Pelangi Senja

Pelangi Senja
hujan


__ADS_3

hari ini tampak mendung ,aretha sudah siap untuk berangkat ia berharap hujan turun agar tidak diadakan upacara,terlihat dias masih bergelumun di dalam selimut ,aretha sudah mencoba berapa kali untuk membangun kan nya, tapi tetap saja ia tak bergerak sedikit pun ,aretha pun mencoba cara terakhirnya yang dijamin ampuh


aretha meletakkan ponsel dias di dekat telinga nya dan ia mengeluarkan ponselnya sendiri


klunting. ......!!!!


sebuah notifikasi masuk ke ponsel dias dan seketika ia bangun dan meraih ponselnya


tertera di layar ponsel nya


👧:bangun woi ..., udah jam berapa neh


dias menoleh ke arah aretha yang terkikik melihat wajah dias yang kesal


"ayok bangun ntar telat ......buru ih "ucap aretha seraya menarik lengan dias untuk duduk


dias duduk dengan malas dan menuju kamar mandi


aretha merapikan tempat tidurnya dan membuka jendela kamarnya sambil berharap melihat tetesan air dari langit tapi yang terlihat malah punggung dicky ,sepertinya ia sedang memakai sepatu ,aretha terus memperhatikannya, tiba tiba dicky bangkit dan menatap aretha, aretha gelagapan dan berpura pura membersihkan jendela


"pagi tha,lagi ngapain "tanya dicky tersenyum ,membuat hati aretha hangat


"eh.....emm. ...emm.....a-apa untungnya bagi mu jika aku menjawab nya"ujar aretha seraya menutup jendela karna ia gelagapan di senyumi dicky


"oh ternyata benar ia marah "ujar dicky meraih tasnya dan segera turun untuk sarapan


sementara aretha di balik jendela memukul kepalanya kesal


"bodoh ,pasti dicky mengira aku marah padanya ,padahal aku kan tak sengaja mengatakan nya "gumam aretha ,ia duduk di tepi tempat tidurnya ,ia kembali memukul kepalanya


"tapi ,aku juga sedikit kesal padanya ,ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, huh ....sebel "ujar aretha memukul paha nya


"ya mungkin saja ,aku jadi penasaran alasannya "ujar dias ,yang kemudian di jitak oleh aretha


"aww....kenapa sih tha aku baru sisiran nih nanti kusut lagi tau"ujar dias merapikan rambutnya


"bikin jantungan ,sejak kapan kamu disini "tanya aretha dan berjalan menuju meja belajar untuk memastikan isi tasnya


"sejak kamu buka jendela ,tapi untung aja aku keluar udah pake seragam kalo ngga dapat pemandangan indah deh dicky pagi pagi gini hehehe"ujar dias sambil meraih sepatunya


"ebuset ....perasaan aku rapi rapi tadi ngga sampe 2 menit dah ,jangan jangan ngga mandi ya "ujar aretha sambil menutup tasnya


"mandi tau ,nih aku wangi gini "ujar dias menarik seragamnya


"dias ...!!!,aretha.....!!!,cepet turun sarapan, nanti telat loh "teriak mama aretha dari bawah


"tuh mama udah manggil yuk "ujar aretha dan menarik dias keluar kamar


"eh bentar ,ponselku ketinggalan "ucap dias dan kembali masuk mengambil ponselnya dan segera menyusul aretha turun


di meja makan sudah ada papa aretha yang sibuk dengan laptopnya ,juga mamanya aretha yang sedang mengoles selai ke atas roti


"pagi om tante"sapa dias dan menarik kursi untuk duduk


"pagi di "ucap mama dan papa aretha bersamaan


aretha sudah mengunyah rotinya


"ma,papa duluan ya ,soalnya ada meeting jam 8 "kata papa aretha yang bernama pak indra ,seraya menutup laptop nya


Papa aretha pemilik perusahaan industri ,ia sudah mengelola usahanya bersama mamanya aretha ,bu nining sejak ia baru menikah dan sampai saat ini perusahaan itu sudah ada beberapa cabang di luar negri yang dipegang oleh papanya dias dan juga mereka kakak laki lakinya aretha ,kak andri


