
Tiba di ruang IGD, Mama Astri dihinggapi rasa terkejut karena sang anak dan Cucunya sudah tidak ada berada di ruangan itu lagi.
"Sus, yang berada di ruangan ini kemana ya?" telunjuk Mama Astri sebelah kanan mengarah ke ranjang yang tadi di pakai oleh sang anak dan Cucunya itu.
Sang Suster nampak mengernyitkan dahinya, dia seakan berpikir jauh mengingat sang pasien dipindahkan ke ruangan mana.
"Bianca!? tanyanya.
"Ya, itu anakku beserta Cucuku, di pindahkan ke ruangan mana ya?" tanya Mama Astri dihinggapi rasa penasaran sekaligus khawatir.
"Oh, Bianca, di ruangan Anggrek no.3," ucap sang Suster. "Ayo, aku antar ke ruangan sana," kembali sang Suster berucap.
Mama Astri pun diantar oleh sang Suster menuju ruangan Anggrek dimana Bianca di sana Bianca dan anaknya sedang di rawat.
_____
Tiba di depan pintu ruang Melati
"Nah, ini Bu, ruangannya," telunjuk lentik sang Suster mengarah ke kamar tersebut sambil tersenyum ramah.
"Terima kasih, Sus,," jawab Mama Astri.
Suster pun meninggalkan tempat tersebut untuk kembali bekerja.
Samar terdengar dari arah ruangan kamar seperti ada suara di dalam ruangan yang di tempati oleh sang anak dan Cucunya tersebut. Dalam benak sang Mama dihinggapi rasa heran karena didalam ruangan tersebut terdengar bunyi suara lelaki dan sepertinya sedang ribut. Karena dihinggapi rasa penasaran yang teramat, lalu Mama Astri melekatkan kupingnya di balik pintu kamar.
______
Kondisi di dalam kamar.
Bianca mencoba melepaskan sang anak dari pelukan Rama, tapi entah mengapa sang anak begitu erat menggenggam Rama mengakibatkan Bianca seakan dibuat kesal oleh sang anak.
"Ayo, sama Mama, Sayang," Bianca mencoba membujuk sang anak dengan menghujani rayuan agar sang anak mau kembali ke pelukannya. Tapi semua seakan sia-sia saja karena sang anak nampak tidak mau digendong oleh sang Mama.
Dengan kasar Bianca merebut sang anak dari pelukan Rama, yang mengakibatkan anak tersebut menangis histeris. Tapi tetap tidak bisa dan percuma saja apa yang dilakukan oleh Bianca, karena sang anak memeluk erat Rama.
____
"Cucuku,,! Ada apa dengan Cucuku!? ucap Mama Astri terkejut, dia nampak dihinggapi rasa khawatir yang teramat.
Mama Astri yang berada di balik pintu, sontak dengan segera membuka pintu karena dia khawatir dengan suara tangis sang Cucu.
Brukk......
__ADS_1
Pintu dibuka dengan kasar oleh Mama Astri,
dia pun terkejut tatkala melihat Rama sedang berada di ruangan tersebut dengan mata melotot Mama Astri menatap Rama ketika Rama sedang menggendong sang Cucu.
"Ngapain kamu kesini lagi!? tanya Mama Astri sambil menutup kembali pintu dengan kasar.
Mama Astri pun menyeret langkahnya dengan cepat menuju ke arah Rama yang sedang menggendong sang anak, kemudian dia menarik sang Cucu dari gendongannya Rama.
Anak tersebut pun akhirnya bisa di tarik oleh Mama Astri dengan sekuat tenaga. Tapi entahlah anak tersebut malah merengek tangannya menggapai tangan Rama, dia seakan tidak mau dipisahkan oleh Ayahnya tersebut.
"Sayang, ini Nenek, kamu kenapa Sayang, diam! Diam jangan nangis," Mama Astri memberikan makanan kesukaan anak itu yaitu Buah Apel, yang baru saja dia beli di Mini Market saat mengantar keluar Raden dan Ibunya di halaman Rumah Sakit.
Anak tersebut meronta, Buah Apel yang diberikan oleh sang Nenek dia lempar ke bawah. Keadaan anak histeris membuat sang Suster tiba datang menghampirinya.
•••••
Krekkkk...
Pintu terbuka lebar, nampak 2 orang Suster datang menghampiri.
"Ade, kenapa!?" sang Suster mencoba menenangkan anak tersebut. yang sedang menangis histeris.
"Ayo, Bu, tidurkan saja anaknya," ucap sang Suster yang lain.
