
Tak terasa waktu terus berlalu, tahun terus berganti 2 tahun sudah dari Cleo siuman, Nathan yang menikah dan Boy yang juga saat ini sudah menikah. Banyak cerita didalam perjalanan 2 tahun terakhir ini, pak Ridwan bapak dari Nabila dan- Rani yang meninggal karna sakit, papa yang terkena stroke dan mama yang sudah mulai sakit-sakitan, untung saja Rey, Nathan dan Boy membangun Klinik yang super lengkap dengan fasilitas yang super bagus bersebelahan dengan rumah mereka jadi tidak susah payah memberikan perawatan dan tetap berada dalam pengawasan.
Rev dan Clowy sedang aktif-aktifnya berjalan kesana kemari, bibi di bantu adiknya mbak Yati membantu Cleo merawat dan menyiapkan semua kebutuhan mereka. Cleo benar-benar menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk sang suami dan anak-anaknya. mulai dari makanan hingga kebutuhan ketiganya ia yang menyiapkannya sendiri, meskipun dirumah banyak yang membantu namun Cleo senang melakukannya. Perusahaan Rey sedang naik pesat yang membuat Rey, Nathan dan Boy sangat sibuk, namun ketiganya selalu memiliki waktu untuk keluarga. Sedangkan Nabila dan Rani yang sedang hamil sibuk dengan Klinik yang di bantu Cleo di bagian keuangan selaku pemegang saham terbesar, ketiganya juga sekalian merawat mama dan papa.
Mereka semua terlihat sangat bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka yang sangat tentram, namun mereka tidak tahu satu tahun yang lalu ada kejadian yang sangat menegangkan dan menakutkan untuk keluarga ini, khususnya Rey dan Cleo. Namun dampaknya membuat Nabila dan Rani kehilangan sang bapak.
Hari itu udara sangatlah sejuk, rintik hujan membasahi bumi menyambut pagi. Cleo yang baru saja kembali dari dapur setelah menyiapkan sarapan melihat Rey sudah duduk di pinggir ranjang tempat tidur mereka
"kak, sudah bangun" tanya Cleo
"hhmm, sini sayang" jawab dan panggil Rey. Cleo pun berjalan menghampiri Rey yang langsung memeluk pinggangnya dan bersandar diperutnya
"ada apa kak" tanya Cleo melihat kecemasan dimata sang suami
"jangan pernah pergi lagi dari ku sayang" ucap Rey sendu
"kakak ngomong apa sih, bagaimana aku bisa pergi sedangkan oksigen ku saja disini" ucap Cleo lalu duduk di pangkuan Rey dan bergelayut manja
"kakak kenapa" tanya Cleo lagi
__ADS_1
"tadi aku bermimpi kamu pergi meninggalkan aku dan anak-anak lalu tak ingin kembali " ucap Rey
"hanya mimpi kak jangan terlalu dipikirkan, aku sangat sayang dan cinta sama kakak" jawab Cleo sedikit menenangkan, namun tak bisa dipungkiri ia tetap merasa khawatir.
"kakak tidak kekantor" tanya Cleo
"hari ini ada rapat, tapi aku males banget kekantor" ucap Rey
"masih masalah mimpi tadi kak" tanya Cleo
"hhmm, semua seperti nyata. Aku takut sayang, kehilangan kamu adalah hal yang paling menakutkan untuk ku" jawab Rey lirih
"aku takut ada orang yang ingin memisahkan kita sayang" ungkap Rey
"bila sesuatu terjadi kepada ku, cari aku sampai ketemu sayang. karna aku pasti menunggu mu di suatu tempat" ucap Cleo yang sebenarnya merasakan hal yang sama dengan sang suami namun ia berusaha menguatkan hatinya
"kamu adalah hal terindah yang tuhan kirim untuk ku. Semua terasa sempurna setelah kamu disini" kata Rey
"berjanjilah todak akan pergi dari ku" pinta Rey
__ADS_1
"aku janji sayang, karna kamu dan anak-anak selalu ku bawa disini. Rasakan aku ada di sini sayang" ucap Cleo
"ayo sayang mandi trus sarapan, nanti terlambat kekantor" ajak Cleo yang dituruti oleh Rey bergegas mandi
Setelah Rey, Nathan dan Boy berangkat kekantor, Nabila dan Rani pun bergegas ke klinik untuk memeriksa beberapa pasien yang saat ini sudah menunggu, sedangkan Cleo masih sibuk menyiapkan makanan yang akan untuk sang mertua. Selesai mengurus sang mertua Cleo pun menunggu Nabila dan Rani untuk pergi ke mall bersama. Cleo ingin mencari pakaian untuk baby twins begitu pula Nabila dan Rani yang ingin melihat-lihat pakaian baby yang cocok untuk ank mereka nanti. hari itu tidak seperti biasanya Cleo hanya pergi bertiga tanpa anak-anaknya, ia menitipkannya dengan bibi dan mbak yati.
