Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 124 Kesal


__ADS_3

Tok...Tok...Tok..


Suara ketukan pintu terdengar dari arah depan rumah, Mama Astri yang sedang menggendong anaknya Bianca, dengan cepat menyeret langkah kakinya ke pintu depan.


Diaa pun seakan bertanya di dalam hatinya, Siapakah gerangan tamu yang datang berkunjung ke rumahnya?


Krekkk..


Akhirnya pintu pun terbuka dengan lebar dibuka oleh Mama Astri, dan nampak Mama Astri sangat terkejut ketika melihat sosok yang datang yaitu Tante Fani dan kekasihnya yaitu Rangga.


Mama Astri pun seakan tahu maksud dari kedatangan Tante Fani tersebut, yaitu untuk mengambil anaknya Bianca. Dia pun memeluk erat anaknya Bianca, sang Mama seperti dihinggapi rasa, takut sang anak dibawa oleh Tante Fani.


•••••


"Kenapa Sayang! Habis nangis ya?" tanya Tante Fani menatap lekat ke arah anaknya Bianca yang sedang digendong oleh Mama Astri, mata anak tersebut sembab karena seharian sudah menangis.


"Anak ini rewel seharian menangis," jawab Mama Astri tersenyum tipis. Mama Astri pun mempersilahkan Tante Fani untuk memasuki rumah.


_____


Setelah memasuki rumah, sang tamu pun duduk di ruang tamu, dan mereka tersenyum ramah kepada Mama Astri.


"Bianca nya ke mana?' tanya Tante Fani seakan dihinggapi rasa penasaran karena keadaan di rumah sangat sepi.


"Ada di kamar, nanti saya panggilkan dulu Bianca nya," ucap Mama Astri.


Mama Astri pun menyerahkan sang anak ke pelukan Tante Fani, dan Mama Astri berlalu dari hadapan Tante Fani dan Rangga menuju kamarnya Bianca.


____


Tok...Tok...Tok..


Mama Astri mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban yang terdengar di kamarnya Bianca.


"Bianca,, Bianca,, buka Nak! Bianca buka,,, ada Tante Fani datang," ucap sang Mama terdengar teriak memanggil-manggil sang anak karena sang Mama terlihat kesal sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban disana.


"Bianca kemana ya!? Mungkin dia ketiduran," gumam Mama Astri dihinggapi rasa penasaran.


•••••


Mama Astri pun mendorong pintu tersebut dengan kasar, dan akhirnya pintu pun terbuka. Nampak di sana Bianca tidak ada, Mama Astri pun nampak terkejut karena Bianca tidak berada di kamar tersebut.


Mama Astri kemudian memasuki kamar Bianca karena dia berpikir, Bianca ada di kamar mandi. Tapi setelah Mama Astri membuka pintu kamar mandi, nampak Bianca pun tidak ada di sana. Mama Astri pun dihinggapi rasa khawatir dalam diri.

__ADS_1


______


Kemudian Mama Astri keluar dari dalam kamar tersebut, lalu dia menyeret langkah kakinya ke arah dapur, nampak Bianca pun tidak ada disana.


Mama Astri pun berpikir, mungkin Bianca pergi keluar ketika Mama Astri sedang menidurkan anaknya, dan dia tidak pamit kepada sang Mama, dan Mama Astri pun dihinggapi rasa khawatir dan kesal.


"Kemana anak itu!" ucap sang Mama terdengar menggerutu.


Sang Mama kemudian mengambil telepon yang berada di atas nakas, dia pun mencoba menghubungi anaknya tersebut yang tidak pamit untuk keluar rumah.


•••


Mungkin sia-sia saja sang Mama menelepon anaknya tersebut karena Bianca tidak mengangkat panggilan telepon dari sang Mama.


Mama Astri nampak menghela napas secara perlahan, terlihat jelas dari raut mukanya menahan rasa amarah kepada Bianca.


_____


Dia pun kembali menyeret langkah kakinya Ke arah ruang tamu, karena disana Tante Fani dan Rangga sedang menunggu.


"Maaf, mungkin Bianca sedang keluar, karena di kamarnya tidak ada," ucap Mama Astri menatap lekat ke arah Tante Fani.


"Loh, kemana dia? bukannya tadi kata Mama Astri, Bianca sedang di dalam kamar!" ucap Tante Fani seakan dihinggapi rasa heran.


