
Hati Angga berbunga-bunga tatkala sebuah pesan muncul dari layar WhatsApp-nya. Angga sungguh tidak menyangka karena sang pujaan hati yang sudah lama tidak ada komunikasi, tiba-tiba menghubunginya.
Ini diuar ekspektasi Angga, karena bertahun-tahun mereka tidak dipertemukan dan kabar berita pun tidak ada.
Angga terharu dan rasa gembira begitu menyelimuti hati dan pikirannya.
Angga sungguh bahagia mungkin ini seperti mimpi karena bertahun-tahun mereka tidak ada komunikasi, dan sekarang mereka pertemukan walau lewat aplikasi WhatsApp.
Ini sungguh di luar dugaannya, Angga bersyukur, ternyata wanita yang dia impikan kini hadir kembali
Sosok wanita yang selalu jadi pikiran Angga, sekarang dia sudah menjadi Pengacara yang hebat. Dia sekarang tinggal di Kota Bandung. Ini sungguh di luar dugaan Angga, ternyata mereka bekerja di satu Kota yang sama yaitu Kota Bandung.
•••
Karena dihinggapi rasa penasaran, Angga pun mencoba menelepon Khumaira.
Setelah suara telepon tersambung di seberang sana, terdengar suara seorang wanita dengan suaranya yang merdu, dan mengucapkan kata salam.
Sungguh membuat hati Angga bergetar dan Dia pun kembali teringat masa lalu yang penuh kenangan.
"Assalamualaikum.." ucap Khumaira
"Wa'alaikum salam," jawab Angga terdengar dari nada suaranya begitu gugup. Angga kembali menanyakan kabar meskipun tadi, dari pesan chat WhatsApp, dia sudah menanyakannya.
•••
"Gimana kalau nanti sore, kita bertemu. Maaf kamu ada waktu tidak?" tanya Angga
Nampak Angga terdengar gugup ketika berucap untuk mencoba menawarkan pertemuan dengan Khumaira, karena dia berpikir setelah tidak bertemu beberapa tahun ini, mungkin Khumaira punya seorang kekasih atau bahkan sudah menikah dan mempunyai anak.
Penuh tanya di benak pikiran Angga.
"Boleh kalau mau ketemu kebetulan sore ini, aku tidak ada jadwal, nanti kita ketemu di mana?" ucap Khumaira terdengar begitu lembut ketika berbicara.
Angga pun memberikan alamat tempat lokasi di mana nanti dia akan ketemu dengan Khumaira di sebuah Restoran.
setengah jam sudah mereka menelepon kemudian Khumaira menutup sambungan teleponnya.
•••
Setelah menutup sambungan teleponnya, nampak dari bibir Angga terlihat senyuman lebar merekah dan wajahnya berseri.
"Apakah aku sedang bermimpi? Angga menepuk-nepuk pipinya. Tidak! Aku tidak sedang bermimpi, ini kenyataan." ucap Angga tersenyum bahagia.
"Yessssss....Aku bahagia!" teriak tangga.
Suara Angga terdengar jelas keluar yang mengakibatkan, Amel dan Teh Sumi dengan cepat berlari menghampiri ke arah kamar Angga.
Tokk... Tokk... Tokk
"Kak..Kak, Angga. Ada apa kak!" terdengar suara Amel mengetuk pintu beberapa kali.
Karena pintu tidak dikunci kemudian Amel membuka pintu kamar Angga.
Kreekkkk
Akhirnya pintu terbuka dengan lebar.
Nampak terlihat Angga sedang bersenandung merdu, dengan muka berseri dan mata penuh binar, terpancar rasa gembira yang teramat sangat.
__ADS_1
"Kak! ada apa sih kelihatannya gembira sekali?" tanya Amel kepada sang kakak.
"Sepertinya, Kak Angga sedang jatuh cinta?' ucap Teh Siti menggoda dan tersenyum lebar.
