
Nampak siang itu Rani menggerutu, dia berteriak menahan rasa sakit yang teramat karena rasa nyeri akibat terjatuh yang terdorong oleh Rama belum juga sembuh.
"Kamu sabar jangan teriak terus, malu sama tetangga," ucap sang suami.
"Sabar,,,mana bisa aku sabar, aku kesal! Kesal,,, sama kamu dan anakmu, yang selalu menyusahkan aku terus," jawab Rani terlihat sangat marah. Mata Rani melotot tepat ke arah sang suami. "Kamu ya, lelaki yang tidak tanggung jawab dan tidak berguna!" ucapnya kembali.
PLAK...
PLAK...
Sontak hati sang suami merasa tersindir, dia pun menampar sang istri, dan nampak terlihat Rani tidak menerima perlakuan dari sang suami tersebut. Rani pun mencoba membalaskan tamparan kepada sang suami tersebut.
_____
Pertengkaran hebat pun, terjadi diantara mereka, dan secara tidak sadar sang suami mendorong Rani ke arah lemari kaca. Karena dorongannya sangat kuat, kaca pun pecah berserakan di lantai, dan kepala Rani mengenai ujung lemari yang mengakibatkan kepala bagian belakang Rani berdarah.
Rani berteriak histeris dan nampak sang ART datang menghampiri ke dalam kamar, kebetulan kamar sedang terbuka lebar tidak dikunci.
"Bu,,,ada apa lagi ini!" sang ART dihinggapi rasa takut ketika melihat pertengkaran yang dilakukan oleh sang majikannya itu.
_____
Sang suami terkejut tatkala melihat Rani terdorong ke arah kaca, yang menyebabkan dia terluka dan kepala bagian belakang berdarah. Rani pun dengan cepat menelepon sang Papa, meskipun dalam keadaan sedang menahan rasa sakit.
Rani mengabarkan kepada sang Papa bahwa dirinya tengah bertengkar dengan sang suami.
_____
"Rani, maafkan aku," ucapnya lirih.
Sang suami seakan panik dengan apa yang tengah dilakukannya barusan.
"Diam,,,diam kamu disitu, jangan mendekat ke arahku," ucap Rani terdengar histeris ketika berucap.
"Ran, aku khilaf, maafkan,," ucap kembali sang suami meminta maaf dengan bibir bergetar karena menahan rasa terkejutnya yang teramat dalam, tatkala melihat sang istri bercucuran darah.
"Keluar,,,keluar kamu, dari kamarku!" Rani dihinggapi rasa amarah, sementara sang suami nampak gugup dan peluh pun bercucuran, seperti menahan rasa kaget yang luar biasa.
_____
Sang suami pun akhirnya keluar dari dalam kamar dengan badan yang bergetar, dia seakan dihinggapi rasa takut. Takut terjadi sesuatu dengan keadaan istrinya tersebut.
Sang ART mencoba menenangkan hati Rani.
"Bu, saya bawa Ibu ke Rumah Sakit ya? baru saja Ibu sembuh, kini terjadi lagi pertengkaran," ucap sang ART dihinggapi rasa panik yang luar biasa.
"Aku sedang menunggu Papa, aku mau istirahat di rumah Papa," ucap Rani sesenggukan menangis.
Rani nampak menahan rasa sakit, dan darah yang mengucur dari kepalanya yang begitu sakit dan perih, coba dia tahan.
___
Setengah jam kemudian.
__ADS_1
Terdengar suara mobil di garasi rumah, nampak sang Papa datang bersama Mamanya Rani.
Nampak terlihat di ruang tamu sang suami sedang termenung dan menarik rambutnya dengan kasar. Dia seakan menyesali pertengkaran yang terjadi terhadap istrinya.
"Maaf,,,maafkan aku, maafkan aku Pah, barusan aku khilaf," ucapnya memohon kepada sang Papa mertua agar bisa dimaafkan.
Bapaknya Rama memelas kepada sang Papa mertua untuk bisa dimaafkan, oleh Papanya Rani atas pertengkaran yang begitu hebat sampai mengakibatkan istrinya terluka parah.
"Memang kamu laki-laki brengsek, tidak ada gunanya!" ucap sang Papa.
PLAK..
Sang Papa pun menampar keras pipi sang menantu itu yang tidak berguna.
Sang Papa pun seakan tidak menghiraukan ucapan kata maaf dari menantunya itu, Papa dan Mamanya Rani menyeret langkahnya menuju kamar Rani.
_____
Tiba di kamar Rani.
Rani pun menumpahkan air matanya kepada sang Papa dan Mama.
Kedua orang tua Rani pun, nampak terkejut karena Rani penuh luka badannya dan kepalanya bercucuran darah karena terkena ujung lemari yang disebabkan dorongan yang kuat dari sang suami.
