Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab:101 Rasa Terkejut


__ADS_3

Di pagi hari


Amel nampak berjalan dengan santai, sambil mendengarkan musik melalui sambungan handsfree. Nampak terlihat Amel seakan tidak ada beban di hatinya, wajahnya sumringah dan dia tetap fokus pandangannya ke arah depan. Hari itu nampak cuaca begitu panas, tepat pukul 8 pagi, Amel mau pergi ke tempat kerja yaitu Kafe milik Gerry.


"Amel..."


Amel terkejut karena ada yang menepuk pundaknya dari arah belakang, Amel pun dengan cepat mengarahkan badannya ke arah belakang, dan menatap lekat kepada seseorang yang sedang berdiri tegak di hadapannya itu.


"Kenapa nggak pakai motor? Kok jalan sih," Tanya Rama, entah mengapa tiba-tiba Rama ada tepat di belakang Amel.


•••


Dadanya berdegup lebih kencang tidak karuan, muka Amel merah padam karena sudah sekian lama, dia baru bertemu lagi dengan sosok Rama.


Amel seakan dihinggapi rasa takut, dia pun mempercepat jalannya.


"Mel..Tunggu!" ucapnya. nampak terlihat Rama ingin mengejar Amel.


"Diam! Diam, kamu Rama! Kamu jangan bergerak, kamu jangan mengejar aku! kalau kamu berani mengejar. Aku akan teriak," ucap Amel dengan sorot mata tajam.


Mata Amel melotot, entah Amel dihinggapi rasa takut atau amarah dalam hatinya, yang jelas nampak terlihat Amel begitu terlihat dihinggapi emosi yang menyulut.


Rama berselancar matanya ke arah sekitar, nampak orang sedang sedang berlalu lalang di pagi itu. Rama pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Amel sedang tersulut emosi memarahinya.


Rama mematung dan menatap Amel.


Amel pun dengan cepat menyeret langkahnya menuju Kafe dengan tergesa-gesa.


•••


Sesampai di Kafe.


Amel terlihat mengatur napasnya, dia nampak capek karena barusan, dia berjalan begitu dengan cepat.


Melihat Amel yang sedang duduk di depan Kafe dengan napas tersengal-sengal Gerry pun dihinggapi rasa heran, dan khawatir lalu Gerry menghampirinya.


"Mel, Kenapa kayak diuber-uber hantu!" tanya Gerry tertawa terkekeh.


"Iya Pak Gery, malah lebih dari hantu," ucap Mel sambil mengatur napasnya.


"Kenapa kamu?" Gerry kembali bertanya kepada Amel karena peluh Amel milai bercucuran di pelipis dahinya.


"Sudah dibilang aku dikejar hantu!" ucapnya.

__ADS_1


Nampak Amel menyembunyikan rasa takutnya dengan cara berkata tidak serius dengan Gerry.


"Eh, serius. Kamu Kenapa!" ucap Gerry.


Gerry pun duduk mendekati Amel, dia menatap lekat mata Amel. Jelas terlihat dari rasa takut Amel terhadap Rama seakan ada sosok Bianca disana.


"Ya, aku dikejar sama hantu! Hantunya si Rama!" ucapnya terlihat kesal dan menahan emosi. Pandangan dia menatap keluar, takut jika Rama sedang mengikutinya kedalam Kafe.


"Apa..Rama!" ucap Gerry.


Gerry pun dihinggapi rasa terkejut karena sosok Rama kembali lagi terdengar di telinganya dari mulut Amel.


"Iya entah mengapa, tadi ketika aku sedang berjalan menuju Kafe, dia tiba-tiba menepuk pundakku dari arah belakang, sontak aku terkejut karena aku sudah lama tidak bertemu dengan dia," ucap Amel yang dihinggapi rasa takut.


•••


Entah mengapa dia begitu takut melihat sosok Roma, mungkin karena sudah lama tidak bertemu atau mungkin ada rasa kecewa dan amarah yang terpendam oleh Amel sehingga rasa takut kian hinggap nyata di dalam dirinya.


Amel pun seakan heran dan terlihat sedang memikirkan sosok Rama, dia menganggap bahwa Rama tahu keberadaannya dari Rangga atau Tante Fani.


Dia beranggapan, mengapa begitu tega Tante Fani memberikan keberadaan Amel sekarang.


"Tante Fani mengkhianati aku, katanya dia sayang sama aku, kenapa dia tega mengkhianati," gumam hati Amel.