"Aku sedang gembira Dek! Kamu mau tahu tidak? Alasannya kenapa?" tanya Angga.
Senyum bahagia di bibirnya, seakan tidak bisa dia lepaskan.
Amel menggelengkan kepala.
"Mana kutahu!" ucapnya.
"Khumaira! Ya semua karena Khumaira!" teriak Angga.
Sontak mata sang adik terbelalak, karena Amel tahu tentang Khumaira.
Angga ketika kuliah dulu dan dekat dengan wanita yang bernama Khumaira, sang adik pun dekat dengan sosok wanita tersebut dan Angga selalu bercerita tentang sosok Khumaira kepada sang adik.
Jadi ketika mendengar nama Khumaira dari mulut sang kakak yang terlihat gembira, Amel berprasangka bahwa Khumaira wanita idaman sang kakak telah kembali datang.
•••
"Kakak Humaira datang kembali untuk Kak Angga?" tanya Amel dihinggapi rasa penasaran dan mukanya terlihat berseri.
"Iya Betul Dek, Kak Khumaira datang kembali.
Nanti sore, Kakak mau bertemu dengan dia," ucap sang kakak sambil memeluk Amel.
"Wah yang benar Kak, aku senang loh mendengarnya. Akhirnya, Kak Khumaira kembali datang untuk Kak Angga, dan ini harus kita rayakan Kak," ucap Amel.
Nampak Teh Siti dihinggapi rasa heran, karena dia sama sekali tidak tahu tentang Khumaira. Kemudian Amel pun menjelaskan kepada Teh Siti sosok wanita tersebut. Akhirnya Teh Siti pun tersenyum bahagia melihat Angga yang sudah menemukan kembali tambatan hatinya.
•••
"Kalau menurut Teh Siti, kayaknya dia belum mempunyai kekasih. Soalnya dia mau diajak ketemu," ucap Teh Siti.
Mencoba menenangkan hati Angga.
"Iya benar Kak, kalau menurut Amel juga sependapat dengan Teh Siti, rasanya kak Khumaira, belum mempunyai kekasih. Kalau sudah ada suami, pasti dia juga tidak mau untuk bertemu dengan kakak," Amel pun mencoba meyakinkan hati sang kakak.
Angga pun seakan ada penyemangat untuk bisa bertemu dengan Khumaira.
"Benar juga ya, Khumaira wanita yang baik dan terhormat. Tidak mungkin bagi dia, untuk bertemu dengan seorang lelaki jika sudah mempunyai pasangan." gumam hatinya.
••••••
Sore pun tiba.
Angga nampak sudah menunggu di sebuah Restoran, yang sudah dijanjikan dengan Khumaira. Angga terlihat gugup, jantungnya berdetak lebih cepat, peluh pun bercucuran nampak terlihat di keningnya.
Dia seperti dihinggapi rasa yang malu karena sebentar lagi, dia akan bertemu dengan wanita pujaan, kekasihnya dulu yang hilang.
"Assalamu'alaikum," tiba-tiba datang sesosok wanita cantik kulitnya putih bersih.
Wanita tersebut memakai baju gamis yang menjuntai panjang ke lantai berwarna dusty ungu. Nampak wanita tersebut tersenyum manis melihat sosok Angga.
Sontak mata Angga terbelalak tatkala beradu pandang dengan wanita tersebut.
Dia seakan gugup tatkala melihat wanita yang tengah berada di hadapannya itu, yang tidak lain adalah kekasihnya dulu yaitu Khumaira.
__ADS_1
Angga seakan terpesona ketika melihat sosok Khumaira sekarang, karena dia terlihat sama seperti dulu dengan penampilan yang anggun dan sederhana.
Terlihat nampak dari wajah wanita tersebut lebih cantik dan mempesona.
"Wa'alaikumsalam, Khu- Khumaira!" ucapnya terdengar gugup.