"iya pa ,mau dibawaain bekal ngga"tanya bu nining ,pak indra mengangguk seraya merapikan tasnya


mama aretha langsung menyiapkan bekal untuk suaminya


"eh dias sama aretha mau bareng ngga ,soalnya udah mendung gini takut kena hujan ntarnya "ucap pak indra sambil menghampiri istrinya dan menerima bekalnya


"ngga usah om ,lagi pun dias ada jas hujan kok nanti pake dari rumah aja "ucap dias menghabiskan rotinya


aretha hanya mengangguk karna mulutnya penuh roti


"yo wes ,papa duluan ya "ujar pak indra sambil mengecup kening bu nining ,lalu menghampiri aretha dan dias


"kamu sekolah yang bener ,jangan pacaran mulu sama anaknya pak rama "ucap pak indra menggoda aretha dan mengusap kepalanya ,aretha buru buru menelan rotinya


"siapa yang pacaran pa,orang cuma sahabat kok sahabat paham papa"ucap aretha menekankan nada bicaranya


papa aretha hanya tertawa dan menatap dias


"jagain ya di ,bilang in jangan pacaran mulu ,nikah aja langsung pasti tak kasih restu "ucap pak indra dan mengedipkan mata ke arah dias


dias paham


"beres bos "ucap dias melihat aretha cemberut ,bu nining hanya tertawa melihat keluarga kecilnya


"siapa yang pacaran coba "gumam aretha ketika papanya sudah pergi


"tapi suka kan tha"ucap dias menyikut aretha


aretha membuang nafas dan meraih tasnya


"ma ,aretha berangkat dulu ya"aretha menyalami mamanya dan sagera keluar dengan kesal


"eh tha tungguin "dias bangkit dan menyalami tantenya itu


"berangkat dulu tan "dias berlari keluar rumah menyusul aretha

__ADS_1


bu nining hanya tersenyum melihat anak gadisnya yang terus saja digoda papanya dan sekarang ditambah lagi dias


 


\*


 


di sekolah ,aretha seharian dikelas karna hujan , ini sudah istirahat ke dua tapi aretha belum mau keluar kelas ,diluar sudah tampak reda hanya saja masih gerimis


"Tha ,kantin yuk ,laper nih "ajak rosy melihat yang lain keluar kelas


"Kamu aja yang kekantin aku titip aja ya nanti makannya disini,lagi mager (males gerak) "ujar aretha meletakkan kepalanya di atas meja


"Yah ,masa sendiri "ujar rosy melihat seisi kelas yang hanya terdapat mereka berdua saja


"Eh dicky sama dimas kemana ya ,kekantin kok ngga ngajak ngajak "ujar rosy sambil memandang aretha yang sudah mengangkat kepalanya


"Hmmm iya juga ya ,biasanya ngajakin ,kenapa ya ?juga hari ini dia kaya nge hindari aku gitu "gumam aretha dalam hati


"Yuk ah kantin ,laper juga "ujar aretha dan berdiri


"Eh tadi katanya mager "ujar rosy mengikuti aretha


Sesampai kantin mereka berdua memesan siomay dan teh hangat rosy memilih coklat panas


"Eh itu dicky sama dimas samperin yuk "ujar rosy menunjuk dicky dan dimas


"Ngga usah kita disini aja "ucap aretha menarik rosy untuk duduk di meja yang tak jauh dari meja dicky dan dimas


Aretha menatap sedikit kesal ke arah meja dicky yang dikelilingi para gadis gadis


"Owh. ...aku tau alasannya pasti itu kan"ujar rosy menunjuk n ja dicky dan dimas


"Udah ngga usah diliatin "ujar aretha dan melahap siomay nya


Rosy masih memperhatikan meja dicky dan dimas


Para gadis gadis pergi dengan segera ketika maureen,sisil dan prily


Datang dan duduk berhadapan dengan dicky dan dimas


Tampak mereka mengobrol asik


"Cepet ros ,aku mau ke perpus mau ngadem disana gerah ini "ajak aretha


"Gerimis gini kok gerah ,aneh kaum mah"ucap rosy sambil menyeruput coklat nya


"Bawel ah ,yang penting pergi dulu yuk "ucap aretha dan berdiri


"Iya ,tapi temenin beli cokelat panas lagi yuk yang disana ya,"tunjuk rosy ke kantin paling ujung