_____


Dia berusaha menutupi sifat buruk dari Bianca yang telah pergi tidak pamit kepada Mamanya tersebut, padahal dalam hati Mama Astri dihinggapi rasa kecewa kepada Bianca.


Tante Fani dan juga Rangga hanya tersenyum tipis, dan mereka pun kembali mengajak ngobrol anaknya Bianca dengan bahasa tubuh yang membuat anaknya Bianca dihinggapi rasa nyaman.


"Mah, anaknya, saya bawa pulang enggak apa-apa kan? Neneknya ingin bertemu, dia lagi sakit. Nanti saya kembalikan lagi kok, besok." ucap Tante Fani seakan merajuk kepada Mama Astri.


_____


Mama Astri pun terlihat bingung jika dia memberikan anaknya Bianca untuk menginap di rumah Rama, mungkin Bianca nanti akan marah. Tapi kalau dia tidak memberikan izin kepada Tante Fani untuk membawa anak tersebut, sang Mama merasa malu dan tidak menghargai Tante Fani yang sudah jauh datang ke rumahnya.


"Iya mah, kita bawa saja ya? Besok pagi ke sini lagi kok," Rangga pun merajuk Mama Astri sama seperti Tante Fani.


_____


Mama Astri nampak termenung sejenak, dan sang Mama pun seperti terpengaruh dengan ucapan Tante Fani, dan Rangga.


Akhirnya Mama Astri pun menganggukkan kepalanya seakan mengisyaratkan bahwa anak tersebut boleh dibawa oleh Tante Fani untuk bertemu dengan Rama dan Neneknya.

__ADS_1


"Tapi janji besok balik lagi ke sini ya?" ucap sang Mama seperti dihinggapi rasa khawatir jika cucunya tersebut tidak dikembalikan pulang esok hari.


"Iya mah, pasti jangan khawatir. Kita orang baik enggak akan nyulik anak ini kok.


Anak ini bukan mau bertemu dengan penjahat, tapi dengan Bapak dan Neneknya," ucap Tante Astri seakan menyindir Mama Astri yang nampak terlihat yang dihinggapi rasa takut.


Tante Fani dan Rangga pun pamit dari rumah Mama Astri. Ketika memasuki mobil anaknya Bianca tersenyum lebar, lalu melambaikan tangan kepada Mama Astri. Nampak terlihat Mama Astri begitu sedih ketika harus berpisah dengan sang cucu untuk sementara waktu.


___


Mama Astri masuk.kw dalam.rumah kembali.


Sang Mama nampak terlihat sangat lelah, lalu dia merebahkan badannya dengan kasar di atas kursi sofa.


Kembali bayangannya, mengingat Bianca yang entah di mana keberadaannya karena sudah 2 jam dia tidak pulang. Mama Astri pun dihinggapi rasa khawatir yang teramat, lalu dia menghubungi temannya Bianca yang bernama Merry.


Setelah bersusah payah menunggu jawaban telepon dari Merry akhirnya Merry pun mengangkat sambungan telepon dari Mamanya Bianca.


"Iya,Mah,,,Ada apa?" tanya Merry di sambungan teleponnya.


"Bianca ada di sana kan!?" tanya sang Mama langsung menodong pertanyaan dan berharap Bianca ada di rumahnya Merry.


"Bianca! Bianca,,, nggak ada di sini kok," ucap sahabatnya itu.


____


Sontak sang Mama dihinggapi rasa terkejut karena sang anak tidak ada di rumahnya Merry. Mama Astri pun berpikir dengan dihinggapi rasa khawatir karena Bianca tidak mempunyai teman dekat selain Merry.


"Bianca,,!! kamu kemana!?" gumam Mama Astri dan hati Mama pun seakan tidak karuan.


"Lalu, Bianca kemana!!?" sang Mama pun kembali termenung dan dihinggapi rasa kesal karena anaknya tersebut tidak pamit terhadapnya.


Sang Mama mencoba menghubungi teman-temannya Bianca, tapi jawaban disana hasilnya Nihil! Bianca tidak ada yang tahu keberadaannya.


Ting..


Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi.


Nampak nomor telepon yang masuk itu, tidak dikenali oleh sama Mama.


{"Assalamualaikum,, jangan khawatir anakmu ada di sini, dan dia merasa nyaman ketika berada di tempat ini,"} isi pesan tersebut membuat hati sang Mama dihinggapi rasa penasaran dan terkejut.


"Siapakah sosok yang memberikan pesan tersebut!?" gumam hati sang Mama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2