"Ya, aku Khumaira, gimana Mas Angga sehat?" tanya Khumaira tersenyum renyah.
Terasa jantung mau copot tatkala melihat senyuman yang melingkar renyah dari wanita pujaannya itu.
•••••
Setengah jam kemudian.
"Maaf Khumaira, Aku mau nanya tapi kamu jangan tersinggung ya, Apakah kamu sudah menikah? atau saat ini kamu sudah mempunyai seorang kekasih?" tanya Angga.
Dia tidak berani menampakkan mukanya, tatkala bertanya seperti itu, karena dihinggapi rasa malu. Pandangan Angga menunduk.
Humaira menggelengkan kepalanya.
"Belum Mas, Aku belum menikah atau mempunyai kekasih. Makannya Aku berani ke sini untuk datang bertemu dengan Mas Angga," ucapnya lirih.
Sontak wajah Angga terlihat begitu sangat gembira, karena dengan ucapan Khumaira. Karena dia pikir masih ada peluang untuk bisa kembali menjalin cinta yang dulu pernah renggang.
"Kamu sendiri?" tanya Khumaira.
Khumaira terlihat tersipu malu, ketika bertanya kepada Angga.
"Belum, aku belum punya kekasih atau istri!" dengan cepat Angga menjawab.
"Sebenarnya setelah kita berpisah dan tidak ada komunikasi, aku tidak menjalin kasih dengan siapapun. Karena aku yakin suatu hari nanti bisa bertemu kembali dengan kamu, dan hari ini! Alhamdulillah aku bersyukur kepada sang Allah, karena dipertemukan dengan kamu kembali Khumaira," ucap Angga terdengar lirih.
"Sama, Mas Angga. Aku juga setelah putus dari kamu tidak ada lelaki lain yang hinggap di hati aku," jawab Khumaira.
"Umurku sudah tidak muda lagi, dan aku sebenarnya ingin menjalin hubungan yang lebih serius ke jenjang pernikahan bersama wanita yang tulus mencintai aku," ucap Angga seakan memberikan isyarat kepada Khumaira bahwa dia ingin menjalin hubungan yang lebih serius kepadanya.
"Aku pun sama usiaku sudah tidak muda lagi, dan aku ingin cepat menikah," jawab Khumaira.
"Khumaira...." Angga menghela napas panjang. Dia seakan tidak bisa meneruskan ucapan itu.
Dia hanya menatap kedua bola mata Khumaira. itu pun dia paksakan, karena masih dihinggapi rasa malu dan tidak percaya dengan keadaan, terasa mimpi bertemu kembali dengan sosok wanita pujaan hatinya yang bertahun-tahun menghilang.
Angga lekat ke arah kedua bola mata Khumaira, dalam hatinya seakan bertanya "Masih adakah binar-binar cinta di dalam hati wanita tersebut yang pernah hinggap dulu di hatinya?"
•••
Angga menghembuskan napas kasar.
"Khumaira Maafkan, kalau aku lancang! Maukah kamu menikah denganku?" suara Anda bergetar seakan dia memelas untuk kembali kepada sang pujaan Hati.
Terasa dag dig dug hatinya tidak karuan. Karena takut ada penolakan dari Humaira, untuk menerima cintanya kembali.
Humaira menghela napas secara perlahan, dia tersenyum dan mengganggukan kepalanya.
"Aku bersedia Mas!" jawabnya lirih.
"Khumaira apa yang kamu ucapkan itu benar!" ucap Angga terlihat diselimuti rasa gembira yang teramat dalam. Angga seakan tidak percaya apa yang telah diucapkan oleh Khumaira.
Khumaira menganggukkan kepalanya, dia pun tersenyum kepada Angga.
__ADS_1
"Khumaira, terima kasih ya. Aku akan secepatnya bertemu dengan orang tuamu, untuk melamar kamu." ucap Angga tersenyum bahagia.
Bersambung...