Pernikahan Dua Hati

Pernikahan Dua Hati
Bab: 131 Rasa iba


__ADS_3

Sang Mama mencoba menepis semua bayangan tentang sang suami ketika berucap sudah menikahi Azizah, dan sang Mama pun tidak mau berkata jujur kepada sang anak karena sang Mama berpikir jika dia berkata jujur kepada anaknya, takut ada rasa sesal dalam diri Tyanca. Sang Mama pun tidak mau jika nantinya sang anak mengetahui sang Papa sebenarnya sudah menikah lagi, karena Mama Astri tahu sifat Tyanca seperti apa dia mudah tersulut emosi.


"Papamu mungkin salah ngomong, enggak ada hal serius kok," ucapnya dengan senyuman seakan terpaksa.


Tiba-tiba datang sang Papa dengan Gerry, nampak Mama Astri pun mencoba mengalihkan pembicaraan karena tidak mau suasana menjadi tidak enak dengan membicarakan Azizah. Mama Astri pun mencoba menanyakan sang Cucu.


"Mischa enggak ikut?" tanya sang Mama, menatap kepada sang menantu.


"Enggak Mah, kebetulan ada Tantenya yang jaga," ucap Gerry tersenyum sumringah kepada sang Mama mertua.


Nampak sang Papa salah tingkah tatkala melihat sang anak, dia berpikir bahwa istrinya tersebut sudah membicarakan masalah dia sudah menikah dengan Azizah.


____


Keesokan harinya.


Papanya Bianca menceritakan semua yang terjadi kepada Azizah.


"Jadi istrimu sekarang berada di Rumah Sakit? Bolehkah aku nengok?" Azizah seakan mengkhawatirkan kondisi keadaan Mama Astri dan dia pun berniat untuk menjenguk ke Rumah Sakit.


"Nanti saja, karena kondisinya masih perlu istirahat, kata Dokter jangan banyak pikiran," jawab Papanya Bianca.


Kemudian sang Papa pun menutup sambungan teleponnya.


___@@@___


Di rumah Azizah


Nampak Azizah termenung dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami nampak dia tengah berpikir serius.


"Nak, sedang memikirkan apa?" tanya sang Bapak kepada anaknya tersebut.


"Aku bingung Bah, karena dengan aku masuk ke keluarga Bianca, ini menjadi masalah besar," ucapnya kepada sang Bapak yang biasa dipanggil Abah tersebut.


"Masalah besar, maksud kamu apa Nak!?" tanya kembali sang Bapak.


"Setelah suamiku berterus terang kepada istrinya bahwa dia sudah menikah lagi, ternyata ini menjadi pikiran sang istri, dan istrinya sekarang masuk Rumah Sakit," ucapnya lirih.


"Apa,,,! Mamanya Bianca masuk Rumah Sakit!?" sontak sang Bapak dihinggapi rasa terkejut. "Abah harus segera kesana menjenguk Mamanya Bianca," ucap.sang Bapak.


"Jangan,,,Bah, nanti akan jadi masalah dan jadi pikiran Mananya Bianca," ucap Azizah dihinggapi rasa khawatir jika sang Bapak akan berkunjung menemui Mamanya Bianca.

__ADS_1


"Tenang, Nak, Mamanya Bianca kan tidak tahu Abah ini siapa? Abah hanya ingin lihat kondisi nya saat ini, dan Abah pun disini merasa bersalah dengan cepat menikahkan kamu dengan Papanya Bianca sementara ada yang tersakiti disana," ucap Bapaknya Azizah terlihat termenung.


____


Bapaknya Azizah pun bersiap diri untuk menjenguk Mama Astri yang tengah berada di Rumah Sakit.


Tatkala sang Bapak pergi, nampak terlihat dari raut wajah Azizah rasa khawatir menghinggapi hati dan pikirannya.


Khawatir terhadap sang Bapak takut jika keluarga Mama Astri mengetahui Bapaknya Azizah yang datang, dan Azizah juga sangat mengkhawatirkan keadaan Mama Astri dengan keadaan sakitnya.


"Semoga dugaan atau prasangka buruk-ku, hanya khayalan saja dan tidak nyata," gumam hati Azizah dengan menatap lekat ke arah sang Bapak yang mobilnya tengah berlalu di hadapannya itu.


_____


Bapaknya Azizah tiba di Rumah Sakit.


Bapaknya Azizah akhirnya tiba di Rumah Sakit itu pun tanpa sepengetahuan Papanya Bianca, dia tidak memberitahu di telepon.


