
Hari itu Amel nampak sibuk di dalam kantor, karena sedang membereskan beberapa dokumen yang harus diselesaikan hari ini, karena esok hari, dia akan mengambil cuti selama satu minggu, untuk pulang ke Bandung yang akan diantar oleh Kang Burhan. Jadi pekerjaan kantor pun harus bisa dia selesaikan hari ini.
"Mel kebetulan Bapak juga mau pulang besok ke Bandung nganter istri. Kamu nanti mampir ya, ke rumah mertuanya istri Bapak. Agar kamu bisa kembali bertemu dengan Bianca. Katanya kamu ingin lebih akrab dengan Bianca," ucap Gerry kepada Amel yang sedang membereskan dokumen.
"Boleh Pak, nanti saya mampir ke sana buat ketemu Bianca untuk bersilaturahmi." jawabnya.
"Memangnya sekarang Bianca nggak tinggal di Bekasi lagi ya, dengan Tantenya itu? Tapi dengan Mama nya di Bandung," ucap Amel kepada Gerry, suami dari Tyanca
"Tidak, dia tidak tinggal di Tantenya tapi sekarang dia sudah tinggal di rumah ibunya. Katanya sih, dia pengen kerja tapi susah juga soalnya usianya juga kan masih terbilang cukup muda. Mungkin dia akan buka usaha," ucap Gerry sambil mengernyitkan dahi.
"Memangnya dia mau buka usaha apa Pak?" tanya Amel kembali seperti dihinggapi penasaran.
"Dengar-dengar sih, mau usaha kuliner tapi masih nyari tempat katanya," jawab Gerry.
"Nyari tempat! Nanti deh saya bilang ke kang Burhan, siapa tahu ada tempat buat buka usahanya Bianca," ucap Amel.
Kebetulan waktu itu Bapaknya Amel sedang ada proyek dengan Kang Burhan, sedang membangun beberapa Ruko.
"Boleh kalau begitu nanti kamu sama kang Burhan ke rumah saja ya, kita ngobrol. Kasihan biar Bianca ada kegiatan kedepannya," ucap Gerry kembali.
•••
Sore itu nampak kang Burhan menjemput Amel ke tempat kerjanya, kemudian Gerry menghampiri kang Burhan dan berbicara masalah Ruko yang tadi pagi Amel ceritakan.
"Jadi Rukonya ada yang kosong ya, beberapa tempat lagi?" tanya Gerry menatap kang Burhan yang sedang menikmati kopi hangat.
"Ada tiga, nanti saja kalau ke sana kita survei lihat aja tempatnya mana yang cocok dan mau ditempati," ucap Kang Burhan tersenyum ramah kepada Gerry.
___
"Amel tidak salah pilih kalau dia mendapatkan Kang Burhan, karena lelaki ini tipe yang dewasa dan pekerja keras," gumam hati Gerry menatap lekat kepada kang Burhan.
___
"Kamu juga mending buka usaha di sana, di Bandung!" ucap Kang Burhan seakan menggoda Amel agar lebih dekat dengannya.
Sebenarnya Amel pun tidak mau jauh-jauh dari orang tua dan anaknya. Akan tetapi dia ingin melupakan semua cerita tentang Rama. Jadi dia pindah mengikuti jejak Angga, sang kakak hijrah ke kota Bandung.
Masa perjalanannya berada di tempat ini pun tidak mudah, karena Amel harus melalui proses penyesuaian lingkungan.
Amel pun saat ini mulai betah dan berusaha melupakan sosok Rama yang dulu selalu menghantuinya, dan lambat laun hilang.
__ADS_1
Tapi kenapa, kini sosok Rama hadir kembali datang mengganggu dirinya.
•••••
Keesokan harinya.
Tepat pukul 7 pagi Amel pun pulang menuju kota Jakarta bersama Kang Burhan.
Tampak Amel tidak banyak bicara di dalam mobil, dia hanya memandangi arah jalan yang tengah dilalui.
"Mel, gimana kalau kamu kelola usaha saya saja, agar kamu tidak meninggalkan kedua orang tuamu dan anak. Jadi kamu nanti tinggal di Jakarta," ucap Kang Burhan mencoba memberikan tawaran kepada Amel yang sedang duduk di sampingnya.
"Niat saya sih ke Bandung hanya untuk melupakan masa lalu bersama Rama," ucap Amel lirih.