"Loh ...kok duduk lagi sih ,ayok ah ....aku traktir deh"ajak rosy menarik lengam aretha


"Nah kalau gitu aku mau "aretha menurut ditarik rosy


Saat melintasi meja dicky dan dimas


"Ros ....tha...mau kemana sini gabung "aja dicky ,ada tatapan memohon diwajah nya


Aretha melihat maureen yang menunjukkan wajah tak senang


"Eh ngga usah aku mau ke perpus ,ya kan ros "tanya aretha ke rosy dan mengedip kan sebelah matanya


"Mmm ....eh iya ,habis beli coklat baru perpus "ujar rosy ,aretha langsung menarik rosy menuju kantin ujung ,dicky menatap aretha


"Sepertinya ia tak marah ,biasanya kalau marah ia tak akan menjawab ku "ujar dicky dalam hati


"Hei.... ganteng kok bengong"ucap maureen melambaikan tangan didepan wajah dicky


"Eh ....ngga kok cuma lagi mikir"ucap dicky berusaha tersenyum ,ia risih ditatap mureen dengan tersenyum,dicky melihat dimas yang juga ditatap sisil demikian


"Dim ....kelas yok"ajak dicky berbisik


"Yok lah ,risih nih "ucap dimas lirih


"Kalian kenapa sih bisik bisik "ucap prily memperhatikan keduanya


"Eh ngga kok kita mau balik dulu ya "ucap dicky dan berdiri di ikuti dimas


"Loh kok balik ,yudha bareng aja"ucap maureen menggandeng tangan dicky,sisil juga begitu pada dimas,prily celingukan mencari sosok aldo tapi tak ditemukan jadi ia berdua jalan sendiri di belakang


"Eh ngga usah gandengan "ucap dicky melepas tangan maureen


"Lepas sil ,ngga enak diliat orang" ujar dimas melepas tangan sisil


"Dim kabur aja yok"ucap dicky lirih


"Yok lah risih nih ,satu....dua...."ucap dimas pelan dan dalam sekejap mereka berlari dengan kencang


"Yah kok ditinggal sih "ucap sisil


"Udah biarin ,kesempatan kita udah terbuka ,liat kan tadi aretha kaya lagi marah gitu sama dicky "ucap mureen menyeringai


"Yuk kelas ,nanti kita cari kesempatan lagi"ajak maureen


"Lah kalian mah enak ,ada dicky pasti ada dimas ,lah gue aldo ngga ada cuma jadi nyamuk buat kalian "ucap prily

__ADS_1


"Salah lo sendiri gebetannya aldo ,cari kek yang bareng mereka biar kita bareng juga "ucap sisil


"Siapa coba masa si sidik ogah"ucap prily berjalan meninggalkan mureen dan sisil yang tertawa dan ber high five


* * *


Jam menujukkan pukul 3 sore ,hujan masih mengguyur bumi ini ,membasahi semua yang dilaluinya ,memberi kesegaran pada penghuninya(Yah malah puisi😅)


Saat ini aretha berada di halte menunggu dias menjemputnya ,di halte hanya ada dia dan 2 adik kelasnya yang duduk tak jauh darinya


Seseorang berlari dan berdiri disamping aretha


Aretha melihat adik kelasnya itu ,menatap ke samping aretha tanpa berkedip dan saling bisik


Aretha penasaran dan menoleh ke arah samping dan melihat seseorang yang sedang merapikan rambutnya dengan menyisir menggunakan jari jarinya ,aretha yang sudah tau,itu dicky memalingkan wajahnya


"Eh kok belum pulang,oh nunggu dias ya "ucap dicky


"Iya "


"Singkat amat sih ,marah ya sama aku "ucap dicky dan duduk disamping aretha ,ia tetap tak melihat ke arah dicky ,ia melihat ke arah adik kelas nya yang mendekat


