
Hati Ibu mana yang tidak dihinggapi rasa khawatir tatkala mendengar anaknya memberikan pesan dia baik-baik saja, tapi yang memberikan pesan tersebut bukan sang anak tapi orang lain, dan memberikan pesannya pun dari nomor tidak dikenal oleh sang Mama.
"Bianca, kamu sebetulnya ada dimana!?" ucap sang Mama dihinggapi rasa penasaran. Nampak mata sang Mama berkaca-kaca.
Dalam hati Mama dihinggapi rasa kesal, kecewa, dan khawatir. Campur aduk jadi satu semua. Karena Mama Astri tidak sanggup menahan beban sendiri atas kegelisahan hatinya, dia pun menghubungi sang suami yang ada di luar kota.
Tidak butuh lama untuk bisa bicara dengan sang suami di sambungan teleponnya, karena Papanya Bianca langsung mengangkat telepon yang masuk dari sang istri.
_____
{"Assalamu'alaikum, Iya Mah, ada apa!?"} terdengar jelas suara sang suami dari ponselnya.
Mama Astri pun berbicara kepada sang suami apa yang sebenarnya terjadi. Bianca sang anak pergi dari rumah entah ke mana, dan pesan yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal pun oleh Mama Astri di bicarakan kepada suaminya tersebut.
Sontak sang suami ketika mendengar kabar tersebut nampak terkejut dan dihinggapi rasa khawatir. Karena sang Papa tahu sifat dari anaknya tersebut bagaimana. Bianca terkadang sifatnya dewasa, kadang juga dia seperti anak yang kehilangan arah dan terlihat cengeng.
{"Pasti ada sesuatu hal yang menimpa Bianca, sebelum kabur meninggalkan rumah. Mama berantem sama Bianca!?"} tanya sang Papa dihinggapi rasa penasaran yang begitu dalam terhadap sang anak yang pergi dari rumah dengan sebuah alasan dari sang istri.
{"Enggak berantem kok, Pah. Cuma kemarin anaknya Bianca rewel, dan Mama sedang ke pasar baru pulang sore. Mungkin dia capek dan lelah mengurus anak nya yang nangis terus seharian.} sang istri mencoba menjelaskan kepada sang suami.
{"Papa yakin Mama pasti menyinggung perasaan Bianca!"} sang Papa terdengar marah di sambungan teleponnya.
_____
Adu mulut pun terjadi di antara kedua orang tersebut di sambungan telepon selularnya. Yang mengakibatkan masalah dulu kembali di ungkit oleh sang suami, ketika Bianca hamil dan sang suami seakan menyalahkan sang istri yang seakan tidak becus mendidik anaknya tersebut.
"Memang Mama dari dulu tidak pandai mengurus anak, selalu sibuk dengan urusan diri sendiri sementara anak di nomor 2 kan. Selalu saja pekerjaan yang jadi masalah utama," sindir sang suami kepada istrinya.
"Aku sibuk karena mencari uang, bukan sibuk main. Kenapa Papa kok jadi gitu, cara ngomongnya. Seakan menyudutkan Mama," Mama Astri pun tersulut emosi karena merasa disalahkan oleh sang suami.
"Nah, Mama sendiri sekarang mau nanya, serius kepada Papa. Mama mulai curiga, sebenarnya Papa akhir-akhir ini jarang pulang kemana? Soalnya ada gosip, Papa sedang dekat dengan seorang wanita," ucap sang Mama kembali, begitu terdengar menahan sesak ketika berucap.
_____
Sontak hati Papanya Bianca terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang istri, dia berpikir dari mana istrinya tahu bahwa dia tengah dekat dengan seorang wanita.
-----@@@-----
__ADS_1
Satu tahun lalu Papanya Bianca mengenal wanita yang cukup baik, dia janda mempunyai anak satu seorang wanita berusia 5 tahun, suaminya meninggal. Saat itu Papanya Bianca merasa banyak hal atau masalah yang buat dia terpuruk dengan masalah anak, dan juga kerjaannya.