"Ini sudah tidak sehat, suami kamu sudah melakukan KDRT, laporkan saja pada polisi," ucap sang Papa.
"Ayo, Rani ikut Papa!" sang Papa menyeret Rani keluar kamar.
"Ran, aku mohon, maafkan aku!" ucapnya memelas kembali.
Rani pun seakan tidak peduli dengan rengekan sang suami yang ingin berdamai dengannya.
____
Tiba di depan mobil.
"Ayo, Rani masuk kedalam mobil!" sang Papa pun menyeret Rani untuk cepat memasuki mobil.
Akhirnya kedua tuanya Rani memasuki mobil. Nampak ketika mengemudikan mobil sang Papa nampak menahan rasa emosi dan marah dan mukanya merah padam.
_____
Lima belas menit kemudian.
Degh...
Sang Mama terkejut ketika sampai di tempat tersebut, nampak terpampang disana.
KANTOR POLISI
"Ayo, Rani turun kita laporkan suami kamu ke kantor polisi," ucap sang Papa.
Dengan cepat sang Papa turun dari mobil.
__ADS_1
"Ayo, Rani kita laporkan saja ke pihak yang berwajib, Mama pun tidak mau kamu disiksa terus menerus oleh suami kamu. Mana pengangguran lagi," sang Mama nampak menghela napas panjang. Sang Mama sungguh tidak menyangka, akhirnya sang suami menyeret persoalan ini ke pihak yang berwajib.
Dengan bujukan sang Mama, Rani pun turun dari dalam mobil, kemudian dia memasuki ruang kantor polisi untuk pelaporan KDRT.
___
Beberapa saat kemudian acara pelaporan pun selesai yang dilakukan oleh Rani, Rani pun di suruh melakukan pemeriksaan Visum oleh pihak penyidik yang akan dia lakukan di Rumah Sakit dan kebetulan jarak kantor polisi ke Rumah Sakit sangat dekat.
"Kamu jangan menyesali jika suami kamu masuk penjara. Dia pantas mendapatkannya." ucap sang Papa.
"Iya, Rani, dan sekalian kamu gugat saja dia ke Pengadilan Agama untuk bercerai, Mama.dan Papa kan, dari dulu tidak setuju jika kamu menikah dengan orang itu, tapi kamu ngeyel!" ketus sang Mama.
"Sudah,,,sudah Mah, yang penting sekarang Rani sudah terbuka hatinya dan akan menggugat dia di Pengadilan," ucap Rani kepada sang Mama.
"Papa harap kamu nanti pergi keluar kota, kamu jangan tinggal disini, biar kamu bisa melupakan masa lalu kamu yang gelap," ucap sang Papa seakan mengkhawatirkan keadaan sang anak.
"Iya, kamu tinggal bersama Tante kamu dulu, disana. Biar hati dan pikiran kamu tenang," sambung sang Mama.
____
Tiba di Rumah Sakit.
Rani melakukan Visum yang di antar oleh pihak berwajib.
•••
Nampak ketika menunggu hasil Visum, Rani dihinggapi bayangan sang suami yang dengan keras menghantamnya. Rani nampak meringis tatkala mengingat kejadian itu.
Sang Mama memeluk dengan erat sang anak, Mama mencoba menyabarkan hati anak jangan sampai depresi dengan kejadian tadi yang menimpanya.
Rani terus menerus sesenggukan menangis tak henti.
Setelah hasil Visum sudah di dapatkan Rani kembali ke kantor polisi untuk menyerahkan hasil Visum.
Dan akhirnya hasil Visum menyatakan bahwa sang suami sudah melakukan KDRT.
____
____
Setelah itu.
Nampak Bapaknya Rama ditangkap oleh pihak berwajib, pagi itu dia sedang tertegun di teras rumah. Dia seakan menyesali perbuatannya terhadap sang istri yang begitu kasar.
"Maaf, Pak saya dari kantor kepolisian akan menangkap Bapak," kemudian sang Polisi menyerahkan surat dari kepolisian yang menerangkan penangkapan dirinya.
Sontak Bapaknya Rama terkejut dengan penangkapan dirinya tersebut, Matanya nampak berkaca-kaca. Rasa bersalah pun menghinggapi dirinya.
Dia hanya bisa pasrah tatkala Pak Polisi menyeret dia ke dalam mobil.
Sang ART pun nampak matanya berkaca-kaca melihat sang majikan di seret ke dalam mobil oleh pihak berwajib. Bukan rasa sedih yang diratapi oleh sang ART tersebut karena sang majikan dibawa oleh pihak berwajib, tapi dia seakan puas dengan sang majikan yang sudah di amankan oleh pihak berwajib karena selalu melakukan kesalahan yang terus-menerus.
Bersambung...
__ADS_1