Sang anak tetap berontak meronta, pandangan dia lekat ke arah Rama, dan lambaian tangannya mengarah ke Rama.
Rama pun tercengang saat sang Suster memanggil namanya.
"Iya, Sus,,," dengan cepat Rama mengambil sang anak yang sedang menangis sambil di gendong oleh Mama Astri.
Bianca pun dan Mama Astri tidak berani melarang Rama untuk menggendong sang anak, karena malu oleh sang Suster.
Setelah sang anak di gendong oleh Rama, dia pun diam tidak menangis lagi, anak tersebut memeluk erat Rama.
Mama Astri menghela napas panjang, pemandangan tersebut seakan tidak mau dia lihat. Ketika sang Cucu lebih memilih Rama ketimbang dirinya dan Bianca.
"Lebih baik Ibu Bianca istirahat dulu tidur," ucap sang Suster sambil menarik perlahan Bianca ke arah ranjang sebelah anaknya, yang terhalang gorden lalu sang Suster meletakkan makan sore dan beberapa obat di meja.
"Mau dimakan sekarang? Biar saya suapi, atau nanti?" tanya sang Suster terlihat begitu ramah dengan senyuman lebar ke arah Bianca.
"Nanti saja Sus,,,biar Mama yang suapi,"
jawab Mama Astri tersenyum lebar kepada sang suster meskipun hatinya sedang kesal terhadap Rama.
__ADS_1
"Cepat dimakan Bu Bianca, dan obatnya jangan lupa diminum. Begitupun dengan anaknya," ucap suster tersenyum ramah.
Setelah semuanya beres kedua Suster tersebut keluar dari kamar Bianca dan pamit.
_____
"Nak, makan dulu ya, biar Ayah suapi," ucap Rama. Menatap lekat kepada anaknya tersebut dengan tatapan penuh sayang yang tulus.
Sang anak pun mengganggukan kepalanya seperti dihinggapi rasa nyaman melihat keadaan tersebut. Bianca dan mama Astri dengan cepat memalingkan mukanya mereka seperti dihinggapi rasa kesal dan kecewa.
Nampak Rama menyuapi anaknya dan mendongengkan sebuah cerita.
anak tersebut dengan lekat memandangi kedua bola mata Rama, dan menggenggam jemari tangan Rama.
Kebetulan tempat tidur Bianca dan anaknya hanya terhalang oleh gorden, tapi nampak gorden tersebut terbuka lebar jadi posisi Rian dan Bianca terhalang oleh ranjang
"Nanti kalau sembuh kita jalan-jalan ya," ucap Rama kepada sang anak.
•••
Dengan cepat pandangan Mama Astri mengarah ke Rama, tatapan matanya begitu tajam begitu sinis terlihat. Mama Astri seakan tidak rela jika sang Cucu dibawa jalan-jalan oleh Rama.
"Kenapa lelaki brengsek ini sampai ada di ruangan ini!?" tanya Mama Astri lekat ke kuping Bianca dengan napas yang menahan rasa kesal dan amarah.
"Pokoknya panjang ceritanya Mah, intinya sang anak tidak mau lepas dari Rama," ucap Bianca dengan menatap ke arah sang anak yang sedang disuapi oleh Rama.
"Bagaimanapun Rama adalah Bapak kandungnya Cucuku, mungkin ada ikatan batin yang terjalin di antara mereka. Jadi sang anak merasa nyaman," gumam hati Mama.
Mama Astri pun seakan tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika melihat sang Cucu tersenyum renyah saat disuapi oleh Rama.
_____
Ting
Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi di ponsel milik Rama. nampak terlihat Ibunya Rama memberikan sebuah pesan.
{"Nak, Ibu lama menunggu disini, apa kamu sudah bertemu dengan anakmu?"} pesan tersebut seakan membuat hati Rama terkejut. Dia seakan lupa karena telah meninggalkan Ibunya diruang tunggu Rumah Sakit.
{"Sudah Bu,,"} balas pesan Rama.
Rama pun mengirimkan sebuah gambar ketika dia sedang bersama sang anak sambil posisi menyuapi sang anak.
{"Ibu sangat senang sekali Nak, akhirnya kamu bisa bertemu dengan anakmu. Santai saja kamu berada di situ. Ibu tunggu di Kantin yang berada di pinggir Mini Market,"} balas pesan sang ibu.
__ADS_1
Rasa gembira mungkin tengah menyelimuti hati Rama dan ibunya tersebut saat ini.
Bersambung...