"apa sudah siap Cleo" tanya Nabila yang baru saja datang bersama Rani
"sudah, ayo kita pergi" jawab Cleo. Merekapun akhirnya pergi meninggalkan rumah diantar oleh supir menuju sebuah mall terbesar dikota ini. ketiganya terlihat bahagia saat memasuki mall, Cleo dan yang lainnya langsung menuju baby shop untuk memilih-milih perlengkapan dan kebutuhan yang mereka inginkan. Nabila yang saat ini sudah memasuki usia kandungan 8 bulan sedangkan Rani 7 bulan. Nathan dan Boy tidak bisa menemani mereka karna ada rapat penting yang tak bisa ditunda sedangkan kedua bumil itu tidak mau diundur acara beli-belinya. kehidupan ketiganya benar-benar kehidupan yang diimpikan banyak wanita, memiliki suami tampan, mapan dan sayang dengan mereka. Karna itu lah banyak yang mengincar posisi mereka dan akan menyingkirkan mereka, Saat mereka sudah selesai dengan belanjaan dan makan-makan ketiganya pun menuju parkiran dimana supir mereka menunggu, namun tiba-tiba ada seseorang yang menyeret Cleo ke liar dari parkiran dan memasukannya ke dalam mobil. Kejadian itu membuat Nabila, Rani dan sang supir berteriak histeris namun mobil melaju dengan cepatnya. sang supir yang sigap langsung menghafal nomer plat kendaraan yang membawa Cleo lalu ia pun meminta Nabila dan Rani untuk masuk kedalam mobil dan mencoba untuk mengejarnya. Nabila mencoba menghubungi Nathan begitu pula dengan Rani yg mencoba menghubungi Boy namun sayang tak ada yang menjawabnya, karna mereka sedang mengadakan rapat penting. Sang supir sudah melihat mobil yang membawa nyonyanya dan berusaha untuk mengejar dan juga menghubungi kantor polisi melalu ponsel yang ia letakan di depannya lalu menyalahkan speakernya. Dengan lancar sang supir menyebutkan jenis kendaraan, nomor kendaraan dan warna kendaraan serta keberadaan mereka saat ini. Setelah beberapa saat mobil yang di tumpangi Nabila dan Rani secara tiba-tiba tertabrak oleh mobil sebelahnya yang melaju dengan cepat. Sang supir tak ingin mengambil resiko lebih banyak lagi karna saat ini ada Nabila dan juga Rani yang sedang hamil ada si mobil yang dibawanya. Rani terbentur kaca dan pingsan sedangkan Nabila karna hentakan membuatnya pendarahan, dengan sigap sang supir yang juga terluka di bagian dahinya melajukan mobil meski dalam keadaan penyok melaju kerumah sakit yang kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.
Sesampainya di RS sang supir meminta bantuan para tenaga medis untuk menolong kedua ibu hamil tersebut, setelah dokter menangani keduanya ia pun bergegas memberi kabar kepada Nathan
"siang bos. saya ingin mengabarkan hal penting, nona Nabila dan nona Rani berada di rumah sakit karna kecelakaan saat sedang mengejar nona Cleo yang diculik" ucapnya
"rumah sakit mana," tanya Nathan panik memikirkan istri dan anaknya
"siapa yang sakit" tanya Boy sesaat setelah Nathan menutup panggilannya
"Nabila dan Rani di rumah sakit karna kecelakaan dan Cleo di culik
__ADS_1
"APAAA" suara Rey berteriak kencang karna kaget mendengar berita yang di sampaikan Nathan barusan. bagai disambar petir dunianya runtuh, kaki nya melemah, pikirannya kalut