Amel pun dan Gerry berlalu kedalam Kafe.


Tiba di ruangan.


"Mel, tadi suruhannya Pak Rangga datang kesini. Nih, ada titipan buat kamu," Gisel teman Amel di Kafe tersebut memberikan sekotak makanan untuk sarapan pagi.


"Apalagi, ini," ucap Amel.


"Kamu makan saja, aku tidak berselera," ucap Amel kepada Gisel rekan kerjanya tersebut.


•••


Amel pun berlalu dari ruangan tersebut dengan membawa secangkir Kopi. Kemudian dia berjalan ke arah belakang Kafe, nampak di sana ada kolam ikan.


Dia pun duduk termenung di sana karena dia pikir, waktu masih setengah jam lagi untuk melakukan aktivitas bekerja.


Amel menutup matanya secara perlahan lalu menghela napas panjang. Bayangan Rama yang tadi menepuk pundaknya, seakan menggelayuti hati dan pikirannya.


"Kenapa Rama selalu mengganggu kehidupanku? Kenapa dia tidak bisa melupakan aku," ucap Amel.

__ADS_1


Amel seakan menebak-nebak dalam hatinya. "Mungkinkah Rangga, ada hubungan bisnis dengan Tante Fani, dan Rama sehingga mereka bisa bersama," rasa penasaran kian menghinggapi hati dan pikirannya.


Amel tidak habis pikir kenapa Rama berada di jalan dan tidak memakai kendaraan. Terus dia berjalan seorang diri tanpa ditemani dengan siapapun, mungkinkah Rama bekerja di daerah sekitar sini. Ini merupakan masalah yang harus diungkap oleh Amel kepada Pak Gerry.


Amel pun sekarang seakan ingin menanyakan kepada Gerry, tentang sosok Rangga. sebenarnya siapa? Karena dia begitu bersikeras untuk bisa mempersatukan kembali dia dan Rama.


"Mungkinkah Rangga ada menyimpan rasa yang lebih terhadap Tante Fani" ucap Amel.


Amel pun pikirannya berselancar tidak karuan, dia menyangka bahwa Tante Fani ada hubungannya dengan Rangga dan mungkinkah dibalik dalang semua ini adalah Tante Fani.


•••


Tiba-tiba Gerry datang menghampiri.


"Mel sedang apa kamu, melamun ya! Barusan Angga kakakmu menelpon, katanya minggu depan dia mau ke sini," ucap Gerry.


"Iya Pak, kemarin Kakakku menelpon, dia bilang katanya mau datang ke sini," jawab Amel, nampak binar matanya berubah menjadi nampak terlihat gembira tatkala Gerry menyebut nama kakaknya.


"Kalau menurut aku, kamu ambil cuti aja nggak apa-apa satu minggu di Kafe, biar kamu nanti lebih banyak waktu lagi bersama Kakak kamu," ucap Gerry sambil tersenyum manis ke arah Amel


"Memangnya saya boleh cuti Pak Bapak?Ngizinin saya cuti," ucap Amel.


"Boleh Mel, nggak apa-apa kalau kamu mau cuti untuk nengokin anak dan kedua orang tua kamu, saya tidak melarang silakan saja," ucap Gerry.l tersenyum ramah.


"Oke, kalau begitu, nanti saya akan ambil cuti biar pikiran saya agak rileks dengan mengambil cuti," ucap Amel.


"Ya sudah, sekarang sudah jam 9, Ayo kita kerja jangan malas-malasan kalau kerjanya malas, nanti duitnya sedikit," ejek Gerry kepada Amel tertawa terkekeh.


Amel pun tersipu malu dengan ucapan Gerry, Bosny itu, kemudian Amel pun berlalu ke ruangan kerjanya, kembali untuk melakukan aktivitasnya.


Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi dari ponsel milik Amel.


Ting..


{"Mel ini Tante Fani, kata Rama tadi kamu kenapa lari ketika Rama menghampiri kamu.


Niat dia baik Mel, ingin silaturahmi dengan kamu. Tapi kenapa kamu terlihat marah kepada Rama,"} tulis pesan Tante Fani begitu membuat hati Amel dihinggapi rasa berdebar di dada.


Amel pun nampak bingung karena dia mau membalas pesan apa, kepada Tante Fani.


Dia pun sebenarnya kesal kepada sang Tante yang sudah memberitahu keberadaan dia sekarang di mana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2