Pelangi Senja

Pelangi Senja
Bab 32


__ADS_3

Tak terasa sudah 1 minggu Cleo dirawat, Nabila dan Rani sudah di perbolehkan pulang dari 3 hari yang lalu. Hari ini keduanya menyempatkan diri untuk menjenguk Cleo yang masih dirawat.


"Cleo gimana keadaan mu" tanya Nabila


"sudah lebih baik kak" jawabnya


"syukurlah" jawab Rani


"aku turut berduka cita atas meninggalnya bapak" ucap Cleo sedih


"terimakasih Cleo" jawab keduanya


"apa itu keponakan ku" tanya Cleo


"ya, ini anak ku" jawab Nathan yang sedang menggendong baby NN


"wah lucunya matanya mirip bang Nathan, laki-laki atau perempuan bang" tanya Cleo


"aku jagoan tante" Jawab Nathan menggunakan logat anak-anak dan membuat Cleo tersenyum


"kak, cepat pulih ya, biar bisa kumpul dirumah" ucap Rani dijawab anggukan oleh Cleo


"tetep semangat ya Cleo, kami semua sayang kamu" kata Boy


"iya bang, terimakasih" jawab Cleo


"sayang, dokter bilang kamu sudah boleh pulang sore ini, namun masih tetap harus banyak istirahat" ungkap Rey yang baru saja masuk setelah menemui dokter di ruangannya. Cleo hanya mengangguk kan kepalanya lalu berusaha bangun untuk duduk, dengan cekatan Rey membantu sang istri.


"apa kamu mau minum sayang" tanya Rey


"iya kak, aku haus" jawab Cleo dan Rey lalu mengambilkan air putih untuk sang istri


"Rey, Cleo kami pamit pulang terlebih dulu" ucap Nathan


"iya, hati-hati" jawab Rey


"apa hari ini ada pengajian 7 harinya bapak" tanya Cleo

__ADS_1


"ya, kami mau menyiapkan acara itu" jawab Rani


"kami tunggu di rumah ya Cleo" ucap Nabila


"hhmm, kalian hati-hati" jawab Cleo


"ok, ya sudah kita pamit, sampe ketemu dirumah" kata Boy


"ok" jawab Cleo


Setelah kepulangan Kedua pasangan itu Rey duduk disamping Cleo, menggenggam tangan sang istri dengan penuh kasih, dilihatnya wajah alami sang istri yang selalu membuat hatinya hangat.


"ada apa sayang" tanya Rey yang melihat kesedihan di mata sang istri


"kak, apa aku boleh tau siapa yang menculik ku kemarin" tanya Cleo


"Qinan dan kekasihnya, mereka sudah ditangkap tinggal menunggu kesaksian daei kamu untuk proses selanjutnya" jawab Rey


"tapi kenapa, aku tidak mengenal mereka" tanya Cleo bingung


"sayang, kamu adalah seorang istri dari Rey Leondra. Posisi kamu banyak diinginkan wanita-wanita di luar sana yang gila akan harta dan juga mereka ingin aku jatuh" jawab Rey. Cleo tertunduk pikirannya kalut akankah keselamatannya akan terus terancam, lalu bagaimana dengan anak-anaknya


"lalu apa anak-anak juga tidak aman" tanya Cleo sendu


"sayang, mulai kemarin aku sudah memilih beberapa orang untuk menjadi pengawal pribadi kalian mereka akan menjaga kalian" kata Rey


"apa kakak sudah tau alasan wanita itu" tanya Cleo


"belum, karna ku blm menemuinya, aku tidak mau meninggalkan mu" ucap Rey


"kak, maaf aku tidak bisa memberi anak lagi" ucap Cleo sedih


"tidak sayang, aku yang seharusnya minta maaf karna tidak bisa melindungi mu, kita sudah memiliki 2 anak sayang, yang terpenting buat aku adalah kamu sayang. jadi jangan berfikir macam-macam ya sayang, aku adalah yang utama untuk ku" jawab Rey penuh kasih lalu mengecup dahi sang istri


"kak, aku mau kekamar mandi" ucap Cleo


"ayo, biar aku bantu" jawab Rey yang ingin menggendong Cleo

__ADS_1


"aku jalan sendiri saja kak, tolong ambilkan baju dan handuk saja kak" kata Cleo


"kamu mau mandi" tanya Rey


"iya kak, badan ku lengket" jawab Cleo.


