Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 119 Kesalahan


__ADS_3

Di rumah Rani.


Sementara di rumahnya Rani, istri muda dari Bapaknya Rama sedang terjadi pertengkaran yang hebat karena Rani merasa dibohongi oleh sang suami dengan meminta sejumlah uang 100 juta dengan dalih untuk membayarkan utang kepada Bapaknya Amel padahal sudah dibayar oleh Tante Fani.


PLAK...


PLAK..


Tamparan indah melayang ke pipi Bapaknya Rama yang di lakukan oleh Rani. Sang istri muda, Rani seakan menggebu dan napsunya memuncak ketika dia merasa dibohongi oleh sang suami.


•••


"Dasar pembohong, Kenapa kamu nipu aku! Sudah untung kamu segala sesuatunya diberi sama aku, dan kamu malah seenaknya menyalahgunakan kepercayaan itu!" ucap Rani dengan ocehan yang menggerutu dan pandangan matanya melotot ke arah sang suami.


"Maksud kamu apa sih!? Tiba-tiba kamu menampar aku, dan ngomong tidak jelas," sang suami meringis menahan rasa sakit.


Dia pun seakan pura-pura dan menutupi dengan kesalahan yang dia lakukan.


"Kamu bilang utang nya Rama belum dibayar, padahal sudah dibayar sama Tante Fani dan kenapa kamu meminta uang lagi 100 juta kemarin kepadaku? Aku tidak mau tahu pokoknya uang tersebut harus kamu ganti sekarang juga," dengan pandangan sinis Rani meminta kepada sang suami untuk mengembalikan uang yang 100 juta tersebut.


Degh..


Nampak Bapaknya Rama terkejut dengan ucapannya Rani karena kebohongan dia sudah terbongkar oleh istri mudanya itu.


"Kamu kata siapa!? Ada-ada saja," dengan rasa malu dan mencoba mengalihkan rasa bersalahnya, Bapaknya Rama nampak merangkul sang istri.


"Diam, diam kamu Mas! ucap Rani. Dia meronta dan Rani pun menjauh dari pelukan sang suami, sontak sang suami dihinggapi rasa terkejut karena Rani biasanya tidak akan marah seperti itu, walaupun sedang marah dengan pelukan pun dia luluh.


•••


Tapi entah mengapa saat ini Rani seakan dihinggapi rasa kesal mungkin kesabarannya sudah habis karena Bapaknya Rama selalu meminta uang kepada Rani dengan alasan untuk modal usaha, dan sampai sekarang selama usaha yang dikelola oleh Bapaknya Rama selalu hancur dan modal pun tidak kembali.


"Kamu ngaku Mas, ngaku! Uang itu dipakai untuk apa? Atau jangan-jangan kamu selingkuh dari aku," mata Rani lekat ke arah bola mata sang suami. Tangan Rani pun mencoba hendak mendorong sang suami.

__ADS_1


Namun dengan sigap sang suami menangkis tangan Rani yang mungil yang hendak mendorong dia ke lantai.


"Iya, iya,,,Aku jawab jujur, uang itu dipakai buat modal usaha dengan temanku. Tapi untuk keuntungannya aku belum mendapatkannya. Kamu sabar dong, nanti jarak dua bulan lagi pasti uang itu kembali, malah lebih," ucapnya mencoba menyabarkan hati sang istri.


•••


Rani pun nampak diam dan dihinggapi rasa heran karena sang suami tidak berkata jujur karena ucapan dia pertama saat itu uang tersebut untuk membayarkan utang kepada Bapaknya Amel, tapi ternyata oleh Bapaknya Rama dipakai untuk modal usaha. Hal ini mengakibatkan rasa kesal di hati Rani terhadap sang suami.


______


Tok...Tok...Tok...


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari arah depan rumah karena perang adu mulut mereka begitu keras sampai mereka tidak mendengar suara mobil masuk ke garasi rumah, kebetulan pintu garasi rumah sedang terbuka jadi tamu yang datang bisa masuk.


Sang ART di rumah Rani nampak sedang keluar jadi akhirnya Rani pun mengalah untuk membukakan pintu.


Krekkkk..


Setelah pintu terbuka lebar ternyata yang datang adalah kedua orang tua Rani, dan mereka menatap lekat ke arah Rani karena terlihat di hamparan pipinya Rani ada air mata, dan ruat mukanya terlihat seperti menahan amarah dan dihinggapi rasa kesal.


"Iya,,,kamu kenapa Ran!?" sang Papa juga dihinggapi rasa penasaran melihat sang anak dengan gestur tubuh yang terlihat menyimpan rasa kesal dan kecewa.


