
Malam itu setelah selesai acara makan malam, keluarga besar Amel nampak berkumpul.
"Nak, Bapak akan sewa pengacara," ucap sang Bapak terlihat sangat serius ketika berucap.
"Pengacara untuk apa?"tanya Amel heran.
"Untuk kamu lah, urus perceraian," ucap sang Bapak terlihat serius ketika berucap.
"Maksud Bapak, aku harus cerai dengan Rama." nampak Amel terlihat kaget dan dihinggapi rasa heran. Karena secepat itu sang Bapak menyuruhnya cerai.
"Ya, lebih cepat lebih baik," ucap sang Bapak.
•••••
Amel seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang jelas hatinya seakan hancur meskipun dia sudah tidak menyimpan rasa cinta yang tulus seperti dulu kepada Rama. Tapi Amel teringat anaknya yang masih bayi butuh sosok seorang seorang Ayah dalam hidupnya kini.
"Pak, apa nggak sebaiknya Bapak, berpikir dulu dengan keputusan yang Bapak akan ambil," ucap sang Ibu.
Ibu melirik anaknya yang terlihat begitu pilu. Seorang Ibu pasti merasakan bagaimana hati seorang anak saat ini pasti ada rasa terluka.
"Ini sudah dipikirkan hampir setahun loh, Bu. Semenjak Rama pergi dari sini," ucap sang Bapak.
"Rama dulu kan pergi dari sini dia di usir sama Bapak, alasannya dia tidak pernah kesini juga karena Rama, belum punya uang untuk membayar utang yang di pinjam dari Bapak," ucap sang Ibu terdengar lirih dan membela.
_____
Ibu yakin sang suami ingin mencoba menjodohkan Amel dengan Burhan karena sekarang Bapak, sudah kembali dekat dengan Burhan.
Sepertinya Burhan masih menunggu kembali Amel untuk menjadi calon istrinya, yang dulu terhalang karena ada kehadiran Rama.
_____
"Bapak ingin melihat kamu bahagia, urusan anak nggak apa-apa, jangan mikirin anakmu karena masih kecil butuh sosok seorang Ayah. Tapi kalau Ayahnya tidak bertanggung jawab dan berprilaku tidak baik gimana!" sang Bapak seakan sudah tidak berharap sepenuhnya kepada Rama.
•••
Nampak terlihat mata Amel berkaca-kaca tatkala mendengar ucapan dari sang Bapak. Amel pun tidak bisa membela sang suami lidah pun seakan kelu tidak bisa berkata apa-apa. Dia pun seakan terluka kepada
Rama, karena dia tidak jujur terhadap dirinya ternyata ada sosok Bianca, sebelum dia menikah. Dan parahnya Rama mempunyai anak dari Bianca.
•••
__ADS_1
Sang Bapak kemudian berlalu dari hadapan keluarganya, menuju keluar rumah. Dia duduk di teras rumah dan terlihat sedang melamun.
Sebenarnya Amel pun merasakan hati seorang Bapak seperti apa, tatkala melihat sang anak di campakkan beberapa bulan ini.
Meskipun Rama sekarang ini mau merubah keadaan dengan cara dia mau usaha kerja. Tapi seakan semua itu terlambat bagi sang Bapak.
•••
Ibu menatap lekat kepada anaknya tersebut.
"Nak, gimana, maafkan Ibu ya, bukannya Ibu tidak mau membela kamu atau hanya berdiam diri tidak membela kamu.
Tapi Ibu pun sebenarnya ingin melihat anaknya bahagia" ucap sang Ibu menghela napas secara perlahan.
"kebahagiaan tidak diukur oleh uang semata namun rasa nyaman dan sampai detik ini kamu tidak diberikan kenyamanan juga kan, oleh sang suami," sambung sang Ibu kembali. Ibu terasa menyentuh hati. Nampak di ujung mata sang Ibu bulir putih menetes.
"Kalau menurut Kakak, iya juga sih, ucapan Bapak ada benarnya. Kamu itu harus bahagia." ucap Angga yang sedari tadi hanya menyimak pembicara kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Amel berpikir yang di lakukan Rama untuk sekarang ini memang sudah benar. Dia mampu membayar utang dan dia pun sudah mulai mau buka usaha, namun sang Bapak mungkin sudah terluka hatinya beberapa bulan terakhir ini.
