
Nampak sang Mama menghampiri sang suami yang sedang duduk di kursi sofa, mata sang Papa lekat ke layar Televisi namun pikirannya seakan jauh entah ke mana. Dia memikirkan Azizah dan juga Tyanca sang anak yang terus-menerus berucap dengan kata sindiran ucapan 'Wanita Pelakor.
Sang Papa seakan bertanya-tanya dalam hatinya itu, maksud dari ucapan sang anak itu sebenarnya apa.
•••
"Pah,,, Kenapa ngelamun seperti ada yang dipikirkan, pasti teringat Azizah ya,,!?"sindir sang Mama.
"Enggak Mah, cuma memikirkan ucapan dari Tyanca, tadi dia terus-menerus mengucapkan kata 'Wanita Pelakor! Apakah itu ditujukan kepada Azizah maksud Papa,,," sang Papa nampak menghela napas secara perlahan, dia pun seakan tidak bisa meneruskan ucapannya tersebut.
"Maksud Papa apa?" tanya sang Istri
"Mungkinkah dia sudah tahu bahwa aku pernah menikahi wanita lain yang bernama Azizah!?" tanya sang Papa matanya lekat ke arah sang istri.
Degh..
Berdebar hati sang Mama tatkala sang suami menanyakan hal tersebut karena sang istri sudah bicara terhadap Tyanca sang anak, bahwa Papanya sudah menikahi wanita lain, dan sekarang wanita tersebut sudah menggugat Papanya itu.
"Iya Pah,,,Mama sudah bicara kemarin, sama Tyanca dan sebenarnya dia tahu sendiri, ketika kemarin kita bicara di kamar, Tyanca mendengar semua dan sepertinya dia kecewa terhadap keputusan Papa yang dulu pernah menikahi wanita lain. Sekarang baru terbongkar semuanya meskipun sekarang Azizah sudah menggugat Papa, tapi rasa kecewa terhadap Papa masih dirasakan oleh Tyanca, kalau menurut Mama gitu sih," Mama Astri mencoba menerangkan semuanya kepada sang suami dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi kan itu masa lalu Mah, sekarang Azizah sudah menggugat Papa dan sekarang Papa sudah tidak lagi bersama Azizah, jadi Papa mohon Mama dan anak-anak bisa melupakan kesalahan Papa," ucapnya terlihat sang Papa memohon maaf kembali kepada sang istri.
"Mungkin bagi Papa mudah untuk mengucapkan kata maaf, dan Mama pun memaafkan, tapi maaf ya,,Pah, kalau untuk melupakan, rasanya Mama tidak bisa. Begitupun dengan hati sang anak mungkin mereka bisa memaafkan tapi kalau untuk melupakan Papa yang kemarin menikah dengan wanita lain rasanya tidak bisa. Sekarang Tyanca mengetahui Papanya yang sudah menduakan Mama, dan Bianca sampai saat ini belum tahu. Nah,, jika Bianca tahu entah bagaimana perasaan dia karena Azizah wanita yang sangat dihormati dan disayanginya," kembali sang Mama mengucapkan rasa penyesalannya terhadap sang suami yang menduakan dirinya.
•••
Nampak sang Papa diam seribu bahasa, dia seakan tidak tahu pembelaan apa lagi yang akan di ucapkan kepada sang istri.
"Sebenarnya dari lubuk yang hati paling dalam Mama menolak keras dipoligami tapi kemarin berusaha ikhlas namun hati Mama sekarang seakan tidak bisa berkata seperti itu. Dan jika kemarin Azizah tidak mundur atau tidak menggugat cerai kepada Papa mungkin Mama yang akan mundur dari pada Mama di poligami, mendingan Mama bersama anak saja daripada harus di poligami oleh papa," ucapnya kembali.
Nampak terlihat air mata Papanya Bianca bercucuran menetes di ujung matanya, dia seakan pilu tatkala mendengar semua ucapan dari sang istri tersebut.
_____
__ADS_1
Tiba-tiba Gerry dan Tyanca menghampiri, lalu dengan cepat sang Papa menghapus air matanya yang menetes bercucuran.
Tyanca dan Gerry duduk di depan Papa dan Mamanya, nampak terlihat tatapan Tyanca masih terlihat menyimpan rasa kecewa terhadap sang Papa.
"Pah, Mah,,gimana kalau kita Liburan, kerumahnya Tante Astrid katanya di dekat rumah Tante Astrid ada tempat wisata baru dan nanti kita menginap disana," ucap Gerry tersenyum kepada kedua mertuanya tersebut.
•••
Nampak terlihat dari raut wajah sang Mama dihinggapi rasa senang karena dia juga sudah lama tidak bertemu dengan sang adik tersebut.