Niat Papa Bianca agar tenang pikirannya dia mempunyai Guru spiritual, dan kebetulan sang Guru dari Papanya Bianca mengenalkan seorang wanita yang tidak lain adalah anaknya sendiri, dan mereka pun akhirnya menikah. Tanpa ada kata pacaran di antara mereka, mereka Ta'aruf, sang Guru takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpa sang anak karena sering berduaan ngobrol, maka sang Guru menawarkan kepada Papanya Bianca.( Bagaimana kalau anaknya di poligami saja).
Mungkin saat itu pribadi Papanya Bianca terlihat baik dan tanggung jawab, maka sang Guru menyarankan untuk menikah saja dengan anaknya itu.
"Nak, sebaiknya kamu nikah saja, dia pribadi baik kok, tanggung jawab," ucap sang Guru.
Sang saat itu sang wanita tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan menyetujui untuk menikah dengan lelaki pilihan Bapaknya itu.
{"Mungkinkah aku harus berterus terang kepada sang istri dengan pernikahan ini,"} gumam Papanya Bianca mengenai pernikahannya itu. Dia pun dihinggapi rasa tanya.
Papanya Bianca berpikir wanita pilihannya dari sang Guru yang bernama Azizah adalah wanita baik karena dia yang meminta nikah kepada Azizah setelah sang Guru menawarkan pernikahan dengan anaknya.
Azizah tinggal di kota Bandung sama seperti
Azizah sangat memahami keluarga Bianca seperti apa, dan dia pun wanita yang sabar tidak seperti istri kedua dari Bapaknya Rama yaitu Rani yang licik dan jahat.
\_\_\_\_\_\_
{"Nanti saja kita bahas di rumah apa yang sebenarnya terjadi, aku enggak mau ribut ditelepon," ucap sang suami dengan tegas.
{"Maksudnya, yang sebenarnya terjadi!?"} tanya sang istri seperti dihinggapi rasa penasaran dan tanya.
\_\_\_\_\_\_
Sang istri pun semakin menaruh curiga. Karena Bu RT pernah bilang waktu itu dia melihat Papanya Bianca sedang jalan di Mall. Berdua dengan wanita, dan keakraban seakan sepasang suami istri begitu akrab.
__ADS_1
Saat itu Mama Astri mencoba menepis semua omongan yang disampaikan oleh Bu RT. Tapi dari nada bicara bu RT seakan serius dan tidak berbohong, dan ini mengakibatkan ada rasa tanya dari Mama Astri dengan kedekatan sang suami dan wanita itu
Saat itu Mamanya Bianca selalu bertanya-tanya dalam hatinya. Apakah benar sang suami tengah jalan berdua di sebuah Mall? Namun Mama Astri selalu berpikir positif bahwa wanita tersebut adalah rekan kerjanya bukan kekasih gelap sang suami.
\_\_\_\_\_
Mama Astri seakan berpikir jauh dengan apa yang barusan dikatakan oleh sang suami( akan dibahas di rumah, apa yang sebenarnya terjadi).
Apa mungkin suaminya mempunyai pasangan lagi? karena akhir-akhir ini dia curiga terhadap sang suami yang jarang pulang dan beda perlakuannya terhadap sang istri.
\_\_\_\_\_
Mama Astri pun kemudian menutup sambungan telepon dengan dihinggapi rasa kesal dan kecewa terhadap sang suami.
Baru saja sang Mama menaruh ponselnya dengan kasar di kursi sofanya itu, tiba-tiba bunyi suara telepon kembali muncul dari layar aplikasi WhatsApp nya. Nampak yang muncul nomor tadi yang memberikan pesan.
Drett... Drett...Drett...
Mama Astri pun seakan ragu untuk mengangkat bunyi suara telepon tersebut karena dia tidak mengenal sosok yang menelepon, tapi karena rasa penasaran dan anaknya tidak kunjung pulang. Mama Astri pun seakan terpaksa mengangkat suara telepon tersebut.
{"Assalamualaikum, saya Azizah, maaf saya hanya ingin bersilaturahmi kepada Mama Astri, dan mengabarkan bahwasanya. Anaknya yang bernama Bianca sedang berada disini. Insya Allah dia baik-baik saja berada disini, dan mudah-mudahan hidupnya lebih tertata dengan mengikuti kegiatan keagamaan,"} ucap wanita yang terdengar suaranya lembut dan sopan.
__ADS_1
Bersambung...