
Sejauh pengetahuan juskelapa, meski dalam genre yang sama, (romantis-komedi, thriller, horor, dan lain-lain) tema, alur dan jenis novel tetap selalu bisa berbeda.
Makanya jika ada tulisan/catatan dari penulis seperti 'jadilah pembaca yang bijak' dan sejenisnya, itu tak lain adalah himbauan pada pembaca untuk tidak membandingkan novel A, B, C, D dan dengan penulis A, B, C, D pula.
Karena, dari tangan satu penulis saja bisa menghadirkan tulisan yang berbeda, apalagi dari penulis yang berbeda.
Setiap penulis memiliki karakteristik dan kekhasan masing-masing. Serta misi dan tujuan yang berbeda pula. Entah itu ketenaran dalam mencari pembaca, penghasilan, dakwah, menyalurkan hobi atau menyampaikan isi pikiran yang menyangkut isu yang berkembang di tengah masyakarat saat ini. Yang jika kesemuanya dirangkai, tetap berujung pada keinginan menyajikan bacaan yang menghibur.
Sebagai pembaca kita bisa mengambil nilai positif yang tersirat maupun tersurat. Tinggalkan hal-hal negatif yang terkadang dibubuhkan penulis sebagai dramatisasi dan bumbu.
Semua tokoh dalam cerita juskelapa, bisa dipastikan menganut agama tertentu. Meski sedikit dan terbatas, juskelapa yakin ada hal baik yang bisa diambil sebagai pelajaran.
Salah satunya, soal kesabaran. Kesabaran tak luput dari ajaran agama manapun. Dalam agama apapun, pelajaran soal kesabaran, sangat sering dibahas. Karena puncak dari kesulitan apapun yang kita hadapi sebagai manusia, selalu berujung dengan kata "sabar..."
Soal memberikan sentuhan agama, tentang beribadah dan lain-lain, juskelapa berharap pembaca bisa menilai novel yang disajikan bentuknya seperti apa.
Novel-novel juskelapa adalah jenis novel dewasa. Dalam genre biasanya disebut sebagai adult-romance.
Pembaca diharapkan menghargai pilihan masing-masing tiap penulis untuk menuturkan ceritanya dengan titik berat masing-masing tema yang diangkat.
Dengan menginstall satu aplikasi novel online dan menyertakan tahun kelahiran, novel yang disajikan sudah dikelompokkan berdasar range umur pembaca.
Juskelapa mau semua pembaca ikut jeli menilai sebuah karya. Cermati tema yang diusung penulis dan bijaklah dalam membandingkan novel umum dan novel religi atau novel umum yang diangkat dengan sudut pandang satu agama tertentu.
Jadi, jangan lupa bahwa negara kita juga memiliki masyarakat yang majemuk. Di mana banyak agama, suku dan ras yang hidup berdampingan.
Dengan tidak menampilkan tokoh novel menganut agama tertentu, sudah pasti bahwa penulis tidak ingin mengecilkan suatu agama dengan perilaku tokoh/karakter yang ada di dalam novelnya.
Dan kembali lagi, jangan lupa soal genre adult romance.
__ADS_1
Dan tentu saja, pada akhirnya kita akan kembali pada pernyataan bahwa semua cerita dalam novel fiksi adalah halusinasi penulis. Sebagus apapun tulisan yang kita baca pada sebuah novel fiksi, isinya tetaplah imajinasi penulis. Itulah alasan kenapa membaca novel itu mengasyikkan. Kita sejenak dapat meninggalkan hal-hal memusingkan di dunia nyata dengan membaca cerita yang hampir selalu mendapat akhir yang bahagia.
Terlepas dari halusinasi penulis tadi, jika ada hal-hal di luar nalar pembaca yang tidak dapat diterima dalam suatu novel, semua kembali lagi pada pembaca. Kita bisa memilih bacaan kita.
Tidak suka sate, belum tentu karena sate itu tidak enak. Bisa jadi karena kita memang tidak suka sate, atau lagi nggak pengen makan sate. Kita tinggal cari menu dagangan lain.
Begitu juga dengan novel-novel di platform. Ada jerih payah dan harapan penulis dari tiap baris tulisan yang kita baca. Jika tidak sesuai selera, silakan tinggalkan tulisan tanpa melontarkan kata-kata buruk. Tidak harus memuji, tapi setidaknya jangan ucapkan sesuatu yang buruk, apalagi menyerang pribadi penulis.