Drettt... Drettt... Drettt...
Tiba-tiba telepon berbunyi dari ponselnya Amel. Di layar ponsel nampak nama Rama, muncul. Amel pun berlalu ke kamarnya untuk mengangkat telepon tersebut
•••
{"Mel, kamu kapan ke rumahku?" } tanya Rama, kepada Amel.
{"Rasanya aku nggak mau ke rumahmu, untuk apa!"} terdengar suara Amel menyimpan rasa kesal yang teramat.
Sontak Rama terkejut ketika mendengar jawaban dari Amel yamg tidak mau berkunjung ke rumahnya.
{"Mel, aku masih suami sah kamu loh,"} ucap Rama seakan kecewa dengan ucapan istrinya tersebut.
{"Kamu lelaki yang tidak bertanggung jawab, aku merasa dikhianati,"} Amel terdengar sesak ketika berkata.
{"Mel, aku sangat mencintaimu,"} jawab Rama mencoba meyakinkan istrinya tersebut.
{"Tidak, kamu tidak mencintaiku sepenuhnya. Kamu seorang pembohong besar!'} ucap Amel terisak tangis.
•••••
__ADS_1
Dia teringat kata-kata Tyanca yang berucap. Rama tidak bertanggung jawab kepada anaknya Bianca dan Ibunya Bianca yang berterus terang berkata bahwa, sang anak sudah menikah dengan Rama dan itu terjadi sebelum Rama menikahi dirinya.
Ini merupakan pukulan berat bagi hati Amel teramat luka dan sakit.
•••••
{"Aku sudah ada itikad baik sama kamu Mel, datang ke rumahmu untuk membayar utang yang 100 juta kepada Bapakmu, dan sekarang aku sudah mau buka usaha. Apa itu tidak bisa meyakinkan hati kamu!"} ucap Rama.
•••
Kemudian Amel menceritakan apa yang kemarin di ceritakan oleh Ibunya Bianca. Rama seorang Lelaki yang brengsek yang dengan tega meninggalkan istrinya di malam pertama dan ada seorang anak yang lahir dari rahim Bianca, dan Rama sama sekali tidak tanggung jawab terhadap anak itu.
Amel terdengar terisak menangis tatkala menceritakan semuanya.
___
Terdengar bunyi suara sesunggukkan dari Amel ke telinga Angga. Sementara sang Ibu sedang bersama Bapak di teras rumah.
karena dihinggapi rasa penasaran kemudian Angga dengan jalan mengendap-endap menuju kamar Amel dan dia mengintip dari arah jendela luar kamar. kupingnya lekat ke pintu kamar.
___
"Kamu kenapa tidak bilang sama aku, kalau kamu sudah menikah dengan wanita dan mempunyai anak, dan kamu begitu tega meninggalkan wanita tersebut di malam pertama. Jadi setelah kamu menikmati tubuhku terus kamu menikmati tubuh wanita lain. Dan pernikahan di adakan setelah sang wanita tersebut dalam keadaan hamil.
Itu wanitanya dua-duanya hamil! kamu dasar lelaki brengsek, tidak punya moral, aku menyesal dulu mengenal kamu. Kita dulu dalam keadaan mabuk dan aku tidak sadarkan diri. Begitu bogoh aku ini!" ucap Amel terdengar sesunggukkan dan pilu ketika berucap.
___
Nampak oleh Angga, terlihat samar ketika dia mengintip dari arah jendela kamar. Amel sedang mendekap sang anak dengan erat dan air matanya sangat menetes deras hinggap di hamparan pipinya itu.
Sontak Rama terkejut tatkala mendengar semua ucapan yang telontar dari mulut sang adik. mulutnya membuka lebar dia melongo.
"Jadi si Rama punya anak dari wanita lain, dan lebih teragis sebelum menikah dengan Amel. Dan wanita yang dinikahi Rama sama persis dengan Amel. Dia telah hamil sebelum menikah. Sungguh lelaki pengkhianat dan goblok, si Rama itu!" gumam hati Angga sang Kakak.
Dadanya bergemuruh tidak karuan, begitu sesak terasa. Jantungnya berasa di remas terasa sakit
•••
"Ada apa ini!" ucap sang Bapak.
Tiba-tiba Bapak dan Ibunya datang.
__ADS_1
Bersambung...