"Permisi kak ,kalau ngga salah ini kak dicky ya"ucap yang memakai tas berwarna merah


"Iya ,saya ada apa ya"ucap dicky


"Hmmm boleh kenalan kan "ucap yang memakai tas biru dan mengulurkan tangannya


"Oh boleh saya dicky salam kenal "ucap dicky menjabat tangan yang memakai tas biru


"Tasya "ucap nya dan menatap dicky tanpa berkedip


"Yang ini "ucap dicky melepas jabatannya


"Indah kak "ucapnya menjabat tangan dicky


"Maaf kak ini siapa nya kakak kok kayaknya akrab "ucap tasya menatap aretha


"Oh ini ,ini pacar saya "ucap dicky merangkul aretha membuat 2 gadis tadi tebelalak


"Eh sembarang banget mulut nya "ucap aretha menoyor kepala dicky


"Aawww........sakit tau "ucap dicky melepas rangkulannya dan


mengusap kepalanya


"Ngga kok dek ,ini teman kakak "ucap aretha ,kedua gadis itu tersenyum lega dan naik ke angkutan yang baru saja berhenti


"Kamu kenapa belum pulang "tanya aretha


"Nunggu dimas ,dia masih di dalam ngurus apa gitu ngga tau ,tadi katanya mau nyari barang buat kado mamanya"ucap dicky aretha hanya ber oh


"Tha. ..kamu Ngga marah kan sama aku ,tentang yang kemarin"tanya dicky menatap aretha


"Mmm gimana ya aku marah tapi...kamu harus kasih tau aku alasan kenapa aldo ngomong kayak gitu"ucap aretha balas menatap dicky mereka saling tatap


Ada kehangatan pada diri masing masing


"Aku ngga bisa bilang "ucap dicky memalingkan wajahnya


"Duh aku kenapa sih ini deg degan "gumam dicky


"Pasti ada alasan kan kenapa kamu ngga bilang ke aku ,alasannya apa ,kenapa ,ada sesuatu yang pasti kamu sembunyikan dari ku benar kan "cerca aretha menunjuk wajah dicky


"Hmmm. .....mmmm.... eng ...mmm ......gimana ya jelasnya aku bingung "ucap dicky


Diseberang dias sudah melambai ke arah aretha aretha mengeluarkan payungnya


"Kenapa aku ngga boleh tau ,apa kamu pacaran sama maureen "ucap aretha tanpa sadar


"Aku ...aku Ngga pacaran sama dia "ucap dicky yang terkejut karna aretha menanyakan itu


"Ya sudah ,sekarang kamu udah main rahasia rahasia an ya sama kami ,aku dias dan dimas juga penasaran apa yang terjadi antara kamu dan aldo "ucap aretha dan langsung menyeberang jalan


Dicky mendengar sebuah truk yang sudah membunyikan klakson ,tapi aretha tetap menyeberang ,supir truk berusaha mengerem tapi jalan licin


Dan


BRAK....!!!!!


dias berteriak sangat kencang


Juga beberapa penjaga toko pinggir jalan aretha terpental ia melihat dicky yang terpental sangat jauh truk menghantam pohon besar untung saja supirnya selamat


Aretha berlari menuju dicky dan aretha terpekik melihat dicky yang sudah tak sadarkan diri terlihat ia bersimbah darah karna kepalanya membentur trotoar ,genanngan air disekitarnya merah karna bercampur darah ,ada luka gores yang membuat kulit nya sedikit terkelupas


,dan langsung menangis air matanya sudah samar terkena air hujan aretha


Dias menyusul aretha ia juga terpekik dan langsung menelpon ambulance


/terimakasih karna sudah membaca ,semoga suka ya^-^,jika ada salah pengejaan kata maupun pengetikan saya mohon maaf


jangan lupa tinggalkan komentar positif ,like bab dan vote juga ya


kalau bisa kasih koin ya ,ngga maksa kok 😄


sekali lagi terimakasih

__ADS_1


dukungan kalian semangat saya😊😊


__ADS_2