Jika ingin mengkritik, jadilah pengkritik yang cerdas. Karena di era digital yang luas ini, kebijaksanaan jempol kita mencerminkan bagaimana kita dalam keseharian.
Kita tidak pernah tahu seberapa besar pengaruh tulisan/ucapan yang kita lontarkan pada orang lain. Kita tidak pernah tahu seberapa besar usaha seorang penulis untuk terjaga tengah malam demi mendapat ketenangan memikirkan dan mengetik minimal 1000 kata yang dirangkai.
Ibarat seorang anak yang dibully/diejek/dirundung di luar sana, di rumah ia tetaplah seorang anak dari seorang ibu. Seorang anak yang disayang dan didoakan siang malam.
Begitulah sebuah novel bagi seorang penulis. Kita tidak tahu asal usul sebuah cerita sampai tiba di hadapan kita.
Semua hal ini tak terbatas untuk karya juskelapa sendiri tapi berlaku bagi semua karya di platform manapun berada.
Kolom komentar itu penting buat penulis, terutama buat juskelapa. Belum dibalas atau belum dilike belum tentu belum dibaca. Karena terkadang, untuk mengejar update tepat waktu, segala sosmed dan aplikasi harus disingkirkan.
Juskelapa cuma mau, kita semua menjadi orang yang lebih positif. Saling menghargai dan mendukung sesama perempuan. Sejatinya manusia dilahirkan dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Hati terkadang perlu istirahat.
Mental illness itu ada. Yang dialami Dijah itu banyak terjadi di luar sana. Dari 10 kata tak enak yang kita lontarkan pada orang, kita tidak tahu berapa jumlah kata yang bisa 'membunuh'.
"Halah, cemen... lebay. Baru segitu aja. Dasar baperan." Kalau ada yang berpikir seperti itu bisa dimulai untuk memikirkannya kembali.
Jangan jadikan diri kita sebagai suatu standar untuk menilai orang lain.
__ADS_1
WOW buat kita, belum tentu WOW untuk orang lain. Begitu juga sebaliknya.
Akhir kata, juskelapa mengucapkan terimakasih banyak-banyak kepada para pembaca. Tanpa 'pembaca' tak ada kata 'penulis' di dunia ini. Begitu pula sebaliknya.
Terima kasih atas segala dukungan, doa-doa baik, semangat dan motivasi yang terus menerus. Baik itu di ruang grup chat aplikasi, komentar yang membara di tiap part, serta dari pesan-pesan pribadi yang juskelapa dapat melalui DM instagram. Juskelapa sangat menghargai dan senang atas apresiasi itu.
Juskelapa hanya manusia biasa yang tak luput dari salah saat bertutur dan bertindak. Maafkan kalau selama novel berjalan ada yang tak berkenan di hati. Jika ada uneg-uneg teguran yang mau dialamatkan ke juskelapa, silakan tegur juskelapa secara pribadi di DM Instagram atau melalui private chat lainnya.
Akhir kata, juskelapa doakan cepat sembuh bagi yang sakit, segera didekatkan yang sedang berjauhan, diberi kelancaran segala urusan si buah hati, dilancarkan rejeki, dipertemukan dengan jodohnya bagi yang masih sendiri, diberikan momongan bagi yang sudah menanti. Aamiin... Aamiin...
Terima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukung juskelapa selama ini. Miss Anget (Prameswari) admin GC paling tangguh yang tahan banting, Gallon dan Chida sohib dari MMZ, penulis-penulis di WAG, ibu-ibu Genk Pecinta Novel yang menjadi sasaran untuk menyelingi kegiatan menulis dan nama-nama lain yang nggak akan juskelapa lupakan.
Terima kasih terkhusus pada Mbak Winnie di Tegal karena bersedia diganggu siang malam demi menjadi translator percakapan bahasa daerah dalam novel ini.
Dan terima kasih terutama juskelapa tujukan pada diri sendiri. Terima kasih karena berhasil konsisten menyajikan karya ini di tengah kesibukan memikirkan kapan pandemi ini berakhir.
*****
Manusia senantiasa bisa mengecewakan.
Itu sebabnya kita harus bijaksana dalam meletakkan harapan.
Jangan memuja sesuatu berlebihan.
Karena ada Dia yang Sami'an dan Muridan.
Jakarta Timur, 25 Juli 2021
18:57
__ADS_1
Salam sayang,
juskelapa