Ketika kedua orang tuanya bertanya kepada Rani, dia seakan tidak bisa menjawab hanya pandangan Rani spontan melirik ke arah sang suami yang sedang berkacak pinggang.


Nampak terlihat Bapaknya Rama menghempaskan badannya di atas kursi sofa dengan kasar, dia menghela napas panjang seakan menyadari kesalahannya itu.


"Kamu berantem dengan suami kamu!?" tanya sang Mama dengan memeluk erat Rani.


Rani tidak bisa berkata apapun karena walaupun dia berkata jujur kepada Mamanya pasti akan menyalahkan dia, dan tidak ada solusi karena selama ini Rani selalu membanggakan sang suami, seakan tidak ada celah sang suami di mata kedua orang tuanya.


Padahal sang orang tua sudah wanti-wanti sebelumnya terhadap Rani karena suaminya tersebut sudah mempunyai anak, istri dan pekerjaannya tidak jelas. Tapi tetap saja Rani nekad dan dengan keyakinannya, bahwa sang suami akan berubah sifatnya tidak malas dan tidak akan menghamburkan uang lagi.


_____

__ADS_1


"Iya Rani Kamu kenapa?" tanya sama Papa nampak heran.


"Aku hanya berselisih paham saja sama suamiku!" jawabnya lirih.


Rani pun mempersilakan kedua orang tuanya untuk duduk di ruang tamu.


kemudian Papanya Rani memanggil suaminya Rani.


"Nak, ke sini sebentar Papa mau ngomong," ucap Papanya Rani mendelik.


•••


Sebelum melangkahkan kakinya untuk bertemu dengan kedua orang tua Rani, Bapaknya Rama nampak menghela napas panjang, dia seakan tahu apa yang akan dibicarakan oleh sang mertuanya.


Dia pun seakan dihinggapi rasa takut dan malu terhadap sang mertua, karena selama ini dia menumpang hidup dari Rani.


Setelah berada di hadapan kedua orang tua Rani. Bapaknya Rama pandangannya menunduk seakan tidak bisa berkata apapun.


"Gimana usaha kamu sekarang ini? Kalau kamu merepotkan anak saya terus, lebih baik hubungan kamu dengan anak saya putus saja Sampai di sini! Papa tahu Rani menyembunyikan semuanya dari kedua orang tua dengan berdalih hubungan kalian itu baik-baik saja, padahal dibalik semua itu Rani merasa dirugikan sebagai seorang istri karena kamu tidak tanggung jawab terhadap Rani selama ini," ucap Papanya Rani terasa menyindir keras perasaan dan hati Bapaknya Rama itu


Degh..


Terasa jantung terhentak mendengar ucapan dari sang Papa mertua, begitupun dengan Rani, dia tidak menyangka sang Papa akan berkata begitu serius tentang keadaan rumah tangga Rani dan sang suami, karena selama ini kedua orang tua Rani seakan tidak peduli dengan rumah tangganya tapi di luar dugaan, setelah sekian lama tidak bertemu dengan kedua orang tuanya, Rani berharap rasa rindu yang dia dapatkan dari seorang Papa dan Mamanya, tapi di luar prediksi dia malah kata pisah untuk segera meninggalkan sang suami.


"Maksud Papa apa?" Rani pun terkejut dengan ucapan sang papa dengan pandangan dihinggapi rasa heran.


"Nak, semalam Papa dan Mama sudah bicarakan, kamu dan lelaki ini rasanya tidak cocok mendingan pisah saja!" ucap sang Mama dengan pandangannya mengarah ke suami sang anak.


•••


Sontak Bapaknya Rama merasa tersinggung dengan ucapan sang Mama mertua, dia merasa direndahkan dan terlihat sangat di permalukan dengan ucapan tersebut.


"Selama ini saya sudah berusaha, mungkin belum waktunya untuk maju. Tapi tunggu beberapa bulan lagi Mah, saya akan buktikan saya mampu membahagiakan anak Mama," Bapaknya Rama seakan membela diri dan dia tidak mau jika harus cerai dari istrinya tersebut yang notabene orang kaya banyak uang dan Rani masih muda.

__ADS_1


Bapaknya Rama berpikir jika dia bercerai dengan Rani, kedepannya dia nanti akan tinggal dimana? Tapi jika dia rujuk lagi dengan Ibunya Rama perasaan malu mungkin menghinggapi dirinya dan itu pun tidak mungkin terjadi karena sang mantan pasti akan menolak keras.


Bersambung...


__ADS_2