"Wah,,, Mama senang dengarnya, Kapan!?" tanya sang Mama dengan senyuman yang merekah.
"kapan Mih,,!?" Gerry langsung melirik sang istri yang masih saja cemberut mukanya, tidak menampakkan rasa senang meskipun mau berlibur.
"Terserah Papi, kan yang punya ide Papi sendiri," ucapnya seakan tidak peduli.
"Berarti besok ya,,kalau terserah Papi," jawabnya tersenyum kepada sang istri
"Besok,, besok, Papa kayaknya enggak bisa, ada acara di kantor," ucap sang Papa menatap kepada Gerry.
•••
Sontak Mama dan Gerry terkejut tatkala Tyanca berucap seperti itu pandangan Gerry pun sang suami, lekat ke arah sang istri dengan mengedipkan mata. Mungkin pertanda Tyanca tidak sopan dengan berbicara seperti itu.
"Maaf,,, maaf,," ucap Gerry sambil melirik sang Papa mertua. "Kamu kenapa sih, dari tadi ngomongnya ngelantur! Ada apa sih, Mih,,, sebenarnya," tanya Gerry kepada Tyanca.
"Aku enggak suka kalau Papa ikut!"ucap Tyanca lagi.
"Ya alasannya kenapa!? Kok kamu marah-marah nggak jelas sama Papamu sendiri," Gerry pun terlihat tersulut emosi karena kelakuan Tyanca tidak seperti biasanya.
Tyanca berlaku tidak sopan terhadap Papanya tersebut yang mengakibatkan Gerry merasa malu karena dia berpikir sang suami tidak bisa mendidik seorang istri ke jalan yang benar karena tidak punya rasa sopan sedikitpun terhadap orang tua.
"Karena Papa pembohong!" ucap Tyanca dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
•••
Sontak Mama dan Papa berdebar dadanya mereka berpikir pasti sang anak akan membuka semuanya tentang sifat buruk dari Papanya yang sudah menikah kembali
"Pembohong gimana maksud kamu?" tanya Gerry terlihat dihinggapi rasa penasaran
"Papa sudah menikah lagi sudah setahun yang lalu, dan mirisnya wanita tersebut menceraikan Papa minggu kemarin. Aku baru tahu kemarin ceritanya terdengar jelas oleh kupingku sendiri. Mereka sedang bicara di dalam kamar dan aku tidak sengaja mendengarnya. Tahu enggak Kamu Pih? Makanya Mama masuk Rumah sa6kit terjatuh dari kamar mandi itu karena dia mikir keras, sang suami berselingkuh!" ucapnya dengan pandangan sinis kepada sang Papa
______
Sang Papa pun merasa terkejut dengan ucapan Tyanca yang begitu berani berbicara seperti itu tanpa berpikir panjang.
Gerry pun nampak terkejut tatkala sang istri berucap seperti itu, pandangan dia langsung menatap lekat kepada Papa mertuanya, dan nampak terlihat di sana sang Papa hanya menundukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.
"Papa jahat, Papa sudah melukai hati Mama!" teriaknya, Tyanca pun berlari ke kamarnya, dan Gerry nampak mengikutinya dari arah belakang. Akhirnya Tyanca dan Gerry pun masuk ke dalam kamar dan nampak terdengar dari dalam kamar terjadi adu mulut atau percekcokan diantara mereka.
_____
Tatkala mendengar teriakan dari dalam rumah sontak Bianca pun yang sedang menyiram bunga di halaman rumah, dia dihinggapi rasa terkejut, dan dengan cepat dia berlari ke dalam rumah.
Nampak setelah tiba di hadapan sang Mama dan Papanya, Bianca merasa heran karena kedua orang tuanya itu nampak matanya berkaca-kaca.
"Ada apa, Mah,,,!? tanya Bianca terlihat dihinggapi rasa khawatir dan heran.
"Enggak ada apa-apa Sayang ,Oh,,, Iya, Mama kan mau ke rumah bu RT, antar yuk sebentar, temanmu belum datang kan?" ucap sang Mama mencoba mengalihkan masalah yang tengah terjadi.
"Temanku nanti, datangnya sore, tadi dia nelpon," jawab Bianca.
Tanpa berkata apa-apa lagi dan seakan Bianca tidak mau peduli dengan teriakan barusan. Bianca pun menganggukkan kepalanya, pertanda dia mau mengantar sang Mama untuk pergi ke bu RT.
____
Mama dan Bianca pun pergi dari rumah untuk menuju rumahnya Bu RT, sementara Papa masuk ke dalam kamar dengan dihinggapi rasa bersalah.
__ADS_1
Bersambung...