"ok sayang, aku kunci pintu dulu" ucap Rey yang bikin Cleo bingung


"kunci pintu, kenapa kak" tanya Cleo bingung


"aku mau bantu kamu mandi sekalian mandi bareng kita sayang" jawab Rey menggoda


"kakak, jangan aneh-aneh deh" ucap Cleo


"tidak aneh-aneh kok sayang" jawab Rey tersenyum manis sambil menyiapkan keperluan Cleo mandi dan setelahnya. Rey membantu Cleo mandi dan sesekali menjahili Cleo serta terkadang secara tiba-tiba mencium bibir Cleo dengan mesra.


waktu terus berjalan, hari sudah menjelang sore. Rey berjalan mendorong kursi roda bersama Cleo yang duduk diatasnya, Cleo sudah diperbolehkan pulang. Dengan lembut Rey menuntut Cleo masuk ke dalam mobil, Cleo sangat merindukan si kembar.


"sayang apa ada yang ingin kamu beli terlebih dahulu" tanya Rey


"tidak kak" jawab Cleo yang bersandar pada bahu sang suami, Rey mengusap lembut rambut sang istri dengan kasih. kejadian kemarin membuat Rey semakin menyadari arti dari sang istri untuk dirinya.


"kak" panggil Cleo


"ya, sayang" jawab Rey


"apa besok aku boleh ke penjara menemui wanita itu" Tanya Cleo


"sayang, jangan besok ya, kamu harus istirahat dulu dan lusa baru kita kesana" jelas Rey dan di jawab anggukan oleh Cleo


di sepanjang perjalanan Rey tak henti-henti menciumi pucuk kepala dan tangan Cleo, ia seperti sedang meluapkan kerinduannya pada sang istri, walau kenyataannya semenjak Cleo masuk rumah sakit Rey tak pernah beranjak dari sisi Cleo, rasa takut akan kehilangan sang istri hingga tak ingin jauh darinya, bahkan tugas kantor pun ia serahkan kepada Nathan dan Boy. Kemacetan membuat perjalanan menjadi lebih lama, Cleo memiringkan tubuhnya lalu memeluk dan bersandar pada dada sang suami, Rey pun tak menyia-nyiakannya didekapnya tubuh sang istri penuh cinta, hatinya menghangat, rasa syukurnya memiliki istri seperti Cleo, kecupan demi kecupan ia berikan pada dahi sang isti yang sedang memejamkan matanya. saat ini hati Cleo sedang gundah, sekali pun sang suami berkata bahwa ia tak akan meninggalkannya, namun Cleo merasa menjadi wanita yang tidak sempurna dan tidak dapat memenuhi keinginan sang suami untuk menambah momongan. Cleo takut suatu hari nanti sang suami akan berubah, ia memeluk Rey dengan erat meresapi harum tubuh laki-laki yang dicintainya, mendengarkan irama detak jantungnya.


"ada apa sayang" tanya Rey yang merasakan ada sesuatu kekhawatiran dari sang istri


"hhmm, tidak apa-apa kak" jawab Cleo lesu


"sayang, aku mohon jangan banyak pikiran, aku tidak ingin kamu sakit sayang. Aku akan selalu disini dan akan selalu menjadikan mu yang utama" ucap Rey lembut. Cleo mengangkat wajahnya lalu menatap mata sang suami, tak ia temukan kebohongan di sana, tatapan penuh cinta yang Rey tunjukan menghangatkan hatinya, membuat lengkung senyum di bibirnya terbentuk.

__ADS_1


"sayang, kamu segalanya buat aku. kamu tahu aku hampir gala melihat mu kemarin terluka, aku merasa gagal menjaga mu, jadi ku mohon sayang, jangan berfikir yang aneh-aneh" ucap Rey menatap lembut sang istri lalu mengecup dahi dan bibirnya


__ADS_2