


sekali lagi terimakasih


dukungan kalian semangat saya😊😊

__ADS_1


__ADS_2