Tidak butuh lama untuk mencari keberadaan ruangan yang di tempati oleh Mama Astri karena sebelumnya dia sudah diberi tahu oleh sang anak, di ruangan mana Mamanya Bianca di rawat.


•••


"Enggak ada yang menunggu di dalam pada kemana!?" gumam hati Bapaknya Azizah. Nampak di dalam kamar tidak ada seorang pun yang nunggu, Bapaknya Azizah hanya melihat Mamanya Bianca sendirian.


"Pak,,, cari siapa!?" tiba-tiba ada yang menepuk pundak sang Bapak sangat pelan.


Degh...


Sontak Bapaknya Azizah terperanjat ketika ada yang menepuk pundaknya itu, kemudian Bapaknya Azizah secara perlahan menoleh ke arah orang yang menepuk pundaknya itu.


"Abah,,,sedang apa disni?" tanya Papanya Bianca menatap lekat kepada Bapaknya Azizah. Papanya Bianca pun terkejut dengan kedatangan sang mertua.


"Nak,,, Abah tahu dari Azizah bahwa istrimu sedang di rawat di Rumah Sakit," ucap Bapaknya Azizah.


"Abah mau masuk boleh?" ucapnya kembali.


•••••


Papanya Bianca nampak termenung seakan dia berpikir jika sang istri tahu, bahwa Bapaknya Azizah datang mungkin akan jadi pikiran lagi.


"Tenang Nak, Abah tidak akan membuka diri bahwa Abah adalah Bapaknya Azizah, karena Abah tahu kondisi istrimu sedang tidak stabil," ucap Bapaknya Azizah.

__ADS_1


Akhirnya dengan bujukan dari Bapaknya Azizah yang mencoba meyakinkan Papanya Bianca, akhirnya Bapaknya Azizah pun di perbolehkan masuk menuju ke ruangan tersebut, dimana sang istri tengah berada disana.


_____


Krekkkk..


Pintu kamar pun terbuka lebar, dan nampak Mama Astri menoleh ke arah pintu tersebut, sang Mama tersenyum kepada sang suami dan juga tamu yang datang yaitu Bapaknya Azizah.


"Assalamu'alaikum,,," ucap Bapaknya Azizah.


Ucapan salam pun dijawab oleh Mama Astri dengan senyuman ramah. Nampak Mama Astri tidak banyak kata dan tidak mau tahu siapa yang datang, dia pikir yang datang hanya teman dari suaminya.


____


Nampak Bapaknya Azizah pandai membawa suasana, dan obrolan pun terlihat akrab seperti sudah lama berjumpa.


"Jangan banyak pikiran Bu, semoga Allah mengangkat penyakitnya dan menyembuhkan rasa sakit," ucap Bapaknya Azizah.


Nampak Papanya Bianca tersentak tatkala Bapaknya Azizah seakan menyindir jika Mama Astri banyak pikiran.


Pandangan mata Papanya Bianca menunduk, dan wajah dari Mama Astri seakan penuh rasa sedih yang mendalam tapi dia tidak bisa ungkapkan. Bapaknya Azizah nampak menghela napas secara perlahan, dia pun seakan dihinggapi rasa bersalah.


Tiba-tiba sang Suster datang untuk memberikan obat dan makan, dan dari arah belakang Suster pun nampak Tyanca datang dengan Gerry sang suami.


Akhirnya Bapaknya Azizah pamit kepada Mamanya Bianca, beserta Tyanca dan Gerry.


Sang Papa mengikuti dari arah belakang untuk mengantarkan Bapaknya Azizah ke luar Rumah Sakit.


____


Tiba di kantin.


"Nak, Bapak mau bicara sebentar," ucap Bapaknya Azizah kepada Papanya Bianca.


Mereka pun nampak memasuki kantin. Setelah tiba di kantin Bapaknya Azizah duduk lalu menatap lekat kepada sang menantu.


"Nak,, Abah merasa bersalah, entah kenapa merasa iba kepada istrimu yang telah disakiti perasaannya oleh sang suami dan anak Abah," ucapnya dengan membuang napas kasar.


Papanya Bianca pun seakan tidak bisa bicara sedikitpun, hanya matanya yang seakan mewakili bahwa hatinya sedang dalam keadaan gundah gulana, karena nampak terlihat dari kedua bola matanya genangan air mata seakan tertahan untuk menetes.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2