"Tapi kan kamu akhirnya ketemu juga sama Rama, dan untung kemarin ada aku Mel. Kalau nggak ada aku, nggak tahu deh! Rama akan berbuat apa sama kamu," ucap Kang Burhan dihinggapi rasa khawatir kepada Amel.
___
Amel pun berpikir kalau tidak datang Kang Burhan untuk menolongnya tidak tahu nasib dia sekarang akan seperti apa.
___
"Mel maaf, saya mau nanya masalah pribadi sama kamu. Apakah kamu siap untuk menikah akhir-akhir ini?" tanya Kang Burhan terlihat dari nada bicaranya, dia sangat serius.
Sontak terasa dag dig dug hati Amel tatkala Kang Burhan memberikan sebuah pertanyaan yang terdengar serius. Amel menghela napas panjang.
"Rasanya kalau Untuk sekarang saya belum siap, kalau ke arah pernikahan. Karena saya mau fokus dulu untuk urusan kedua orang tua dan anak saya," ucap Amel.
___
Terdengar suara hembusan napas kasar dari mulutnya Kang Burhan, dia seakan kecewa mendengar jawaban dari Amel.
Kang Burhan berharap di usianya yang sudah tidak muda lagi ingin cepat menikah, tapi entah kenapa selalu ada penolakan dari Amel.
___
"Sekali lagi maafkan saya Kang Burhan, mungkin butuh waktu kalau untuk ke jenjang pernikahan," jawabnya.
_____
Pikiran Amel melayang jauh karena dalam hatinya sebenarnya tidak ada rasa cinta terhadap Kang Burhan, jadi untuk memulai sebuah hubungan yang lebih serius seakan tidak hinggap di dada.
__ADS_1
Amel pun selalu teringat ucapan dari ibunya, dia selalu mengingatkan kepada Amel:
Rasa cinta nanti pasti akan datang ketika sudah memulai hubungan yang lebih serius, karena nanti Kang Burhan akan memberikan taburan kasih sayang, dan rasa cinta pun akan di hati Amel.
Amel sudah mencoba itu semua dengan mengingat kebaikan semua dari Kang Burhan, tapi entah kenapa rasa cinta belum juga tumbuh di hatinya.
Dulu dia sangat mencintai sosok Rama meskipun Rama sudah diusir oleh bapaknya sendiri karena kasus utang. Tapi dengan seiring berjalannya waktu rasa itu pudar karena Rama mengecewakan dirinya.
_____
"Rasa cinta itu akan hilang dengan sendirinya, karena ada luka dan kecewa tertanam di sana, dan rasa cinta pun akan datang dengan sendirinya karena ada taburan kasih sayang yang selalu menghinggapinya,"
____
"Mel..." ucap Kang Burhan.
Amel terkesiap karena pikirannya sedang berselancar jauh.
"Iy-iya, Kang.." jawabnya terdengar gugup.
"Sebenarnya saya juga sih dijodohkan sama seperti kamu, oleh kedua orang tua saya.
Tapi entah mengapa rasa sayang dan jatuh cinta hanya untuk kamu," ucap Kang Burhan. terlihat malu ketika mengungkapkan isi hatinya yang terdengar serius
Amel pun terkejut dengan ucapan Kang Burhan yang mengatakan bahwa Kang Burhan, sebenarnya telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita lain selain Amel.
Ting...
Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponsel milik Amel, nampak Gerry memberikan sebuah pesan yang mengabarkan dia sudah tiba di Bandung. "Cepat sekali Pak Gerry sampai di Bandung," ucap Amel kepada Kang Burhan.
Dia mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak terlihat gugup karena telah mendengar kabar berita bahwa sebenarnya Kang Burhan, oleh kedua orang tuanya akan dijodohkan.
"Ya sudah, gimana kalau langsung kita ke rumahnya mertuanya Pak Gerry saja, untuk membicarakan masalah Ruko, karena percuma kalau kita langsung pulang ke rumahmu. Kedua orang tuamu lagi ke rumah Tante Astrid di Bekasi, dan mereka baru tiba dari Bekasi nanti sore," ucap Burhan.
Amel pun menganggukkan kepalanya.
"hari ini saya akan ketemu dengan Bianca lagi," gumam hati Amel.
Entah mengapa nampak peluh bercucuran ketika menuju rumah Bianca.
Bersambung...
__ADS_1